NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pengubah Takdir

Sistem Sang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / TimeTravel
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae Linge

Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedai Teh

"Coco bagaimana jika hari ini kita pergi ke kedai teh, aku dengar dari si delapan belas jika hari ini akan ada opera yang ditampilkan di tempat itu" ucap Elisa Su dengan penuh penasaran, mendengar itu Coco pun menganggukkan kepalanya "Baik host aku setuju dengan host, oh iya host bagaimana hasil pil penambah umur yang host buat apakah hasilnya memuaskan" ucap Coco sembari mengelilingi hostnya yang kini tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi setelah selesai membersihkan diri, mendengar itu Elisa Su pun tersenyum kecil "Tentu saja hasilnya memuaskan bahkan aku sudah membuat tiga puluh pil yang dapat menambah umur seseorang sebanyak lima puluh tahun selain itu juga seperti yang kau katakan sebelumnya pil itu juga berfungsi untuk memperbaiki tubuh dan juga dapat menyembuhkan luka apapun" ucap Elisa Su menjelaskan, sebenarnya dia juga berhasil membuat banyak pil yang kualitasnya jauh lebih baik dari pada tiga puluh pil ujicobanya itu namun dia sengaja tak mengatakan kebenarannya karena dia tak ingin membuat orang-orang yang dapat mendengar ucapannya itu pun akan menggila dan pasti akan berakhir dengan menyusahkan hidupnya, selain itu dia pun juga mulai curiga jika dua tetangganya yang tiba-tiba pindah itu adalah orang-orang yang juga dapat mendengarkan percakapannya dengan Coco.

"Host, apakah host berencana membuat pilnya lagi baru kemudian menjualnya? atau apakah host langsung berencana menjualnya saja" ucap Coco yang berhasil membuat tiga orang yang mendengar percakapan keduanya pun menjadi penasaran dan sengaja semakin menajamkan pendengaran mereka "Karena pil ini sangat langka jadi aku tidak akan membuatnya lagi, selain itu aku hanya akan menjual sepuluh pil saja, sedangkan untuk dua puluh pil yang lainnya mungkin sebagian akan aku jual pada saat pelelangan mendatang sedangkan beberapa lainnya akan kuberikan kepada ayah murahan itu, iya hitung-hitung untuk membantunya hidup lebih lama agar dia dapat menyaksikan bagaimana kehancuran istri dan anak kesayangannya itu" ucap Elisa Su yang berhasil membuat Coco pun tertawa "Hahaha, memang hanya host yang kepikiran menyiksa orang lain dengan cara seperti itu, ck ck ck host benar-benar terlalu bersikap dingin kenapa host tidak langsung katakan saja jika ingin menolongnya karena berdasarkan alur cerita harusnya hidupnya hanya tinggal beberapa tahun lagi saja" ucap Coco sembari menatap hostnya itu dengan tatapan mengejek, mendengar itu Elisa Su pun memelototi Coco "Diam, jangan asal bicara" ucap Elisa Su kesal.

Berbeda dengan jenderal Su yang terkejut karena baru saja mengetahui kenyataan jika umurnya hanya tinggal beberapa tahun saja namun dia juga senang karena ternyata putrinya masih peduli padanya "Ini semua salah ku andai aku lebih memperhatikannya tentu saja dia tak akan mengalami begitu banyak kesulitan di rumahnya sendiri" ucap jenderal Su di dalam hatinya dengan penuh rasa penyesalan sembari mengingat-ingat apa yang pernah dikatakan oleh putrinya di dalam hatinya juga dari pelayan yang dulu pernah ditanyainya.

Setelah mengetahui tempat yang dituju oleh Elisa Su ketiga orang tersebut pun telah lebih dulu pergi ke kedai teh yang dimaksud oleh Elisa Su sesampainya disana jenderal Su pun bertemu dengan perdana menteri kiri Hu dan juga perdana menteri kanan Li "Sepertinya kedatangan jenderal Su juga untuk melihat pertunjukan opera yang akan segera diadakan bagaimana jika kita duduk bersama saja" ucap perdana menteri kanan Li sembari menatap ramah ke arah sahabat kecilnya itu, mendengar itu jenderal Su pun menganggukkan kepalanya setuju "Baiklah kalau begitu ayo kita duduk bersama saja" ucap jenderal Su yang kemudian langsung mengikuti keduanya berjalan ke arah lantai dua yang telah dipesan lebih dulu oleh perdana menteri kanan Li, begitu juga dengan pangeran mahkota dan Harun Li yang memutuskan untuk berada di ruangan yang sama setelah sempat berpapasan dijalan pada saat keluar dari kediaman mereka masing-masing.

"Tak menyangka pangeran mahkota akan lebih memilih tinggal dikediaman yang biasa saja seperti itu dari pada tinggal di paviliun mewah yang berada diistana" ucap Harun Li setelah duduk diruangan khusus yang mereka pesan di lantai dua kedai teh itu, mendengar itu pangeran mahkota pun hanya tersenyum tipis "Mau bagaimana lagi, tuan muda yang berasal dari kediaman bangsawan pun juga tau bagaimana rasanya tinggal di kediaman bangsawan, kurang lebih aku dan tuan muda hanya memiliki keinginan yang sama untuk saat ini yaitu sama-sama ingin mengumpulkan informasi yang berguna terutama untuk kekaisaran ini" ucap pangeran mahkota sembari menatap ke lantai bawah dimana terlihat nona muda pertama jenderal Su bersama dengan seorang pengawalnya telah memasuki kedai teh itu dan sedang berjalan ke arah lantai dua bersama dengan seorang pelayan dari kedai teh tersebut "Selamat datang nona" ucap pelayan tersebut setelah membukakan pintu untuk Elisa Su, melihat itu Elisa Su pun menganggukkan kepalanya lalu langsung masuk ke dalam ruangan itu dan langsung duduk dikursi yang telah disediakan untuknya, setelah itu Elisa Su pun memesan teh juga beberapa cemilan kepada pelayan tersebut, setelah pelayan tersebut pergi Elisa Su pun memerintahkan pengawalnya untuk ikut duduk bersamanya, karena tak ada orang lain ditempat itu maka Elisa Su pun tak ingin bersikap terlalu kaku apalagi dia juga berasal dari zaman yang tidak memiliki banyak peraturan seperti zaman ini.

"Jika dilihat-lihat, susunan kedai tehnya lumayan bagus juga" ucap Elisa Su di dalam hatinya yang didengar oleh beberapa orang yang juga ada di kedai teh tersebut "Sepertinya dia duduk tepat di samping ruangan kami" ucap pangeran mahkota di dalam hatinya lalu diam-diam menikmati tehnya, berbeda dengan ruangan yang di pesan oleh putra mahkota, ruangan yang dipesan oleh perdana menteri kanan Li pun kini terlihat jika ada dua orang yang sedang tertegun setelah mendengar suara hati itu "Bukankah ini suara hati nona pertama Su, kalau begitu dia juga sedang berada di kedai teh ini" ucap keduanya di dalam hati masing-masing dengan mata yang berbinar karena tak sabar ingin mendengar berita terbaru lainnya, melihat kelakuan dua orang yang ada dihadapannya jenderal Su pun menggelengkan kepalanya tak berdaya.

"Coco apakah pertunjukan operanya masih lama" tanya Elisa Su sembari menatap ke arah panggung yang telah disiapkan di lantai satu sembari menikmati teh juga cemilan yang baru saja dihidangkan, mendengar itu Coco pun segera menatap ke arah hostnya sembari terbang mengelilingi hostnya itu "Masih host kita perlu menunggu setengah jam lagi" jawab Coco yang berhasil membuat Elisa Su pun menghela napasnya berat karena dia paling tak suka jika harus menunggu terlalu lama, mengetahui hostnya tampak tak suka menunggu terlalu lama Coco pun dengan segera menghibur hostnya "Host bagaimana jika aku memberitahukan kepadamu tentang kelanjutan dari kejadian yang terjadi pada saat jamuan istana yang berlangsung beberapa waktu yang lalu khususnya pada nona kelima kediaman perdana menteri kiri Hu" ucap Coco yang berhasil membuat perdana menteri kiri Hu pun menumpahkan teh yang sedang diminumnya karena terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.

1
..
keren!
..
Hai kak, semangat, aku sidah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah!
..
Hai kak aku sudah bom like karya kamu dan jangan lupa like balik karya aku juga yah, mari saling follow dan dukung yah kak. semangat💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!