NovelToon NovelToon
Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Orang Disabilitas
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Kania mengira pernikahannya dengan Firman adalah takdir bahagia. Selama dua tahun, Firman menjadi suami sempurna sekaligus pahlawan yang menyelamatkan ekonomi keluarganya.

Meski hidup dengan disabilitas pada kaki kirinya akibat sebuah kecelakaan, Kania tak pernah menyerah menjalani hidup. Ia percaya, selama Firman tetap berada di sisinya, semua kekurangan itu bukanlah penghalang untuk meraih kebahagiaan.

Namun, saat perusahaan Firman bangkrut, badai besar menghantam rumah tangga mereka.

Pria yang pernah berjanji akan terus menggenggam tangannya mendadak berubah dingin. Lalu, seorang wanita dari masa lalu Firman datang menawarkan suntikan dana untuk menyelamatkan perusahaan dengan satu syarat, Firman harus membuang Kania dari hidupnya.

Demi mengembalikan kejayaan dan mempertahankan ambisinya, Firman tak ragu mengkhianati janji suci pernikahan mereka.

Terluka hebat, Kania memutuskan pergi meraih kebahagiaannnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 19 Tawaran Kerjasama

Alunan musik melow yang mengalun pelan di restoran mewah itu menambah kesan intim bagi dua insan yang sedang duduk berhadapan.

Firman menatap wanita cantik di depannya dengan senyum yang terus mengembang, melupakan segala masalah yang sedang menimpanya.

"Makasih ya, Mawar. Hari ini kamu udah ngajak aku makan siang bersama," ucap Firman.

Mawar tersenyum simpul. Tangannya yang dihiasi kuku merah merona terulur ke atas meja, perlahan mengusap punggung tangan Firman dengan gerakan pelan dan menggoda.

"Sama-sama, Mas. Aku tahu kamu pasti belum makan siang dan kurang istirahat. Kamu terlalu sibuk memikirkan masalahmu belakangan ini," ucap Mawar dengan suara serak-serak basah.

Firman sedikit menelan ludah merasakan sentuhan halus itu. Namun, kalimat Mawar berikutnya-lah yang benar-benar membuat detak jantungnya berpacu liar.

"Oh iya, Mas. Soal dana yang kita bicarakan kemarin, uangnya sudah ditransfer oleh bagian keuanganku pagi ini ke rekening kamu. Besok, kamu sudah bisa mulai bergerak kembali membangun bisnis kamu," ucap Mawar sambil mencondongkan tubuhnya ke depan, memperlihatkan sedikit belahan dadanya.

Firman seketika membelalakkan mata. Dadanya bergemuruh hebat dipenuhi kebahagiaan yang meluap-luap. Ratusan juta yang ia butuhkan akhirnya ada di tangannya! Uang, kekuasaan, dan wanita cantik yang bersedia membiayainya, semua itu membuat kewarasan Firman menguap tak bersisa. Ia benar-benar dibutakan oleh keserakahan.

Sedangkan Kania? Istrinya yang selalu menemaninya dari nol itu seolah tak pernah ada dalam ingatannya.

"Kamu serius, Mawar?" tanya Firman membalas genggaman tangan wanita itu.

"Tentu saja, Mas. Aku akan selalu mendukung apa pun yang kamu mau. Tapi, sebagai gantinya, kamu harus janji akan selalu ada buat aku. Aku nggak suka investasi pada pria yang gampang berpaling," ucap Mawar memiringkan kepalanya, ujung sepatunya diam-diam mengusap betis Firman di bawah meja.

Firman tersenyum lebar, tatapannya menggelap penuh nafsu dan keserakahan.

"Tentu saja, Mawar. Aku milikmu sepenuhnya."

*

*

Kania baru saja menghabiskan suapan terakhir nasi goreng seafoodnya. Di hadapannya, Abian yang perutnya sudah buncit karena kekenyangan, tengah bersandar di kursi layaknya bos kecil yang baru saja selesai rapat direksi.

"Tante, gimana makanannya? Enak nggak?" tanya Abian sambil menyedot milkshake cokelatnya dengan berisik.

Kania tersenyum tulus, merasa sangat terbantu oleh anak kecil yang ajaib ini.

"Sangat enak, Bian. Makasih banyak ya, udah traktir Tante makan enak hari ini."

Bukannya tersipu, Abian justru mendelik dan mendecak pinggang. "Kok makasihnya sama Bian? Sama Papa dong! Kan Papa yang gesek black cardnya ke kasir. Bian mah cuma tukang order."

Kania sontak gelagapan. Wajahnya memerah menahan malu sekaligus gemas. Ia menoleh perlahan ke arah Abimanyu yang duduk di kursi sebelah dengan postur tegak dan angkuh.

Pria jangkung itu sedari tadi hanya diam menyilangkan kaki, memancarkan aura dingin yang mengintimidasi.

"Em... Makasih banyak ya, Pak Abi, atas makan siangnya," ucap Kania canggung seraya menundukkan kepalanya sedikit.

"Hmm," balas Abimanyu singkat, hanya berupa deheman berat dari tenggorokannya tanpa repot-repot menatap Kania.

Kania menghela napas panjang. "Bapak dan anak sama saja, sombongnya luar biasa!" batinnya.

Namun, tatapan mata elang Abimanyu yang sedingin es itu perlahan turun, beralih pada tumpukan kertas yang tergeletak tepat di bawah ponsel Kania.

Mata Abimanyu menyipit.

"Itu milikmu?" tanyanya tiba-tiba.

Kania terkejut, buru-buru ia menutupi kertas-kertas itu. "I-iya, Pak. Ini milik saya. Kebetulan saya dulu—"

Belum sempat Kania menyelesaikan kalimatnya, tangan besar Abimanyu sudah lebih dulu menarik kertas-kertas portofolio itu.

"Aku ingin melihatnya," potong Abimanyu mutlak, tak menerima penolakan.

Pria itu menatap lembar demi lembar sketsa cincin, kalung, dan gelang berlian milik Kania dengan saksama. Alis tebalnya bertaut. Ketelitian, lekukan desain, dan keunikan ukiran dalam sketsa itu benar-benar luar biasa. Ini bukan karya amatiran.

Desain ini sangat segar, berkelas, dan memiliki nilai jual yang sangat fantastis jika direalisasikan.

Abimanyu meletakkan kertas itu kembali ke atas meja, lalu menatap Kania lurus-lurus.

"Bagaimana kalau aku membeli semua desain ini?" tawar Abimanyu.

"Membelinya? Maksud Bapak?"

Abimanyu mengetuk jarinya di meja untuk berpikir sejenak.

"Em, tidak. Kalau aku hanya membeli desain ini, aku bisa kehabisan ide cemerlangmu di masa depan. Begini saja, kamu mau bekerja sama dengan perusahaanku? Kita membuat kontrak kerja eksklusif."

Mendengar itu, Kania nyaris tersedak ludahnya sendiri. Ia mengerjap beberapa kali, memastikan telinganya tidak bermasalah.

Seorang pria dengan setelan jas seharga ratusan juta menawarinya kontrak kerja begitu saja di meja kafe?

"Bapak serius?" tanya Kania dengan suara gemetar, matanya berkaca-kaca menahan haru.

"Sangat serius," jawab Abimanyu tegas. "Akan suruh asistenku untuk mengurus draf surat kontraknya dan mengirimkannya padamu besok. Kebetulan, salah satu karyawan rendahanku baru saja membawa kabur desain perhiasan dari cabang perusahaanku. Perusahaan sedang butuh desainer utama yang kompeten untuk menggantikan mahakarya yang hilang itu. Dan desainmu cukup memenuhi standarku."

"Saya terima, Pak! Saya sangat bersedia!" seru Kania cepat, tak ingin membuang kesempatan emas yang turun dari langit ini.

Air mata kebahagiaan nyaris menetes di pipinya. "Ya Tuhan, inikah jawaban dari doa-doaku?" batinnya.

Melihat Kania yang hampir menangis bahagia, Abian yang dari tadi diam menyimak langsung melompat dari kursinya. Ia menepuk dada dengan gaya arogan yang sangat menjiplak postur ayahnya.

"Tuh, kan!" seru bocah enam tahun itu dengan dagu terangkat tinggi. "Apa Bian bilang! Ketemu Bian itu pasti dapat keberuntungan gede, Tante. Makanya, lain kali kalau ketemu Bian lagi, Tante yang harus traktir Bian makan es krim! Ngerti?!"

Kania tak kuasa menahan tawanya. Ia mengangguk semangat.

"Iya, Bos Kecil. Tante janji," ucap Kania.

1
Itin
disini saya melihat seorang kakak yang menyayangi adiknya dan mau mendidiknya. walaupun dengan cara yang menyakitkan.
Itin
nikmatilah pilihanmu....
Deasy Suryandari
wuuiihh mantap
Dede Maesaroh
keren abiyu🥰
tinie
apakah mawar adik tiri🤔🤔
TPI dia bilang adik satu satunya

dari awal fillingku itu menggunakan firman pasti ingin merebut sesuatu dari sang Abang
hemm
Nice1808
bagus abi biar mawar gk sok lagi🤣🤣merebut suaminya kania dan skrg kania bersama kakaknya mawar🤣😂
Nice1808
hahhaha Firman distir oleh mawar mampuskan gara2 uang milyaran buat perusahaannya
Heni Setiyaningsih
/Rose/
Heni Setiyaningsih
dasar suami pecundang
Heni Setiyaningsih
semoga pita suara nya rusak bisr gak bisa teriak lg 🤣🤣🤣🤣
MamDeyh
Lanjuuut
Nice1808
biarkn firman dgn mawar kania, km dgn abngkya si boss abimanyu🤣🤭🤭
tinie
semangaat Kania
kamu pasti bisa bangkit kembali😭😭
MamDeyh
Lanjuuut lagi kak
Ma Em
Semoga Kania jadi sukses setelah diterima kerja , firman kamu pasti akan menyesal karena sdh membuang Kania istri yg baik dan berbakti meskipun selalu dihina dan direndahkan sama Bu Tuti sang mertua .
Nice1808
org tua sinting si tuti, ntar klo kania jd kaya kau ngemis2 krna mawar adiknya abimanyu bossnya kania🤭🤣
tinie
orang tua gila
kamu gak tau KLO mawar ingin menjadikan firman sebagai budak catur
yg harus kerja rodi
siap siap lembur stiap hari dan istri barumu akan menghabiskan uang perusahaan
dan Bu Tuti akan kehilangan jatah bulananmu
ahay
MamDeyh
Lagi kak...

Nah betul nih si 🌹 berduri adiknya si kulkas. Eng ing eng...
Dew666
Syukurlah langsung talak 3, kok aku malah hepi ya wkwk
Dede Maesaroh
amit"😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!