NovelToon NovelToon
DEKEKOUI

DEKEKOUI

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Matabatin / Vampir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Muka Kanvas

Ketika penyihir dan Pemburu Penyihir bertemu dalam satu wilayah yang tak pernah mereka sangka. Satu berburu dan yang lain diburu, bagaimana jika akhirnya mereka jatuh cinta?

Dua makhluk Kekal bertikai sejak berabad-abad silam dan tak pernah mampu berdamai, berperang, bersembunyi dan akhirnya tertangkap, berulang tanpa pernah istirahat.

Apakah pada akhirnya mereka mampu bersatu? atau malah menjadi alasan peperangan terjadi lagi, seperti dulu Dekekuoi hancur lebur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muka Kanvas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Batuk Asti 2

Malam itu, setelah memastikan Lira sudah tidur dan Yelak juga tidak lagi berada di ruang depan, Nyonya Yelak keluar rumah sendirian. Ia tak membawa apa pun yang bisa membuat orang curiga, hanya mengenakan pakaian sederhana dan menutup rambutnya dengan kain. Ia berjalan menyusuri gang yang mulai sepi, melewati beberapa rumah yang lampunya sudah dipadamkan, sampai akhirnya tiba di depan rumah Asti.

Jalannya cepat, tidak pakai sapu terbang tentunya, itu bisa membuat siapa pun menjadi ketakutan, nanti dia dikira penyihir, tapi memang dia penyihir kan? setidaknya bukan penyihir yang kalian tahu sejak dulu.

Rumah itu terlihat lebih gelap dibandingkan rumah tetangganya. Hanya ada satu lampu kecil dari ruang tengah yang cahayanya keluar melalui celah tirai. Nyonya Yelak berdiri beberapa saat di depan pagar, memastikan tidak ada orang yang memperhatikannya. Setelah yakin keadaan aman, ia membuka pagar pelan dan berjalan menuju pintu depan.

Tok. Tok. Tok.

Tidak ada jawaban. Nyonya Yelak menunggu sebentar, lalu mengetuk sekali lagi. Dari dalam rumah terdengar suara langkah kaki.

“Siapa?”

Ibunya Lira tak menjawab, setidaknya dia tahu dari suara di balik pintu kalau ibunya Asti sudah memegang daun pintu, maka Nyonya Yelak memegang pintu itu dengan telapak tangan kanannya, menutup mata dan juga kerudungnya dia buat menutup kepalanya dengan sempurna, lalu mengucapkan mantra ...,

Veluna mori, stavelah lena

Savera dom, tenara sunyi

Lunara sil, sunyi.

Mireva sula, kalena diri

Zivara nera, pejam!

Vareka lun, jangan terjaga.

Savera mor, domira lena

Talena sil, napas perlahan

Lunara ven, semua tertidur

Seketika ibunya Asti yang memegang pintu terjatuh dan tertidur dengan lelap, pintu terbuka sendiri.

Sejak awal Nyonya Yelak juga bisa membuka pintu itu sendiri, tapi dia perlu agar ibunya Asti tertidur dulu, dia ingin menolong tanpa ada yang tahu.

Saat masuk, ibunya Lira mengangkat dan menaruh ibunya Asti di pundaknya, tentu dengan bantuan sihir dia bisa sekuat itu.

Nyonya Yelak menaruh ibunya Asti di bangku panjang ruang tamu, dia lalu berjalan perlahan, sudah pasti ayahnya Asti ada di kamar dan tidur, mereka berdua pasti kelelahan karena menjaga anak yang sakit, maka Nyonya Yelak membantu mereka tidur nyenyak untuk malam ini dan biarkan dia yang menjaga Asti nanti.

Nyonya Yelak jalan perlahan ke arah kamar yang dia tebak kamar ibu dan bapaknya Asti, pintu terbuka sedikit, sudah ditebak Nyonya Yelak, karena anak sakit, orang tua mana yang tenang, dia pasti membuka pintu kamar sedikit untuk tetap waspada saat malam hari meskipun bergantian menjaga anak sakit.

Nyonya Yelak melihat bapaknya Asti tertidur, dengan berjalan hati-hati sambil berjinjit agar tak bersuara, dia mendekati tempat tidur yang terbuat dari kayu dan memegang tempat tidur itu lalu mengucapkan mantra yang sama dengan yang dia ucapkan tadi saat menidurkan ibunya Asti.

Meski bapaknya Asti sudah tertidur tapi lebih baik berjaga-jaga agar dia bisa tenang melihat keadaan Asti dan menjaganya.

Setelah semua orang tertidur nyenyak kecuali Asti, Nyonya Yelak masuk ke kamar yang sudah pasti kamar Asti karena hanya ada 2 kamar di sana.

Saat masuk, Nyonya Yelak mencium bau yang familiar, begitu menyengat dan hanya … penyihir yang bisa mencium bau itu.

Asti terbatuk-batuk, batuk yang sejak tadi tak berhenti, dia juga berusaha memanggil ibunya tapi tak ada yang datang, dia tidak membuka mata, hanya memanggil ibunya saja.

Memegang tempat tidur Asti, Nyonya Yelak kembali membaca mantra untuk menidurkan Asti, dia perlu anak itu untuk tenang dan tidak buat keributan saat tahu yang datang bukan ibunya.

Maka Asti tertidur, Nyonya Yelak mendekat dan mencoba memegang dada Asti, batuk biasanya datang dari sana, dari dalam organ yang terletak di dada. Nyonya Yelak bukan Dokter, tapi dia tahu, kalau batuk yang terus menerus biasanya berhubungan dengan saluran pernapasan, terutama bagian dada yang menjadi tempat paru-paru bekerja. Udara masuk melalui hidung dan mulut, turun melewati tenggorokan, kemudian menuju saluran pernapasan yang membawa udara ke paru-paru. Jika bagian itu mengalami gangguan, tubuh akan memberikan reaksi dengan batuk untuk mengeluarkan sesuatu yang dianggap mengganggu.

Nyonya Yelak menempelkan telapak tangannya di dada Asti dengan sangat hati-hati. Ia tidak menekan terlalu kuat, hanya ingin merasakan apakah ada sesuatu yang berbeda dari tubuh anak itu. Ketika Asti kembali batuk dalam tidurnya, dada kecil itu bergerak naik turun dengan cepat. Batuknya terdengar berat, bukan sekadar batuk karena tenggorokan gatal. Ada suara dari dalam dada yang membuat Nyonya Yelak semakin yakin bahwa penyakit Asti memang sudah memengaruhi bagian pernapasannya.

Ia memejamkan mata.

Sihir tipis kembali mengalir dari telapak tangannya.

Tidak ada cahaya besar, tidak ada tubuh yang tiba-tiba sembuh, karena Dekekuoi bukanlah penyihir seperti yang banyak orang percaya bisa langsung menyembuhkan, justru mereka hanya bisa membantu masalah-masalah yang juga datang dari sihir, banyak orang tidak tahu, bahkan semua yang ada di alam itu mempunyai kemampuan sihir yang kadang kita tak tahu dan mempengaruhi tubuh, untuk itu, Dekekuoi membantu mereka melihat sihirnya dan mengembalikan sihir yang tersesat pada tempatnya.

Salah satu tanda sihir telah tersesat dan menyerang adalah penyakit yang tak kunjung sembuh, bencana alam yang datang tanpa peringatan atau pertanda atau kejadian alam yang sulit disembuhkan.

Dada Asti kembali berguncang, batuk, sekali, kemudian dua kali, lalu berkali-kali sampai napasnya terdengar pendek.

“Bukan sekadar batuk biasa.”

Ia merasakan ada bagian tubuh Asti yang seperti tertutup oleh sesuatu, membuat aliran napasnya tidak bekerja dengan baik. Namun ia tidak tahu apakah itu lendir, peradangan, infeksi atau sesuatu yang sama sekali tidak dikenal oleh manusia.

Sebagai penyembuh Dekekuoi, Nyonya Yelak tahu bahwa menyembuhkan tanpa mengetahui penyebabnya justru bisa membahayakan.

Ia harus mencari tahu terlebih dahulu.

Dan malam itu, untuk pertama kalinya, Nyonya Yelak benar-benar merasa bahwa penyakit Asti bukan penyakit biasa.

“Gimana, apakah dia terkena sihir?”

Nyonya Yelak terdiam, dia panik karena ada suara, apakah dia ketahuan, siapa yang tiba-tiba bertanya padanya, apakah ada Dekeuoi yang juga datang malam ini ke sini?

Dengan perlahan dia menengok ke arah suara dan betapa terkejutnya dia saat dia tahu kalau ….

“Papa! Lira! Kok kalian ada di sini?!” Nyonya Yelak sampai lupa kalau mereka sedang mengendap ke rumah orang dan suaranya cukup tinggi.

Untung semua orang sudah ditidurkan olehnya.

“Mama curang, seharusnya kalau mau menyembuhkan ajak kami, bukankah kita sudah berjanji untuk melakukan segalanya bersama?”

“Ya mama kan hanya memeriksa, bukan mau menyembuhkan. Kalian ini ya, untung mama nggak jantungan, kalau jantungan gimana ini?”

“Ya kan mama Penyembuh, pasti bisa sembuhin diri sendiri dong, kan itu bedanya sama Dokter, kita ini penyihir!” Dengan bangga Lira berkata, tapi mulutnya langsung ditutup oleh mama dan papanya, mereka semua menaruh jari telunjuk di bibir, artinya jangan berisik, ada suara langkah kaki yang tipis sekali, mereka harus waspada.

Siapa yang datang kira-kira?

1
Vie Vie Sue
/Good/
Vie Vie Sue: iya. sama2 kk. aku masih disini cuma nungguin karya² kk. sukses selalu ya
total 2 replies
Betri kardina
berarti jagabaya kasipin jahat ya
Muka Kanvas: nah, akhirnya ada yang ngeh
total 1 replies
Tini Nurhenti
alurnya maju mundur ea thor,😁🤭💪💪💪
Muka Kanvas: Iya nih, stuck di 1965 dulu yaaaa
total 1 replies
Tini Nurhenti
penuh misteri 👍💪💪💪
Tini Nurhenti
hadir thor, cepy story lanjutane to ??
Tini Nurhenti: ok kk
total 2 replies
Arla
mungkin Dani atau orangtuanya
Muka Kanvas: bukan kok, bukan.
total 1 replies
Dea Suci
zombie ya kak
Muka Kanvas: Hampir
total 1 replies
Dea Suci
mei
Dea Suci
wadidaw,,, ternyata ohhh ternyata,, Dani pun sama.
Zakia
sambil nunggu PKJ3 baca ini dulu, sebenarnya heran kok eps beda karena sebelumnya sudah aku baca semua thor
Muka Kanvas: Sudah ganti judul, setelah melalui pertimbangan yang cukup berat, akhirnya aku memutuskan membawa kisah Dekekuoi jadi novel yang panjang.
total 1 replies
Arla
kenapa dihapus kak thor,, pantesan error tadi pas aku mau like🤭
Yosh Pontoh: Pantesan barusan aku cari di rak buku gak ada.
total 2 replies
Damn Nwtch
curiga sama pamannya,Napa Dani g boleh ikut
Muka Kanvas: Lanjt ya, udah ada part selanjutnya
total 1 replies
Tini Nurhenti
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Arla
kasihannya dokter itu
Arla
ngeri jiwa psikonya...
Ayuk Witanto
hiii serem
Ayuk Witanto
gila dia
Ayuk Witanto
bagus
Ayuk Witanto
seru sih...tapi gantung🤭
Wahyu ningsing: lha yaitu...gak enak digantung....pastinya sakit
total 3 replies
Tini Nurhenti
kek cerpen kk👍💪💪
Muka Kanvas: Iya betul, tapi lebih tepatnya antologi horor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!