NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cintapertama / Fantasi
Popularitas:716
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Di sebuah kerajaan yang megah dan disegani, hiduplah Celestia, putri bungsu Raja David. Sebagai anak ketiga sekaligus putri terakhir dari tiga bersaudara, Celestia selalu hidup dalam kemewahan dan aturan kerajaan yang ketat. Berbeda dengan kedua kakaknya yang telah terbiasa dengan kehidupan istana, Celestia diam-diam mendambakan kehidupan bebas tanpa harus selalu memikirkan statusnya sebagai seorang putri.

Di sisi lain kerajaan, hiduplah seorang pemuda yatim piatu bernama Zass. Sejak kecil ia hidup seorang diri dan bekerja sebagai anak penempa pedang. Walaupun berasal dari kalangan rakyat biasa dan hidup sederhana, Zass memiliki keahlian luar biasa dalam menempa pedang. Ia tidak memiliki keluarga ataupun gelar bangsawan, tetapi ia memiliki tekad untuk menjadi seorang penempa pedang terbaik.

Takdir memperte

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan dan Pengusiran

Hujan lebat tak kunjung mereda di luar gua. Jarum jam terus berputar, melampaui batas waktu pukul tiga sore yang telah disepakati. Di dalam ruang tahta Istana Imperial, ketenangan telah berganti menjadi kepanikan luar biasa. Raja David berjalan bolak-balik dengan raut wajah yang membiru karena cemas dan marah. Putri bungsu kesayangannya, sang permata kerajaan, belum juga kembali di tengah cuaca ekstrem seperti ini.

"Panggil seluruh Kapten Ksatria!" titah Raja David dengan suara menggelegar, memecah keheningan balairung. "Kerahkan seluruh prajurit istana! Cari Putri Celestia ke setiap sudut kerajaan, hutan, perbukitan, hingga pemukiman terluar! Jika sampai ada selembar rambutnya yang terluka, kalian semua akan menerima akibatnya!"

Dalam sekejap, ratusan ksatria berkuda menerobos derasnya hujan. Dentang perisai dan derap kaki kuda menggema di seluruh wilayah Kerajaan Imperial.

Sementara itu di dalam gua, hujan perlahan mulai mereda menjadi gerimis tipis. Zass sedang membantu Celestia berdiri ketika suara derap kaki kuda yang sangat banyak terdengar mendekat. Cahaya obor menyinari mulut gua yang remang-remang, diikuti oleh munculnya puluhan ksatria berzirah lengkap dengan pedang terhunus.

"Di sana Yang Mulia Putri!" seru salah seorang ksatria.

Kapten Ksatria melompat turun, matanya membelalak kaget saat melihat sang putri mengenakan jubah karung goni yang kusam dan kotor, berdiri bersandar pada seorang pemuda biasa yang berpakaian penuh jelaga.

"Tahan pemuda itu!" perintah Kapten Ksatria.

"Tunggu! Jangan sakiti dia! Dia membantuku!" teriak Celestia mencoba melindungi Zass, namun para ksatria dengan cepat memisahkan mereka dan menyeret keduanya menuju istana di bawah pengawalan yang sangat ketat.

Suasana di balairung utama istana terasa sangat mencekam. Suhu udara di ruangan berlantai marmer itu mendadak dingin membeku saat Zass dipaksa berlutut di tengah ruangan, dikelilingi oleh puluhan ksatria bersenjata. Di atas tahtanya, Raja David berdiri dengan napas terengah-engah, matanya menyalakan kemarahan yang luar biasa. Kedua kakak perempuan Celestia dan para petinggi kerajaan turut menyaksikan dengan wajah tegang.

"Celestia!" seru Raja David seraya melangkah turun dari singsana, bergegas menghampiri putrinya.

Namun, saat mendekat, mata sang raja tertangkap oleh perban kain lusuh yang terikat di pergelangan kaki Celestia, lengkap dengan bercak darah yang menembus kain tersebut. Pandangan Raja David kemudian beralih pada jubah karung goni kotor yang melingkupi tubuh putri kesayangannya.

Raja David menarik jubah karung goni itu dari bahu Celestia secara kasar, lalu melemparnya tepat ke wajah Zass yang sedang berlutut.

"Kurang ajar!" geram Raja David dengan suara yang menggelegar hingga menggetarkan pilar-pilar balairung. "Berani-beraninya seorang jelata kotor sepertimu mendekati putri kesayanganku?! Pakaian sampah apa yang kau paksakan untuk dikenakan oleh Putri Kerajaan Imperial?!"

"Ayahanda, ampun! Ini tidak seperti yang Ayah bayangkan!" celoteh Celestia dengan air mata yang mulai menetes. Ia mencoba melangkah maju meski kakinya tersentok sakit. "Zass tidak bersalah! Dialah yang menolongku saat aku tersesat dan terluka di hutan! Jubah ini dia berikan agar aku tidak kedinginan!"

Namun, kemarahan dan rasa posesif seorang raja telah membiaskan kebenaran. Raja David menunjuk luka di kaki Celestia dengan tangan yang gemetar oleh murka.

"Diam, Celestia!" bentak Raja David—sebuah bentakan keras yang belum pernah Celestia dengar seumur hidupnya. "Lihat kakimu! Anak jelata ini telah membawamu ke tempat berbahaya dan melukaimu! Kau hanyalah gadis polos yang berhasil dimanipulasi oleh niat buruknya!"

"Tidak, Ayahanda! Zass justru yang mengobati lukaku! Tolong dengarkan aku dulu!" tangis Celestia pecah, ia berlutut di hadapan ayahnya, memohon agar keadilan diberikan pada pemuda yang dicintainya itu.

Zass tetap menundukkan kepalanya di lantai marmer. Ia tidak melawan, tidak pula berteriak membela diri. Di dalam hatinya, Zass sudah lama tahu bahwa hari seperti ini akan tiba. Perbedaan takdir di antara mereka terlampau jurang yang sangat dalam. Melihat Celestia menangis tersedu-sedu demi membelanya membuat hati Zass makin teriris melebihi hukuman apa pun yang akan ia terima.

"Rakyat biasa yang tak tahu diri..." bisik Raja David dengan tatapan dingin penuh kebencian. Sang raja melangkah mendekati Zass, lalu merampas pedang milik kapten ksatria di sampingnya. Point pedang itu diacungkan tepat di depan dada Zass.

"Seharusnya aku mengurungmu di penjara bawah tanah atau menghukum matimu karena telah menyentuh Putri Kerajaan," kata Raja David dengan nada yang sangat rendah namun mematikan. "Namun, aku tidak ingin mengotori istana ini dengan darah jelata sepertimu."

Raja David mencengkeram kerah baju Zass dan memaksanya berdiri, menyeretnya secara kasar menuju pintu gerbang utama istana, disaksikan oleh seluruh penghuni kerajaan. Celestia mencoba berlari mengejar, namun kedua kakaknya hold memeluknya erat-erat sambil ikut menangis.

"Ayahanda, jangan! Jangan usir Zass! Aku mohon!" jerit Celestia histeris, suaranya bergema menyedihkan di seluruh koridor istana.

Raja David melempar Zass keluar dari batas gerbang besi istana hingga pemuda itu tersungkur di atas tanah.

"Dengar wahai Zass anak penempa pedang!" seru Raja David dengan suara yang didengar oleh seluruh prajurit dan warga yang berkumpul. "Mulai detik ini, kau diusir dari seluruh wilayah Kerajaan Imperial! Jika kau berani menampakkan kakimu di tanah ini lagi, atau mencoba mendekati Putri Celestia walau hanya sedetik... aku sendiri yang akan memastikan kepalamu terpisah dari tubuhmu!"

Brakkk!

Pintu gerbang besi raksasa ditutup rapat dan dikunci dari dalam, memisahkan dua dunia itu secara paksa.

Zass perlahan bangkit dari tanah, menyapu darah tipis di sudut bibirnya. Ia memandangi dinding batu yang menjulang tinggi di hadapannya. Dari balik gerbang, ia masih bisa mendengar samar-samar suara tangisan Celestia yang memanggil namanya penuh kepedihan.

Ajaibnya, seolah-olah alam ikut merasakan kepedihan dan ketidakadilan yang dialami oleh sang pemuda, awan hitam pekat yang tadinya menyelimuti kerajaan perlahan menyingkar. Hujan deras yang melanda seketika reda total. Cahaya matahari sore yang cerah dan hangat kembali menembus celah-celah awan, menyinari tubuh Zass yang berdiri sebatang kara di luar benteng.

Zass memegang dadanya yang terasa sangat sesak. Ia mengepalkan tangannya rapat-rapat, menatap pintu gerbang emas itu untuk terakhir kalinya.

"Selamat tinggal, Celestia..." bisik Zass lirih. "Maafkan aku karena tidak bisa berada di sisimu lagi."

Dengan langkah yang berat dan tubuh yang terluka, sang anak penempa pedang berbalik arah, berjalan meninggalkan kerajaan yang telah membuangnya, menuju takdir baru yang tak pasti di luar sana.

1
Guzzie
next
Guzzie
lanjut
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
keren
Ayyasying
TIDAKKKKK CELESTIAAA!!!
Ayyasying
lah! tiba-tiba berubah pikiran nih orang?
Ayyasying
ga ekspet ternyata temen bapaknya
Ayyasying
bau bau adventure nih
Ayyasying
celestia mimpin perang? terkejut aku wak
Ayyasying
kapan romance nya bg
Ayyasying
akhirnya ketemu arwah bapaknya
Ayyasying
segala di puyengin Ama labirin
Ayyasying
🔥🔥🔥🔥
Ayyasying
update terus bang. resep bet ceritanya
Ayyasying
rasain lu David! malu malu sonoh
Ayyasying
apakah zass bakalan sama celestia lagi?
Ayyasying
si bro pake nama samaran euy
Ayyasying
woy lah! hampir aja itu!
Ayyasying
semangat zass!!!🔥🔥🔥
Ayyasying
zass kuat kuat ya😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!