NovelToon NovelToon
SEPERTI QA'IS DAN LAILA

SEPERTI QA'IS DAN LAILA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:94k
Nilai: 5
Nama Author: sita Azzaky

Mereka sudah pernah memulai meskipun tanpa cinta, bahkan hubungan itu sudah berakhir dengan meninggalkan cinta yang baru datang karena sesal. Setelah yang terkasih pergi. Lalu apa jadinya, jika yang kita pikir telah pergi, dia kembali?

Cerita masa lalu itu tersuguh kembali di depannya. Seolah di sadarkan apa yang dia lakukan dua puluh lima tahun lalu adalah suatu dosa.

Bukan lagi tentang kisahnya. Namun, kisah ini seolah mengulik konflik pelik yang belum pernah menjadi titik. Mejabar memoar rasa yang hampir memudar. Menguji diri yang berdiri di balik jeruji janji. Resah dalam kungkungan dosa berbalut rasa.

Masih cerita tentang cinta yang penuh kemelut, karena tak tersambut. Rasa yang tersesat, karena terlambat memahami sebuah hakekat dalam diri yang terjerat. Berharap ada setitik asa dalam kisah yang bisa dirasa.

Meneruskan kisah Alvina. Kisah ini tentang anak-anak dari para tokoh di Alvina.

Tidak update tiap hari. Semoga layak di nikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sita Azzaky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

•> BAB 19 <•

"Ini pertama kalinya, Dhira naik kereta api, tut ... tut ... tut ... siapa hendak turut ...." Binar riang terpancar di raut wajah Dhira, menarik garis halus di bibir Nauval yang turut bahagia melihat pujaan hatinya tertawa riang.

Nauval memilih kelas eksekutif untuk menghindari keramaian dan untuk kenyamanan Dhira. Kereta api Argo Bromo Anggrek Nauval pilih. Duduk di sebelah Dhira yang tak berhenti menyunggingkan senyum sambil melihat keluar jendela.

Dhira menatap kerumunan orang dan membayangkan bisa berada di tengah keramaian, yang tak bisa dia lakukan lagi semenjak status penyanyi pendatang baru terfavorit dia sandang. Bahkan dia harus menutup wajahnya untuk sekedar berjalan atau melewati kerumunan.

"Kapan-kapan kita makan ikan bakar di warung lesehan, shoping di Mall ato Pasar tradisional tanpa pengawalan dan tanpa masker. Kamu mau itu kan?"

Dhira menoleh ke arah Nauval, menatapnya dan mengawinkan alisnya. "Mas Nau kok tau?" pekiknya.

Nauval hanya tersenyum tipis.

"Nikmati perjalanannya ya, Dek." Nauval mengusap pelan puncak kepala Dhira. Dhira tersenyum lebar.

Pelan-pelan kereta meninggalkan stasiun, Dhira pasang headphone menutupi kedua telinganya. Bersenandung kecil, menggerakkan kepala sambil melihat keluar jendela. Nauval melakukan hal yang sama, memasang earphone ke kedua telinganya sambil memejamkan matanya.

Nauval senang, kali ini dia pastikan bisa tidur nyenyak. Meskipun hanya dengan duduk bersebelahan, tapi dia sudah bahagia sekali tidur bersama pujaan hatinya. Eh, bukan tidur bersama ya, tidur di samping. Eh, bener nggak sih bahasanya? Nggak bikin ambigu kan?

'Eh, bukannya Mas Nau mau menceritakan kisah cinta Mami?'

Dhira menoleh ke arah Nauval yang memejamkan mata. Tidurkah pria yang sudah menjadi sopir pribadinya selama kurang lebih sembilan tahun ini. Masak iya cepet banget udah terlelap?

Dhira tidak mau membangunkan wajah lelah itu dengan bersuara, dia tahu hembusan nafasnya pun bisa Nauval rasakan. Dia gerakkan telapak tangannya di depan wajah Nauval, wajah tenang itu tak bereaksi. Astaga, kayaknya beneran sudah tidur!

Gadis bernama lengkap Andhira Kirana Syahputri itu memonyongkan bibirnya. Dia berharap perjalanan ini akan lebih menyenangkan jika mendengarkan kisah cinta maminya. Dan tahu apa hubungannya dengan Kemal Abdullah.

"Ada apa, Dek? Aku tidur dulu sebentar saja, perjalanan kita masih panjang. Istirahatlah juga."

Dhira hanya diam. Dia tidak jawab karena berharap pria yang dia panggil Mas itu segera mengisahkan kisah cinta wanita yang melahirkannya.

"Kalo gitu tunggu sebentar! Aku cari penghilang ngantuk dulu!" seru Nauval. Nauval tahu diamnya Dhira itu adalah bentuk kecewa yang ditahan dan tentu saja Nauval tidak mau membuat kecewa gadis pujaannya.

"Dhira ikut!"

Nauval menggeleng dan tersenyum. Lalu bergegas pergi meninggalkan Dhira. Nauval ke toilet, membasahi wajahnya untuk menghilangkan kantuknya. Duduk di kloset lalu dia sedot liquid rasa mint dari vape nya yang berbentuk seperti batang rokok.

Asap mengepul di dalam toilet. Nauval berpikir keras. Dia siap menceritakan semuanya, tapi siapkah dia menerima reaksi Dhira setelah itu?

"Dari mana?" seru Dhira.

"Toilet." jawab Nauval singkat.

Dhira memiringkan tubuhnya menghadap Nauval. Dia sudah siap untuk mendengarkan cerita Nauval. Nauval tersenyum.

"Bingung mau mulai dari mana. Langsung ke inti yang aku tau aja ya ... Sebelum menikah dengan Om Rizal, Tante Alvi dan BiQi saling mencintai. Sebelum mencintai Tante Alvi, BiQi pernah mencintai gadis bernama Sarah. Lah, Sarah ini istri Om Rizal sebelum menikah dengan Tante Alvi. Nah, Sarah ini ibu yang melahirkan Kemal."

"Jadi Dhira dan Kemal saudara seayah?"

"Nggak juga, karena wanita bernama Sarah ini menikah dengan Om Rizal sudah dalam keadaan hamil. Kamu tau Dek, siapa yang menghamili Sarah ini?" Pertanyaan Nauval dijawab dengan gelengan kepala oleh Dhira.

"BiQi." Jawaban dari Nauval membuat Dhira mengernyitkan keningnya. "Sarah, meninggal setelah melahirkan. Sebelum meninggal, dia menitipkan anak dan suaminya ke Tante Alvi. Selama tujuh tahun Kemal dibesarkan Tante Alvi. Setelah kecelakaan yang menewaskan Om Rizal, BiQi baru tau kalo Kemal adalah putranya. Dan memintanya dari Tante Alvi."

"Kenapa hanya berputar di orang yang sama?"

"Jawabannya cuma satu, cinta."

"Cinta. Kalo gitu kenapa Mami nggak menikah aja dengan Om Bae setelah Ayah meninggal? Kan mereka pernah saling mencintai?"

"Apa menurutmu cinta semudah itu berpindah tempat?" Nauval menoleh sekilas dan menatap dalam ke arah Dhira. Dhira terkesiap dengan tatapan Nauval.

"Nggak. Makanya Dhira bersyukur ternyata Kemal sama Dhira bukan saudara. Dhira sangat mencintai Kemal, Mas ... Walaupun Dhira nggak pernah tau perasaan Kemal." ucap Dhira. Nauval tersenyum menanggapinya.

Diam. Nauval terdiam, begitu juga Dhira. Mereka larut dengan pikiran dan perasaannya masing-masing. Dhira berharap semoga Tuhan menjodohkannya dengan Kemal. Sedang Nauval berharap Tuhan memberikan kebahagiaan untuk wanita yang dia cintai dalam diam. Semoga Kemal menyambut rasa yang Dhira miliki.

*****

Setelah menyelesaikan Dhuha nya, Alvina kenakan hijab berwarna pink yang terlihat manis dia kenakan. Setelan kulot berwarna hitam dan blus lengan panjang berwarna senada dengan pashmina nya juga terlihat anggun dia pakai. Menyamarkan umurnya yang sudah memasuki kepala empat.

Dia edarkan pandangannya di ruang tengah. Selain Bae, Ulya dan pria yang wajahnya mirip Mas Rizal nya itu juga duduk disana.

Bae menggeser tubuhnya berharap wanita yang dia cintai itu duduk di sebelahnya. Sebelum Alvina menjatuhkan tubuhnya, Olip datang memberitahukan sarapan sudah siap.

Semua berjalan ke ruang makan. Bae menarik satu kursi untuk pujaan hatinya. Senyum Alvina lemparkan sebelum mendudukkan dirinya di kursi yang Bae persilahkan.

Maniknya melirik ke arah Zulfikar yang melakukan hal sama untuk Ulya. Cemburu? Itu pasti. Dia suami yang setiap malam dirindukan. Walaupun jasadnya sudah dikebumikan. Meski dia jarang ke makam ayah dari putri semata wayangnya, tapi doa tidak pernah berhenti dia kirimkan.

Namun, siapa sangka, pria yang selama delapan belas tahun Alvina pikir sudah tenang di peristirahatan terakhirnya, ternyata sekarang berdiri di depannya. Tuhan, kenapa takdirMu senang sekali bermain denganku? pekik batin Alvina.

Tatapan Alvina masih tidak berpindah. Dia terus memperhatikan kekasih halalnya yang sedang pamer kemesraan bersama wanita lain. Kali ini dengan penuh perhatian Ulya menyiapkan piring makan Zulfikar. Tepukan tangan Bae di bahunya menyadarkan kalau aksinya mulai jadi tatapan sinis Ulya yang cemburu Alvina menatap suaminya.

Bae menyodorkan sepiring roti gandum yang sudah diolesi mentega dan ditaburi parutan keju di atasnya. Sekali lagi Alvina memberikan senyum termanisnya sebagai pengganti ucapan terima kasih.

Setelah menyelesaikan sarapan, mereka berempat kembali ke ruang tengah. Ulya terus menggenggam tangan Zulfikar, dia benar-benar takut kehilangan. Sedang Alvina duduk di sofa yang sama dengan Bae, tapi dengan satu bantal jadi pembatas mereka.

"Kalian bisa mulai. Ceritakan siapa kalian di depan kami!" Seru Bae sambil meletakkan rokok di mulutnya. Alvina menoleh, dia berpikir sejak kapan pria yang pernah jadi pecandu barang haram ini merokok?

"Jangan merokok di depanku!" Teguran Alvina mengurungkan niat Bae menyalakan api dari korek api gas yang berbentuk kartu remi kecil. Lucu dan unik.

"Nama saya Ulya, Nyonya. Dia suami saya namanya Zulfikar. Saya asli Kamal, Bangkalan. Saya dan Kak Zul ketemu di sini, kami saling mencintai dan menikah sepuluh tahun lalu. Kebahagian kami semakin lengkap setelah saya melahirkan putra pertama kami lima tahun lalu dan putri kecil kami setahun yang lalu."

Alvina masih bungkam, wajahnya tertunduk dalam. Mereka saling mencintai? Apakah suaminya itu benar-benar tidak ingat apapun? Sehingga dia bisa mencintai wanita lain selain dirinya.

"Katakan juga apa hubunganmu dengan Tuan Bae, Ul!" sahut Olip.

"Hubunganku bukan dengan Tuan Bae, tapi Tuan Abdullah."

Alvina mendongakkan kepalanya. Lalu menoleh ke arah Bae yang juga terkesiap. Reaksi Bae seolah baru tahu ini. Zulfikar dan Olip pun juga sama, seperti baru mendengar ini.

"Abah?" Pekik Bae dan Alvina kompak.

"Iya." Ulya terdiam sebentar dan menunduk dalam. Terlihat sekali ada ketakutan dan kecemasan dalam dirinya.

Zulfikar menggenggam erat tangan Ulya seolah mentransferkan kekuatan dengan anggukan dan senyuman penuh ketenangan. Sifat inilah yang Alvina rindukan dari pria yang entah apa statusnya kali ini dengannya. Pembawaan santai dan seolah tidak terjadi apa-apa.

Mau tidak mau, Alvina menyaksikan sikap lembut penuh cinta Mas Rizal nya pada istri yang dinikahi selama sepuluh tahun ini.

"Maafkan Ulya Kak Zul ... maafkan Ulya! Kali ini, Ulya sudah siap jika harus kehilangan Kak Zul." Wanita yang usianya sama dengan Bae ini terisak.

"Percayalah, apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu." Zulfikar memeluk dan mengecup kening Ulya.

Alvina mengalihkan pandangannya, Mas Rizal nya juga sering melakukan itu padanya. Namun, pria di depannya ini sudah bukan lagi Mas Rizal nya. Alvina berusaha terlihat santai, tapi hatinya yang tidak bisa menahan sakit. Segera dia tahan genangan air di matanya sebelum ... Ah, ternyata Bae tahu itu.

"Lanjutkan!" seru Bae. Seperti suara cut dari sang sutradara, Ulya dan Zulfikar menghentikan adegan romantis yang mereka pamerkan.

"Saya adalah marketing manager di perusahaan Tuan Abdullah. Setelah Tuan Abdullah menyerahkan perusahaan itu ke tangan Pak Rizal, saya kerja di bawah perintah Pak Rizal. Kami berdua jadi sering ketemu dan keluar bersama. Dari situ saya lancang menyukai bahkan mencintai pria beristri dan beranak satu."

"Kebaikan dan ketulusannya semakin membuatku ingin memilikinya. Tuan Abdullah mencium gelagatku. Aku pikir malam itu Tuan Abdullah akan memecatku, tapi ternyata malah melibatkan aku dalam ini semua."

"Jadi kecelakaan itu juga direncanakan?" tanya Olip.

Ulya mengangguk lalu menunduk. "Sopir truk itu, sopir profesional. Kami hanya merekayasa kematian Fitriyah dan Pak Rizal. Tapi, aku nggak tahu jika kejadiannya di luar perkiraan kami. Karena takut, aku justru sembunyi dari Tuan Abdullah. Selama lima tahun sampe kematian Tuan Abdullah, aku baru berani keluar dari persembunyianku."

"Direkayasa? Makanya hanya aku yang selamat, karena aku keluar mobil untuk mengangkat telpon Abah."

"Lalu, jasad siapa yang kami kubur dan selama ini menganggapnya Mas Rizal?"

1
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
😘
Qiana
Waaaahhh maaf tak berkunjung 🙏
Rini Antika
kirain mau bilang nama Rini Antika pemenangnya..🤭, Salken ya kak, aku mampir nanti bacanya nyicil, smg berkenan mampir jg ke karya saya yg msh pemula..🙏
Mega
Aku mampir di ending, kikikikik.

Miss U Mbak.
Mega: Siap Akak
total 2 replies
Author yang kece dong
aku mampir kaka
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
next 😎
🅕🅘
Berkah juga untuk, Kakak💚
Akhir yang manis 😍
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
upp 🤭🤭 up ka
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
up up ka
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
up🤭
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
up😎
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
uppppppp
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
upppppp
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
uppppp
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
uppp
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
upp
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
up
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
upppp Thor 👍🏻😎🤸‍♂️🤭
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
up
🇰  ͨ🅰︎ͦ🇮 ᷛ🇸ͣ 🅰︎ᷡ🇷💕
nexttttttttttt 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!