NovelToon NovelToon
Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Badboy
Popularitas:43.2k
Nilai: 5
Nama Author: Shoffan Rahman

+++Happy reading++++
Di ingatkan, cerita ini hanyalah fiktif belaka dari pemikiran penulis, jadi bila ada kesamaan nama dan tempat mohon dimaafkan.

Cerita ini berkisah tentang seorang narapidana yang harus menebus hutang pamannya dengan cara menikahi seorang wanita yang cacat.

Kok segitu doang sih, min?
Penasaran? ya, dibaca dong kawand:)
Mohon saran dan kritik, agar bisa memperbaiki diri lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shoffan Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Madam Maria

"Kita sudah sampai." Ucap Dani.

Sewaktu perjalanan, pria yang menyetir mobil ini sudah memperkenalkan dirinya lada Bira. Dia adalah Dani, sosok yang memiliki jabatan penting dalam otoriter madam Maria, yaitu sebagai tangan kanannya.

Deka dan Devan langsung turun dari mobil disusul oleh Dani. Mereka ternyata diarahkan ke salah satu hotel bintang lima. Sebelum masuk ke dalam, seorang pelayan menghampiri Dani.

"Kau parkirkan," Titah Dani melemparkan kunci mobilnya.

Si pelayan menangkap kunci tersebut dan langsung mengambil alih mobil Dani. Sementara Dani melanjutkan langkahnya masuk ke dalam lobby hotel.

"Kalian berdua ikut aku,"

Devan dan Deka mengekori Dani. Mereka pun sampai di lobby. Terlihat banyak pelayan di sana. Dan setiap saat mereka lewat, semua pelayan nampak menunduk pada Dani. Ternyata benar bahwa jabatan Dani bukan sembarangan di sini.

Tepat di ujung lantai satu, mereka memasuki sebuah lift. Dani menekan tombol untuk turun ke bawah, menuju basement. Tak begitu lama, pintu lift pun terbuka kembali. Namun, yang nampak di depan mereka bukanlah tempat parkir, melainkan sebuah tempat untuk hiburan malam bersemayam.

Dani kembali menuntun mereka membelah keramaian tempat itu. Mereka berjalan menghampiri salah satu meja. Di meja itu ada tiga orang pria sedang duduk menikmati rokok mereka. Salah satu pria tak lain adalah Bjon.

"Woi, sini! lama baget lw datengnya." Teriak Bjon ketika melihat Devan dan Deka menghampirinya.

Devan dan Deka menyalami tiga orang yang duduk di sana dan kemudian ikut nimbrung dengan mereka.

"Sorry, Bjon. Nih, gua nungguin bocah kampr*t satu lama bener." Ungkap Devan menanggapi teriakan Bjon barusan.

"Dan, lw bawa aja nih anak langsung. Makasih tumpangannya." Sambung Devan yang sedang membakar putung rokok miliknya.

Dani mengangguk. Ia kemudian mengarahkan Deka untuk masuk lebih dalam.

Mungkin bar inilah yang akan menjadi tempat kerja Deka sementara ini. Ukuran bar ini sangatlah luas. Di sini juga ada beberapa permainan judi yang tersedia, seperti craps dan roulette Tempatnya ada diujung bar, tempat yang saat Deka datangi.

Dani menghampiri seseorang pelayan yang lewat.

"Dimana, madam?" Tanya Dani.

"Oh, dia ada di ruangannya." Jawab pelayan itu.

Dani mengangguk. Ia menghampiri sebuah pintu didekat sana. Sebelum masuk ia mengetuk pintu itu dan menyebutkan namanya. Terdengar sahutan dari dalam ruangan yang menyuruhnya untuk masuk saja.

"Ayo," ajak Dani sembari membuka pintu.

Begitu masuk, Deka dapat melihat dengan jelas wajah dari wanita yang disebut madam Maria oleh yang lain.

"Oh, jadi Maria yang itu. Pantas saja aku seperti sering dengar namanya." Batin Deka yang ternyata mengenali perempuan itu.

"Ekhem, madam. Ini orangnya." Ucap Dani menunjuk ke arah Deka.

Madam yang dari awal masuknya Deka hanya menghitung uang, mengalihkan pandangannya ke arah Deka. Perempuan itu mengamati Deka dari ujung ke ujung.

"Tubuh yang bagus, wajahnya juga tampan dengan kulit yang eksotis Dan yang terpenting tingginya juga pas." Nilai Maria dalam hati.

"Hhm, namamu Deka ya?" Tanya Maria setelah selesai menilai penampilan Deka.

"Ya."

Maria berdiri dari kursinya dan berjalan mendekat ke arah Deka. Dia mengendus Deka beberapa kali.

"Apa kita pernah bertemu? Wajahmu nampak tak asing." Ucap Maria yang mulai merasa pernah bertemu dengan Deka.

Memang sebenarnya Deka pernah beberapa kali bertemu dengan orang-orang seperti Maria ini. Tapi ia tidak pernah menggunakan identitas aslinya saat ini. Jadi, Wajar saja jika wanita sejenis Maria tak mengenalinya.

"Hhhhm, aku tidak yakin akan hal itu." Jawab Deka memberikan jawaban yang ambigu.

Meski tak puas pada jawabannya Deka, Maria tidak melanjutkan pertanyaan. Ia melepaskan kacamatanya dan kembali menatap Deka.

"Kau diterima kerja," Ungkap si Maria.

1
Ratna Rahayu
seruuh
Widati Dati
ceritanya menarik, cuma bahasanya kurang enak...
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
semoga secptnya Mila bisa meliht lagi dan bisa saling jatuh cinta dengan Deka...

next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
Gendon
lanjutkannn turrrr
Ina Yulfiana
semoga Milla bisa membuka htinya untuk Deka percylh Deka bisa melindungimu dri orang² yg berbuat jaht kepadamu...


next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
FUN: thanks support nya😇
total 1 replies
Ina Yulfiana
wah Akhirnya Deka cm Milla mau Unboxing...
lebih baik hapus kontrak pernikahanya jdilah pasngn yg sesungguh'a kasihan Milla Deka dia butuh orang yg bisa menjaga'a...


next semngt sukses selalu
Halu
udah buta bego pula 🤦
FUN: Tapi cantik😀
total 1 replies
Gendon
lanjuttt turrr
FUN: siap pak supir otw🤣
total 1 replies
Halu
Pake bajasa popoler aja lah gausah pake LW
FUN: Siap kak, mimin tampung sarannya. Makasih banyak sarannya 🤗
total 1 replies
Halu
deka umur berapa? di penjara 15 tahun apa 3 tahun?
gak di jelasin ditail? t
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!