Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis desa yang tidak memiliki pendidikan, bahkan untuk sekedar membaca pun gadis itu tidak bisa.
Tiba-tiba saja dunia nya berubah dalam sekejap mata, ada orang yang mengakui sebagai ibu kandung nya, dan tiba-tiba harus menikah dengan pria yang tidak iya cintai bahkan tidak pernah iya kenali membuat kehidupan menjadi 99 % berubah drastis.
Shofie❤ Alvaro
Shofia❤ Alex
Sloww Update 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Wanita.
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Tak ada yang tahu apa rencana tuhan di masa mendatang termasuk Shofie gadis yang kini mulai membiasakan hidup nya untuk beradaptasi di lingkungan keluarga suaminya.
Suka duka hanya di pendam dalam hati itulah kebiasan Shofie dari kecil selalu menyimpan unek-uneknya di dalam hati tanpa tau jikalau dia membutuhkan sandaran pun ada pria yang akan dengan senang hati mendengar keluh kesah nya.
begitu lah cinta yang kadang datang tapi tak pernah mendapatkan balasan, Alvaro yang sudah jatuh hati pada pandangan pertama saat pertama kali melihat Shofie yang menguap di waktu lalu nampak masih mengingat masa dimana iya terpesona dengan kecantikan alami gadis yang selalu berkata datar nan pedas itu.
Siapa sangka Alvaro yang biasanya cuek dan jarang bicara di luar kini menjadi pria yang jail dan kekanak-kanakan dan tentunya itu hanya berlaku di kamar nya yang tentunya dengan sang istri.
Di sebuah Perusahaan yang menjulang tinggi tepatnya di sebuah ruangan bernuansa Eropa terlihat seorang pria tampan yang tengah sibuk berkutat dengan beberapa berkas yang ada di samping tangan nya.
tok..tok..
Sebuah ketukan pintu membuat Alvaro terdiam melirik jam lalu "Masuk." Berbicara singkat.
Pintu terbuka terlihat seorang gadis cantik dengan pakaian rapihnya yang sedikit seksi yang tak lain adalah Sekertaris Alvaro.
"Maaf tuan, 30 menit lagi anda harus menghadiri meeting dengan para pemegang saham." tutur gadis cantik itu lembut tak lupa dengan senyuman manisnya yang selalu iya perlihatkan hanya untuk sang CEO yang di gadang-gadang dan di impi-impikan akan menjadi suaminya itu.
Syarelle Gabriela atau kerap di panggil dengan nama Elle, gadis cantik lulusan S2 universitas Xxxxxx, pintar rajin dan sopan itulah yang banyak di ketahui orang-orang.
Elle baru bekerja satu bulan meski begitu Elle sangat pekerja keras dia adalah Sekertaris yang bisa diandalkan.
"Baiklah terimaksih, kau boleh keluar." Jawab Alvaro tanpa melirik Elle sedikitpun.
"Selalu saja, anda memang tak punya hati tuan, susah payah saya membuat rambut sebagus ini tapi anda tak pernah mau melirik saya." Batin Elle merasa sedih karna karya tangan nya yang mengkritingkan rambut nya di mulai dari jam 5 pagi sampai jam 6 tidak berarti apa-apa untuk CEO nya.
"Kenapa masih disini?." Tanya Alvaro.
Elle terdiam iya mengerti jika Alvaro mengusirnya, " Ahk iya maaf tuan saya pikir anda akan mengatakan sesuatu lagi." Ucap Elle sambil berjalan dengan wajah kecewa nya.
Alvaro menggeleng melihat tingkah Sekertarisnya. " Elle." panggil Alvaro.
Deg, jantung Elle seakan berhenti saat Alvaro memanggil namanya." Dia memanggil ku? apa itu artinya tuan muda sudah?... aaaa." batin Elle sudah kepedean.
Elle membalikan tubuhnya "Iya tuan, anda memanggil saya." Elle berucap dengan lembut tak lupa dengan wajah yang berseri-seri.
"Ya saya memanggilmu, jangan lupa tutup pintunya jangar biarkan nyamuk masuk ke ruanganku." Ucap Alvaro lalu kembali pokus ke lembaran kertas yang ada di tangan nya.
Baru saja Elle ingin berteriak kesenangan tapi sepertinya yang harus iya lakukan hanya satu yaitu menangis sekencang-kencang nya.
dengan langkah kesal Elle menutup pintu sampai menimbulkan suara geblukan pintu.
"Hey apakau ingin merusak pintuku." teriak Alvaro dari dalam ruangan.
Elle gemetar tapi iya masih sanggup untuk menjawab. "Maaf tuan ada cicak, saya mengusir cicak." ucap Elle asal sambil membuka pintu sedikit lalu kembali menutup pintu kembali dengan pelan.
"Benar kata orang-orang pak Alvaro emang kaya tembok, " batin Elle sambil duduk di ruangan kerjanya yang tepat ada di samping ruangan Alvaro.
.
.
.
.
Disisi lain tepatnya di rumah kediaman pak Ananda terlihat Shofie yang sedang di tindas oleh tiga wanita yang tak lain adalah bu Sintia, Mira dan satu lagi yaitu Gisella.
"Astaga Tan, kenapa selera Alvaro sangat kampungan? bahkan gadis ini lebih pantas jadi pembantu nya bukan jadi istrinya." Ucap gadis cantik yang tak lain adalah Gisella.
"Haha kamu benar Gisella, dia memang lebih pantas menjadi pembantuku." Ucap bu Sintia menimpali untuk menghina menantunya.
"Kau tau kak, bahkan dia tidak bisa baca tulis dia gadis bodoh." Mira seolah todak punya rasa kasihan menghina kakak iparnya sendiri di depan wanita lain
"Apa? Astaga Tanteu kenapa malang sekali nasib Alvaro, aku harus segera membuat Alvaro sadar jika gadis upik abu ini tidak pantas menjadi istrinya, dia lebih pantas untuk menjadi pembantunya." Ucap Gisella dengan raut wajah yang di buat-buat.
"pintar sekali dia bersandiwara, cihh.. aku juga tidak akan membiarkan kakak ku bersama mu jala*g bodoh, kalian berdua sama bodohnya." Batin Mira.
Shofie yang sedari tadi diam di hina dan di rendahkan langsung berdiri, iya berjalan ke arah Gisella, tatapan tajam siap di perlihatian. " Lalu wanita seperti apa yang pantas untuk Alvaro? apa wanita sepertimu? cih itu juga tidak mungkin, ya boleh aku akui bahwa aku memang bodoh tapi apakah kau tau bahwa tidak ada wanita berpendidikan yang menyukai suami orang," Ucap Shofie dengan wajah yang menatap tajam pada Gisella.
" kamu mau merusak hubungan wanita lain?, kenapa aku jadi meragukan jiwa wanitamu ya, hemm..atau jangan-jangan kamu bukan wanita?. " Shofie berucap tanpa melihat wajah Gisella yang seperti sudah memakan cabai 100 biji.
"kamu tau? tidak ada wanita yang mau merusak hubungan wanita lain terkecuali jika dia bukan wanita asli, aku jadi curiga kalau kamu oprasi kelamin." ucap Shofie menusuk tanpa memperdulikan wajah kemarahan tiga wanita itu Shofie berjalan ke kamarnya dengan senyum kemenangan.
"Awas saja kamu gadis kampung, akan ku pastikan kamu akan menangis darah karna suami tercinta mu akan menjadi miliku, Alvaro hanya milik ku." Batin Gisella.
"Kenapa aku seperti melihat jiwa Shofia." batin Mirra masih tidak percaya jika Shofie bisa berkata dengan wajah yang bar-bar.
_____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jejak !!