My Wife Psycopat,Menceritakan seorang wanita culun yang di jodohkan dengan seorang Pria Casanova yang tampan dan juga kaya.
Robert Daimen Pattinson Pria Mateng yang berusia 35 tahun.Dia dikenal telah melajang seumur hidup nya.Namun,pada kenyataan nya Daimen menyimpan sebuah rahasia yang orang lain tidak tahu bahkan keluarga sendiri.Hobby nya memuaskan hasrat nya dengan wanita muda,ia juga pria yang kejam,habis manis sempah di buang.
Daimen adalah sapaan yang kerap di kenal banyak orang,Pria ini juga tergolong pria yang sukses di dunia bisnis,ia telah menduduki peringkat pertama selama bertahun-tahun di dunia bisnis nya.
Daimen juga CEO dari Company Daimen,Di nikah kan dengan gadis culun bernama Alice Victoria Cullen,Cucu orang terkaya nomer dua di Asia Timur tepatnya di Jepang .
Seorang Casanova menikah dengan seorang gadis Culun apa kata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dag Dig Dug
"Aah!"
Alice kaget,saat Daimen memegang ke dua tangannya dengan erat.
Tatapan mereka bertemu,Alice menatap Daimen begitu intens,tidak ada cela,sungguh sempurna pemandangan di depan nya.
Deg..
Deg..
Ke dua nya merasakan detak jantung yang begitu menggebu-gebu,bahan Daimen sendiri yang ingin menjebak Alice juga merasakan detak jantung yang tak biasa itu.
'Sialan,kenapa Gue ikut tenggelam !'
Angin menghembuskan nafas kedua nya,dan menyatukan dengan alam,Daimen masih menatap mata Alice,seketika ia tersadar.
'Sandrina!'
Daimen melepaskan tangan nya yang menggenggam tangan Alice.
'Kenapa Gue teringat wanita itu!'
Disaat Daimen sedang bergelut dengan hati nya,Alice segera melangkah masuk ke dalam kamar.
Alice duduk di tepi ranjang,sebelum nya mereka punya kesepakatan kalau mereka tidak akan tidur satu ranjang,tapi demi sebuah rencana Daimen terpaksa melupakan kesepakatan itu.
"Tidak perlu berdiri,tidur saja di atas ranjang,Aku akan tidur di sebelah mu!"
Ujar Daimen,saat Alice mengambil selimut dan bantal.
"Haah!"
Alice terkejut dengan ucapan Daimen,ia menoleh ke arah pria itu.
"Kenapa menatap Ku begitu?bukan kah Kita suami istri"
Daimen berjalan ke arah dimana Alice berdiri.
"Iya sih,tapi...."
Daimen membuat Alice memutuskan ucapan nya,saat Daimen meletakan jari telunjuk nya di bi bir Alice.
"Enggak ada tapi-tapi,istri seorang Daimen masak tidur nya di sofa,di ranjang dong bersama dengan Ku !"Bisik Daimen,membuat aliran darah Alice mengalir seperti ke setrum.
Alice segera duduk di tepi ranjang,Daimen berjongkok di depan Alice,ia menatap ke arah Alice dengan seksama,seketika sifat bejat nya keluar.
Daimen membelai wajah Alice,terlihat Alice hanya menerima begitu saja tanpa membantah saat tangan nakal itu menerobos masuk ke dalam piyama milik Nya.
"Uhh..!" De sah Alice.
Jari nakal Daimen menyentuh benda kecil yang tertutup oleh Br*.
Daimen merebahkan tubuh Alice ke atas ranjang,entah kenapa gadis ini tidak menolaknya.
Seraya tangan Daimen bermain di balik piyama Alice,bi bir Daimen sibuk menelusuri le her jenjang milik Alice,membuat Alice tidak bisa menahan de sahan nya.
"Aah!"
Alice mere mas seprei,saat jari jemari Daimen mulai turun ke perut Alice,ia menggelitik setiap inci tubuh sexy sang istri.
Daimen masih meninggalkan jejak nya di atas da da Alice,ia belum menyerang dua buah kenyal yang menantang itu.
Daimen membuka kancing piyama Alice satu persatu,sehingga memperlihat kan br*a berwarna hitam yang di kenakan Alice.
Mata Daimen tertegun,ia kaget melihat bentuk yang selama ini di tutupi oleh Alice si balik penampilannya yang culun dan juga ketinggalan jaman,padahal semua aset milik nya masih ori dan juga itu membuat Daimen begitu tergoda.
Daimen membuka pengait br*,lalu meninggalkan jejak kepemilikan di atas buah kenyal tersebut.
Daimen memainkan choco chip milik Alice dengan jari nya,membuat Alice mende sah.
"Aah..!Aagrh..!"
Alice kembali mere mas seprei,Daimen melirik ke arah Alice dengan senyuman smirk nya,ia tahu,belum ada yang bisa menolak permainan li dah yang di mainkan pria ini.
"Aaaggrh,tunggu !"
Alice memegang bahu Daimen,seketika membuat Pria itu menatap nya dalam hati sangat kesal.
"Seperti nya ada sesuatu!" Sambung Alice yang memaksa untuk bangun,Alice segera berlari ke arah kamar mandi.
"Tunggu,Kamu mau kemana ?"
Alice tdiak memperdulikan teriakan Daimen,ia merasakan sesuatu yang banjir di bawah sana.
Blam!
Pintu kamar tertutup,benar saja,Alice lagi mentruasi,ia menahan rasa nyeri di perut nya.
Lalu membuka pintu,Daimen melirik ke arah nya.
"Aku bisa minta tolong !"
Pinta Alice dengan ragu,dengan sifat Daimen yang seperti itu pasti sangat sulit meminta bantuan nya.
"Ada apa ?"
Tanya Daimen dengan tersenyum,siapa sangka,Daimen malah tidak menolak ia langsung menjawab.
"Tolong ambil kan pembalut ku di laci lemari baju,Aku sedang haid!"
Ucap Alice dengan malu.
'Sialan!junior udah tegak ia malah pakek haid lagi'
Dengan malas Daimen berjalan ke arah lemari,sebenarnya ia malas banget di suruh - suruh begitu oleh orang lain.Demi rencana nya Daimen menurut tanpa membantah.
"Nih..!"
Daimen memberikan sebungkus pembalut wanita kepada Alice,gadis segera mengambil nya dan kembali masuk ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Alice sudah keluar,dengan raut wajah yang masam,ia terlihat sedang menahan rasa sakit.
Alice kembali duduk di tepi ranjang,Daimen sedang memainkan ponselnya,untuk membuat junior kembali tertidur,karena tugas ronda di batalkan.
Daimen melirik ke arah Alice dengan tatapan kesal nya,namun ia masih berusaha menyembunyikan itu dari Alice.
"Kamu kenapa ?"
Karena sudah tidak tahan melihat wajah masam Alice,akhirnya Daimen bertanya.
"Perut Ku sakit,karena hari ini baru pertama haid!"
Jawab nya masih memegang perut.
"Kamu berbaring saja dulu,Aku bantu kompres!"
Ujar Daimen,Alice terkejut,Pria yang kejam seperti Daimen ada sisi peduli juga saat lagi di butuhkan.
Setelah Daimen menelpon Domenico,beberapa saat kemudian pelayan datang membawakan air hangat dan handuk kecil untuk Daimen.
Alice berbaring sesuai yang di sarankan oleh Daimen,Alice menatap ke arah Daimen yang mengompres perut nya dengan sabar,seketika rasa sakit itu berkurang.
"Apa sudah mendingan ?"Tanya Daimen
Alice mengangguk,Daimen tersenyum.
"Kalau begitu,tidur saja,Aku akan mengompres sebentar lagi,sampai Kamu terlelap!"
Alice langsung memejamkan mata nya.Alice masih mengenakan kaca mata saat tidur karena ia takut Daimen akan mengetahui jati dirinya,yang ia sembunyikan.
Alice masih belum tertidur pulas,ia membuka mata kembali,ia ingin melihat Daimen,ia berharap kalau Pria ini akan selalu bersikap peduli begitu kepada nya.
"Sudah tidur saja,Aku masih disini,menjaga Mu!"
Ucap Daimen,Alice menyentuh punggung tangan Daimen yang sedang mengompres perut nya.
"Terimakasih !"
Alice tersenyum.
"Sudah seharusnya Aku membantu Mu,apa sudah mendingan ?"
Tanya Daimen lagi.
"Sudah!"
"Ya sudah Kamu tidur saja !Aku masih disini menjaga Mu!"
Alice langsung melanjutkan tidur nya,ia memejamkan matanya,tanpa sengaja Daimen menatap Alice dengan begitu intens,ia tidak memindahkan pandangan nya.
'Kenapa Aku merasa kalau Alice sangat mirip dengan Sandrina ?'
Daimen masih setia mengompres perut Alice,namun tatapan nya masih melihat wajah Alice,ia penasaran dengan wajah Alice tanpa kaca mata.
Daimen berhenti mengompres perut Alice,dan menyimpan air itu.Lalu Daimen kembali menatap wajah Alice,kali ini ia menyentuh kaca mata yang di kenakan Alice.
Daimen mendekatkan wajahnya dengan wajah Alice,Daimen menarik kaca mata yang di kenakan Alice secara perlahan agar tidak membangun kan Alice dari tidur nya.
lanjut lagi thor
di judul Damian perjaka tua.
ko tau2 udh pnya istri yg hamil plus udh ada anak yg gede.