NovelToon NovelToon
BiarLah Cintamu Menjadi Kenangan

BiarLah Cintamu Menjadi Kenangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:42.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: dheandra

Violensia Robertson gadis berusia 23 tahun berparas cantik, karena cintanya yang mendalam dia rela mengubah wajah demi ingin memiliki pria tampan pemilik nama Alvarendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

Malam telah larut mendung pun mulai menebal tertanda bahwa akan Turun nya hujan.

Mobil Pajero memasuki gerbang menjulang tinggi, penjaga pun siap membuka gerbang.

Pak haji menurunkan kaca mobil nya.

"Selamat malam tuan" Sapa hormat si penjaga.

"Malam..."

Tuan rumah pun kembali melajukan kendaraan nya sampai masuk garasi mobil.

Nata turun dari mobil di ikuti Alva, di susul oleh salman.

"Nata kamu hantar Alva ke fapiliun suruh dia istirahat, esok pagi ada yang Abi ingin di bicarakan dengan nya." Ujar Salman.

"Baik Abi, mari Alva saya hantar ke fapiliun"

Alva menganggukkan kepala.

"Terimakasih pak" Alva ucapkan terimakasih untuk orang tua Nata

"Hemm"

Nata melangkah kan kaki nya menghantar Alva setalah di depan fapiliun Nata menunjukan sebuah kamar.

"Alva kamu istirahat yach..,jangan terlalu di pikirkan." kata Nata.

"Terimakasih Nata, kamu sudah baik sekali sama aku bahkan aku selalu merepotkan kamu."

"Tidak ada yang di direpotkan kan, ya sudah sekarang kamu istirahat ya, saya tinggal dulu"

Apa kah ini yang di namakan nasib berjalan di atas cahaya kehidupan seorang anak kembar yang terpisah kan, nasib si kembar tak selalu sama meskipun hati dan rasa tidak ada yang berbeda.

****

Di tempat lain Vio sedang berada di kediaman Andrew, Vio duduk melipat kan kakinya di sofa ruang tamu kediaman Andrew.

"Vio..., kamu kenapa?,"

"Kepala ku pusing sekali" kata Vio.

"Aku panggilkan dokter ke rumah ya?" kata Andrew.

"Tidak usah Drew bentar juga sembuh"

Sebenarnya aku khawatir atas kepergian mu akan menimbulkan kan masalah dan melibatkan orang lain. batin Andrew.

Di sisi lain Andrew bahagia dengan kehadiran Vio di rumah nya, di sisi lain juga Andrew takut dengan orang tua Vio menyalahkan nya.

"Vio sebaiknya kamu menghubungi orang tua mu kalau kamu baik-baik saja, orang tua mu pasti mengkhawatirkan kamu."

"Biarkan saja aku tidak mau"

"Tapi- Vio" ucapan Andrew pun di selip oleh Vio.

"Sudahlah kalau tidak di ijinkan aku di sini aku akan pergi"

"Ok...!, terserah kamu, yang jelas besok pagi aku kan kembali ke negara ku"

"Aku ikut" kata Vio.

"Yakin kamu mau ikut?"

"Hemm" Vio menganggukkan kepala.

"Ya sudah sekarang kamu tidur di kamar ku, biar aku tidur di sofa." Ujar Andrew.

Setelah Vio masuk ke dalam kamar Andrew, dia teringat akan Alva saat Alva mendapatkan pukulan dari sang bapak.

Aaaaaaaaahk!!! teriak Vio.

"Aku benci sama Dady...!!!, sampai kapan pun aku tidak akan memaafkan Dady!.

Tok...Tok...Tok.., Vio kamu tidak apa-apa?"

"Tidak apa-apa"

*****

Di tempat lain.

"Abi..., Nata boleh tanya?" ucap Nata

Salman sedang menikmati minuman hangat di ruang tamu sambil memikirkan nasib Alva.

"Tanya apa?" kata Salman

"Abi..., siapa yang tadi Abi maksud? apa Alva memiliki musuh?" tanya Nata penasaran.

"Sudah malam sebaiknya kamu istirahat, besok bisa di bicarakan lagi"

"Nata ingin tahu Abi.."

Salman pun menarik nafas nya panjang.

"Abi heran sama kamu.., segitu kamu khawatir nya dengan Alva, apa kamu menyukai nya?"

"Tidak Abi, perasaan ini hanya perasaan sahabat"

"Abi harus melindungi Alva.., karena Alva berada disini berarti dia tanggung jawab Abi..," Ujar Salman.

Nata pun kembali penasaran dengan kata teka-teki Abi nya.

"Kok belum pada tidur ada apa ini?, apa Umi ketinggalan berita"

Khotijah keluar dari kamar terbangun dari tidur nya.

"Ada apa Abi?" tanya Kholifah

Salman menjelaskan kepada istrinya dan Khotijah pun paham apa yang di bicarakan.

"Kasian dia ya Abi.."

"Iya Umi.." jawab Nata dengan sigap.

Salman dan Khotijah saling bertatap wajah dan tersenyum layak nya meledak Nata.

"Apaan sih Abi sama Umi kok lihat Nata seperti itu" Ucap Nata cemberut.

Nata sendiri juga bingung Abi, Umi, entah ini perasaan sahabat atau cinta Nata terlepas dari ucapannya, Astaghfirullah!. gumam dalam hati Nata

Nata beserta keluarga masuk ke dalam kamar mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Nata pun malam ini tidur dengan pulas.

Matahari pagi bersinar cerah menyoroti kamar dari sela-sela tirai putih memancar menembus kamar.

Semua kembali aktifitas Nata segera ke kamar mandi membersihkan tubuh nya di bawah shower.

Aaaaah seger nya, gerutu Nata di bawah shower, setelah selesai mandi Nata mengambil pakaian di dalam lemari, dan menghias wajah nya dengan sedikit lipstik tipis di bibirnya.

PERUSAHAAN tempat dimana Nata bekerja meskipun perusahaan milik Abi nya tapi Nata bekerja selayaknya pegawai biasa sama dengan pegawai yang lainnya.

"Assalamu'alaikum...," Ucap salam saat Nata mendorong pintu ruangan kerja Dhea.

"Wa'alaikumsalam..., wah pagi yang cerah wajah pun ikut cerah.." canda Dhea.

"Dhea nanti siang makan bareng ya ada yang ingin aku ceritakan sama kamu"

"Siap..., ya sudah sana kembali bekerja"

Waktu makan siang pun datang dan Nata menghampiri ruangan kerja Dhea yang masih sibuk di layar komputer.

"Assalamu'alaikum..." ucap Nata.

Dhea mendengak melihat Nata memasuki ruangan.

"Wa'alaikumsalam, silahkan duduk."

"Makan siang yuk Dhea"

"Bentar ya sedikit lagi selesai..., setelah kerjaan selesai Dhea menutup komputer nya dan segera pergi untuk makan siang.

Di sebuah Restoran Nata dan Dhea makan siang bersama sebelum datang makanan Nata menceritakan Hal mengenai Alva.

"Dhea.., kamu tahu tidak?, sekarang Alva tinggal di fapiliun rumah ku, tadi malam Aku dan Abi mengurus permasalahan Alva di kantor polisi wajah nya hancur di pukuli oleh anggota kepolisian."

"Masya Allah, lalu bagaimana sekarang apa masalah nya sudah selesai?" tanya Dhea.

"Sudah.., Abi sebagai penjamin di kantor polisi, aku berani cerita karena kamu sahabatku aku akan mentraktirmu, aku akan membelikan kamu sesuatu anggap saja ini hadiah untuk mu" kata Nata.

"Maaf Nata, bukan aku menolak pemberian kamu, jangan kamu beli Persahabatan dengan harta mu itu tidak akan kekal, aku bersahabat dengan mu itu tulus tidak ada maksud tertentu." Ucap Dhea.

"Kamu adalah sahabat baik di dunia, dan aku berharap kita juga akan bertemu di surga"

"Jadikan lah Al-Quran sahabat baikmu maka ia akan menjadi sahabat baik mu di akhirat."

Obrolan pun terpotong saat pelayanan datang membawa kan makanan.

"Permisi mbak." kata si pelayan.

"Silahkan mbak" kata Nata.

SEMENTARA Nata makan siang, sementara di kediaman Nata orang tua Nata sedang mengajukan sebuah pertanyaan dengan Alvarendra.

"Alva apa kamu mengenal Robertson?"

"Tidak pak seingat ku, aku tidak mengenalnya." kata Alva.

"Dia memiliki putri bernama Violensia Robertson."

Deg...! hati Alva mulai bergetar sangat kencang.

"Aku berteman baik dengan Violensia tapi aku sudah lama tidak jumpa dengan nya."

"Kamu ingin tahu rahasia Robert dan putrinya?"

"Iya pak, tolong cerita kan ada apa dengan Vio pak?"

"Apa kamu mencintai putri Robert?"

Alva menggelengkan kepala.

"Sekarang kamu di bawah perlindungan saya jadi saya mohon kamu diam jangan membantah perintah saya, dari tadi malam Robert mencari kamu, dia tidak terima kamu di keluarkan dari kantor polisi"

"Tapi salah saya apa pak?" tanya lagi Alva dengan wajah sendunya.

"Tidak usah banyak tanya salah kamu apa nanti juga bakal tahu"

"Abi yakin akan melawan Robert?" tanya sang istri.

"Kasihan dia Umi..., kalau kita tidak melindungi dan melawan Robert dia akan habis di tangan Robert, Abi paham betul Robert orang sepeti apa, dia tidak memiliki belas kasih Umi.

Mendengar kata-kata Salman wajah Alva menampakkan sedikit ketakutannya.

"Kamu tidak usah takut, menikah lah dengan putriku supaya aku bisa melawannya."

"Menikah Pak!?" terkejut Alva dengan kata menikah.

"Tidak ada cara lain supaya saya bisa ikut campur" kata Salman.

"Iya Nak Alva coba lah ikuti kata-kata Abi.., ini buat kebaikan kamu Nak" kata Kholifah.

"Apa bisa minta waktu untuk berpikir Pak?"

"Panggil saya Abi, semua memanggil ku Abi."

"Baik Abi.., akan saya pikirkan."

Permintaan waktu pun di kabul kan oleh Salman meskipun Salman pun terpaksa harus menjodohkan Alva dengan Nata karena menyangkut keselamatan Alva di kemudian hari dan Salman pun bisa ikut campur permasalahan Alva dengan Robert.

...----------------...

Terimakasih ya All gif dan like juga komentar nya saya ucapkan banyak-banyak terima kasih

1
Qūuēn🅰īsHā
lanjuttt
Qūuēn🅰īsHā
nexttt
Qūuēn🅰īsHā
boom like
Qūuēn🅰īsHā
mantap visual nya👍👍
Qūuēn🅰īsHā
swmngatt
Qūuēn🅰īsHā
like like
Qūuēn🅰īsHā
walaikum salam...semangat kka
Qūuēn🅰īsHā
lanjutt kaka
M⃟3💋 ˢ⍣⃟ₛ༄⃞⃟⚡𝐜𝐜🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
cantik & ganteng
Qūuēn🅰īsHā
semngatt ka
Qūuēn🅰īsHā
semngattt alva..
Qūuēn🅰īsHā
like like
Qūuēn🅰īsHā
alva bakal nyesell..
Qūuēn🅰īsHā
lanjutt lagii
Qūuēn🅰īsHā
panas wehhh🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Qūuēn🅰īsHā
nexxttt
Qūuēn🅰īsHā
up up
Qūuēn🅰īsHā
lagiii
Qūuēn🅰īsHā
mangatttss
Qūuēn🅰īsHā
like like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!