~Dennis Hardata~
Sampai mati tidak akan ada satu wanita pun yang akan menggantikan tempat mu Anne. Andaikan bukan karna putra putri kita, sudah lama ku hentikan nafas ini.
~Anne Mary~
“Aku sangat mencintai nya. Bahkan aku berpikir, aku tidak akan bisa hidup tanpa nya. Tapi dengan kondisi ku sekarang, aku sungguh tidak bisa kembali ke pelukan nya. Maaf kan aku Dennis, kan ku coba bahagia hanya dengan membayangkan mu.
~Nathalie~
Bagaikan belum puas memberikan hukuman untuk kesalahan yang tidak pernah aku ketahui apa, kini setelah penyakit kelainan jantung yang ada pasa ku sejak lahir, hati ku pun harus turut merasakan sakit karena cinta yang langit kait kan pada seorang duda dengan kisah cinta paripurna nya yang tak akan pernah usai untuk mendiang istri nya.
Harus kah ku biarkan hati juga merasakan sakit seperti yang di rasakan oleh jantung ku selama ini?
Atau harus kah ku tutup saja mata ku, lalu melangkah melewati nya mesti seluruh diri ku sangat menginginkan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#20
Sesampainya di dalam kamar Dennis…
“Aku tahu kau tidak tidur Dennis!” Ucap Adrian dengan suara parau nya.
“duduk dan bicara lah dengan ku Dennis! Sudah cukup kau membuat kami, para pria lintas generasi ini snewen melihat mu seperti ini!” ucap nya sambil menarik sebuah kursi ke samping tempat tidur Dennis.
“Apa kau sudah tidak menganggap ku sebagai kakek mu!” Kali ini suara Adrian terdengar sangat berat.
Perlahan Dennis membalikan badannya, yang tadi nya membelakangi Adrian kini menghadap ke arah Adrian.
“Duduk Dennis!” Perintah Adrian, dengan sangat tegas.
Dennis pun kembali menuruti apa yang kakek nya katakan.
Pelan-pelan posisi nya berubah, dari berbaring dan kini sudah duduk di pinggiran ranjangnya.
Adrian memperhatikan cucu nya yang benar-benar sangat kurus.
Dennis hampir kehilangan separuh berat tubuh nya hanya dalam waktu hampir dua minggu.
Dennis mengangkat wajah nya yang sebab karena air mata, lalu berkata dengan lirih pada Adrian.
" Kenapa kakek baru menemui ku sekarang? Sudah lama aku menunggu kakek datang untuk berbicara dengan ku." ucap nya dengan air mata yang tidak berhenti mengalir dari kedua belah mata nya.
Dennis menatap sang kakek dengan tatapan penuh rasa kecewa, lalu sesaat kemudian dia tertunduk.
Tidak lama setelah itu, Dennis pun melanjutkan kata- kata nya.
"Mengapa kau tidak menyelamatkan anak dan istri ku kek? Atau mengapa tidak kau tukar saja nyawa mereka dengan nyawa ku? mengapa kek? mengapa? aku sungguh tidak bisa hidup tanpa Anne kek! Aku tak bisa!"
Dennis langsung tertunduk saat air mata nya dengar deras keluar dari kedua matanya.
Raungannya terdengar sangat menyayat hati setiap orang yang mendengarnya.
Bahkan David dan Zee yang berada di pintu pun turut merasakan kesedihan yang Dennis rasakan.
“Jawab aku kek! Kenapa kau hanya diam! Apakah saat melihat Anne menghembuskan nafas nya waktu itu kau pun diam seperti saat sekarang ini kek? Apakah kau tidak berbuat sesuatu untuk menyelamatkan mereka! Jawab aku kek! Aku mohon! Jawab aku!”
Isak Dennis seperti orang yang benar-benar hancur di hadapan Adrian.
“Kau selalu bisa menyelamatkan orang lain. Tapi mengapa kau tidak bisa menyelamatkan istri dan anak-anak ku! ”
Rintih nya sambil mengguncang bahu Adrian.
" Tolong katakan sesuatu kek! Katakan sesuatu!!!!" teriak nya dengan sisa-sisa tenaga yang dia punya.
Adrian meraih tangan Dennis dan menggenggamnya erat sambil menahan air mata yang sudah mendobrak-dobrak pertahanan hati nya.
Seolah ingin ikut mengalir bersama dengan air mata sang cucu.
“Aku sudah menduga, kau pasti akan mengatakan semua itu pada ku! mempertanyakan pertanyaan yang tidak akan mungkin pernah bisa aku jawab! Dan bahkan jika aku berikan jawaban ku sekali pun, itu pasti tidak akan pernah memuaskan mu. Makanya aku memilih untuk tidak menemui mu dan cukup memperhatikan mu dari jauh." jawab Adrian.
"Kau harus ingat Dennis!!!! hidup, mati dan jodoh, itu semua di luar kuasa manusia nak!! Kita manusia ini tidak bisa ikut campur tangan dalam hal itu. Walau segenious apapun diri kita!”
Adrian menggenggam erat bahu Dennis yang terlihat sangat rapuh itu.
“Saat aku tiba, Anne sudah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis. Setengah tubuh nya hancur. Terutama bagian kepala nya. Dia sudah tidak bernyawa ketika di bawa ke rumah sakit! Lantas seperti apa Dens, aku bisa menyelamatkannya!" Ujar Adrian setengah berteriak.
“Apa kau pikir kakek mu ini bisa menghidupkan manusia yang telah mati?" Tegas Adrian.
"Atau apa kau pikir kakek mu ini doctor stranger, yang bisa merapal mantra kemudian mengembalikan waktu?" Seru nya mulai tidak masuk akal.
"No Dennis! Aku ini hanya manusia biasa, aku tidak bisa bertindak di luar kemampuan ku walau terkadang semua itu di luar kemauan ku! Kau dan aku seperti itu! Kita ini hanya manusia bisa Dens." tekan Adrian.
“Jadi please! berhenti menjadi sampah seperti ini! Bangun dan temani putra putri mu! Mereka sudah tertekan setelah kehilangan mama mereka. Apa mereka harus lebih merasa tertekan karena merasa kehilangan papa mereka? Padahal papa mereka masih hidup." Bujuk Adrian dengan suara yang mulai kembali merendah.
"Kau seharusnya bisa menjadi pengobat luka bagi mereka."
" Bangkit lah nak! bangkit dari rasa sakit mu Dennis, anak-anak mu menunggu mu pulang.Berikan senyum mu pada mereka.”
Adrian yang tak kuasa menahan air mata nya, akhirnya ikut menangis bersama Dennis.
“Apa aku harus memberi mu ramuan ini, baru kau akan kembali menjadi Dennis kami yang dulu!" Adrian menggenggam erat botol kecil di tangannya.
“Kalau memang itu yang kau inginkan maka aku terpaksa memberi ramuan ini pada mu." Ucap Adrian, dan mulai membuka ramuan itu.
“Aku akan pulang kek. Aku tidak perlu ramuan itu. Tapi ku mohon, jangan larang aku untuk mengenang Anne dan putra putri kami." pinta Dennis.
“Selama kau tidak mengacuhan Saka dan Azzura, tidak ada orang yang melarang mu untuk mengenang Anne dan si kembar." Jawab Adrian sambil menepuk pelan pundak Dennis.
“Tenang kan pikiran mu dan besok pagi pulang lah bersama ayah dan kakak-kakak mu. Ibu, kakak ipar serta anak-anak mu telah menunggu kepulangan mu. Anne pasti akan bahagia disana saat dia tahu kau menjalani hidup mu dengan baik Dens."
Adrian pun berdiri dan pergi.
Ketika Adrian sampai di pintu dan bertemu David serta Zee, Adrian berhenti dan membuka tutup botol kecil yang berisi ramuan yang hendak ia berikan pada Dennis tadi.
Kemudian setelah memandangi David dan Zee bergantian dengan tatapan kesal, Adrian langsung menenggak habis semua ramuan di dalam botol itu.
“Kek??!!"
“Ayah!!"
Seru Zee dan David serentak saat melihat apa yang Adrian lakukan.
“Semoga setelah aku meminum habis ramuan ini, aku bisa melupakan cinta ku pada kalian berdua. Ehemm.. hmm.." Adrian berdehem lalu berlalu pergi.
“Sial! Kita di kerjai oleh kakek mu yang gila itu Zee!!" Umpat David yang baru sadar apa isi ramuan di dalam botol kecil itu.
********
"Astaga! Kak Upe kira tadi ramuan penghilang rasa cinta beneran! Kakek ! kakek! PERTAHANKAN TERUS KESENGKLEKAN MU KEK!!
Dan buat kamu-kamu yang bingung mau nangis atau tertawa di bab ini, ayoo follow ig kak UPe dulu @kak.UPe
. Walaupun follow ig kak UPe kagak ada hubungan nya dengan semua hal ini.. heheheh
Bersambung**
novel kak Upe ini tayang satu bab setiap hari nya dan setiap jam 10 pagi ya..
udah episode segini... sajen jalan kagak nih?? 🤣