Aku adalah orang yang pernah diusir dari rumahku sendiri, tapi sekarang aku kembali untuk membalas mereka yang pernah menyakitiku.
Tunggu dan lihat, pasti kalian akan merasakan kesakitan.!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon us ahtcOctOha Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu mama stev
Kamera yang dipegang putri sudah siap merekam orang itu.
"Cepat katakan! Siapa yang menyuruhmu, dan dia ingin melukai aku atau putri, jawab!!" Steven sangat marah dan kesal sama orang itu dengan kuat dia menarik leher baju nya sampai orang itu sangat ketakutan.
"Baik.Baik, aku akan mengatakan yang sejujurnya. Sebenar nya dia adalah seorang perempuan. Dia ingin kami membunuh gadis ini." Ucap nya sambil menunjuk putri.
Putri kaget, dia menangis saat mendengar tuturan orang itu, "Betapa kejam nya dia ingin membunuhku, apa salah ku." Ucap putri dengan tetesan air mata sambil memegang hp merekam orang tersebut.
"Katakan, siapa namanya?" Teriak steven yang makin kesal karna melihat putri menangis.
"Anu.Tuan maaf, aku tidak tau nama nya, tapi sepertinya dia seorang artis atau model. Aku pernah melihat fotonya disampul majalah." Tutur nya terbata bata.
"Baiklah, aku mengerti." Steven melepaskan cengkraman tangan nya pada baju orang itu.
Putri menutup rekaman nya, lalu steven bergegas mendekap putri. "Put, sudah jangan dipikirkan, ada aku disini, siapapun tidak akan bisa menyakiti kamu, aku akan selalu melindungimu, yang penting kita sudah mengetahui dalang nya" Steven mendekap putri yang sedang menangis, dan mengelap air matanya .
"Stev, apa bianca sebegitu bencinya sama aku sampai sampai dia menginginkan kematian ku?" Tanya putri menatap steven.
"Put, mungkin dia benci sama kamu karna hatinya sudah dipenuhi dengan rasa iri dengki karna melihat keberhasilan kamu yang tidak bisa dia capai. Sudah, jangan nangis lagi, yang penting mulai saat ini kita harus berhati hati pada sekeliling kita" ucap steven mengelus wajah putri dan membelai rambutnya dengan lembut.
"Stev, apa kita langsung saja membalas perbuatan nya ini, dengan menjatuhkanya?" Tanya putri sambil memegang kedua tangan steven yang masih mengelap air matanya.
"Tidak! Jangan dulu, kita tunggu saja pada waktu yang tepat, aku sudah merencanakan ini selama satu tahun, aku gak mau hasilnya nanti akan mengecewakan kamu.sebaik nya kita cepat pergi dari sini ya.!
"Kalau begitu menurut kamu, baiklah. Eh,stev, lengan kamu terluka, kita kerumah sakit dulu ya, Luka nya cukup dalam loh." putri melihat luka dilengan steven yang terbuka dengan robekan bajunya,
"Tidak usah, aku gak apa apa kok, Aku bisa menahanya, nanti bisa diobati dirumah" Jawab steven untuk menenangkan kecemasan putri sambil mengelus rambut nya, ayo kita pergi.
"Tunggu bentar,"putri mengambil dasi dari dada steven dan membalutkan nya pada luka dilengan nya, "Selesai, ayo kita pergi, "ucap putri tersenyum.
Putri dan steven segera pergi dari tempat itu,Saat dalam perjalan putri menatap pada steven dengan rasa penasaran.
"Hei, kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa ada yang salah denganku?" Tanya steven dengan tertawa kecil.
"Stev, aku mau tanya? Dari mana kau mendapatkan pistol?" Tanya putri dengan wajah serius.
"Oh, pistol tadi! Kamu tenang saja, ini legal kok, ada surat menyurat nya, jangan khawatir.
"Bukan seperti itu stev, bukan masalah legal atau ilegal, tapi aku hanya takut kau akan menggunakanya dengan ringan tangan.
"Hah? Apa maksud kamu put? Aku tidak akan menggunakanya jika tidak benar benar kepepet.
"Stev, apa kau sama seperti shine? Apa kau pernah membunuh?
"Apa? ? Shine? Apakah dia pernah membunuh orang?" steven balik bertanya pada putri.
"Ya, waktu dijepang, aku dan deniel Pernah melihat seorang gadis bernama mizuki yang sedang diseret oleh tiga preman, aku dan deniel menolong zuki, kita berantem dengan mereka, tapi deniel kalah duluan, dan aku terakhir melawan mereka, aku berhasil mengalahkannya, tapi saat aku berbalik badan, orang itu masih bisa berdiri dan mengeluarkan pisau tajam dan akan menusukanya dipunggung ku, tapi saat aku berbalik dia sudah tergeletak penuh darah, ternyata shine yang menembknya dari kejauhan, aku tidak tau harus senang atau marah, aku tidak suka cara shine melindungiku dengan pembunuhan, pasti shine sudah belajar menembak sejak lama, kalau tidak, bagaimana bisa dia menembak dari jauh dan sangat tepat sasaran, bisa saja kan dia mengenaiku atau deniel dan atau juga mizuki? Dia seperti orang yang berbeda,bukan seperti shine yang pernah aku kenal, dia sangat kejam dan bersifat dingin.
"Pasti shine sudah masuk kedalam duni mafia. Ucap steven dalam hati.
"Put, aku gak tau harus berpendapat apa tentang shine, tapi yang pasti dia begitu karna melindungi kamu, dan aku harus berterimakasih padanya, kalau dia tidak datang diwaktu yang tepat, aku gak tau apa aku masih bisa bertemu kamu lagi sekarang.
"Kamu benar stev, aku juga tidak menyalahkan shine, tapi sejak aku marah padanya, dia berjanji tidak akan melakukan kejahatan atau pembunuhan lagi. Tapi bagaimana denganmu stev? Apa kau pernah membunuh?
"Put, aku tidak pernah membunuh orang, dulu aku pernah menjalani pelatihan militer, Makanya aku terbiasa memainkan pistol, tapi aku tidak mengeluarkanya kalau tidak terancam, pistol selalu aku bawa, dia bisa berguna untuk mengancam musuh. Dan pistol ini akan melindungi kamu, apa kau mau mengambilnya?
"Stev, aku tidak mau bermain dengan pistol, aku tidak bisa menggunakanya, lagian aku mempunya ilmu bela diri, itu sudah cukup melindungiku.
Tiba tiba steven menepikan mobilnya, Dan berhenti sejenak,
"Stev, kok berhenti?" Tanya putri bingung.
"Hei, jangan buru buru, ini masih pagi, kita punya banyak waktu. "Jawab steven mendekatkan wajahnya pada putri.
"Em.. Stev, kita harus mengobati luka kamu loh."ucap putri memalingkan wajahnya dari steven..
"Put, Nih pistol beserta surat nya, kamu pegang ya, ini bisa membantu saat kamu jauh dariku, siapa tau ada bahaya yang akan mengancam disaat kamu lagi sendirian, tapi jangan ditaruh dalam tas ya, pistol ini cukup kecil, kamu bisa menyelipkanya dalam jas atau saku bajumu jika kau ingin keluar sendirian, aku masih ada satu dirumah.
"Stev gak per....
"Put!Tolong! Kamu terima, ini demi keselamatan kamu oke. "Steven memaksa putri menerima pistol yang putri tolak.
"Em,, baiklah, stev makasih ya. "Ucap putri tersenyum sambil memasukan pistol itu dalam tas nya. "Ayo kita jalan lagi.
"Baiklah tuan putri. "Steven melanjutkan perjalananya.
"Stev, kita kemana? "Tanya putri bingung.
"ada deh" jawab steven tersenyum.
Setibanya dirumah yang besar itu, putri kaget.
"Stev, ini kan rumah kamu?
"Iya, aku mau kamu bertemu lagi sama mama, Ayo masuk!
"Mama, ,aku pulang! Maaa..
Mama steven keluar menyambut mereka. "Stev, kenapa pulang lebih awal? Eh,, ini.. Putri kan??
"Iya tante,, "putri memberi pelukan pada mama steven.
"Wah,, sudah lama sekali tidak bertemu, kamu makin cantik ya, tante kira kamu sudah tidak pacaran lagi sama anak tante." Ucap mama steven yang selama ini mengira steven dan putri pacaran sejak steven membawa putri kerumahnya beberapa tahun lalu.
"Mari masuk!
"Eh,, iya tante." putri dan steven saling menatap,bingung karna dikira pacaran sama mamanya steven.
"Ayo masuk!" Steven menggandeng tangan putri dan membawanya masuk kedalam rumahnya. Dengan malu malu putri tersenyum sambil melangkah mengikuti steven.
"Mari duduk nak, ,kamu kemana saja selama ini, tante sering melihat kamu di tv.
"Aku kuliah tante, aku juga harus terbang kejepang dan korea untuk mengurus perusahaan.
"Wah,, kamu hebat, masih muda sudah sukses, tante sempat nonton berita, katanya saat ini kamu sudah mempunyai tiga cabang perusahaan ya?
"Ah,, iya tante" jawab putri tertawa kecil,
"Duhh,, kamu tuh luar biasa banget ya, sudah cantik, pinter, berbakat lagi! Steven benar benar beruntung punya calon istri kayak kamu." Ucap mama steven sambil mencubit pipi putri dengan gemas.
"Ehem!!" Steven menghentikan obrolan mamanya dengan putri.
"mah, aku bawa putri keatas dulu ya, dia mau mengobati luka dilengan ku sebentar,
"Hah? Kamu luka? Kok bisa? Ya sudah silahkan,, lama lama juga gak apa apa.
"Permisi tante!!" Ucap putri tersenyum.. Kemudian mereka pergi kelantai dua rumah steven.
"Duh, ,manis nya, ,semoga mereka cepat menikah deh, dan aku segera punya cucu. Hihi."
Mama steven tertawa kecil sambil bicara sendiri.
Setibanya dikamar steven hp putri berbunyi.
"Hah? Shine vidio call, ngapain sih siang siang gini." putri membiarkan hp nya begitu saja.
"Udah angkat saja put, aku gak marah kok. Tutur steven.
"Haiss.. Ya sudah.
"heii put, kamu kemana, kok gak telpon aku sih,kamu lagi dimana?"
Begitu putri menjawab telpon nya, shine langsung berteriak.
"Shine! Pelan kan suara kamu, aku bisa mendengar nya kok, lagian kenapa aku harus laporan sama kamu kalau aku lagi kemana dan sama siapa.
"Aku cuma mau tanya, kamu lagi dimana,? Jawab aja sih.
"Aku lagi dirumah steven!" Jawab putri
"Hah? Kamu ngapain kesana put, bahaya tau!
"Heii, ,apanya yang bahaya hah? Putri sekarang sedang bersama ku dikamar." steven merebut hp putri dari tangan nya, dan memperlihatkan disekeliling kamar nya, untuk memberitahunya pada shine.
"Heii ngapain kalian dikamar berduaan, bukan muhrim weii. "Teriak shine yang terlihat sangat kesal.
"Menurut lo ngapain? Sudah ya kita sibuk." Steven langsung menutup panggilan vidio nya. Dan memberikanya pada putri.
"Stev, kamu apaan sih, kenapa bilang gitu, kamu gak liat tadi wajah nya shine cemas nya kayak apa.?
"Haha.. Biarin,, biar dia kesal sampai jantungan, hehe." ucap steven sambil mendekap putri.
"Kamu jahil ya. Kasian tau sama shine."
Putri tersenyum lebar, kebahagiaan yang dulu pernah hilang kini kembali lagi pada nya, walaupun berbagai masalah yang sudah dia lalui, tapi sekarang dia bisa merasakan kembali kehangatan yang steven berikan sejak dulu tidak pernah pudar, dia berharap tidak akan ada lagi masalah yang menimpa dirinya juga steven.
"Stev.!! Ada teman kamu yang mencari kamu tuh."
Tiba tiba mama steven teriak memanggil dari bawah.
"Iya, mah, tunggu sebentar" sahut steven dari atas.
"Siapa stev?" Tanya putri yang sedang membalut luka dilengan steven.
"Aku juga gak tau, Ayo kita lihat kebawah." Steven tak lupa untuk menggandeng tangan putri menuruni anak tangga.
•••
BERSAMBUNG
tmbah sayang deh🤗😘😘😘