NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat / Tamat
Popularitas:46.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Raut wajahnya terlihat sangat arogan dan penuh percaya diri.

"Tuan Rizki, Nona Hana, Anda tidak perlu khawatir," ucap Dokter Richard dengan aksen Inggris yang kental.

"Berdasarkan pengalaman medis saya selama dua puluh tahun, ini hanya masalah lambung yang pendarahan ringan."

Hana mengerutkan keningnya tidak yakin.

"Lambung? Tapi Ayah batuk darah busuk berwarna hitam, Dok!" protes Hana.

"Darah hitam itu terjadi karena asam lambung bereaksi dengan darah merah biasa, itu sangat logis di dunia medis modern," jelas Dokter Richard meremehkan kekhawatiran Hana.

Dokter Richard lalu membuka koper besarnya dan mengeluarkan dua buah jarum suntik berisi cairan bening.

"Ini adalah obat pelapis lambung paling mutakhir dari Amerika, harganya satu miliar per botol kecil," pamer dokter asing itu.

"Suntikkan saja Dok! Uang bukan masalah bagi Keluarga Baskoro!" perintah Rizki tidak sabar.

Dokter Richard tersenyum sombong dan segera menyuntikkan cairan mahal itu ke lengan Baskoro.

Semua orang di ruangan itu menahan nafas menunggu reaksi obat ajaib tersebut.

Lima menit berlalu, warna kulit Baskoro perlahan kembali normal.

Nafas pria paruh baya itu yang tadinya tersengal-sengal mulai terdengar teratur dan tenang.

Baskoro membuka matanya dan mencoba duduk perlahan tanpa bantuan perawat.

"Ayah! Ayah sudah merasa baikan?" teriak Hana berlari memeluk ayahnya.

Baskoro menarik napas panjang dan tersenyum lega.

"Dadaku tidak sakit lagi, napasku juga sudah plong," ucap Baskoro mengepalkan tangannya bahagia.

"Tuh kan Yah! Aku bilang juga apa, ini cuma penyakit medis biasa!" seru Rizki dengan wajah bangga.

"Kutukan dari pemuda udik itu cuma bualan kosong untuk menipu orang kaya!"

Baskoro tertawa pelan meski suaranya masih sedikit parau.

Ketakutan akan kematian yang menghantuinya semalaman akhirnya menguap entah ke mana.

"Dokter Richard, Anda memang luar biasa! Saya akan menambah bayaran Anda dua kali lipat!" tawar Baskoro bersemangat.

"Terima kasih Tuan Baskoro, dunia medis modern memang tidak bisa disamakan dengan takhayul kampung," balas Dokter Richard angkuh.

Namun, senyum sombong di wajah bule itu hanya bertahan selama tiga detik.

Tiba-tiba, mata Baskoro terbelalak sangat lebar dan tangan kanannya mencengkeram dadanya dengan kuat.

Urat-urat biru langsung menonjol di pelipis pria tua itu.

"A-ayah kenapa?!" jerit Hana panik melihat ayahnya kejang-kejang.

Uhuk! Uhuk! Huek!

Baskoro kembali batuk hebat dan memuntahkan darah segar yang jauh lebih banyak dari semalam.

Bahkan kali ini darahnya bukan berwarna hitam, melainkan berwarna hijau kehitaman yang sangat berbau menyengat.

Darah kotor itu memercik ke baju putih Dokter Richard membuat dokter asing itu melompat mundur ketakutan.

"Sial! Apa yang terjadi?!" teriak Dokter Richard melihat monitor detak jantung berbunyi nyaring.

Tiiiiittt!

Garis di monitor itu mulai naik turun dengan sangat tidak beraturan.

"Dokter! Lakukan sesuatu! Ayahku sekarat!" bentak Rizki menarik kerah baju dokter tersebut.

Dokter Richard panik dan kebingungan, dia tidak mengerti kenapa obat pelapis lambung itu malah memicu reaksi yang mengerikan.

Baskoro terus meronta di atas ranjang dengan mata melotot ke atas seperti orang kesurupan.

"R-racun! Dia keracunan darah! S-saya tidak tahu racun jenis apa ini!" jawab Dokter Richard dengan suara gemetar.

Tangan dokter bule itu gemetar hebat saat mencoba memasang selang oksigen ke mulut Baskoro.

"Dasar dokter palsu tidak berguna!" amuk Rizki melempar Dokter Richard hingga terjatuh ke lantai.

Baskoro yang kesakitan berusaha menggapai tangan putrinya.

"Hana... panggil... panggil pemuda itu..." rintih Baskoro dengan suara sekecil tikus.

Hana menangis histeris sambil memegangi tangan ayahnya yang terasa sangat dingin seperti es.

"Tidak Ayah! Aku tidak mau memohon pada gembel bau itu! Kita akan cari dokter lain!" bantah Hana keras kepala.

Rasa gengsi dan arogansi masih menutupi akal sehat Hana.

Baskoro tidak bisa menjawab lagi, dia langsung jatuh pingsan dan kritis di atas ranjang.

"Rizki, kerahkan semua koneksimu! Cari Dokter Dewa yang merawat Tuan Surya Liem!" perintah Hana pada suaminya sambil menangis.

"Kudengar dokter sakti itu baru saja datang ke Jakarta, kita harus menemukannya hari ini juga!"

Rizki mengangguk cepat dan berlari keluar ruangan untuk menelepon semua kenalan mafia medisnya.

Mereka tidak sadar bahwa Dokter Dewa yang mereka cari setengah mati adalah pemuda udik yang baru saja mereka hina kemarin siang.

Kabar tentang sekaratnya Baskoro dan pencarian besar-besaran Dokter Dewa langsung menyebar luas di kalangan petinggi Jakarta siang itu.

Di sisi lain, Arif yang sedang duduk santai di ruang tamu Keluarga Liem tiba-tiba bersin.

Hatsyi!

Arif mengusap hidungnya sambil menonton berita di televisi.

"Pasti ada harimau betina yang sedang menyumpahiku di dalam toilet," gumamnya pelan.

Benar saja, suara rintihan lemah terdengar dari arah tangga.

Shinta berjalan terbungkuk-bungkuk menuruni anak tangga dengan wajah sangat pucat pasi.

Gadis itu sudah bolak-balik ke toilet sebanyak tujuh kali dalam waktu dua jam terakhir.

Seluruh tenaganya terkuras habis untuk membuang obat pencahar sialan yang dibuatnya sendiri.

"Kau! Kau memang sengaja mengerjaiku kan?!" tuduh Shinta sambil bersandar lemas di dinding.

Arif melirik gadis itu dengan pandangan geli.

"Siapa yang mengerjaimu? Kau sendiri yang menyuruhku meminum teh itu, aku hanya menolaknya secara halus," jawab Arif membalikkan fakta.

"Alasan! Kau pasti sudah tahu isi teh itu dari baunya!" bantah Shinta dengan suara serak.

"Tentu saja aku tahu, aku ini seorang tabib, membaui racun ringan seperti itu lebih mudah daripada membedakan garam dan gula," jujur Arif santai.

Shinta membelalakkan matanya kesal, dia benar-benar kalah telak di ronde pertama ini.

Gadis itu menyeret langkah kakinya

mendekati sofa dan berniat menjambak rambut Arif.

Namun, kakinya yang sudah lemas tiba-tiba terlipat dan tubuhnya limbung ke depan.

Bruk!

Bukannya menjambak, tubuh Shinta malah ambruk tepat menimpa dada bidang Arif yang sedang duduk santai.

Arif yang terkejut secara refleks menangkap pinggang gadis itu agar tidak jatuh ke lantai.

Posisi mereka saat ini sangat intim, Shinta tertidur di atas dada Arif dengan wajah menempel erat di leher pemuda itu.

Hening sejenak.

Jantung Shinta berdebar sepuluh kali lebih cepat dari biasanya bukan karena sakit perut, tapi karena malu yang luar biasa.

Sensasi dingin dari tubuh Shinta langsung mengalir masuk dengan deras ke dada Arif, memadamkan sisa-sisa Racun Api hingga ke akar-akarnya.

Arif menghela nafas panjang dan memejamkan mata menikmati energi Yin murni yang melimpah ruah ini.

"Hmm... pelukan balasan ini lumayan juga untuk sarapan pagi," bisik Arif di telinga Shinta.

Shinta yang wajahnya sudah semerah tomat mendidih langsung tersadar dan meronta kuat.

"Lepaskan aku dasar cowok kampung mesum gila!" teriak Shinta sekuat tenaga mencoba berdiri.

Namun pelukan Arif di pinggangnya terlalu kuat dan sulit dilepaskan.

Pertarungan kecil di atas sofa itu pun berlanjut, tanpa mereka sadari diawasi oleh Surya Liem dari lantai dua dengan senyum penuh arti.

"Anak muda zaman sekarang memang penuh semangat," gumam pria tua itu bahagia melihat perkembangan calon menantunya.

1
brajamusti
pertanyaan yg sama yg ga bisa dijawab.. asuuuuu
Utuh Gelapung
shinta mati cari pacar baru.gitu aja repot.repot aja gk gitu.
kiyoe: kan Shinta yang punya energi yin murni kak
total 1 replies
Was pray
gak bisa apa-apa ngeyelan lagi, cewek begini kok dipiara
Was pray
alur cerita mengupas tuntas kecerobohan dan dampak percaya diri yg berlebihan dari Arif dan kebohongan tingkat dewa shinta
Abady Ehm
kalo sudah perempuan ikut campur, hancurlah semuanya, dasar cerita sampah,.....
Night Watcher
kan didepan matamu arya... kok "kudengar"?... haddduhhhh.. ni cerita minta diapain ya...?
hapus ajalah.. cerita asal tulis ini mah..🤦
Night Watcher
ini lagi... macan putih dan naga hitam kan suruhan reyhan bambang...
Night Watcher
kata suster "jangan kena air dulu dua hari", tapi mau dikompres...🤦
Night Watcher
yg mahasiswa baru kan arya, kok malah dia ngatain arif mhsw baru?🤦
Night Watcher
lah.. jelas² duduk di kursi sampingnya, masih ditanya "teman sekelas?"
ini di kantin atau di mana?
Night Watcher
gelar master itu apa gak S2 atau ditempuh setelah lulus S1 ya?
kok kembali ke...
duh bingung aku... gak pernah makan bangku kuliah sih...🤭🤭
Night Watcher
cerita dunia bawah tanah...
menyerahkan musuhnya ke pihak berwajib??? khaaahhhh..!!!
Night Watcher
ada ya jalan tol macet?😇
Night Watcher
perasaan sebelumnya reyhan dkk br muncul dr pintu kantin, tau² udah ada makanan yg penuh saus...
Was pray
kok lama lama bosan ya baca cerita ini.....
Abady Ehm
lama lama kok seperti cerita sampah ini, mana pasukan bayangan malam pelindung keluarga?....
Abady Ehm
mantap ceritanya, lanjut Thor, aku suka kata kata yg sebenarnya, gak dibuat buat,...
Risman Caniago
sekolah aja nggak pernah.....tau2 kuliah.....halu cerita nya lebih mirip dongeng bobok balita..... nggak ada bobot nih cerita.....
Adelina Lin
Saya gk suka dengan sifat Sinta yang selalu memanggil arif, dengan udik, ganti panggilan Sinta ke si arif, jangan dipanggil udik si arifnya
Was pray: Arif dan Shinta cocok jadi pasangan... yg laki laki bermulut pedas dan sering tertipu oleh truk murahan musuh2 nya, sedangkan yg wanita gak menghargai calon suaminya.... masak manggil calon suami udik. .dibilang bodoh kok statusnya mahasiswi tapi mau bilang cerdas tapi pemikirannya kayak bukan mahasiswa. ..... 😄😄
total 2 replies
kiyoe
iyaa kak biar cerita nya menantang hehe tapi next nya udah clear kok pasti
Was pray: bukan bikin cerita lebih menantang Thor, tapi menunjukan kelemahan fatal Arif yang katanya agoan tapi kenyataan nol besar... dan itu jadi alur cerita yg membosankan, segala sepak terjangnya cuma bikin orang2 terdekatnya jadi kurban
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!