NovelToon NovelToon
Abi Baik, Abi Gak Jahat

Abi Baik, Abi Gak Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: Eritasyofia

Pertemanan medsos membuat wanita yang sudah berusia senja jatuh cinta pada seorang pria muda yang pantas menjadi anaknya.
Dia tidak bertepuk sebelah tangan keduanya saling jatuh cinta, saling sayang, saling memberi dan merima.
" umi gak mau melanjutkan hubungan ini, kalau umi tahu Abi punya istri."
" gak Abi sudah sepuluh tahun menduda.."
Ketika akhirnya dia tahu bahwa si pria punya istri, dia ingin mundur tapi ...
"'Umi, kita jalani aja hubungan ini, apa umi mau, Abi sayang umi.."
Dia menyerah, cinta terlarang itu berlanjut..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eritasyofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosip Sampai ke Istri Rangga

Ponsel di genggaman Viona bergetar hebat. Sebuah pesan singkat dari salah satu "mata-matanya" di kantor Rangga masuk, melampirkan tangkapan layar obrolan grup yang sedang panas-panasnya membicarakan sang suami.

​“Bu Viona, maaf sebelumnya... tapi gosip Pak Rangga makan siang mesra sama wanita matang di restoran pojok itu makin ramai. Katanya sampai disuapin...”

​Mata Viona membelalak. Dadanya naik turun menahan napas yang mendadak sesak. Rasanya seperti disambar petir di siang bolong. Berani-beraninya Rangga bermain api di belakangnya, dan yang lebih gila lagi, dengan wanita yang diceritakan "sudah berumur"!

​Tanpa membuang waktu, Viona langsung menyambar kunci mobilnya. Wajahnya yang biasa dipoles riasan sempurna kini mengeras, memerah padam oleh amarah yang membakar.

​Sementara itu, di kediamannya, Winta berusaha menenangkan pikirannya yang kalut. Suara gemericik air kolam renang di halaman belakang rumahnya tidak sedikit pun mengurangi rasa panas yang membakar dadanya. Ia menceburkan diri, berenang bolak-balik untuk mengikis ketakutan yang kian menggebu.

​Bagaimana kalau Dinda sadar wanita itu ibunya sendiri? Bagaimana kalau Viona melacaknya dan menyebarkan foto dirinya sebagai pelakor tua?

​Selesai berenang, Winta duduk di tepi kolam dengan handuk melilit tubuhnya. Jemarinya yang gemetar menatap layar ponsel. Pesan dari Rangga terus masuk.

​Rangga,

 "Umi, tolong angkat. Kita harus bicara baik-baik. Jangan panik dulu..."

"Umi, Abi mohon..."

​Winta tidak membalas. Dengan napas memburu, ia langsung mematikan daya ponselnya. Ia merutuki keputusannya yang dulu terbuai oleh manisnya perhatian Rangga.

​Suara derit ban mobil yang mengerem mendadak di halaman depan kantor Rangga mengejutkan beberapa karyawan yang sedang beristirahat di luar.

Viona keluar dari mobil dengan langkah lebar, sepatu hak tingginya menetak lantai marmer dengan irama yang menakutkan.

​Tanpa mengetuk, Viona mendobrak pintu ruangan kerja Rangga.

​BRAK!

​Rangga yang baru saja duduk di kursinya dan sedang memijat pelipisnya mendongak terkejut.

"Viona? Kamu... kok ke sini nggak bilang-bilang?"

​"Kenapa? Kaget? Takut aku mengganggu acara mesra kamu sama pelakor tua itu?!" bentak Viona, suaranya menggelegar di dalam ruangan.

​Rangga mendesah berat, mengusap wajahnya yang kian letih.

 "Viona, tolong kontrol emosi kamu. Ini di kantor. Gosip itu tidak benar."

​"Tidak benar kamu bilang?!"

Viona melangkah maju, melempar ponselnya ke meja kerja Rangga hingga terdengar dentuman nyaring.

"Satu kantor sudah heboh, Rangga! Kamu nyuapi wanita berumur di restoran pojok! Siapa dia, Mas?! Siapa wanita tua yang sudah bikin kamu lupa anak istri sampai tega merendahkan harga diri kamu seperti ini?!"

​Rangga mengepalkan tangan di balik meja. Keadaan makin kacau. Ia tidak mungkin jujur bahwa wanita yang disuapinya adalah Winta, ibu dari Dinda, karyawan di kantornya sendiri.

​"Dia bukan siapa-siapa, Viona! Itu cuma salah paham teman-teman kantor!"

 tegas Rangga, berusaha menahan nada suaranya agar tidak makin memancing keributan.

​"Salah paham?!"

Viona tertawa sumbang, matanya menyipit penuh kecurigaan.

 "Kalau cuma salah paham, kenapa muka kamu pucat begitu? Kenapa mata kamu nggak berani tatap aku?!"

​Viona memajukan tubuhnya, menatap tajam persis ke dalam manik mata Rangga.

​"Aku akan cari tahu siapa wanita tua itu, Mas. Aku punya semua koneksi di restoran itu untuk buka rekaman CCTV. Siap-siap saja... kalau aku sudah dapat namanya, aku bakal bikin hidup dia dan keluarganya hancur sehancur-hancurnya!"

​Rangga membeku. Jantungnya berdegup kencang membayangkan jika Viona benar-benar memeriksa CCTV restoran tersebut dan mendapati wajah Winta terpampang jelas di sana.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!