NovelToon NovelToon
Adikku, Istri Kedua Suamiku

Adikku, Istri Kedua Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:612.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ridz

Dea dijebak oleh kakaknya yang berakhir dia harus ditiduri oleh suami kakaknya yang membuat dia harus mengandung anak dari suami kakaknya dan terpaksa menjadi Madu dari sang kakak hanya karena kebahagiaan sepihak.

Menceritakan Liku-Liku perjalanan kakak adik angkat, yang terjebak dalam hubungan rumit dimana mereka harus berbagi suami yang sama dengan keadaan saling mengikhlaskan.

Zara Aridda sesosok wanita tegar dengan rasa penuh perhatian harus menikahkan suaminya dengan adiknya dikarenakan adiknya telah hamil anak suaminya, namun dia menyimpan rahasia yang besar yang hanya dia yang tahu.

Dea Aninda sesosok wanita yang tak kala tegar nya terpaksa masuk kedalam hubungan pernikahan kakaknya dan menciptakan sebuah keadaan rumit dimana dia terjebak dalam keadaan terpaksa dan kenyataan bahwa dia mulai mencintai suami kakaknya yang kini menjadi suaminya

Siapakah yang akan dipilih Tirta dikala Kedua istrinya sama-sama ingin menyerah

Siapakah yang akan bertahan dalam pernikahan tersebut dan siapakah yang pada akhirnya menyerah

Dan jangan lupa sosok Danu yang selalu ada untuk Zara dan masih menanti cinta Zara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH. 18: Belum Cukup Hancur

Tirta baru saja menyeleasaikan sholat tahajjud yang ia rutin lakukan tiap malam, bukan berdoa untuk menegaskan perasaannya tapi kali ini berdoa untuk mendapatkan sebuah kelancaran, jika usaha dan segala doanya untuk mempertahankan pernikahan keduanya gagal setidaknya tuhan bisa memberinya satu alasan.

Tirta meraih sebuah foto berbingkai putih di sampingnya memeluknya erat dan menatapnya sendu, sebuah foto pernikahannya dengan Dea, tetesan air mata kehilangan membasahi wajahnya, gemuruh rasa hati membawanya pada lamunan yang dalam antara Takdir dan Keadaan.

Ia menatap foto itu sekali lagi dengan linangan air Mata, jika memang akan ada perpisahan setidaknya tuhan harus memberinya kekuatan untuk tetap bertahan, karena kini dia tidak punya alasan untuk meminta, kecuali menunggu jawaban tuhan sendiri.

Tirta kembali tertidur dengan keadaan mendekap foto tersebut membiarkan kesedihannya menggambang di udara, di bawah lamunan aksa dsn dermaga rasa kecewa, larut dalam mimpi dengan satu harapan ketika dia terbangun, yaitu keajaiban tuhan.

"Pertama kau tempatkan aku pada posisi yang sulit diantara istri pertama dan istri kedua dan sekarang kau tempatkan aku pada posisi antara takdir dan keadaan? Kurang hancur apalagi aku?" monolog Tirta memejamkan matanya sebelum benar-benar buyar dalam keheningan bunga tidurnya.

°°°°°

Tirta melajukan mobilnya di area rumah sakit tempat kemarin Dea menghilang, ia masih menggenggam suatu keyakinan bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil, puas mencari di sekitar itu, Tirta memilih pergi ke perpustakaan tempat Dea biasa menenangkan diri.

Masih dengan satu harapan, orang yang dia cintai ada disana untuk menghapus kesedihannya, dia hanya perlu Dea saat ini, dia tidak peduli orang ingin menilai seberapa dangkal perasaannya untuk Zara, karena jika Zara yang ingin dia bahagia, dia berhak menentukan jalan bahagianya sendiri, yaitu dengan bersama Dea.

Sesampainya didepan perpustakaan tersebut suasananya sangat sepi hampir sama sejak kemarin dia datang menemui Dea ditempat itu, Tirta segera masuk kedalam perpustakaan tersebut, hanya ada beberapa orang disana, mata Tirta menerawang ke seluruh ruangan tersebut mencari wajah dari sosok yang dia cari.

Namun nihil tidak ada sosok Dea disana, hati Tirta kembali kecewa, ia melangkah dengan gontai keluar dari perpustakaan tersebut, masuk kembali ke mobilnya dan kembali mencari Dea, dia sudah kehilangan arah tapi bukan menyerah pilihannya, setidak nya jika ini tidak berakhir baik, dia sudah punya usaha untuk mempertahankan pernikahannya.

"Kamu dimana sih Dek?" batin Tirta gusar.

Kini Tirta menjalankan mobilnya menuju ke kampus Dea dulu berharap mendapatkan info dari teman-teman Dea tentang keberadaan Dea pasalnya Dea sendiri pergi tanpa membawa apapun sehingga sulit untuk Tirta menemukannya dalam keadaan seperti ini.

Sesampainya dikampus tersebut, jawaban yang diterimanya masih sama yaitu tidak ada yang tahu keberadaan istrinya, puluhan pesan dari dewan kampus mengenai kehadirannya untuk mengajar hari ini masuk ke ponselnya, Tirta tidak peduli kalau dia akan dikenakan sanksi kedepannya, dia sudah memutuskan untuk mencari Dea hari ini dan itu tekadnya.

Jika mempertahankan orang yang kita sayang harus menpertaruhkan segalanya itu adalah keputusan yang tepat untuk Tirta sendiri, dia hanya ingin pernikahannya baik-baik saja sebelum dia benar-benar menalak Zara kedepannya.

°°°°°

Jam menunjukkan pukul tiga sore saat Tirta berhenti untuk beristirahat, dia memilih untuk menenangkan pikirannya di sebuah taman tempat dia selalu mwnyendiri, sudah dari pagi sampai sore begini dia pergi kesana kemari, mencari keberadaan Dea, berharap akan ada suatu keajaiban tapi hasilnya tetap nihil, tuhan masih menguji kesabarannya.

"Bang Tirta?"

Tirta membalikkan badannya melihat sumber suara yang memanggil namanya, Zara berdiri disana dengan tatapan layu dan iba pada keresahan hati pria yang masih sah sebagai suaminya.

Tirta hanya menatapnya sekilas kemudian membuang muka. "Mau apalagi? Belum Cukup Hancur semua yang telah kau lakukan,"

"Maaf," jawab Zara berjalan ke arah Tirta.

"Harusnya kau katakan itu pada Dea, kakak mana yang tega menjebak adiknya sendiri dengan beralaskan kebahagiaan? Abang bahkan sudah benar-benar kecewa padamu Za, apalagi Dea yang menerima kenyataan dan Fakta ini dari awal pernikahan, tidakkah kau berpikir berapa orang yang kau sakiti? Berapa pihak yang tertekan dan berapa lama keadaan menyiksa? Kau hanya ingin sebuah kata "Talak" terucap diantara hubungan kita dan akan kuucapkan dalam waktu dekat ini, tidak hari ini," ujar Tirta melipat kedua tangannya.

"Sebegitu bencinya kah Abang padaku?" tanya Zara.

"Aku tidak pernah membencimu Zara, bahkan. Aku masih mencintaimu, tapi aku hanya kecewa karena kau sendiri yang menempatkan hubungan kita didalam kehancuran, jadi salahkah jika abang mencari kebahagiaan abang sendiri? Kau hanya perlu berpikir bahwa perasaan abang terlalu dangkal tapi sebenarnya dermaga cinta kita yang sudah hancur karena ombak yang kau ciptakan? Apakah masih pantas kau kusebut istri?"

"Jangan sakit hati Zara, itu kalimat yang kau ucapkan pada Abang disaat kau pura-pura tersakiti dimalam itu, semua akan baik-baik saja jika sifat overthinking-mu tidak pernah ada," lanjut Tirta.

"Maaf jika aku hanya membuat perasaan Abang semakin kacau,"

"Perasaan Abang sudah kacau jauh sebelum kau datang," jawab Tirta.

Zara menggenggam tangan Tirta dan menatapnya untuk sekali lagi. "Kita sudah pernah membicarakan ini, dan sifat ikhlasku tidak akan pernah berubah, aku yang akan pergi untuk kebahagiaan abang dan tentunya kebahagiaanku,"

"Apa tujuanmu sekarang?" tanya Tirta melepas tangannya.

"Ini adalah alamat Bulan, dia adalah sahabat Dea, mungkin abang akan menemukan keajaiban tuhan disana, doaku tidak akan pernah berubah sampai kalian benar-benar bersama, dan itu janji istri pertama kepada suaminya,"

Tirta melirik kertas yang disodorkan Zara, ia mengambilnya dan berterima kasih kepada Zara kemudian masuk kedalam mobilnya menuju alamat yang diberikan Zara.

Sedangkan Zara masih terdiam menatap kepergian Tirta sampai sebuah tepukan tangan mengagetkan pikirannya.

"Danu?"

"Keputusan yang tepat Zara, kau yang memulainya dan kau yang harus mengakhirinya, jadi sekarang bagaimana keputusanmu untuk dirimu sendiri?" tanya Danu pada Zara.

"Entahlah, kembali menata hatiku untuk kehidupan yang baru?" jawab Zara.

"Lebih tepatnya buka hatimu, ada orang yang ingin menerima segala kesalahanmu, aku tidak bisa menghakimi pilihan Tirta karena kesalahan yang kau lakukan itu cukup fatal, tapi aku adalah orang baru dalam drama ini, jadi bisakah kau membuka hatimu?"

Zara terdiam.

"Jangan dijawab sekarang, kau hanya perlu waktu untuk menjawab iya, dan saat waktu itu tiba, semuanya akan kembali seperti semula, berbahagialah dengan pilihanmu, karena kau juga berhak bahagia," ujar Danu. "Sampai jumpa,*

Danu meninggalkan Zara yang larut akan pikirannya sendiri, dilema kini menerpa hatinya, benarkah dia harus membuka hati untuk pria lain disaat dia mengalami trauma akan tidak bisa hamil didalam pernikahannya, jika membuka hati akan menyakiti perasaan pria lain, maka bukan itu pilihan Zara.

- TBC

1
Puji Rahayu
nyong we milu mumet leh ngrasake lahh...
mubeng2 wae..ra uwis2...😃😃😃
Ibelmizzel
zara Danu hadeh....
Ibelmizzel
zara egois seolah dia yg korban disini seolah2 dia terluka dan yg paling tersakiti orang2 menyalahkan adiknya padahal dia yg menyusun sekanariony
Surabaya Honda
W.O.W wonderful Thor,, CHIAYOO 👍
Surati
bagus
Dyah Oktina
mertua thor... bukan menantu..
Dyah Oktina
bukannya mblnya aston martin ya???? apa dah d jual d ganti honda brio 🤭
Dyah Oktina
kayaknya hanya ada d dunia halu 🤭
Dyah Oktina
setuju zara sama danu... tapi zara harus terus terang dgn keadaannya... kla engak ... ngak setuju juga zara dgn danu... kasihan danu.. akhirnya terus aja akan seperti pernikahan pertama
Dyah Oktina
kla zara sama danu... kasihan juga danu ngak bakal punya anak dari zara
Dyah Oktina
kla zara sama danu... kasihan juga danu ngak bakal punya anak dari zara
Mega Mkf
yaaa,,, ush kebaca,ujung2nya zara bakalan sm danu,kompor jg si danu,ibaratnya ai danu pebinor,,, jd males lanjut bacanya.
Mega Mkf
mampus kau zara,egois dan ngk punya harga diri,,, demi bahagiaan suami adik sndri kau jd kan korban,,,,
Mega Mkf
seharusnya zara mendapatkan hukuman yg berat bgt itu,manusia munafix,hanya dalam khayalan sj si emg sptri ini novel2,yg pelakunya msh menemukan kebahagiaan,,, dan aku paling ngk suka yg selalu dan selalu mengatas namakan kebahagiaan bersama,kl ke bahagiaan knp mesti di awali dgn keburukan,bukan kah keindahan dan kebahagiaan itu di dasari dgn ke jujuran,,,,
Ana Susana
❤️👍
Yusnita Nenvawaty Sihombing
sidea sedikit2 lari aja kerjanya.. punya bakat jadi atlet lari x ya😁😁
Hera sasuwe
ceritanya bagus
Hera sasuwe
konfliknya puter2 dit4 itu ya cari bahagia n bahagiain orang kok gitu2 amat ya jalannya rumit sendiri jadinya
umi b4well (hiatus)
Hem
Mega
lama jd aneh kisahnya,di vonis mandul tp bisa hamil,emang hanya kuasa allah yg tau,tp mustahil shi,dulu sm tirta kemana aja mbak zara,,, pdhl tirta tokcer lho sm dea 1x lsg jd,,, dasar zara perempuan munafix,bilang aja udh bosen sm tirta dan mau nikah sm danu pakai embel2 ini lah itu lah,,, hanya ada di novel aja shi yg bisa bgni,di reall ngk bakal ada jg shi,,, maaf thorr aku berhenti bacanya udh sebel bgt sm zara wanita sok baik,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!