NovelToon NovelToon
Hasrat Terlarang Bos Suamiku

Hasrat Terlarang Bos Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Thalia Amradita menikah dengan Rendra, pria ambisius yang bekerja di perusahaan besar milik Arkana Dirgantara, CEO muda yang dingin, berkuasa, dan sulit disentuh.

Di luar rumah, Rendra tampak sebagai suami sempurna. Ia memperlakukan Thalia seperti istri cantik yang patut dibanggakan. Namun di balik pintu tertutup, Thalia hanya menjadi alat: dipamerkan, diarahkan, dan perlahan kehilangan suaranya sendiri.

Namun, semua berubah ketika Rendra membawa Thalia terlalu dekat ke dunia Arkana. Awalnya demi karier, proyek, dan ambisi. Tapi Rendra tidak pernah menyangka bahwa Arkana justru melihat luka yang selama ini Thalia sembunyikan.

Dari perhatian yang seharusnya tidak ada, tumbuh hasrat yang semakin sulit ditahan.
Thalia tahu ia masih istri Rendra. Arkana tahu ia adalah bos suaminya. Tapi semakin mereka menjaga jarak, semakin kuat pula takdir menyeret mereka ke arah yang paling berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Menyimpan Bukti

Jantung Thalia berdetak lebih cepat, tangannya menggenggam ponsel lebih erat sampai buku-buku tangannya memutih. Dan setelah beberapa saat hanya terdiam, Thalia bangkit dari duduknya, membawa langkahnya menuju pintu yang sama dangan yang dimasuki Rendra, lalu membuka pintu dengan gerakan hati-hati, memberinya sedikit celah untuk mendengar serta melihat yang terjadi di dalam.

“Aku sudah bilang jangan terlalu jelas memasukkan nama Amradita.”

Thalia membeku, itu suara Clara. Tangannya yang masih menggenggam ponsel terangkat, membuka perekam video dan mengarahkan kameranya ke dalam tanpa suara. Entah dari mana keberanian itu muncul, ia tidak memikirkannya. Yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah menyimpan bukti yang mungkin akan berguna di masa mendatang.

Suara Rendra terdengar beberapa saat kemudian. “Itu hanya simulasi.”

“Simulasi yang bisa membuat Pak Arkana menggali semuanya,” balas Clara. “Kau pikir dia tidak akan curiga setelah apa yang kamu lakukan?”

“Jangan bawa-bawa nama Arkana!" tukas Rendra kesal. "Pagi ini, dia menunda penandatangan proyekku. Dia bahkan meminta audit ulang di saat proyek itu sudah mencapai final," lanjutnya menggeram kesal.

Clara tertawa pelan.

“Itu artinya Pak Arkana menyadari sesuatu, Ren. Pak Arkana melihat istrimu lebih dari yang kau butuhkan.”

Hening sejenak.

“Kau membawa istri sempurnamu supaya Pak Arkana melihatmu sebagai pria yang punya segalanya. Istri cantik, pandai bersosialisasi-”

“Dan membuat dia dikenal banyak investor sebagai istriku," potong Rendra cepat menyambung kalimat Clara.

Clara kembali tertawa, tangannya terulur menyentuh dada Rendra, lalu menarik dasi pria itu hingga jarak wajah mereka menipis.

"Licik."

"Cerdik." koreksi Rendra menarik pinggang Clara mendekat.

“Jangan lupa, aku yang membantumu menyusun angka itu, Ren. Aku tahu nama Amradita bukan sekadar tempelan. Kau membutuhkan nilainya karena mendiang ayah Thalia dikenal di dunia bisnis meski hanya memiliki perusahaan kecil yang tidak lagi aktif.”

Thalia memejamkan kedua mata, duanianya seolah berhenti berputar. Berapa banyak lagi rahasia yang Rendra tutupi darinya, ia tidak tahu. Ia bertahan di tempatnya berdiri, merekam semua tindakan dan percakapan Rendra bersama Clara.

"Itulah mengapa aku membuat semua orang tahu jika dia istriku. Kalaupun Pak Arkana bertindak, dia hanya akan menjatuhkan reputasinya sendiri karena tertarik pada istri bawahannya sendiri."

Tangan Clara berpindah melingkar di leher Rendra. “Masalahnya, sekarang istrimu sudah melihat isi ponselmu.”

"Dia tidak akan berani melakukan apapun,” jawab Rendra.

“Dia selalu begitu.” lanjut Rendra menarik pingang Clara lebih rapat. “Menangis, kecewa, lalu diam, setelah itu dia akan kembali normal.”

Dada Thalia terasa sesak seperti ditekan benda berat.

“Kalau dia tidak diam?” tanya Clara.

Rendra tersenyum. “Maka aku akan membuatnya diam.”

Clara tersenyum miring. “Seperti biasa?”

Rendra tidak menjawab, ia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Clara.

Thalia tetap bergeming tanpa suara, seolah kedua kakinya menyatu dengan lantai. Hatinya hancur, ia baru sadar, ternyata pernikahannya dengan Rendra tidak lagi utuh. Melihat bagaimana cara mereka berciuman hanya mempertegas bahwa ciuman itu bukan pertama kalinya.

Ponsel Thalia terus merekam, pikirannya mulai meninggalkan raganya saat adegan itu menjadi lebih intim. Saling meraba, menyentuh area yang tidak seharusnya, bahkan mulai menanggalkan pakaian masing-masing.

Rendra mendorong tubuh Clara ke pintu tanpa melepaskan ciuman mereka, gerakan yang membuat posisi Thalia akan terlihat jika ia tidak segera beranjak. Namun, sebelum tubuh Rendra benar-benar sampai ke pintu, sebuah tangan menarik lengan Thalia dari belakang bersamaan dengan pintu ruang privat tertutup diikuti suara kunci yang diputar.

Dalam satu gerakan cepat, tubuh Thalia ditarik masuk ke ruangan kosong di sebelah. Ia baru benar-benar sadar siapa yang menariknya ketika punggungnya menyentuh pintu yang ditutup dari dalam dan aroma maskulin yang familiar mengisi udara di dekatnya.

Arkana.

Pria itu berdiri tepat di hadapannya, satu tangannya menempel pada pintu, sementara satu tangannya yang lain melindungi kepala Thalia dari benturan, mengurung Thalia di antara kedua tangannya.

Selama beberapa saat, keduanya hanya saling menatap. Napas Thalia masih tertahan, ponselnya di tangannya masih menyala..

Netra Arkana turun melihat ponsel Thalia, lalu beralih menatap wajah wanita di depannya.

“Matikan,” ucapnya rendah.

Thalia tersentak seolah jiwanya baru saja kembali, lalu menunduk cepat dan menghentikan rekaman sekaligus menyimpannya.

"Apayang Anda lakukan di sini?" tanya Thalia berusaha bersikap senormal mungkin. "Dan kenapa Anda menarik saya kemari?"

Arkana tidak langsung menjawab. Ia mengunci wajah Thalia selama beberapa saat, lalu menarik diri.

“KAlau aku tidak menarikmu, dia bisa melihatmu," jawab Arkana tanpa bahasa formal.

Thalia terdiam, sedikit tercengang melihat sikap Arkan yang tidak seperti biasanya. Sisi formal pria itu digantikan dengan sikap seolah mereka adalah teman lama. Dan jawaban Arkana membuat ia sadar jika pria itu sudah melihat apa yang ia lihat.

"Anda-"

"Aku lebih suka jika kau tidak menggunakan bahasa formal setelah apa yang kau lihat serta dengar beberapa saat lalu," potong Arkana cepat.

Thalia kembali diam, dugaannya benar. “Kau melihatnya?”

“Dan mendengar yang dia katakan. Kau telalu tenggelam dalam perasaanmu sendiri sampai kau tidak sadar aku berdiri di belakangmu dan mendengar semua omong kosong suamimu," jawab Arkana.

Thalia menelan kasar salivanya.

“Dia salah," ucap Arkana pelan.

Namun di ruang berpencahayaan redup itu, kalimat tersebut terdengar lebih tajam daripada teriakan.

"Melihatmu merekam perbuatan mereka membuatku paham akan satu hal, kau ingin melawan."

Thalia masih diam, semua kalimat yang Rendra ucapkan terus berdengung di telinganya, termasuk suara desahan yang keluar dari bibir Clara, dan itu membuat ia merasa mual

"Buat salinan video yang kamu dapatkan dan simpan di tiga tempat berbeda,” ucap Arkana lagi.

. . ..

. . . .

To be continued....

1
Dewi Payang
Langsung tersindir😄
Dewi Payang
Mulai gombal🤭🤭
Dewi Payang
Sama Arkana bisa ngomong gitu, tapi sama Rendra kalah terus🤭
Zenun
juga ada obat penenang nya, yaitu Arkana
Zenun
daku kejar kak
Zenun
jan lupa kasih obat mencret
Patrick Khan
deg deg kan bacanya..😄
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aq deg2an loh, kirain mau hiatus ini novel. trauma aq tuh
mery harwati
Tuan? Arkana kah itu? Atw Saka? Karena Arkana tipe orang yang bergerak di belakang layar 🤔
Dewi Payang
Blencek si Rendra......
Dewi Payang
Rwndra selingkih sama Clara?
W I 2 K
makin keren Thor ceritanya....., puas mataku dimanjakan karyamu... 😍😍😍
Zhu Yun💫
Padahal emaknya Thalia memberikan dukungan penuh, mungkin Thalianya saja yang tidak pernah mau terbuka. Dalam kasus yang lebih berat, sudah banyak tuntutan dari pihak suami dan keluarga suami, ditambah keluarga sendiri tidak memberikan dukungan... disini kewarasan benar-benar sangat diuji, belum lagi cemoohan dari lingkungan sekitar.... 🤧🤧🤧 eh malah curhat ini /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Zhu Yun💫
Lebih tepatnya tekanan batin ya, Thal...
MamDeyh
Lanjuuuutttt😁
MamDeyh
Lanjutt kak
Endah Puji Lestari
😍
Zhu Yun💫
Lanjut yuk lanjut /Determined//Determined//Determined/
Zhu Yun💫
Nanti kalau sudah cerai dari Rendra, jangan langsung mau sama Arkana ya, Thal 🤭🤭🤭 Biar si Ar punya gebrakan dulu 🤧🤧🤧
Zhu Yun💫
Semakin kesini aku malah lebih kepincut dengan sosok Rendra... meskipun dia licik, jahat dan endingnya sudah pasti tidak enak buat Rendra... tapi dia lebih banyak gebrakannya 🤭🤭💃💃💃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!