NovelToon NovelToon
AMERICAN CROWS

AMERICAN CROWS

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kazeo24

Cikampek adalah kota yang selama berabad-abad hidup dalam keterasingan dan dikenal sebagai wilayah yang sangat berbahaya. Banyak para petarung kuat berambisi menaklukkannya, tetapi hanya sedikit yang berani menginjakkan kaki di sana karena adanya perjanjian lama dengan berbagai pihak. Dahulu, satu-satunya cara membebaskan dan menguasai Cikampek adalah menaklukkan seluruh petarung terkuat hingga mencapai puncak dan memperoleh gelar Kaisar, sebuah gelar warisan sejak era awal yang pertama kali dikenal di Jakarta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazeo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 DAWN OF WAR

​Di dalam ruang gelap gedung tua yang lembap, Elisa duduk meringkuk dengan tangan terborgol di tiang besi. Isak tangis pelan keluar dari bibirnya yang pucat. Rasa sakit akibat pengkhianatan Gilang dan kepasrahan karena ditinggalkan Ryuka meremukkan sisa tekadnya.

​Sementara itu di luar gedung, Denza akhirnya berhasil menemukan Ryuka dan Sebas yang sedang menyembunyikan luka mereka di balik gang sempit. Melihat kondisi Sebas yang terluka dan napas Ryuka yang memburu, Denza langsung menghampiri.

​"Ryuka! Sebas! Gua nyariin kalian dari tadi!" seru Denza.

​Ryuka menatap Denza dengan mata menyala. "Denza... gua minta tolong sama lu. Tolong selamatin Elisa di dalam sana. Gua sama Sebas butuh waktu sebentar buat mulihin luka!"

​Denza menatap Ryuka serius, lalu mengangguk mantap. "Serahkan ke gua."

​Denza memutuskan menggunakan identitas lamanya sebagai Old Generation untuk menyamar dan menyusup. Dia mengenakan mantel hitam lusuh dan topeng kain, berjalan masuk ke area penyekapan dengan tenang. Denza hendak menguji sebuah kecurigaan.

​Di dalam ruangan, Gilang berdiri bersama perwakilan Dewan Intelligent. Denza melangkah masuk tanpa ragu.

​"Siapa lu?" bentak salah satu anggota Dewan Intelligent.

​Denza merendahkan suaranya agar terdengar berwibawa. "Gua utusan Old Generation. Gua diutus langsung oleh salah satu petinggi Mahkamah Agung buat mengambil alih tawanan ini."

​Perwakilan Dewan Intelligent dan Gilang saling pandang. Respon mereka yang sama sekali tidak terkejut membuat Denza langsung menyimpulkan dalam hatinya: 'Cih, ternyata bener. Ada salah satu petinggi Mahkamah Agung yang merencanakan semua ini, dan Dewan Intelligent ini cuma suruhan mereka.'

​"Baiklah, kalau itu perintah Mahkamah Agung," ucap perwakilan Intelligent.

​Denza mendekati Elisa, berpura-pura memeriksa ikatan. Saat membelakangi mereka, Denza dengan cepat membongkar dan melepas borgol Elisa. Namun, bunyi gesekan logam yang nyaring terdengar oleh Gilang.

​"Tunggu! Lu mau melepasnya?!" teriak Gilang menyadari penyamaran Denza!

​Borgol terlepas! Elisa berdiri hendak lari, tetapi Gilang langsung melompat menahan mereka. Pertarungan sengit antara Denza dan Gilang meletus seketika! Denza melayangkan kombinasi pukulan khas Old Generation, namun Gilang yang bertarung secara brutal dan licik berhasil membaca setiap pergerakan Denza.

​DUAGH!!

​Satu tendangan telak Gilang mendarat di dada Denza hingga menyemburkan darah dan membuatnya terhempas keras ke dinding! Denza tidak cukup kuat untuk menumbangkan Gilang dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya siap. Elisa yang hendak berlari berhasil dicengkeram kembali oleh Gilang.

​"Sialan lu, Gilang! Gua bener-bener benci sama lu! Lu manusia paling bajingan di dunia ini!!" jerit Elisa bermandi air mata, memaki-maki Gilang tanpa henti.

​Gilang menutup kedua telinganya dengan raut wajah malas. "Berisik banget lu, anjir!"

​Gilang menyeret Elisa keluar dari ruangan tersebut. However, saat berada di lorong luar gedung, langkah Gilang terhenti. Di sana, Zela sedang melangkah santai, kebetulan melintas di area tersebut.

​Awalnya Zela tidak peduli dengan urusan orang lain. Namun saat matanya melihat seorang wanita tersungkur sambil menangis histeris dengan wajah penuh keputusasaan, nurani Zela tersentil. Zela tidak tega melihatnya.

​TAP!

​Zela melangkah memotong jalan Gilang. "Lepasin cewek itu."

​"Jangan ikut campur, Bangsat!" bentak Gilang.

​Tiba-tiba dari belakang, Denza yang bangkit kembali menahan Gilang dengan sisa tenaganya, memberi celah pada Zela untuk menarik dan memindahkan Elisa ke posisi aman. Elisa berhasil diamankan di belakang Zela dan Denza!

​Namun, belum sempat mereka melangkah pergi, suara gemuruh ratusan langkah kaki mengepung area luar gedung. Segerombolan gabungan berandalan Cijalu Bersatu dan pasukan Intelligent Crows membanjiri lokasi! Total massa yang mengepung mereka hampir mencapai 80 orang!

​Melihat jumlah musuh yang begitu masif, Zela, Denza, dan Elisa terpaku.

​"Cih... 80 orang lebih? Lu bercanda ya?" gumam Zela memicingkan mata, merasa ragu untuk menerjang.

​Elisa gemetar di belakang Zela. "Gak mungkin kita bisa nembus mereka..."

​Denza menyapu darah di sudut bibirnya, tersenyum tipis. "Tahan posisi kalian. Bentar lagi... bantuan utama tiba."

​Sebelum merangsak masuk, Denza melirik Zela dari samping. Di balik ketenangan Zela, Denza melihat aura seseorang yang sangat dia kenal dari masa lalu.

​"Gua liat sosok orang lain di diri lu..." ucap Denza pelan. "Apa lu... adiknya? Lu berdua bener-bener mirip."

​Zela melirik Denza sekilas. Karena Zela sudah tahu siapa yang dimaksud Denza, Zela hanya mengangguk singkat. "Iya."

​Denza kemudian menjelaskan situasi singkat tentang siapa lawan mereka dan bagaimana Ryuka yang menyuruhnya. Zela mengangguk paham, namun di dalam hatinya Zela sangat terkejut. 'Orang Old Generation seperti Denza... mau tunduk dan ditugaskan sama Ryuka? Anak itu bener-bener gila,' batin Zela tak percaya.

​TAP... TAP...

​Langkah kaki santai terdengar dari balik kepulan asap. Ryuka dan Sebas berjalan mendekat ke tengah lapangan. Berkat ketahanan fisik luar biasa serta perawatan medis darurat dari Sebas, kondisi luka-luka di tubuh Ryuka dan Sebas kini sudah membaik. Mereka berjalan dengan gaya santai seolah tidak ada bahaya.

​Zela kaget melihat kedatangan Ryuka. "Ryuka?! Lu ngapain balik lagi ke sini?!"

​Ryuka menyunggingkan senyum miringnya. "Nyelamatin teman lah, masa kabur."

​"Bagus, Tuan Muda. Mari kita selesaikan ini," tambah Sebas anggun.

​Waktu menunjukkan pukul 02:00 pagi. Tanpa membuang detik, pertarungan masif meletus! Ryuka, Sebas, Zela, Denza, dan Elisa bertempur habis-habisan menahan gempuran 80 orang gabungan Cijalu dan Intelligent Crows. Pukulan dan tendangan melayang tanpa henti di tengah kegelapan malam.

​Namun, jam terus berputar. Pertarungan berlangsung sangat panjang dan sengit. Hingga pukul 04:00 pagi, pertarungan masih belum selesai karena jumlah musuh yang terlalu banyak, sementara energi Ryuka, Sebas, Zela, Denza, dan Elisa sudah benar-benar terkuras habis. Tubuh mereka gemetar menahan lelah.

​Saat situasi berada di titik paling kritis...

​WUSSSHHH!!

​Gemuruh ratusan mesin motor menggelegar menghantam area tersebut! Aliansi Slonong Boys yang dipimpin oleh Friza dari CBC, Dimby, Regal, Aditya, dan pimpinan lainnya tiba di lokasi untuk melakukan penyerbuan balas dendam ke Cijalu!

​"HANCURIN MEREKA!!" teriak barisan Slonong Boys siap menerjang!

​Namun, tepat saat dua kubu raksasa itu hendak berbenturan telak...

​TUUTTT... TUUTTT... TUUTTT!!

​Suara sirene dan alarm nyaring pergantian waktu Kota Cikampek bergema keras di seluruh penjuru wilayah! Suara itu menandakan batas waktu pertempuran malam telah usai dan aturan hukum siang hari kota resmi berlaku. Sesuai hukum undang-undang jalanan Cikampek yang ketat, seluruh pertarungan antar-fraksi wajib dihentikan saat alarm pergantian waktu berbunyi.

​Langkah ratusan petarung terhenti mendadak.

​Friza menancapkan kakinya ke tanah, mematikan mesin motornya. Dia menatap tajam ke arah pasukan Cijalu, lalu melirik ke arah Ryuka dan Zela yang berdiri terengah-engah di tengah-tengah arena pertempuran.

​Friza menghembuskan asap rokoknya, mengira bahwa Ryuka dan Zela adalah bagian dari fraksi musuh yang bertarung bersama Cijalu.

​"Cih... Peraturan kota sialan," desis Friza dingin. Friza lalu menunjuk ke arah arena. "Mari kita selesaikan perang ini nanti malam di tempat ini juga!"

​Dengan berbunyinya alarm kota, seluruh fraksi menarik mundur pasukan mereka secara perlahan di bawah pendar fajar, meninggalkan ketegangan besar yang siap meledak kembali nanti malam.

1
DANZ XYZ
/NosePick//NosePick//Applaud/
Arashiii22
keren bangat sialan
Dongo Dipelihara
siapa yang di maksd maruyama abang nya zela kah?
Kazeo24: Yap itu abang nya zela
total 1 replies
Dongo Dipelihara
prolog yang keren
Kada Wijaya
DAMN BROO
Ekaa
/Plusone/
damai kami sepanjang hari
THISS IS PEAK BRO!!
AZIKAZUE
GOKSS PARAH SELAMA INI 22 BAB TERNYATA CMN PROLOG🤭
Kazeo24: BENER SEKALII
total 1 replies
AZIKAZUE
terus bekarya bang✌🏻
Kada Wijaya
OH GITU🤭
Kada Wijaya
👍👍👍
Kada Wijaya
lanjutt perang nya
Kada Wijaya
BADASSS🔥🔥🔥
kaka pelenger
GOKILLL
RezaFitra
/Casual//Casual/
Dongo Dipelihara
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!