NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Berbulan-bulan berlalu...

"Nyonya, apa Nyonya baik-baik saja bekerja dengan perut seperti ini?" Tegur Sari cemas.

Akila masih saja bekerja di dapur resto padahal perutnya benar-benar sangat besar, oh jangan lupa kalau saat ini Akila mengandung dua bayi sekaligus.

Kini Akila sudah menerima yang namanya takdir, ia bersumpah akan menjaga dan merawat anak-anak miliknya yang akan terlahir kelak.

Akila mengukir senyum membuat perempuan itu selalu tampak cantik sekalipun hamil besar.

"Tempat ini tertutup Sari, aku suka dan merasa bebas. Memasak adalah bagian hidupku, ini hobi ku. Aku merasa baik-baik saja Sari, jangan cemas." Ucap Akila.

Sari masih cemas, sebab kehamilan Akila termasuk besar. Ada dua bayi yang dikandung dan itu tak bisa dianggap sepele.

Mau bagaimanapun usianya sudah memasuki delapan bulan lebih, tapi anehnya Akila merasa sangat bersemangat sekali.

"Nyonya, saya..."

"Sari, ini masakan terakhir. Setelah ini kita akan pulang. Kau sudah tahu Sari kalau besok dan kedepannya aku hanya akan berada diam di Apartemen saja sampai kelahiran bayi-bayiku." Ucap Akila.

"Hmm, saya tahu Nyonya. Setelah ini kita harus pulang, saya akan menyiapkan air hangat untuk Nyonya." Ucap Sari.

Akila tersenyum ramah pada Sari.

Akila begitu bahagia, usaha yang ia rintis dari nol kini maju pesat. Walau hanya restoran, tapi menu makanan yang Akila masak kini semakin disukai oleh orang di kota itu.

---

Sore hari.

Akila berjalan bergandengan dengan Sari sampai keduanya masuk ke dalam Apartemen yang kini menjadi tempat mereka.

"Nyonya, saya akan menyiapkan air hangat untuk Nyonya mandi." Ucap Sari.

"Hmm, terima kasih Sari." Ucap Akila.

"Ya Nyonya." Balas Sari.

Seperginya Sari, terlihat Akila duduk sambil menunduk menatap perut miliknya.

Senyum Akila terbit, tangannya mengusap dengan sayang perut miliknya itu.

"Kalian apa kabar? Mommy penasaran seperti apa wajah kalian nanti, percayalah bahwa Mommy akan menyayangi kalian semua, kalian adalah harta terindah yang kelak Mommy punya. Tolong bantu agar Mommy kuat ya." Ucap Akila mengajak perutnya berucap.

Akila tak berhenti mengusap perut miliknya, ia merasa senang sekaligus bersyukur. Akila tak mau egois dan berpikir jahat mengenai bayi-bayi yang ia kandung. Sekalipun itu benih yang berasal dari William, tapi Akila yakin bahwa mereka tak akan memiliki sifat seperti William.

"Kalian semua hanya Anak-anak Mommy. Mommy janji akan membahagiakan kalian semua dengan kerja keras Mommy." Ucap Akila.

Akila bersandar di sisi sofa, matanya mulai terpejam menunggu kedatangan Sari.

Tiba-tiba Akila malah tertidur, mungkin karena tubuhnya juga terasa mulai lelah.

Sari yang datang setelah beberapa menit tampak ragu membangunkan Akila, ia lebih memilih mengambil selimut bahkan merapikan cara Akila untuk tidur lebih nyaman.

---

Malam itu.

Dalam tidurnya Akila tengah bermimpi.

Sebuah tamparan mendarat di wajah Akila.

"APA YANG KAU LAKUKAN PADA KIARA? KENAPA DIA MENANGIS HINGGA MENGURUNG DIRINYA DI KAMAR?" Bentak seorang wanita berumur yang berstatus sebagai Mommy angkat bagi Akila.

Sejenak Akila diam, ia merasakan tamparan yang baru ia dapatkan dari Mathilda.

Perlahan wajah Akila kembali menatap wajah Mathilda.

"Aku tak melakukan apapun." Ucap Akila.

"Jangan bohong!" Ucap Mathilda tak suka.

Mathilda hendak menampar wajah Akila lagi namun lebih dulu Ben bersuara.

"Biarkan Akila menjelaskan segalanya, kau duduklah tenang Mathilda." Ucap Ben.

Akila menggenggam ujung pakaian sekolahnya.

Kalau Akila mau jujur ia muak berada di keluarga ini, tapi mau sekuat apa ia berusaha pada akhirnya ia hanya akan terikat sebagai pengganti saja dalam keluarga Mason.

Mathilda menurut pada suaminya itu, ia duduk sambil menatap benci ke arah Akila.

"Jelaskanlah apa yang terjadi saat kalian di sekolah." Ucap Ben.

Tangan Akila masih menggenggam pakaiannya.

"Saat disekolah, ada seseorang yang tiba-tiba mengatakan bahwa dia menyukaiku. Dia memberikan bunga dan juga..."

"Apa maksudmu Kiara iri padamu?!" tanya Mathilda memotong, Mathilda merasa tak terima saat mendengar cerita dari Akila.

Akila menggeleng pelan.

"Bukan begitu, aku hanya..."

Kali ini Ben menghela nafas lalu bersuara sebelum Akila selesai berucap.

"Sudahlah Akila, masuklah ke kamarmu. Jangan pernah keluar dari kamarmu, kau boleh makan jika kau sudah sadar bahwa kau yang salah, sudah Daddy katakan kalau kau tak boleh melebihi Kiara, kau tak bisa disukai siapapun kecuali Daddy yang memutuskan. Mulai besok berhenti sekolah, kau akan belajar di Mansion saja." Putus Ben.

Akila tak memiliki hal untuk menolak.

Akila bersiap akan pergi tapi Kiara tiba-tiba datang lalu memeluknya.

"Daddy jangan buat Akila tak sekolah, jika Akila tak ikut sekolah lalu siapa yang akan bersama denganku? Akila tidak salah, pria itu yang salah." Ucap Kiara terdengar membela.

Mathilda tak suka melihat kedekatan Putrinya dengan Akila, ia bangkit berdiri memisahkan pelukan itu.

"Masuk ke kamarmu Akila!" Sentak Mathilda.

Akila diam lalu pergi tanpa berucap apapun.

Mimpi itu berakhir, mata Akila terbuka.

Hahhhh!

Nafas Akila hampir tercekat, mimpi itu adalah ingatan lama tentang Akila di masa lalu.

Akila segera duduk, kepalanya menunduk menatap perutnya.

"Tenang Akila, itu sudah lama berakhir." Ucap Akila sambil mengusap perut besar miliknya.

Tak lama setelahnya Sari datang lalu mendekati Akila. Ia terkejut saat menatap keringat bercucuran di wajah Akila.

"Nyonya, ada apa?" Cemas Sari.

Akila menoleh ke arah Sari. Ia menggeleng pelan.

"Hanya mimpi, aku bermimpi buruk. Tak masalah Sari, aku baik-baik saja." Ucap Akila.

Sari meraih kotak tisu, ia membantu Akila mengeringkan keringat itu.

"Apakah mimpi itu mengusik tidur Nyonya?" Tanya Sari.

Akila tersenyum lagi, ia begitu bersyukur memiliki Sari disisinya selama ini. Ia mau Sari terus ada bersama dengannya sampai kapanpun.

"Sari." Ucap Akila tanpa menjawab pertanyaan Sari.

"Ya Nyonya?" Balas Sari.

"Tolong jangan pergi, tetaplah bersamaku sampai kapanpun. Aku benar-benar tak ingin kau pergi atau kembali setia pada Tuanmu." Ucap Akila membuat Sari menghentikan kegiatannya.

Sari mundur dari Akila lalu berucap sambil menggenggam tangan Akila.

"Saya tak akan pernah meninggalkan Nyonya bahkan saya akan selalu bersama Nyonya sampai bayi-bayi Nyonya terlahir." Ucap Sari berjanji.

Akila mengangguk kecil sambil tersenyum menatap Sari.

"Terima kasih Sari." Ucap Akila.

"Sama-sama Nyonya." Balas Sari.

---

Bulan selanjutnya...

Tangis bayi menggeja di dalam ruangan itu.

Air mata Sari mengalir melihat perjuangan Akila saat melakukan operasi, bibirnya memucat bahkan keringat begitu hebat membanjiri wajah Akila.

"Nyonya... Nyonya sangat hebat." Puji Sari terharu.

Akila tak sanggup berucap apapun, ia hanya tersenyum lalu menoleh melihat dua bayi yang kini ditangani secara bersamaan.

Air mata Akila malah ikut terjatuh saat suara bayi kembali terdengar menangis secara bersamaan lagi.

"Satu laki-laki dan satu perempuan, mereka semuanya sehat Nyonya Akila." Ucap Dokter itu.

Akila memejamkan matanya usai mengangguk kecil merespon ucapan Dokter itu.

Suara tangis bayi itu benar-benar candu ditelinga Akila. Bayi-bayi yang dulunya sering diajak oleh Akila bicara saat dikandungannya kini telah muncul secara nyata.

Akila tak pernah menyesal melahirkan keduanya. Akila malah bersyukur atas kelahiran putra dan putri miliknya.

Tak peduli dari mana mereka berasal karena bagi Akila kedua bayi kembar itu hanya milik Akila seorang.

'Terima kasih karena sudah berjuang sejauh ini. Mommy bangga pada kalian berdua. Kalian hanya milik Mommy Nak .' ucap Akila membatin.

Terdengar egois namun bagi Akila ia ingin jadi orang tua yang hebat bagi si kembar itu. Akila bersumpah tak butuh William dalam hidupnya.

Pria kejam itu tak boleh tahu bahwa Akila memiliki dua Anak sekaligus karena ulah William di masa lalu.

'Bayi-bayiku hanya milikku, sampai kapanpun tak ada yang boleh mengambil mereka dari ku.' ucap Akila membatin.

Perlahan Sari berbisik pelan.

"Nyonya Akila yang terhebat." Bisik Sari kecil.

Akila membuka matanya lagi, ia menggerakkan mulutnya dengan pelan.

"Terima kasih Sari." Balas Akila.

Sari menganggukkan kepalanya, ia berharap agar Akila memiliki kehidupan yang lebih baik dari masa lalu. Sekalipun Sari adalah bawahan William, ia tak akan pernah mendukung perbuatan William terhadap Akila.

Sari membantu Akila membersihkan keringat Akila walau air mata Sari tak mau berhenti jatuh melihat kondisi Akila.

---

Beberapa jam kemudian, Akila akhirnya bisa menggendong kedua bayinya. Seorang bayi laki-laki dengan mata yang tampak tajam dan seorang bayi perempuan dengan paras yang sangat cantik.

Akila menatap keduanya dengan penuh kasih sayang. Air mata haru kembali mengalir di pipinya.

"Kalian... kalian adalah anugerah terindah dalam hidupku," bisik Akila lirih. "Mommy akan menjagai kalian berdua. Mommy akan melindungi kalian dari siapapun yang ingin menyakiti kalian. Kalian hanya milik Mommy, bukan milik siapapun. Terlebih dia... dia tak akan pernah tahu tentang kalian."

Akila menatap bayi laki-laki di lengannya. Ia tersenyum.

"Kau akan menjadi pelindung bagi adikmu. Namamu akan menjadi Atheos Georgina." Bisiknya lembut.

Lalu ia menatap bayi perempuan yang tertidur pulas di sisi lainnya. Wajahnya begitu cantik dan damai.

"Dan kau... kau akan menjadi bintang dalam hidup Mommy. Namamu akan menjadi Athena Georgina." Ucap Akila dengan air mata yang terus mengalir.

Sari yang mendengar pemberian nama itu langsung tersenyum haru.

"Nama yang indah, Nyonya. Atheos dan Athena. Mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang hebat." Ucap Sari.

Akila mengangguk pelan, matanya tak lepas dari kedua bayinya.

"Mereka hanya milikku, Sari. Hanya milikku. Mereka akan menggunakan margaku, bukan marga Hartawan. Aku tak mau William atau keluarganya mengambil mereka dariku." Ucap Akila dengan tekad yang kuat.

Sari mengangguk paham. Ia tahu betapa besarnya rasa takut Akila terhadap William dan keluarganya.

"Tenanglah Nyonya, saya akan membantu Nyonya menjaga mereka. Tidak ada yang akan mengambil Atheos dan Athena dari Nyonya." Ucap Sari meyakinkan.

Akila kembali menatap kedua bayinya dengan penuh kasih.

"Aku berjanji akan memberimu kehidupan yang lebih baik dari yang aku alami. Kalian akan tumbuh dengan cinta, bukan dengan kebencian. Kalian akan bahagia, tidak seperti Mommy." Bisik Akila.

Tangis bayi kembali terdengar, seolah merespon ucapan Akila.

Akila tersenyum dan mencium kening kedua bayinya dengan lembut.

"Selamat datang di dunia, Atheos dan Athena . Mommy sangat mencintai kalian." Ucap Akila.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!