NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Dua Kekasih

Terjebak Cinta Dua Kekasih

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Romansa-Tata susila / Chicklit / Tamat
Popularitas:230.5k
Nilai: 5
Nama Author: ICHA Lauren

WARNING!

Bukan Untuk Anak di bawah umur (21+)

Cinta segitiga dan patah hati yang membuat baper berat.

No Debat dan baca dengan bijak!
Hanya sekedar hiburan bagi yang ingin kisah cinta romantis.

Wilona tidak menyangka jika selepas kepergian sang ayah, ibunya menikah lagi dengan seorang duda kaya raya. Akibat pernikahan itu, Wilona harus bersaudara dengan Wildan, anak cowok menyebalkan yang menjadi saingannya di sekolah.

Wildan yang belum bisa menerima pernikahan papanya, memilih kuliah di luar negri. Setelah perpisahan bertahun-tahun, Wilona bertemu kembali dengan Wildan saat mereka dewasa. Namun sikap Wildan berubah drastis. Dengan pesonanya, ia berusaha mendekati dan menggoda Wilona. Namun benarkah Wildan jatuh cinta pada Wilona? Atau justru Elzen, sang CEO playboy, yang tulus mencintai Wilona?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Antara Cinta dan Dendam

Di hari kedua liburan mereka, Wilona berusaha bersikap wajar di hadapan kedua orang tuanya. Ia mencoba sebisa mungkin menikmati keindahan tempat-tempat wisata yang dikunjunginya tanpa memikirkan Wildan. Menjelang sore, mereka memutuskan untuk kembali ke villa karena Reymond sudah tertidur pulas.

"Pa, kenapa wajah Papa pucat. Apa Papa merasa sakit?" tanya Wildan memperhatikan papanya yang tampak kelelahan.

"Kepala Papa agak pusing, Wil. Mungkin Papa butuh istirahat setelah jalan-jalan seharian."

"Besok pagi kita langsung pulang, Pa. Di rumah aku akan memeriksa kondisi kesehatan Papa. Lebih baik Papa sekarang minum vitamin lalu tidur."

"Iya, Wil. Papa ke kamar dulu."

"Wil, apa Papamu baik-baik saja? Tadi dia mengeluh pusing dan lehernya terasa tegang. Mama takut tekanan darahnya naik lagi," tanya Ny. Kalea cemas.

"Aku lupa membawa peralatanku, Ma. Kalau tidak, aku bisa memeriksa keadaan Papa sekarang. Mama tenang saja. Besok setelah pulang aku akan mengecek tekanan darah Papa."

"Terima kasih, Wil. Mama senang kamu kembali kesini. Kamu adalah putra sulung yang bisa diandalkan untuk menjaga keluarga kita. Kamu anak yang baik dan selalu membanggakan Papa dan Mama," ucap Ny. Kalea sembari memegang bahu Wildan.

"Mama pergi dulu menemani Papa," kata Ny. Kalea berjalan pergi meninggalkan Wildan.

Wildan menuju ke kamarnya dan menyandarkan kepalanya di tempat tidur. Ucapan ibu tirinya barusan telah mengusik pikirannya. Membangkitkan kembali tekadnya yang sempat melemah, untuk melanjutkan rencana balas dendamnya.

Wildan teringat kembali kenangan masa kecilnya bersama mamanya. Tanpa sengaja ia kerap memergoki mamanya terlihat murung di dalam kamar. Bahkan sesekali mata mamanya tampak sembab, seperti orang yang habis menangis. Namun karena usianya saat itu masih delapan tahun, ia tidak memahami apa penyebab mamanya sering bersedih. Wildan mengira mamanya sedang memikirkan penyakit jantung yang sudah lama dideritanya. Namun ternyata penyebab penderitaan mamanya adalah ibu tirinya, Kalea.

Menjaga keluarga? Kamu sudah salah sangka Ny. Kalea. Aku bukanlah anakmu. Aku datang untuk membalas perbuatanmu terhadap mamaku. Selama ini kamu sudah bersenang-senang di atas penderitaan mamaku. Tapi aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia lebih lama lagi.

Wildan mengambil ponselnya dan melihat foto-foto Wilona yang diambilnya selama liburan. Foto itu mengingatkan kembali momen romantisnya bersama Wilona semalam. Entah mengapa ia tidak bisa melupakan kejadian itu begitu saja.

Awalnya ia hanya bermaksud merayu dan menggoda Wilona agar terjerat dalam pelukannya. Sekedar berakting dan berpura-pura menyukai gadis polos itu. Namun saat menyentuh Wilona, ia mulai menjadi lupa diri. Entah sekedar terbawa suasana atau karena dorongan hawa ***** yang timbul sesaat. Yang jelas Wildan menyadari jika ia hampir saja tidak mampu mengendalikan diri untuk terus menyentuh gadis itu.

Kamu memang cantik Wilona. Seandainya aku tidak membenci mamamu, mungkin aku akan benar-benar jatuh cinta padamu. Apalagi kita sudah terbiasa bersama sejak remaja. Sayangnya, kamu adalah putri dari wanita yang aku benci,

gumam Wildan sembari memandangi foto Wilona.

Bunyi pesan masuk di ponselnya, membuat Wildan mengalihkan perhatiannya dari foto Wilona.

Wildan, ini Tante Sandra. Bagaimana dengan rencanamu? Apa Wilona sudah bersedia menjadi pacarmu? Tante harap semuanya berjalan dengan lancar.

Wildan menghela nafasnya lalu membalas pesan itu dengan cepat.

Aku akan memastikannya malam ini, Tante. Semoga Wilona mau menerimaku sebagai pacarnya.

Bagus, Wildan. Jadikan Wilona sebagai kekasih gelapmu. Jangan biarkan Kalea atau papamu mengetahui hubungan kalian. Tante akan datang ke Jakarta sebentar lagi untuk membantumu. Nanti Tante akan mengabarimu lagi untuk kepastiannya. Ingat jangan lupa pada tujuan kita semula.

Tante Sandra.

Wildan meletakkan ponselnya lalu bangkit berdiri dari tempat tidur. Ia membuka kopernya dan mengambil kotak kecil berwarna merah. Dari dalam kotak itu, Wildan mengeluarkan sebuah kalung yang dihiasi liontin kecil berwarna merah hati.

Wildan meletakkan kalung itu di telapak tangannya sembari menatapnya lekat-lekat.

Wilona, aku akan memberikan kalung ini sebagai hadiah untukmu. Kalung ini akan menjadi lambang pengikat hatimu padaku. Kamu akan menjadi milikku dan tidak akan pernah melupakanku. Mungkin kamu akan mengira aku mencintaimu seperti kisah-kisah novel yang kamu tulis. Tapi sayangnya itu semua hanya ilusi.

...****************...

Wilona membuka isi kopernya dan mencari baju yang akan dipakainya. Selama ini ia tidak pernah bingung memilih baju. Namun malam ini ia merasa sangat sulit untuk menentukan pilihannya. Apalagi sebagian besar baju yang dibawanya hanya t-shirt, sweater, dan celana jeans casual.

Kenapa aku jadi bingung? Apa mungkin karena Wildan mengajakku pergi malam ini? Bukankah aku sudah memutuskan untuk menolaknya? Tapi kenapa sekarang aku jadi ragu. Apa aku terpengaruh perkataan Gabby?

Belum hilang rasa bingungnya, Wilona mendengar notifikasi pesan masuk di ponselnya. Ia mengambil ponselnya dan melihat nama Wildan tertera di layar.

Wilona, aku menunggumu jam delapan malam di depan villa. Aku akan tetap menunggu sampai kamu datang menemuiku.

Pesan singkat dari Wildan itu membuat perasaan Wilona semakin tidak menentu. Antara cemas, ragu, takut, namun di sisi lain membuat hatinya bahagia dan berdebar-debar.

Ternyata Wildan serius dengan ucapannya. Sekarang aku harus bagaimana? Apa aku harus memenuhi permintaan Wildan?

Sesudah mempertimbangkan beberapa saat, Wilona memutuskan untuk memberanikan diri menemui Wildan. Ia tidak ingin perasaannya terus terombang-ambing seperti sekarang. Barangkali pertemuan mereka kali ini akan memperjelas semuanya. Wilona ingin memastikan bagaimana sesungguhnya perasaannya terhadap Wildan. Dan apakah Wildan memang tulus menyukainya.

Pilihan Wilona akhirnya jatuh pada sebuah gaun berwarna broken white. Gaun satu-satunya yang ia bawa untuk liburan di Puncak.

Wilona memandang penampilannya sendiri di depan cermin. Ia mengambil sebuah hiasan rambut berwarna putih yang senada dengan gaunnya, lalu menyelipkannya pada rambutnya. Tiba-tiba saja muncul sebuah dorongan dalam dirinya untuk tampil secantik mungkin.

Setelah merasa yakin dengan penampilannya, Wilona mengambil sebuah buku dan pena dari mejanya.

Aku akan membawa buku ini untuk menulis draft novel. Jadi aku tidak akan terlalu canggung ketika berdua dengan Wildan,

batin Wilona sambil memasukkan buku dan pena itu ke dalam tasnya.

Wilona melangkah dengan hati-hati meninggalkan kamarnya. Namun ia terkejut saat bertemu dengan Pak Eman dan Bi Esih di halaman.

"Non Wilona geulis pisan. Mau jalan-jalan dengan Tuan Muda ya? Bibi tadi lihat Tuan Muda keluar duluan. Mobilnya juga sudah diparkir di depan gerbang," sapa Bi Esih menggoda Wilona.

"I..iya Bi, saya mau cari udara segar sebentar," jawab Wilona malu-malu.

"Aduh, Non, gak usah malu atuh. Bibi juga pernah muda."

"Mau saya antarkan ke depan, Non?" tanya Pak Eman menawarkan diri.

Bi Esih menyenggol lengan Pak Eman untuk mencegah suaminya itu.

"Jangan ganggu Non Wilona dan Tuan Muda. Hati-hati ya Non," ucap Bi Esih tersenyum.

"Terima kasih Bi Esih, Pak Eman."

Wilona buru-buru pergi menuju ke gerbang depan villa. Dari kejauhan, ia bisa melihat Wildan berdiri di samping mobil sembari memegang ponselnya.

"Maaf, aku membuatmu menunggu lama," ucap Wilona merasa tidak enak hati.

Wildan tidak menanggapi perkataan Wilona. Ia hanya menatap Wilona tanpa berkedip, membuat gadis itu menjadi salah tingkah.

"Cantik," gumam Wildan membukakan pintu mobil untuk Wilona.

"Kita akan kemana?" tanya Wilona setelah mereka berdua di dalam mobil.

"Aku akan mengajakmu ke sebuah resort untuk makan malam. Kamu pasti akan menyukainya."

Kenapa Wildan berubah drastis? Aku merasa dia bukan seperti Wildan yang aku kenal. Dulu sifatnya dingin dan angkuh, tapi sekarang dia memperlakukan aku dengan romantis,

batin Wilona keheranan.

Setelah berkendara sekitar empat puluh lima menit, mereka tiba di sebuah resort dengan pemandangan pegunungan yang indah.

Dua orang pelayan datang menyambut Wildan, dan mempersilahkannya masuk ke restoran privat di lantai dua.

Ketika tiba di lantai dua, Wilona dibuat terpesona oleh lilin-lilin cantik yang menghiasi sebagian besar restoran itu. Ada sebuah meja di tengah restoran yang ditata rapi dengan lilin dan bunga mawar yang cantik.

"Wil, kenapa sepi sekali disini?" tanya Wilona sembari melihat sekelilingnya.

"Memang tidak ada orang lain disini selain kita berdua. Aku sudah memesan tempat ini khusus untukmu."

"Ayo kita ke meja," ucap Wildan menggandeng tangan Wilona.

Para pelayan segera menyajikan makanan dan minuman di atas meja mereka. Wilona terkejut melihat Wildan telah memesan makanan kesukaannya sebelum dia mengatakannya.

"Wil, dari mana kamu tau aku suka tenderloin steak?"

"Tentu aku tau, Ilo. Kita sudah tinggal serumah sejak kelas sembilan. Aku masih ingat semua makanan kesukaanmu. Aku berharap kamu menyukai kejutan dariku ini."

Wilona menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Sekarang ia bertambah yakin jika Wildan memang sungguh-sungguh jatuh cinta padanya.

1
Mrs. D
bagus
Maya Ellydarwina
luar biasa novel mu thor,seperti kisah cinta ku penuh rintangan tapi berakhir bahagia,panjang umur,sehat selalu dan makin sukses thor 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🤗🤗🤗🤗😘😘😘
snowwhite risca: terima kasih Kakak. Jangan lupa baca novel author yg lain. "istri bayaran milik Tuan Raja" dan "CEO Magang dan Mama Perawan". boleh juga follow IG Author : inspirasi.riscaame. Di sana banyak karya novel author yg lain.
total 1 replies
Dwi handayani
bikin gemes ni widan
Rini Haryati
keren
sukses
semangat
mksh
Sandisalbiah
wow thor kau jadikan wilona seperti cewek gampangan.... sadisss...
✨viloki✨
😭💔😭💔😭
✨viloki✨
Duh pait
Rita Herlina
jirayu...😍😍😘
Pipin Davian
That’s right true love is not easy 👍🏻👍🏻
Pipin Davian
Lagiunya thor finnely some one
Pipin Davian
So sad wildan 😭😭😭
Pipin Davian
Psti el tg jd love master nya
Janah Husna Ugy
tapi kasian,,, calon pengantin nya, pdhl baik
Ayannawidara
yyaa.. terlalu asik ceritanya.. g kerasa udh ending... 🤗🤗terimakasih thor.. ayoo semngat buat karya lagi... 💪💪♥️
Vanda Saderyana
seru ceritanya....
Dewi Ros
ok
Junifa
aku tunggu extra partnya thor
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
🥰🥰🥰🥰🥰
Eka Warnelly
Kira kira penyelesaian yang bagaimana yang diinginkan Elzen...
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
semakin seru,, lanjuuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!