NovelToon NovelToon
Kisah Tuan Hans

Kisah Tuan Hans

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Cintamanis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dina Nvt

Airen Cahya Senjani, gadis yatim piatu yang bekerja sebagai office girl karena tuntutan ganti rugi secara paksa yang diminta oleh seorang pria.

Tanpa pria itu tahu, kalau gadis yang dia paksa untuk bekerja di perusahaannya adalah calon istri incaran kakak kandungnya.

Tapi semuanya berantakan, ketika satu malam penuh kesalahan merenggut segalanya.

Hans Alister Mikhailov, anak bungsu sekaligus pewaris perusahaan Lov mart, dijebak oleh sahabatnya sendiri dengan dalih agar Hans dapat bersenang-senang dengan wanita bayaran yang telah sahabatnya pesankan.

Namun naasnya, bukan wanita bayaran yang masuk ke ruangan. melainkan Airen, yang sedang mencari adik sahabatnya di tempat itu.

pagi harinya, kenyataan menghatam mereka. Airen merasa hancur. dan, Hans diselimuti rasa bersalah. Apalagi, dia sudah mengetahui bahwa gadis yang membuatnya patah hati adalah gadis yang sama, yang ingin dijadikan istri oleh kakak kandungnya.

Apakah keputusan yang akan diambil oleh Hans dan Airen?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Nvt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

(CLBK)

Selamat membaca ☺️

🌹🌹

Hans benar-benar bingung harus kemana mencari Airen, sudah hampir 3 hari ia belum menemukan titik terang untuk mengetahui keberadaan Airen.

"Ron, bagaimana?" tanya Hans yang sudah terlihat letih.

"Maaf Tuan, belum ada perkembangan." ucap Roni.

Hans berusaha untuk lebih bersabar lagi, dia tak ingin jika terus-menerus memerahi Roni. Karena Hans tahu, Roni hanyalah manusia dia pun mempunyai keterbatasan. Hans sudah tak menuntut banyak hal kepada Roni.

"Tidak apa, teruskan pencarian nya. Jangan pernah berhenti." ujar Hans, dia pun pergi dari kantor.

Hans menaiki mobil nya. Dia menuju restoran, tempat pertama kali dia bertemu dengan Airen. Sesampainya di sana, Hans langsung memarkirkan mobil nya.

Hans memasuki restoran itu, dia memilih tempat saat dulu bertemu dengan Airen. Hans tersenyum kecut, membayangkan hal dulu yang pernah terjadi pada nya dan juga Airen.

Dari sini kisah kita di mulai, tentang aku yang begitu kejam pada mu. Meminta atasan mu untuk memecat diri mu dari pekerjaan ini, hanya karena kamu tidak sengaja menumpahkan lemon tea ke baju ku. batin Hans.

"Tuan, mau pesan apa?" tanya pelayan di sana.

Hans terus melamun diri, pikiran nya benar-benar tertuju pada Airen. Dia sangat menyesali semua kelakuan buruk nya pada Airen.

"Tuan!"

"Iya, Cahya?" Hans langsung mendongak melihat siapa yang memanggil nya, ternyata itu pelayan wanita lain. Dia bukan Airen, tapi Hans malah menyebutkan nama Airen.

'Astaga nih manusia ganteng bangat' batin Nur.

'E--ehh tapi kok kayak nggak asing ya?' batin Nur yang melihat wajah Hans.

"Lemon tea 1, cepat bawakan!" ujar Hans.

"B--baik, Tuan." Nur langsung kembali untuk memberitahukan pesanan lemon tea.

Hans menatap sekeliling tempat itu, tempat bersejarah dalam kisah hidup nya. Karena di tempat ini, Hans pertama kali bertemu dengan wanita yang saat ini mengisi penuh hati nya. Saat Hans dalam lamunannya, lemon tea yang dia pesan pun sudah sampai. Nur tersenyum senang ke arah Hans.

Hans jengah dengan sosok pelayan itu, namun dia tampak berfikir bukankah waktu itu ada pelayan ini.

"Permisi, apa kau kenal Airen?" tanya Hans.

'Ck, kenapa laki-laki ini malah bertanya tentang Airen.' batin Nur.

"Untuk apa Tuan mencari nya, dia sudah tidak bekerja disini lagi." ujar Nur.

"Baiklah, kau boleh pergi!" ucap Hans.

Nur pergi dengan perasaan kesal nya, kenapa terus selalu Airen yang ditanyakan, padahal dia sudah tidak bekerja disini.

🌹🌹

Di kampung, Airen dan Eza berjalan-jalan keliling melihat-lihat pemandangan indah nan sejuk.

"Kak, kita akan tinggal berapa lama di sini?" tanya Eza.

"Kakak belum tau Za, kamu nikmatin dulu masa-masa di sini ya." ujar Airen.

"Iya kak."

Saat Airen tengah menikmati keindahan hamparan sawah, dia dikejutkan dengan teman nya.

"Airenn!!" wanita itu berteriak histeris, lalu berlari memeluk Airen dengan erat.

"Endah, ya ampun kamu makin cantik aja nih." goda Airen.

"Ihh kamu mah bisa aja. Ya ampun Ren, aku kangen bangat sama kamu. Kenapa nggak ke rumah aku sih." protes Endah.

"Hehe maaf Ndah, aku baru datang 3 hari yang lalu. Lupa bangat ke rumah kamu." ujar Airen.

"Ck, kamu mah gitu Ren. Aku dilupain terus, Oiya gimana tinggal di kota? Enak ngga?" tanya Endah penasaran.

"Enak nggak enak, sama aja kaya di desa. Oiya kamu sekeluarga apa kabar?" tanya Airen.

"Alhamdulillah baik, kamu gimana Ren? Terus sekarang tinggal dimana?" tanya Endah.

"Alhamdulillah, aku juga baik. Aku ngontrak di Ceu Edoh." ujar Airen.

"Lho, kenapa nggak tinggal di rumah paman kamu."

"Nggak dibolehin Kak Endah, malahan aku sama kakak di usir dari sana." jawab Eza dengan cepat.

"Eza!!" mata Airen meloto ke arah sang adik, sedangkan Eza pura-pura tidak tahu.

"Ya ampun, nggak nyangka aku sama Pak Yanto dan Bu Marni. Padahal kamu masih keponakan nya, ko mereka tega si." ujar Endah yang merasa geram.

"Udah ah, nggak baik ngomongin orang. Mending antar aku ke pasar yuk." ajak Airen.

"Hayu atuh, aku juga mau ke pasar. Di suru beli tahu tempe sama si Ibu."

"Eza, kamu main aja ya sama teman-teman di sini. Kan udah akrab." ucap Airen.

"Iya kak, yauda kakak hati-hati ya."

Airen dan Endah pun pergi ke pasar, sepanjang perjalanan mereka terus mengobrol beberapa hal.

"Ren, kamu tau gak? Sepupu kamu, mau nikah sama Kang Bahar." ujar Endah memberitahu Airen.

"Alhamdulillah, aku turut seneng dengernya." ucap Airen.

"Atau jangan-jangan, Bu Marni takut kalau kamu tinggal di rumah nya. Secara, dulu kan Kang Bahar naksir sama kamu." ucap Endah.

"Itukan dulu, udah nggak usah bahas itu."

"Kamu nggak punya pacar selama di kota Ren?" tanya Endah penasaran.

Airen langsung menatap ke arah Endah, dia pun tersenyum berniat menjahili Endah.

"Aku udah nikah." ujar Airen berbohong.

"Apa!?" Endah kaget, Airen langsung membekap mulut Endah. Karena semua mata tertuju pada mereka.

"Ck, becanda Ndah. Kamu mah serius mulu." ujar Airen.

"Yakali gitu kamu nikah sama bos yang ada di Kota, kaya di film-film. Gadis desa nikah sama orang kota." ujar Endah sambil tertawa.

"Udah ah, mending bahas kamu aja. Gimana hubungan kamu sama si Damar?" tanya Airen.

Wajah Endah terlihat murung, tiba-tiba dia merasa kesal.

"Ngapain bahas di Damar, males pisan!" jawab Endah ketus.

"Pasti ditinggal nikah ya." tebak Airen sembarangan.

"Hah, kok kamu bisa tau sih. Iya aku tuh, ditinggal nikah sama si Damar. Mau tau ga? Dia nikah sama si Mala, gara-gara kecelakaan. Padahal posisi waktu itu, aku masih jadi pacar nya Damar." Endah tanpa basa basi langsung menceritakan semua nya kepada Airen, karena dia sangat percaya kepada Airen.

Deg.

Airen tiba-tiba teringat kembali dengan diri nya yang pernah dilecehkan oleh Hans, Airen mencoba untuk menepis pikiran kelam itu.

"Ren, kamu kenapa? Kok tiba-tiba dahi kamu bercucuran keringat." tanya Endah.

"A--aku, aku nggak apa-apa Ndah. Udah yuk, kita pulang. Aku udah selesai membeli sayuran nya." ajak Airen.

"Oke deh, ayo."

Sepanjang perjalanan Endah terus berceloteh, tapi tidak dengan Airen. Pikirannya kalut memikirkan tentang diri nya yang begitu kotor. Rasanya sakit sekali.

Saat di tengah perjalanan mereka bertemu Kang Bahar yang sedang bersama Siti.

'Lho, itukan si Airen. Kenapa dia bisa ada di sini.' batin Siti.

"Airen." gumam Bahar, yang merasa senang dengan kehadiran Airen.

"Ren, lihat. Kang Bahar sama si Siti sepupu kamu." ujar Endah.

Airen menatap sekilas, dia tahu pasti Siti akan marah dengan nya. Airen menarik Endah, dia putar balik arah jalan nya.

"Airen, tunggu!" Bahar mengejar Airen, dan menarik lengan Airen.

'Ck, Awas Lo ya Ren. Lihat aja, kalau sampai pernikahan Gue sama kang Bahar gagal.' batin Siti, yang menatap tajam pada Airen.

"Lepasin, Kang." ujar Airen.

Bahar pun melepaskan tangan Airen, dia tersenyum ke arah Airen.

"Ren, kamu apa kabar?" tanya Bahar.

"Baik." jawab Airen ketus.

"Ren, aku kangen bangat sama kamu." ujar Bahar.

"Uuuuuweeeeee." ujar Endah, yang seakan-akan seperti orang muntah mendengar hal itu.

Bahar menyorot tajam ke arah Endah, Airen hanya menghembuskan nafasnya kasar.

"Permisi Kang, saya buru-buru." ujar Airen.

"Ren, tunggu! Aku belum selesai ngomong sama kamu." ujar Bahar.

Siti langsung menghampiri Bahar, dan memeluk lengan pria itu. Siti tersenyum paksa ke arah Airen.

"Hai, Airen. kamu apa kabar? Nggak nyangka ya kamu balik ke desa. Aku pikir kamu udah betah tinggal di kota, dan nggak akan balik ke desa. Oiya, Aku mau ngasih tau kalau aku sama Kang Bahar akan segera menikah." ujar Siti.

"Aku turut senang, semoga pernikahan kalian lancar ya." ujar Airen dengan tulus.

"Nggak kok Ren, aku nggak nikah sama Siti." ujar Bahar.

"Lho kamu kok gitu sih, Kang." ujar Siti marah-marah.

"Ehem, romannya ada yang bakal CLBK nih." ujar Endah menggoda Bahar.

Airen mencubit lengan Endah, tatapan tajam dari Airen berhasil membuat Endah terdiam.

"Ini semua gara-gara kamu Ren! Ngapain sih, balik lagi ke desa. Awas kamu, kalau sampai pernikahan ku dan Kang Bahar batal." ancam Siti.

"Siti, kamu apansi marah-marah sama Airen." omel Bahar.

"Aduh maaf ya, gara-gara aku kalian jadi ribut. Oiya kamu tenang aja Siti, aku udah punya pacar di kota. Sebentar lagi, kami akan segera menikah." ujar Airen, dan langsung pergi dari sana.

Bahar nampak kesal dengan pernyataan Airen, sedangkan Siti merasa senang jika memang benar Airen memiliki kekasih di kota.

'Hufhh.. Bagus deh, kalau memang si Airen udah punya pacar.' batin Siti.

Bersambung..

Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah mampir dan membaca cerita aku jangan lupa untuk memberikan dukungannya melalui vote komen dan like ya.

Tetap sehat dan bahagia semuanya ❤️.

Mumpung hari Senin, jangan lupa vote nya ya guys.

1
Mystique
Luar biasa
kirei ardilla
ampun thor aku nyesak bacanya dan maaf bacanya aku lompat2 barisnya. karena aku tahu rasanya kehilangan itu sprti apa rasanya apalgi terbiasa tergantungan sama beliau. aku saat ditinggal beliau (ibu) untk slmnya sprti khilngan arah dan ditmpt krj mewek trus tpi ditinggal ayah sm sm suami Biasa aja karena sudh tau caranya menyembuhkan dan menghibur diri sendiri.
kirei ardilla
pacarnya..salah calon suaminya lagi kebakaran jenggot alias kelimpungan mencari jejak kepergiannya Airen malah.... Betul begitu, Tuan Hans!
shila fardell
Lumayan
Ian Sumaryani
lanjutttt
Lutfatul Azizah
Luar biasa
Meywar
Wah Iren banyak musuhnya y 🤭
Meywar
Saya suka novel cewek tangguh.
Ami Kerto Surat
haahahaha baiknya naik mobil jd gk ada yg lihat mrk pake boxer hahaha
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy 😄
total 1 replies
Ami Kerto Surat
barra maya gemen airen d kemanain????
Ami Kerto Surat
wah parah bgt c bima pake nomer bapaknya d kasihin hahaha
Ami Kerto Surat
coba kasih tahu alasanya kenapa airen pilih turund pinggir jalan??yakin deh semua pasti makin meyalhkan mammy ella
Ami Kerto Surat
aku ngabayangin tempat tinggal daddy william ini mansion yg jauh dr penduduk x y...dan lingkungan sekitar setelah mansion perumahan besar2....jd untuk beli jajanan semisal telur gulung hrs naik ojek...pshl biasany d setiap depan komplek biasa asal keluar gerbang komplek setahulu jg ada kok yg jualan model jajanan begituan
Ami Kerto Surat
bawan bumil mmg beda2...airen sudah terbiasa melakukan apa2 sendiri mandiri dgn seorang adik...hans jg gk ngasih tahu alasan knp dia gk blh keluar dll...harusnya ksh penjelasan knp airen gk blh keluar dll...
Luhtu Suphiyanni
dilanjutin lg thor ceritanya kan sudah lama gak up
Halil
lanjut lagi Thour
Muedi Muedi
aku suka tapi ko lanjut nya lama
Hindro Susanto
cerita banyak di ulang2 nggak ada ujung2nya bikin bosen bacanya
Hindro Susanto
mudah2an lancar tayangnya untuk bab berikutnya
Luhtu Suphiyanni
thor lanjutin lg dong ceritanya nanggung lho suka banget ceritanya kpn up nya comen dong thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!