Siapa dirimu?
aku jan hu, aku pembunuh bayaran no1 didunia dengan sebutan Mr.Shinigami.
aku mati karna melompat ke jurang
bukanya ke alam baka aku malah nyasar ke dunia para kultivator yang mementingkan kekuatan daripada ikatan kekeluargaan
parahnya aku menjadi pangeran tak berguna serta manja dari kerajaan Hu, entah orang baik mana yang aku tolong dulu hingga membuat ku seperti ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Batalnya Pertunangan
Setelah menerima panggilan dari permaisuri Wei xiang untuk berkumpul bersama ketiga saudara kandung nya itu, Ling hu bergegas pergi hanya dengan pakaian biasa dan tanpa riasan apapun.
Paviliun Xiaji (tempat tinggal permaisuri serta kaisar)
"Ling hu memberi salam kepada ibunda permaisuri serta saudara-saudara yang lain" ucap Ling hu sambil memberi hormat kepada manusia yang ada didepannya itu
"Masuklah Ling hu, ada yang ingin ibunda bicarakan denganmu" balas permaisuri Wei memerintahkan Ling hu untuk segera masuk kedalam paviliun itu
'Tumben...bukannya kami nggak dekat? hal apa yang ingin dibicarakannya ini' pikir Ling hu
Langsunglah Ling hu memasuki paviliun yang indah nan megah itu setelah mendengar perintah dari sang pemilik, paviliun itu ditutupi dengan emas asli yang berkilauan serta perhiasan dimana-mana dan juga interior ruangan itu bisa saja membuat orang yang memasukinya serasa misqueen akibat kemegahannya itu.
"Hal apa yang ingin ibunda bicarakan dengan Ling hu" tanya Ling hu sambil berdiri didepan seorang wanita tua cantik yang tengah menikmati tehnya itu
"Duduklah! tidak sopan berbicara kepada ibunda dengan posisi seperti itu" ucap Ling jiyun sambil menatap Ling hu tajam
"Apa kau tak punya sopan santun hah?" ledek Ling gu menimpali perkataan kakaknya itu
"Aku datang kesini karna mendengar perintah ibunda, bukan untuk mendengar hewan mengongong" balas Ling hu santai namun kata-katanya itu cukup menusuk
"Sudahlah...Ling hu segera duduk" ucap permaisuri Wei menegahi perkelahian itu
"Baik ibunda" balas Ling hu dan segeralah ia duduk tepat didepan permaisuri Wei
"Jadi apa kau sudah tahu mengapa aku memanggilmu kesini" tanya permaisuri Wei menatap lurus Ling hu
'Yah belum lah bogeng' "Ling hu belum mengetahuinya ibunda" ucap Ling hu
"Kita lurus saja, sebenarnya-"
Belum sempat permaisuri Wei menyelesaikan perkataannya, pintu paviliun terbuka dan menampilkan seorang anak muda yang tampan sambil membawa pedang kecil ditangannya.
"Ibunda!" teriaknya girang kemudian segera berlari memeluk tubuh sang ibunda itu
"Su'er sayaang~ darimana saja kau nak? kenapa kau terlihat kotor seperti ini" ucap permaisuri Wei memeluk tubuh mungil yang mendatanginya itu
Tepat sekali, orang itu adalah Ling su...putra terakhir atau bisa dibilang pangeran termuda yang berpotensi dan mungkin saja akan mewarisi banyak aset bila kaisar tiada.
Readers be laik: KAMI KAGAK ADA NANYA OE AUTHOR!
Eitssss kalem boss kalem...jangan melunjak bagai gunung krakatau. kembali kecerita.
"Su'er baru saja selesai berlatih pedang dengan Jendral Zhou ibunda, maafkan Su'er karna datang kesini kotor-kotor begini" ucap Ling su dengan wajah yang bersinar bak lampu 5 watt
"Haha mana mungkin ibunda marah padamu jika kau bekerja keras seperti ini Su'er" balas permaisuri Wei dengan raut wajah bahagianya
"Adik kau sudah sangat rajin padahal masih muda begini" puji Ling jiyun
"Su'er melakukan ini juga agar dapat melindungi kakak jika sudah naik tahta nanti" balas Ling su sambil menatap kakak sulungnya itu dengan wajah bahagia
"Kalau kau sudah besar nanti Su...kakak akan mengajak mu kemedan perang!" ucap Ling gu girang kesenangan sendiri
"Hahaha Su'er akan menunggu itu!" balas Ling su yang sama girangnya
"Su'er tidak boleh kemedan perang! Gu'er ingat itu" kesal permaisuri Wei
Karna merasa seperti sebuah pohon yang tak dihiraukan, Ling hu memutuskan untuk berjalan mendekati pintu dan langsung menghabiskan waktunya bersama teman-temannya itu...tetapi
"Hu...kau mau kemana" tanya permaisuri Wei yang melihat Ling hu hendak keluar
"Kurasa acara kita sudah selesai dan aku memutuskan untuk kembali" balas Ling hu dingin
"Huft...sudahlah kemari cepat, hal ini sangat penting untuk ibu beritahu" ucap permaisuri Wei sambil menghela nafas nya dengan berat
"Baiklah...apa yang hendak ibunda bicarakan" tanya Ling hu yang sudah kembali
"Permaisuri Liang mu atau ibunya putri Ye fu ingin membatalkan pertunangan mu" ucap permaisuri Wei sambil menatap lurus kearah Ling hu
DEG
Waktu diruangan itu serasa berhenti setelah permaisuri Wei mengatakan itu, bahkan kedua pangeran yang tak menyukai Ling hu juga ikut terkejut atas perkataan ibunya.
"Kenapa....kenapa dibatalkan" tanya Ling hu terkejut namun tetap menyetabilkan mimik wajahnya
"Permaisuri Liang bilang, dia tidak ingin anaknya dinikahkan dengan pangeran tak berguna seperti dirimu, kau tak memiliki aset apapun serta kekayaan apapun selain paviliun mu yang biasa saja itu jadi dia meminta pada ibunda untuk membatalkannya" jelas permaisuri Wei sambil menyeruput teh yang telah dihidangkan itu
"Ayahanda...tau akan hal ini?" tanya Ling hu yang mencoba menahan goncangan yang terdapat didalam tubuhnya dengan mengepal tangannya.
"Yang mulia sudah tahu karna saat membicarakan hal ini yang mulia juga berada disana" balas permaisuri Wei "jadi bagaimana keputusanmu"
Ling hu tertunduk dan terdiam sejenak, ia merasa seperti dihina secara tidak langsung oleh calon mertua nya padahal ia kira calon mertuanya sudah menerima dia apa adanya tetapi....mungkin ia salah....tidak akan ada orang tua yang mau anaknya dinikahkan kepada orang yang dianggap tak berguna seperti Ling hu.
Ling hu tersenyum miring dengan sangat menyeramakan dan berkata "apa hanya karna aku tidak memiliki satupun kekayaan yang ada diistana ini makanya aku ditolak...apa karna aku miskin dan tak seperti saudara ku?"
"Kau tahu diri juga ternyata...asal ibunda beritahu padamu saja...kau itu sebenarnya tak memiliki tempat diistana ini, cuman hanya karna ayahmu tak ingin kekurangan putra makanya kau masih ada disini" balas permaisuri Wei dengan kata-kata yang pastinya tak ingin seorang anak dengar
"Cuma alasan sepele saja langsung ditolak haha...bodohnya" ucap Ling hu menyerigai menyeramkan
"Kau pergilah sana...bahkan ibu selirmu Yen ji juga sama seperti mu...haih tidak berguna dan hanya mengandalkan tampang cantiknya saja" ucap permaisuri Wei menghina seorang wanita yang memiliki tempat dihati Ling hu modern maupun yang zaman dulu
PLAK.
"Jangan kau hina ibuku....bahkan ia memiliki tempat paling istimewa dihatiku daripada dirimu yang ibu kandung ku...akan aku buktikan bahwa, aku Ling hu juga seorang yang punya martabat!"
BRAKK.
Ling hu keluar dari paviliun Xiaji dengan membanting pintu...ia tidak marah karna pertunangannya dibatalkan tetapi ia marah karna ia merasa bahwa dirinya dihina di kerajaannya maupun kerajaan paradis...apa yang mereka tahu tentang Ling hu? bahkan sekte Gunung Alam atau sekte yang paling dihormati seluruh kerajaan didunia ini saja mempersilahkan dia masuk dengan tangan terbuka.
'Para ba jingan sialan itu...ingin sekali kukuliti hingga kubakar mereka hidup-hidup' kesal Ling hu sampai ia mengumpat didalam hati.
"Tidak kusangak mereka akan bertindak sejauh ini" ucap Han yang ikut terkejut didalam dantian Ling hu
"Mereka itu mahkluk hina yang diciptakan langit....bahkan lebih hina dari anjing" ucap Ling hu dingin namun sebenarnya amarahnya sudah tak dapat terbendung
"Baguslah kau batalkan pertunanganmu dengan gadis itu hu...aku juga tak terlalu suka dengannya tapi aku tahu kau ada rasa untuknya" ucap Han yang langsung menyenggol hati Ling hu
"Han...kau bilang kau bisa memutar kembali memoriku kan...jawablah" balas Ling hu yang entah kenapa tertekan itu
Ia tidak sadar bahwa sebenarnya ia jatuh hati kepada Ye fu...perasaan dimana hatinya berdebar yang ia kira ia punya sakit jantung itu adalah bukti rasa sukanya, ditolak mentah-mentah sama mertua cuman gara-gara kekayaan macam seperti di sinetron aje.
"Aku bisa...memangnya kenapa?" tanya Han yang penasaran apa isi otak anak itu
"Apa aku bisa melihatnya bersama mu nanti?" ucap Ling hu
"Bisa tapi kau harus masuk kedantian mu dulu dan bertemu denganku" balas Han yang suaranya kemudian menghilang
"Baiklah" balas Ling hu singkat
Sesampainya di paviliun Xue Feng...Ling hu tidak menghiraukan pertanyaan yang dilontarkan manusia-manusia disana dan langsung saja berbaring lalu memasuki dantian milik nya sendiri
(Paviliun Xiaji : paviliun musim panas)
...----------------...
Heyooo....sorry author kemaren nggk up dikarenakan author nggk dihantam hidayah kemaren jadi...sorry yak°~°
semanggat