NovelToon NovelToon
Aku Ingin Berubah

Aku Ingin Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:99.2k
Nilai: 4.5
Nama Author: rdj

Wanita ingin dicintai dan memiliki mimpi seperti wanita umumnya, memiliki keluarga kecil yang harmonis. Setelah Dia begitu percaya dengan kekasihnya menyerahkan kehormatan, cinta sepenuhnya namun harus kandas. Wanita ini mengalami kehancuran yang sangat mendalam. Kekasihnya menghianati cinta suci, menghancurkan impian yang sudah dibangun, menghancurkan kepercayaannya. Pilihan hati bertahan mencintai kekasihnya atau Berubah mencintai Allah. Hanya ingin Berubah....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Yang Belum Usai

Selama perjalanan Ke Jakarta, bersama team kerjanya. Didalam travel berisi 9 orang, diantaranya 7 laki-laki team kerja Rara, 1 supir travel dan Rara seorang perempuan sendiri. Rara duduk paling depan sebelah dengan supir travel.

Perjalanan menuju ke Jakarta sangat jauh, kemacetan di ibu kota menambah parah. Perjalanan yang seharus butuh 5 jam saja menjadi 13 jam perjalanan. Selama dalam perjalanan, tiba-tiba perut Rara mengalami sakit yang hebat. Perut Rara melilit sakit yang sangat kuat. Keringat dingin bercucuran, badan terasa dingin, nafas terengah-engah. Rara merasa tidak mampu menahan sakit yang sangat kuat. Ingin rasanya meminta tolong untuk diantarkan ke rumah sakit. Supir travel disebelah Rara tidak merasa iba. Ia hanya terus fokus melihat jalan sambil melirikke arah Rara. Tidak ada rasa empati sedikit pun untuk sekedar mencari solusi sakit yang dirasakan Rara.

Seluruh penumpang di dalam travel tidak mengetahui apa yang dialami Rara. Menahan sakit serasa nyawa diujung akhir tenggorokan. Rara meraung dalam hati menangis sembari menahan sakit. Menyebut asma Allah.

Dua jam Rara menahan sakit, sesampai di hotel tempat tujuan mereka. Rara keluar dari mobil dengan tenaga yang tersisa. Melihat Rara pucat, Pak Adnan mencoba membantu Rara dengan membawa kopernya. Rara berjalan menyeret, duduk dikursi ruang recepsionist. Rekan kerja lainnya check in kemudia berdiskusi soal keuangan. Rara menyetujuinya saja. Rara mencoba tersenyum menandakan Ia baik-baik saja. Rekan kerja yang lain berhamburan memasuki kamar masing-masing. Pak Adnan masih membantu Rara membawa koper hingga ke kamar Rara.

"makasih pak..." Ucap Rara sambil tersenyum.

Didalam kamar Rara menangis meraung menahan sakit yang luar biasa. Bolak balik Rara memuntahkan isi didalam perutnya hingga berwarna kuning. Tidak hanya muntah, perut mules yang tidak tertahankan.

"Sakit apa aku ini..." gumam Rara yang menahan sakit.

Rara meraihi handphone nya untuk mengirim pesan ke kakaknya untuk memberi tahu keadaannya. Belum lama mengirim pesan Fadly menghubungi Rara.

"sudah dimana?" tanya Fadly.

"dikamar hotel mangga dua, sekarang dimana?" jawab Rara menahan sakit agar Fadly tidak mengetahui keadaannya.

"nyesal aku... coba ikut dengan mu. Sekarang aku sendiri di bandara menunggu pesawat" keluh Fadly.

"salah sendiri..." Rara mencoba menutupi rasa sakitnya.

"kenapa? kedengarannya sedang ga sehat" tanya Fadly khawatir.

"ga kenapa-kenapa... aku sakit" jawab Rara akhirnya mengakui kondisinya sekarang.

"Terus yang lain ga tau? minta belikan obat" ucap fadly merasa cemas.

"Iya... nanti aku minta tolong sama Pak Adnan..." sambip memegang perut meringkuk diatas kasur.

"coba aku jadi ikut dengan mu... saat ini aku yang merawat mu sakit" ucap fadly menyesal.

"iiyyyaaa..." Rara tidak mampu berucap kembali. Perutnya semakin sakit, Ia tak mampu berbicara lebih banyak.

"gimana jadinya sekarang?" tanya Fadly semakin khawatir.

"tenang ga kenapa-kenapa... hati-hati dijalan ya? kalau sudah nyampe kabari" ucap Rara menyamarkan suaranya agar terlihat baik-baik saja.

"siappp bosss... semoga cepat sembuh" jawab Fadly sambil mengakhiri pembicaraanya.

tukkk tukkk tukkk

"Ra..." Pak Adnan mengetuk pintu sembari memanggil Rara.

Rara membuka pintu sambil memegang perutnya. Terlihat Pak Adnan membawa kantong berisi obat, teh hangat dan sebungkus roti.

"Mungkin kamu magh... ini bapak belikan obat magh dan teh hangat untuk menghangatkan perut. Tadi kakak mu menelpon bapak, Dia sangat khawatir dengan mu" ucap Pak Adnan.

Rara menerima pemberian Pak Adnan yang sudah dianggap Bapak sendiri. Sambil mengucapkan terima kasih. Pak Adnan berlalu meninggalkan Rara di dalam kamar Hotel.

Rara memakan sedikit roti dan meminum teh hangat. Mengambil obat magh dan menelannya. Kembali Rara merebahkan badannya di atas kasur sambil melihat handphone nya. Benar saja kata Pak Adnan, 3 kali panggilan tak terjawab dan 1 pesan whatsapp. Rara segera membalas pesan kakak perempuannya.

"iyyyaaa... tadi Pak Adnan sudah membelikan obat" belum lama mengirim pesan, terlihat dilayar kaca bernama Bang Galih. Galih, Kakak angkat Rara ketika masih kuliah dan magang di perusahaan tempat kerja Galih. Galih banyak membantu mengerjakan praktek akhir kuliahnya.

"halllooo... assalamualaikum" Ucap Galih.

"walaikumsalam..." Balas Rara.

"dimana dek?" tanya Galih

"dihotel Jakarta Bang...." Jawab Rara masih menahan sakit.

"lahhh bukannya di sukabumi?" tanya Galih.

"sudah selesai Bang..." jawab Rara.

Terbesit dipikiran Rara untuk memberitahu kondisinya. Setidaknya bisa membantu Rara untuk membawanya ke berobat.

"Bang... Ra sakit" ucapnya hendak menangis.

"lahhh kok bisa dek? adek nginap dimana? biar abang kesana sekarang" ucap Galih terdengar cemas.

Rara menyebutkan alamat Hotel tempat Ia menginap dengan lengkap.

"wihhhhh Hotel disana dekat banget dengan Alexsis dan banyak hiburan. Sama siapa saja? cowok semua ya?" Tanya Galih yang sudah mengenal lokasi tempat Rara menginap.

"iya bang... Rara sendiri perempuannya" jawab Rara polos tidak mengerti apa maksud Galih.

"ya sudah... tunggu ya, Abang kesana sekarang" Ucap Galih semangat.

Rara berharap Galih bisa membantunya membawa ke klinik. Obat magh yang dibelikan pak Adnan tidak mampu meredakan perut yang sakit. Rara menangis sambil menekan perutnya. Rara melihat jam dihandphone menunjukan jam 20.03 wib. Rara mencoba memejamkan mata untuk tidur. Berharap dengan istirahat sakitnya akan reda.

Sejam kemudian, handphone Rara bergetar. Galih menghubungi Rara kembali.

"dek... abang sudah nyampe" ucap Galih.

"iyaa..." Rara segera mengenakan pakaian panjang dan jilbabnya. Ia keluar dari kamar hotel dan turun menggunakan lift. Lift terbuka keluar seorang perempuan cantik dengan menggunakan pakaian seksi didalam lift. Rara mengabaikannya, tidak ada pikiran buruk mengenai hotel yang Ia inapi.

Sesampai di depan teras Hotel, Rara melihat-lihat keberadaan Galih. Galih yang sejak tadi melihat Rara segera menghampirinya.

"Sudah lama ga ketemu, makin cantik adik ku" rayuan Galih.

Rara tersipu malu, kehadiran Galih membuat Rara merasa terselamatkan. Galih mengajak Rara untuk pergi mencari makan. Mereka lekas pergi berjalan kaki, dikarenakan posisi jualan makanan tidak terlalu jauh dari hotel. Seberang jalan sudah berjejer makanan beraneka macam makanan. Makanan sate dan soto menjadi pilihan Galih.

Galih bersikap sangat baik kepada Rara, sangat perhatian. Rara yang masih lemas tidak berselera makan. Galih memilih makanan yang cocok untuknya. Galih memesankan 1 porsi sate, 1 porsi soto dengan lontong.

Handphone Rara berdering ketika Galih sibuk memesankan makanan untuk Rara. Cepat Rara mengangkat, terlihat dilayar kakak Rara menghubunginya.

"Assalamualaikum, Ra... bagaimana sekarang keadaan rara? maaf Kakak ga tau kalau Rara menghubungi kakak. Kenapa juga ga langsung pulang Ra? Sekarang dimana? nginap dimana?" rentetan pertanyaan yang dilontarkan Kakak Rara yang terlihat sangat cemas.

"walaikusalam, Alhamdulillah sudah agak baikkan sekarang baru mau makan diajak bang Galih" Jawab Rara.

Galih menghampiri Rara, sambil berucap pelan menanyakan siapa.

"Bang Galih? siapa Ra?" tanya kakak Rara penasaran.

"itu kakak tingkat kita kak waktu kuliah" jawab Rara.

"lahhh kok bisa kenal? terus bukannya di Lampung ya? kok di Jakarta sekarang?" tanya Kakak Rara bingung.

"Iya dulu kenal waktu praktek akhir, sudah dianggap abang sendiri. Sekarang lagi kuliah S2 di jakarta Selatan" Rara menjelaskan.

Galih berucap kembali dengan pelan menyuruh Rara untuk makan.

"kak... sudah dulu ya, Rara mau makan dulu"

"iyaaa... kalau kenapa-kenapa kasih tau aja. Biar kakak hubungi teman kakak yang dijakarta untuk ngurusi Rara"

"iya kak..." Rara mengakhiri telpon nya.

Galih menyodorkan makanan hendak menyuapkan sesendok makanan ke Rara. Sontak Rara kaget menolak disuapi. Rara merasa malu, seperti anak kecil disuapi.

"ayooo makan..." pinta Galih masih memegang sendok untuk menyuapi Rara. Rara mengambil sendok yang dipegang Galih.

"iyyyaaa.... malu bang seperti anak kecil disuapi"

Rara mulai memasuki makanan soto daging, terasa hangat diperutnya.

"siapa?" tanya Galih sambil melihat Rara makan dengan lahap.

"Kakak Rara" jawab Rara masih mengunyah makanannya.

"bang kok ga makan?" tanya Rara baru sadar Ia makan sendiri.

"masih kenyang, habisin ya semua... adek butuh asupan gizi" jawab Galih sambil menyodorkan sate.

"terusss Rara makan semuanya ya?" tanya Rara malu.

"iyaaa ayooo makan" jawab Galih tersenyum.

Rara merasa malu Ia sudah melahap habis soto dan 1 piring nasi, masi memakan sate beberapa tusuk.

"sudah bang... kenyang" ucap Rara berbohong. Rara malu, awalnya bilang tidak lapar tapi bisa menghabiskan 1 piring nasi 1 porsi soto daging dan 5 tusuk sate. Tinggal 3 tusuk dilahap oleh Galih.

"kalau sudah kita kembali ke hotel, ambil motor" ucap Galih mengajak Rara meninggalkan kedai sate.

Sesampai dihotel Galih menyuruh Rara mengambil jaket karena cuaca sangat dingin. Rara segera memasuki hotel diikuti Galih dibelakang. Ada rasa segan mengajak laki-laki ke kamar hotel. Rara merasa tidak enak melarang Galih mengikutinya memasuki kamar hotel.

Galih ikut masuk kekamar hotel, Ia melihat setiap ruangan tanpa segan. Rara merasa risih Galih melihat setiap ruangan. Ada rasa takut Galih berbuat macam-macam ada rasa malu toilet bau dengan muntah dan BAB rara sore tadi.

"yukkk berangkat sudah malam semoga aja kliniknya ada yang buka" ajak Galih melihat Rara sudah menggunakan jaket.

Rara mengikuti Galih keluar kamar hotel. Lagi-lagi ada perempuan cantik dan seksi melintasi mereka.

" siapa yang pesan hotel dek?" tanya Galih.

"rekan kerja bang" jawab Rara.

"pergi sama cowok semua ya?" tanya Galih kembali.

"iyaaa, kenapa bang?" Rara penasaran.

"hotel ini bebas dek, yang lewat tadi cewek panggilan" ucap Galih.

Rara baru sadar, sudah berapa kali wanita cantik dan seksi melintas. Rara memperhatikan wanita itu masuk kekamar salah satu rekan kerjanya.

1
Muhammad Bagus
lebay banget sampe menjaga kek gt kali. lah kalo si Cleo ini punya cewe atau istri dia jg kan hrs jaga perasaan istrinya. apalagi ga punya hub darah sama sekali.

lebay. pliis la karakter cewe terobsesi model Sarah gini dikasi panggung banget m penulis.

hrsnya dia dpt pelajaran la. bukan dgn org baik yg hrs berkorban buat dia.

capedee. part yg bikin males dibaca
Karmelia La Alija
ya ampun thorrrrr, bisa lanjut gak up aku suka ceritanya. terbawa suasana seakan2 termasuk dalam ceritanya🙆🙆👍👍👍👍
Kus Tiah
thor sllu menunggumu up thor
Vani
si Cleo lg becandain Rara nih
padahal kan Dia sudah menyerahkannya pada Danil
Vani
Rara tak yakin dengan Cleo artinya dan masih mengharapkan Danil
Kus Tiah
lanjut thor
Vani
udah mulai up
Riau Silva Indah
lanjut thor.. oh ya si dana apa kabar nya thor???
Ima Tarie
lanjut dunk thor ..jgn lama2
Kus Tiah
aku sllu mnunggu ceritamu thor
Cinta damayanti
akhirnya setelah sekian lama up lagi,,,
mama cika
sibuk ya thor?... cerita nya bagus.. tema nya beda dg yg lain... lanjut yuk thor... semangatttt... kesian si rara...
Mbak Fu'ah
lanjut donk
Vani
eehhh iya sudah ketemu dengan Rara ? Tanya Cleo
mungkin ini maksudnya Tanya Danil bukan Cleo

yang terpenting disini adalah mau berubah dan memperbaiki diri dan Istiqomah
mama cika
thor.. ide ceritaa nya bagus, beda dg yg lain.. alur nya bagus. cara penulisannya juga lugas jelas. kurangnya dikitttt banget... kurang cepet update nya... hahaha
mama cika
pertahan kan cerita se natural mungkin thor.. jgn muter2, ga wajar.. sedikit episode gapapa ga usah ratusan.. ntar lebihnya dibuatin judul baru... cukup 1 judul 1 konflik tokoh ...
mama cika
thor... kamu jahat jika memisahkan danil dg rara. danil tulus lho.. dan hargailah usaha rara bertobat.. masak rara menderita berkali2 thor.. . urusan cleo, buang aja lah.. pembohong, munafik.. ntar kalo konfliknya ditambah, jadi kayak sinet ikan terbang..
Beatrice Faradian
cleo jwb jujur aja ya , biar cpt beres🤗
Endah Siau
gimana jadinya rara tau cleo berbohong tentang danil
Riau Silva Indah
lebih baik ggl drpd sakit hati dikemudian hari... sarah dan cleo egois. . mempermainkan perasaan rara..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!