NovelToon NovelToon
Rintik Dan Garis Takdir

Rintik Dan Garis Takdir

Status: tamat
Genre:Ketos / Teen School/College / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:35.2k
Nilai: 5
Nama Author: PINNKYBUBBLE

HIATUS

Tentang Rainy Rintik Aldhitana, gadis cantik penyuka hujan dan seorang ketua osis di SMA nya yang terkenal sangat dingin serta acuh kepada semua cewek termasuk dirinya.

Langit Marka Harendra, namanya. Cowok yang selalu mengacuhkan Rintik bahkan saat status mereka sudah menjadi sepasang tunangan.

Langit sangat membenci Rintik karena masalah yang ada di masa lalu. Langit semakin membenci Rintik dan sering kali menyakiti hati Rintik entah dengan ucapan ataupun tindakannya saat tau mereka akan dijodohkan.

Hingga suatu hari Langit menyesali apa yang sudah di perbuat olehnya kepada Rintik saat dia tau kebenaran itu. Namun saat Langit tau kebenaran itu semuanya sudah terlambat.

Akankah kisah Langit dan Rintik berakhir bahagia?

Yuk, simak kisah mereka hanya di Rintik Dan Garis Takdir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PINNKYBUBBLE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rintik Dan Garis Takdir - 20. Rencana Embun?

...Hallo guys?...

...Happy reading. Semoga suka....

...*...

...*...

...*...

...Rintik Dan Garis Takdir - Rencana Embun?...

Ruang komputer, itulah hal yang dituju Embun. Entah untuk apa dia pergi kesana. Daritadi jari Embun sibuk menari-nari di atas keyboard. Entah dia sendang mengetik apa.

"Embun kamu lagi ngapain sih?!" tanya Rintik penasaran.

"Udah diem aja! Nanti juga tau!" ucap Embun melanjutkan mengetik di komputer itu.

"Udah belum Mbun?!" tanya Rintik yang kini mulai jengah menunggu Embun.

"Nah selesai! Terus kirim deh!" monolog Embun lalu mengirim suatu pesan yang sudah ia ketik kepada seseorang.

"Kamu ngapain sih Mbun?" tanya Rintik.

"Lihat deh!" pinta Embun.

Rintik dan Mentari pun melihat ke arah komputer dan betapa terkejutnya mereka setelah membaca pesan yang dikirim Embun kepada seseorang itu.

"Mbun?! Kamu apa-apaan sih?!" kesal Rintik.

"Udah lo tenang aja! Bintang gak akan tau kalau ini gue!" ucap Embun.

"Iya sih Bintang gak akan tau! Tapi kalau Langit tau kamu yang bocorin itu semua gimana?!" tanya Rintik.

"Iya loh Mbun. Nanti kalau Langit tau bisa mati kamu Mbun!" ucap Mentari.

"Kalian tenang aja Langit gak bakalan tau itu!" ucap Embun tenang.

"Gimana caranya Mbun?" tanya Mentari.

"Kita hapus rekaman cctv saat kita masuk ruang komputer ini dan juga kita hapus data-data ini semua," ucap Embun.

"Gimana caranya? Kamu bisa apa?" tanya Rintik.

"Gue bisa hapus data ini tapi kalau soal cctv kita harus minta izin sama Pak Roberto!" ucap Embun.

"Bener juga kamu Mbun! Ya udah sekarang kamu hapus dulu itu jangan sampai meninggalkan jejak! Habis itu kita ketemu sama Pak Roberto," ucap Rintik.

"Siap!" ucap Embun lalu menghapus semua data itu setelahnya mereka pergi mencari Pak Roberto.

Ruang cctv, disana lah mereka sekarang. Mereka sedang memantau keadaan sekitar sebelum memasuki ruang cctv itu.

"Jangan sampai ada yang lihat kita kesini!" ucap Embun.

"Emangnya kenapa kalau ada yang lihat kita Mbun?" tanya Rintik.

"Ya bisa dicurigai kita!" ucap Embun.

"Tapikan Allah lihat kita Mbun," ucap Mentari.

"Iya sih. Tapikan maksud gue tuh manusia lain selain kita gitu loh," ucap Embun.

"Udah aman. Yuk kita masuk," ajak Embun lalu mereka memasuki ruang cctv yang Kebetulan tak dikunci.

Sebelumnya mereka sudah mengirim pesan kepada Pak Roberto jika mau ke ruang cctv jadi pintu ruang cctv sengaja tak dikunci oleh Pak Roberto.

"Hallo Pak," sapa Rintik.

"Hallo, Rin," jawab Pak Roberto yang sibuk pada layar komputernya.

"Lagi ngapain sih Pak? Sibuk bener kelihatannya," ucap Embun.

"Iya dong. Emangnya kalian sibuk ke ruang cctv mulu!" sindir Pak Roberto.

"Ke ruang cctv juga suatu kesibukan loh Pak!" ucap Embun.

"Kesibukan apa?" tanya Pak Roberto.

"Gangguin Bapak yang lagi sibuk pacaran sama Bu Iza," ucap Embun membuat Pak Roberto memutar kursinya.

"Enak aja kamu! Saya gak pacaran sama Bu Iza ya!" ucap Pak Roberto.

Pak Roberto memang masih jomblo padahal usianya sudah menginjak kepala tiga. Entah apa alasan Pak Roberto masih jomblo sampai sekarang.

"Berarti pacarnya sama Bu Zura dong!" ucap Rintik.

"Ini lagi makin ngaco ngomongnya!" kesal Pak Roberto.

"Ya lagian semuanya aja dibilang enggak! Jangan-jangan Pak Roberto suka sama salah satu siswi disini ya?" tebak Embun.

"Ya enggak lah! Masa sama muridnya sendiri suka sih Mbun!" ucap Pak Roberto.

"Kalau gak ada yang disuka jangan bilang Bapak homo ya?" tanya Mentari.

"Astaghfirullah! Ini apalagi!" ucap Pak Roberto semakin kesal dibuatnya.

"Saya masih waras! Masih suka sama lawan jenis Mentari!" tegas Pak Roberto.

"Kalau masih waras dan suka lawan jenis kenapa gak nikah-nikah coba sampai sekarang ?" tanya Rintik.

"Nikah itu bukan perkara mudah! Saya harus mapan dulu, punya gaji yang besar, punya rumah sendiri, punya mobil, dan lain sebagainya lagi. Dan yang terpenting saya harus siap mental dulu Rin," ucap Pak Roberto.

"Hmm... tapikan usia Bapak udah cukup buat nikah," ucap Mentari.

"Usia gak menjamin rumah tangga menjadi tentram. Ada sebagian orang yang usianya sudah cukup untuk berumah tangga namun waktu berumah tangga malah berantakan rumah tangga nya," ucap Pak Roberto.

"Iya juga sih Pak. Tapi kan kita juga mau gitu loh di undang waktu Bapak nikah. Mumpung masih di SMA juga kan masih bisa ketemu Pak," ucap Embun.

"Iya tuh Pak. Kalau kita udah pada kuliah kan jarang ketemu sama Bapak. Jadi kita gak bisa tau calon Bapak yang mana antara Bu Iza atau Bu Zura nantinya," ucap Rintik.

"Sudah-sudah kenapa jadi bahas kehidupan pribadi saya sih?!" ucap Pak Roberto.

"Hehehe...maaf Pak lagian kisah cinta Bapak tuh rumit!" ucap Rintik.

Pak Roberto memutar bola matanya jengah. "Jadi kalian kesini mau ngapain nih?"

"Jadi gini Pak kita kesini mau minta izin buat lihat cctv di ruang komputer," ucap Embun.

"Loh, bukannya tadi mau —" dengan cepat Embun membekap mulut Rintik agar tak keceplosan niat awal mereka.

"Jangan bilang! Yang ada Pak Roberto gak izinin!" bisik Embun.

"Oke-oke!"

Embun pun melepaskan bekapannya. "Tangan Embun mau terasi!" jujur Rintik.

Dengan spontan Embun mengendus tangannya yang tak berbau apapun. "Enak aja wangi gini dibilang bau terasi!"

"Hehehe."

"Jadi gimana Pak bisa gak?" tanya Embun.

"Kebetulan cctv di ruang komputer hari ini lagi di perbaiki jadi gak ada rekaman apapun hari ini," ucap Pak Roberto.

Huh, syukurlah! batin Embun.

"Oh, ya udah kalau gitu kita gak jadi lihat Pak. Makasih," ucap Embun.

"Memangnya mau lihat apa toh?" tanya Pak Roberto.

"Ada deh! Bapak gak perlu tau!" ucap Embun.

"Hmm...ya sudah lah."

"Kita pamit dulu Pak. Makasih ya Pak," ucap Embun lalu mengajak kedua sahabatnya keluar dari ruang cctv.

"Nah soal cctv kan udah aman! Ya udah yuk kita ke kantin! Laper gue!" ucap Embun.

"Ya udah yuk. Aku juga udah laper banget nih!" ucap Rintik. Mereka pun ke kantin seraya bercerita-cerita sepanjang perjalanan.

Terlihat meja-meja sudah penuh dan hanya tersisa di meja paling pojok sendiri yang tak jauh dari meja Langit dkk.

"Kira-kira apa yang bakal terjadi ya?" tanya Embun.

"Gak tau sih. Tapi kayaknya Langit bakal marah deh Mbun!" ucap Rintik.

"Ya biarin aja! Biar dia rasain akibatnya tinggalin lo dijalan sendirian!" ucap Embun.

Tak lama Langit dkk datang dan mereka terlihat mengobrol sebentar dan Alam serta Cakrawala pergi memesan makanan.

Beberapa detik kemudian Haekal mengebrak meja. Samar-samar Rintik dkk mendengar jika Haekal menyebut Rintik dan Langit akan bertunangan.

"Kayaknya rencana kita berhasil deh buat kasih pelajaran ke Langit!" ucap Embun.

"Iya sih Mbun. Tapi kayaknya lagi marah banget tuh! Dia kan gak mau temen-temen pada tau," ucap Rintik.

"Udah gak usah kasihan sama dia! Dia aja gak kasihan waktu tinggalin lo dijalan tadi!" ucap Embun.

"Gimana kalau nanti Langit tau itu Bintang dan mereka berantem gimana dong?" tanya Mentari.

"Iya loh Mbun! Emangnya kamu mau tanggung jawab apa?!" tanya Rintik.

"Bodo amat! Gue gak peduli!" ucap Embun lalu memakan makanannya.

Tak sengaja Rintik melakukan kontak mata dengan Langit. Terlihat Langit menatapnya tajam.

Kayaknya Langit curiga deh sama aku! batinnya.

...To be continued....

...Terima kasih sudah membaca....

...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...

...See you di next chapter....

1
Sri Darlina
kok Ngantung, katanya tamat
queenandking: katanya juga sengaja ditulis tamat gk tau deh apa alasanya
total 2 replies
Leni Hendrita
gak ada kelanjutannya ya Kak
THE QUEEN'S? PINNKYBUBBLE: ada Kak masih proses di tulis ini🤭
total 1 replies
in_JUMI
Langit harus stok kesabaran ekstra nih, buat ngadepin rintik.
janngan lupa mampir di cerita aku y ...
in_JUMI
Kasian Mamanya pasti pusing tujuh keliling ...
di tunggu krisanya di cerita aku y k
in_JUMI
Prestasi terbaik rintik .. ternyata datang cepat ...hehehe
di tunggu mampiranya di cerita aku y
in_JUMI
Yee, yang pertama komen ... semangat kk
di tunggu mampir di karya aku y
in_JUMI
Hai kk, aku mampir nih di cerita kk .. seru ceritanya ...
jangan lupa mampir di cerita aku jg y k
sasmita
Sok banget ni cewek...pake nendang ember lagi...eh kalau lu ta cewek yang didepan lu siapa..pasti lu bakal nangis Bombay...kalau lu tau si rintik tunangan dan calon istrinya si cowok yang lu taksir.. wkwkkwkwkk..puas gw kalau liat lu BT kalau tau rintik siapa
sasmita
masa iya di jodohkan sama tukang bersih bersih sekolah Ngadi Ngadi ni si rintik ...oh rintik hujan engkau sekarang bimbang....lanjut komen nya...tuh lupa deh mau ngomong apa lagi..tuh liat orang tua mu sampai menepuk jidatnya karena bicaramu rintik ..
makoto
hahaha ancur dapur mama nya..rain rain...kamu mau buat dapur mama mu jadi tempat peperangan😆🤣diomelin kan tuh sama mamanya
makoto
hahahaha ketos es batu parah banget...kenapa ngga sekalian es balok yang gedean dikit ....tapi suka kan sama ketos es batu mu itu
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Arzita Mirage
Hadeh... Kalau baru bangun memang rada - rada gak sadar saking masih belum puas cahaya terang pun tak terasa. 🤣
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Arzita Mirage
Ganteng sih iya, tapi kalau dingin dan menyeramkan bakalan merasa ngeri juga dekat - dekat ya nantinya. 😔
yurika
roti dan susu sarapan untuk ganjel perut saat waktu mendesak apalagi terlambat...jadi sambil jalan bisa makan roti sembari jalan....
yurika
alasan yang basi untuk menghindari sebuah pembicaraan tentang perjodohan terhadap dirinya.....kayanya cape debat ya karena menolak perjodohan ujung ujungnya harus menuruti orang tua
Nadia
hahaha ngegas ngga tuh emak nyaaa....untung saja dibangunin ngga pake toak masjid...atau diguyurin air segayung...sudah pas sekali dengan namamu rintik eh tapi bisa jadi namanya diganti jadi hujan saat diguyur
Nadia
emang anak laki-laki pasti ngga suka diatur-atur apalagi soal perjodohan..aduh ngga banget deh buat mereka.... perjodohan membuat muak dikalangan anak remaja
@✍️Tulisan 💞 💌
Sarapan yang paraktis sekali, aku pengen juga makan roti isi slai buatan mama rindu .
@✍️Tulisan 💞 💌
hati-hati loh, nanti malah kebalik loh, dia benci sama kamu. nantinya kamu yang suka sama dia..
𝓓𝓮𝓪
gimana tuh kalo kena marah aduh
.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!