Rara Raina Sunjaya. seorang Nona besar di keluarga Sunjaya.
Rara tidak menyangka akan nasib hidup nya yang berakhir di sebuah pulau yang usia nya lebih dari ratusan tahun. pulau itu di kenal sebagai pulau vampier pada masa nya nanun setelahnya pulau itu di kenal sebagai pulau rindang dan sudah berabad-abad semua yang melewati pulau itu di larang mendekat atau memasuki pulau tersebut di karnakan setiap orang yang mendekati atau memasuki pulau, maka tidak akan bisa kembali lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 19
Aidan tidak menghiraukan ocehan Rara.
ia mengeluarkan sihir di tangannya dan muncul sebuah dres pelayan berwarna merah tua berlengan pendek.
"Pakai ini, sekarang kau sudah menjadi pelayanku." Aidan melempar dres ke wajah Rara dengan sengaja.
"Hey, apa tidak bisa memberikan nya dengan sopan, dasa Raja sialan!" Rara bicara dengan nada kesal.
ia melebarkan dres yang ada di tangannya untuk memastikan dres itu tida menyulitkan nya saat berjalan.
"Hmmm, lumayan dres ini panjangnya hanya sampai lutut. kau pintar juga memlih baju wanita! tapi pikiranmu saat memilihnya sangat kotor dres ini terlihat sangat pendek, Haah. sudahlah aku akan pakai ini agar bisa menaghajar pria-pria brengsek yang kurang ajar." Rara bicara dengan sangat santai sambil melirik Aidan.
"Nona, jika kau berani terus mengejek di belakangku, aku akan.." Aidan mengehntikan kalimatnya, langsung menrik Rara dan mencium bibir Rara sambil menjilat lehernya.
Rara sangat terekjut dengan pergerakan Aidan yang tidak ia lihat.
"Sialan, kenapa kau senang sekali menciumku?" Rara mendorong Aidan dan menyeka bibirnya.
" Karena kau sangat nikmat, aku jadi ketergantungan dengan bibirmu yang sexi itu," dengan pandangan intim Aidan menggit bibirnya sendiri sambil menatap Rara.
Expresi Rara pucat pasi ia melangkah mundur dengan cepat menajuhi Aidan.
" Kau, mengerikan sekali, jangan macam-macam denganku kalau tidak.. Ahhh.." Rara terdorong ke ranjang oleh Aidan.
posisinya sekarang tepat di bawah tubuh Aidan.
"Kau sangat susah sekali menjadi gadis yang baik ya, kata-kata dan prilakumu sangat kasar pada seorang Raja, supaya tidak seperti itu lagi biar aku merubahmu menjadi pelayan kucing sebagai hukuman!" Aidan menekan kedua tangan Rara sambil menindih tubuh Rara.
"Dasar Raja brengsek, lepaskan aku!" Rara berteriak kencang membrontak. ia terlihat hampir menangis.
melihat mata Rara berkaca-kaca Aidan langsung melepaskan nya.
"Ingat jangan bicara kasar denganku lagi kalau sampai aku melihat kau ber.."
"Tidak akan, tidak akan, aku berjanji tidak akan berkata kasar dan akan bersikap baik denganmu!" Rara berdiri tegak mengangkat dua jari untuk membuat janji. ia sangat takut saat pria Vampire di hadapannya itu sedang bereaksi.
"Hmm, bagus cukup patuh, sekarang cepat ganti pakaianmu dan segera siapkan aku buah dari dapur istana, jangan coba-coba melarikan diri lagi kalau tidak aku akan mencium bibirmu sampai besar seperti bisul." Tegas Aidan mengancam Rara.
"Oke, oke aku ganti baju dulu, tapi? di mana aku harus ganti?" Tanya Rara mencari ruangan yang tertutup.
"Ganti di sini!" ucap Aidan datar.
"Hey, kau Dasara Raja sia..." Rara menghntikan kalimatnya saat melihat mata merah Aidan menyala, ia gemetar ketakutan bercampur kesal.
"Ah, Hahah, ma..maksudku apa tidak ada tempat yang tertutup, seperti kamar mandi atau ruang ganti di sini, Haha tidak mungkinkan aku menganti bajuku di depanmu, haha itu tidak mungkin," Rara bicara dengan senyum masam menutupi ke kesalannya.
Aidan tidak menajwab pertanyaan Rara, ia hanya menatap dengan senyum mesumnya selama 5 menit.
dalam waktu 5 menit itu Rara terus menahan senyum masamnya sampai menunggu mata pria sialan di hadapanya berhnti menatapnya.
Raja sialan, apa susahnya sih tinggal menunjukan kamar mandi, pake acara menatapku terus, dasar Raja mesum pikiranya kotor sekali. jika bukan vampire sudahku sikat otaknya agar bersih kinclong.
Pikir Rara memaki Aidan dengan sangat kesal.
Saat Aidan melihat gelagatnya ia panik dan gugup, kembali tersenyum paksa.
"Kau bisa mengganti pakaianmu di ruang berndam!" Aidan menunjuk Ruang pemandian.
tanpa melihat dan terus menatap Rara, yang sejak tadi canggung dengan tatapan intimnya.
BERSAMBUNG..
be like gw yang udah baca ni novel 3× 🗿