(Sequel Sebuah Pernikahan Hangat,, Kisah Cinta Leon dan Moza)
Bagaimana jadinya jika sebuah pernikahan terjadi hanya karena sebuah jebakan???
Up setiap hari minggu, senin, rabu, jumat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MKJ"18
Setelah kejadian di mobil siang tadi baik Karel ataupun Lexa saling diam, mereka seakan tidak mau mengalah satu sama lain.
Di rumah pun Lexa hanya berada di kamarnya sesekali keluar untuk mengambil minum atau cemilan dan kembali ke kamar begitu juga dengan Karel yang berada di ruang kerjanya setelah sampai rumah dia terus berada di ruang kerja dan sama sekali tidak keluar hingga malam hari.
Sarni yang sudah menyiapkan malam malam pun bingung,, kedua majikannya tidak ada yang turun untuk makan malam.
" Rian tunggu " Ucap Sarni saat melihat Rian yang baru saja masuk ke dalam.
" Kenapa Bi "
" Apa terjadi sesuatu dengan Tuan dan Nyonya"
Rian menggeleng,,
Siang tadi bahkan Karel memintanya untuk ke kantor dan dia yang akan menjemput Lexa pulang kuliah.
" Tidak ada Bi, memangnya kenapa? "
" Kamu lihat,, makan malam sudah siap tapi sama sekali tidak ada yang turun, bahkan Tuan dan Nyonya terus berada di kamarnya dan tidak keluar semenjak pulang tadi "
" Ya Sudahlah,, " Ucap Sarni berjalan masuk ke dalam dapur.
Sementara Rian, dia penasaran apa yang terjadi dengan keduanya,,
Karel pun terlihat semangat saat akan menjemput Lexa.
Ini kenapa lagi coba,, udah baik baik Tuan Karel mood bagus tapi mereka ribut bakal balik lagi deh sifat singa nya. Batin Rian dengan menggidikan tubuhnya mengingat bagaimana sikap Karel yang sangat dingin tegas dan juga kejam.
********
Keesokan Harinya,,
Lexa membuka matanya dan menatap jam ternyata sudah pukul 7 pagi, semalam dia memang susah tidur mengingat sikap Karel yang aneh kemarin.
Dengan rasa malasnya Lexa berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Hari ini dia memang tidak ada kuliah membuatnya hanya bermalas malasan.
Setelah selesai mandi,
Lexa berjalan turun dan terlihat sepi tentu saja Karel pasti sudah berangkat ke kantor.
" Pagi Nyonya " Sapa Sarni saat Lexa berdiri di depan meja makan.
" Pagi Bi "
Lexa duduk dan hanya memainkan sarapan paginya, rasanya tidak *****.
" Loh Nyonya makanannya belum habis "
" Udah kenyang Bi,, Oya Karel sudah berangkat ke kantor "
" Sudah Nyonya,, Tuan berangkat pagi pagi "
" Apa dia sarapan "
" Tidak Nyonya,, dari semalam Tuan tidak keluar "
Lexa mengangguk dan berjalan menuju kamarnya, lagi lagi Sarni dibuat bingung dengan sikap Lexa.
Lexa memainkan ponselnya membuka semua aplikasi di ponselnya, sangat bosan, dia pun mencoba untuk menonton film di laptop dan tetap sama saja dia bosan.
Kenapa sih bosan gini,, terus Karel lagi kenapa lagi coba aneh banget dia.
Eh tapi, dari semalam dia tidak makan terus bagaimana dengan magh nya??
Lexa langsung berjalan menuju lemari dan menarik asal salah satu pakaiannya, entah apa yang mau di lakukan yang jelas dia merasa khawatir dengan keadaan Karel.
Dengan buru buru Lexa berlari turun dan mencari Rian,,
" Bi lihat Rian tidak "
" Ada di Depan Nyonya "
Lexa mengangguk dan langsung kembali berjalan keluar.
" Rian,, sini " Teriak Lexa memanggil Rian
" Iya Nyonya "
" Bisa antar saya sekarang "
" Baik Nyonya "
Lexa mengangguk dan Rian langsung membuka pintu mobilnya.
Urusan Lexa semua Karel serahkan kepada Rian, kemana pun Lexa pergi dia harus mengantar dan menemaninya.
Rian terus melajukan mobilnya, padahal dia tidak tau Lexa memintanya untuk mengantarkannya kemana.
" Nyonya Maaf,, kita mau kemana " Ucap Rian
" Loh memangnya aku belum bilang tadi ya " Ucap Lexa dan Rian menggeleng.
" Hahaha,, Maaf,, Maaf,, Antar saya ke kantor Karel ya "
" Ka- Kantor? "
" Ya,, Kenapa "
" Tidak Nyonya "
" Tapi kamu jangan kasih tau Karel aku mau ke sana, aku mau kasih dia kejutan "
" Kejutan?? "
" Bukan juga sih,, Aku hanya khawatir dia tidak makan dari malam dan berangkat sangat pagi aku mau memastikan dia makan "
" Terus Apa nyonya sudah membawa makan untuk Tuan?? "
Lexa menoleh dan dia menepuk keningnya,,
" Astaga,, kenapa aku malah lupa sih,, terus gimana dong "
Rian tersenyum dan menggeleng,,
Benar saja jika Tuannya selalu menyebut Lexa gadis kecil dengan tingkahnya yang seperti ini namun di sisi lain Rian merasa kagum dengan tingkah Lexa yang terbilang biasa apa adanya dan tidak sombong dengan siapa pun.
" Bagaimana jika Nyonya membeli makanan lebih dulu dan baru ke kantor "
" Yap,, Boleh seperti itu tapi apa kamu tau makanan kesukaan Karel?? "
" Setahu saya Tuan tidak pemilih makanan "
" Oke,, Antar aku ke resto dekat kantor dia deh "
" Baik Nyonya "
Lexa mengangguk dan tersenyum,, semua itu tidak luput dari pandangan Rian dari spion dalam mobil.
Mobil mereka sampai di depan Resto dekat Arnico Company dan Lexa berjalan turun sedangkan Rian dia menunggunya di mobil sesuai permintaan Lexa.
"Silahkan Nona ada yang bisa saya bantu " Ucap salah satu pelayan
" Bisa saya melihat buku menunya mba "
" Bisa silahkan "
Lexa membukanya, namun dia bingung untuk membelikan apa dia sendiri tidak tau makanan kesukaan Karel.
Beliin apa coba kan aku gak tau dia suka apa tapi tadi Rian bilang jika Karel tidak pemilih.
" Beef Steak Black pepper sauce satu "
" Pancake Fluffy dua dan minumnya orange jus dua sama strawberry "
" Baik di tunggu "
Lexa menunggu dan duduk di salah satu kursi dengan pemandangan luar dia pun membuka ponselnya terlihat Milea mengirimkan pesan untuknya.
Lexa pun membalasnya hingga tanpa sadar semua pesanannya sudah siap.
" Silahkan Nona pesanan Anda " Ucap Pelayan membuat Lexa menoleh
" Oya,, sebentar Mba " Ucap Lexa membuka dompetnya dan membayar semuanya
" Makasih Mba "
" Sama sama Nona, silahkan datang kembali "
Lexa berjalan keluar dan Rian langsung membuka pintu mobilnya.
Mereka kembali menuju Arnico Company dan untuk pertama kalinya Lexa datang me sana.
" Sudah sampai Nyonya,, " Ucap Rian
Lexa mengambil paper bagnya dan berdiri menatap bangunan tinggi di depannya bahkan terlihat begitu megah.
" Oya ini untuk kamu " Ucap Lexa memberikan satu paper bagnya
" Terima kasih Nyonya,, Saya parkir mobil sebentar Anda langsung masuk saja "
Lexa mengangguk dan berjalan masuk,, benar benar perusahaan Bonavit bahkan baru saja masuk pun sudah terlihat megahnya.
Lexa berjalan menuju meja Resepsionis..
" Selamat siang Mba " Ramah Lexa
" Selamat siang,, Ada yang bisa di bantu " Ucap salah satu resepsionis dengan Id Cart bernama Amel
" Apa Karel ada di dalam "
Amel mengernyit dan menatap Lexa,,
" Apa sudah ada jani untuk bertemu " Ucap Amel dan Lexa menggeleng.
" Maaf Tuan Karel sangat sibuk dan harus membuat Janji lebih dulu jika akan bertemu "
" Ta- tapi saya, - "
" Silahkan Ade pulang ya,, Tuan Karel sibuk dan tidak bisa bertemu "
Lexa membulatkan matanya saat dirinya di panggil Adik olehnya,,
" Mba,, Saya bukan anak kecil dan saya, -
" Sudah banyak Gadis yang ingin bertemu Tuan dengan berbagai alasan,, Jadi silahkan Adik kecil keluar " Lagi lagi Amel menyebut Lexa gadis kecil dan menyuruhnya pulang,,
" Amel,, " Teriak seseorang yang berjalan ke arahnya..
Lexa menoleh begitu juga dengan Amel yang terlihat kaget,,
...**Sorry beb,, jika banyak typo ya,,...
😉😉😉😉**
lupakan ayahmu dan mantanmu!
bule hrs dengan bule krna mereka 1 Negara.
Korea ya sm Korea jg pasangan nya biar tk pincang
begitulah seorang ayah ketika punya bini baru!
dia akan melupakan darah daging nya sendiri!