Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.
Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.
Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.
"Maap Om, Al nda senaja."
Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.
"Kamu ... ."
"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."
Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.
Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ATSP 19
"TIDAK!! PERGIII!! JANGAN SENTUH AKUUU!!!!"
Teriakan keras menggema di salah satu kamar pada kediaman Danurwenda. Ya teriakan itu milik Rosalina yang sudah sadar dari pingsannya.
Ketika matanya terbuka dan melihat Kael di sisinya sambil memegang tangannya, Rosa langsung berteriak dengan sangat histeris. Dia bahkan beringsut mundur setelah menampik tangan Kael. Rosa juga langsung menutup tubuhnya dengan selimut.
Tindakan Rosa sangat menjelaskan bahwa dia takut terhadap Kael. Kejadian malam itu benar-benar meninggalkan bekas yang tak pernah Kael kira sebelumnya.
"Ros, a-aku minta maaf. A-aku waktu itu~"
"Perg, jangan dekati aku. Menjauh lah dari ku!!"
Rosa kembali berteriak setiap kali Kael mencoba mendekat. Sadar bahwa Rosa takut padanya, Kael pun mengambil langkah mundur hingga punggungnya menyentuh dinding.
"Oke, aku mundur. Aku nggak akan dekat-dekat ke kamu," ucap Kael. Rasanya sedikit nyeri dalam dada Kael, bukan karena dirinya ditolak tapi karena dia tahu bahwa perbuatannya malam itu meninggalkan trauma yang tidak mudah bagi Rosa.
"Rosa, maafkan aku."
PERGI!!!!
Drap drap drap
"Kael, pergi. PERGI SEKARANG JUGA!"
Kael mengangguk. Ucapan Griz memang pelan namun sangat menekan sehingga Kael memilih untuk melenggang pergi meninggalkan kamar tersebut.
Setelah Kael benar-benar pergi, Griz berjalan mendekat lalu naik ke ranjang. Dengan perlahan Griz mendekati Rosa yang masih meringkuk ketakutan.
"Nak Rosa. Aku Griz, maminya Kael. Kamu bisa memanggilku mami. Sayang, Rosa takut ya? Tak ada permintaan maaf yang bisa Mami ungkapkan atas perbuatan Kael terhadapmu karena itu jelas salah. Mami juga nggak minta kamu buat maafin Kael. Bahkan kamu boleh membenci Kael seumur hidupmu. Mami cuma mau ngomong, makasih sayang, makasih karena kamu bisa bertahan sampai detik ini. Makasih karena kamu berhasil melahirkan dan membesarkan Al dengan sangat baik. Kamu hebat Nak, kamu benar-benar luar biasa sayang."
Hiks
Kewaspadaan Rosa melemah lalu tangis wanita muda itu pun pecah. Tangis yang diiringi teriakan itu membuat hat Griz sangat sakit. Griz pun dengan hati merengkuh tubuh Rosa dan memeluknya dengan erat. Ia juga mengusap lembut punggung Rosa.
Sebuah kecupan dalam Griz labuhkan di pucuk kepala wanita muda tersebut.
"Ya Tuhan, apa yang sudah kamu alami selama ini Nak," ucap Griz dalam hati. Air matanya luruh tanpa permisi membayangkan betapa berat hidup wanita ini atas perbuatan putranya.
Meski tindakan yang Kael lakukan adalah karena sebuah reaksi obat, tapi tetap saja itu merupakan sebuah kejahatan. Bahkan Griz berpikir, jika Rosa mau membawa ini ke jalur hukum dan pada akhirnya Kael masuk penjara, dia akan ikhlas menerimanya.
Tangis sendu dan menyayat hati dari Rosa terdengar jelas hingga keluar kamar. Kael yang masih berdiri di depan kamar bisa mendengarnya, hatinya pun ikut sakit. Dia bisa merasakan betapa sulitnya hidup Rosa selama ini.
Sedangkan Rowan, akhirnya dia mengerti. Meski awalnya tak percaya dengan peristiwa yang tersebut, tapi tangis Rosa dan keberadaan Al menjelaskan tentang mengapa Kael mencari wanita itu dengan begitu gigih.
"Dimana Al?"
"Tidur Bos bersama gadis yang namanya Esih."
Kael mengusap wajahnya kasar. Kini Rosalina, wanita yang dicarinya selama ini akhirnya ditemukan. Dia tak hanya sendiri, melainkan bersama seroang anak. Kael yakin betul bahwa Al adalah anaknya. Tanpa melakukan tes DNA dan hanya sekali melihat saja dia tahu bahwa perbuatannya malam itu membuat Al lahir ke dunia.
Sekarang, Kael akan melakukan rencana nya selanjutnya. Yakni bertanggungjawab penuh terhadap Rosa dan Al yakni dengan menikahi Rosa dan menjadikan Al keturunannya yang sah.
Namun pertanyaannya, apakah Rosa mau menikah dengannya? Apakah wanita itu mau bersama menjalani hidup bersama pria yang sudah memperkosanyaa?
Inilah yang pikirkan setelah melihat reaksi Rosa kepada dirinya tadi. Tatapan mata wanita itu sangat membencinya. Tak hanya sekedar takut tapi bahkan membenci dengan sangat.
Ceklek
Gris keluar dari kamar yang ada Rosa di dalamnya. Kael dengan cepat menghampiri ibunya dan bertanya tentang keadaan Rosa.
"Dia sudah tidur, kamu nggak perlu bingung. Sekarang apa yang akan kamu lakukan, Kael?" tanya Griz dengan ekspresi yang begitu dingin.
"Aku, aku ingin menikahinya Mam<" jawab Kael.
"Apa dia mau?"
Kael menggelengkan kepalanya, tanda dia pun tidak tahu apakah Rosa bisa menerimanya disaat wanita itu terlihat sangat membencinya.
"Baiiklah, kita pikirkan itu nanti. Yang penting kita sudah menemukan Rosa dan putranya. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah membuat Rosa dan Al nyaman berada di rumah ini. Dan Mami baru aja berpikir, kalau seandainya Rosa dan Al masih belum bisa menerima mu, lebih baik pindah dulu dari sini. Terserah kamu mau tinggal dimana."
Eh?
Kael terkejut dengan perkataan ibunya. Dia baru saja diusir dari rumahnya sendiri. Benar-benar tindakan yang tak pernah diduga dari sang ibu terhadapnya.
Tapi Kael paham dan dia akan setuju melakukan hal tersebut jika memang dibutuhkan untuk pemulihan Rosa.
Griz kemudian melenggang pergi dengan wajah yang begitu kusut. Malam ini benar-benar malam yang sangat crowded. Semuanya hal yang terjadi sungguh tak pernah dia kira sebelumnya.
"Ben, besok kunci pintu gerbang. Bilang sama satpam bahwa kita bepergian. Jangan biarkan ada orang yang masuk ke sini selain orang-orang yang ada di sini. Kamu tahu maksudku kan Ben?" ucap Griz kepada suaminya.
"Iya aku ngerti. Ini buat ngehalau Iras dan keluarganya kan? Aku akan perintahkan satpam sekarang juga," jawab Ben.
Griz sedang enggan berkonfrontasi terhadap siapapun. Selain Iras, Griz yakin akan ada orang lain yang datang kemari untuk mencari Rosa dan Al. Griz sungguh tak menginginkan hal itu karena ia ingin fokus terhadap Rosa dan Al.
"Mungkin terkesan mengurung, tapi untuk saat ini memang lebih baik seperti ini. Al dan Rosa harus merasa aman berada di sini lebih dulu. Mereka harus mendapatkan perawatan yang baik agar semuanya bisa berjalan normal."
Griz sudah memikirkan banyak kemungkinan-kemungkinan terkait hadirnya Rosa dan Al. Namun yang paling jelas, dia akan menjaga Al dan Rosa dengan sangat baik agar mereka tak kesulitan kedepannya.
TBC
n faham
semangat n sehat sehat author🩷🩷
teman nya si kael gk d kasih pelajaran,,karna dia mereka jd sengsara