NovelToon NovelToon
Forget Hate, Remember Love

Forget Hate, Remember Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Gadis Amnesia / Orang Disabilitas
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Joy Jasmine

"Kakak, aku haus. Ambilin minum, dong!"

"Aku enggak sedih lagi, karena punya suami sebaik Kakak."

"Kakak udah maafin aku. Tapi Kakak enggak peluk aku."

Juan tak pernah mengira hidupnya akan berubah seperti ini.

Istri yang dulu bersikap dingin, tidak peduli, bahkan pernah meremehkannya karena kelumpuhannya, kini justru terus menempel di sisinya.

Sebuah kecelakaan telah merenggut sebagian ingatan Ailin.

Wanita itu melupakan tahun-tahun penuh kebencian di antara mereka. Melupakan luka yang pernah tercipta. Melupakan alasan mengapa ia begitu membenci suaminya.

Yang tersisa hanyalah Ailin dengan kepribadian ceria, banyak bicara, penuh perhatian, dan tanpa sadar terus membuat jantung Juan berdebar.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Juan kembali memiliki harapan.

Namun harapan itu datang bersama ketakutan.

Karena cepat atau lambat, ingatan Ailin akan kembali.

Dan saat hari itu tiba...

Akankah wanita itu tetap memilihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joy Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 ~ Aku Tidak Sendirian

Ailin mengerucutkan bibirnya. "Aku bosan. Kakak katanya mau menjagaku tapi sibuk dengan pekerjaan. Keluargaku juga satu pun sama sekali enggak ada yang datang. Menurutmu apa karena sudah menikah, aku enggak dipedulikan lagi?"

"Padahal aku anak kesayangan. Bisa-bisanya mereka enggak datang saat aku kecelakaan sampai hilang ingatan begini."

Juan menghela napas dalam. Pria itu kembali menekan tuas dan bergerak menuju brankar sang istri. "Keluargamu tinggal di luar kota. Maaf, aku belum memberitahu mereka. Kalau kamu mau bertemu, sekarang aku akan memberitahu kakakmu."

Ailin membulatkan kedua matanya. Ia lupa, Juan memang tidak tinggal satu kota dengan keluarga Shen. Ia yang menikah dengan pria itu, tentu akan ikut tinggal di kota asing ini.

"Em, boleh. Tapi beritahu kakak jangan buru-buru! Aku sudah baik-baik saja."

Juan mengangguk. Pria itu menekan tuas kursi rodanya, bermaksud untuk keluar ruangan.

"Mau ke mana? Bicara di sini saja!" Ailin menatap dengan antusias. Wanita itu memperhatikan Juan yang terdiam sejenak sebelum mulai menggeser layar ponsel.

Jarinya tertahan sebentar, Juan menatap sebuah nomor yang telah cukup lama tak ia hubungi. Dengan perlahan ia menekan tombol telepon, namun hanya nada panggil yang terdengar. Hingga berakhir pun tidak ada jawaban di seberang.

"Sepertinya kakakmu sedang sibuk." Juan berkata dengan pelan, bermaksud untuk tidak mengulang panggilan.

"Coba sekali lagi!" pinta Ailin dengan kedua mata besarnya yang berseri. Pria itu pun tak kuasa untuk menolak, dalam hati ia hanya berharap Renzhi tidak akan mengangkat.

Namun saat nada dering hampir habis, terdengar suara seorang pria yang tidak sabaran.

"Apa dia membuat masalah lagi?"

Juan terdiam sejenak saat mendengar kalimat pertama dari pria itu. Sementara Ailin yang mendengar ada suara memberi kode agar sang suami mengaktifkan pengeras suara.

"Halo, Juan."

"Hm, bukan ...."

"Kalau dia bikin ulah, jangan dituruti!"

"... Ailin ingin bertemu."

"Ya, sebentar lagi aku akan ke sana ... Juan, sudah dulu! Aku ada rapat yang harus dihadiri."

"Eh, Renzhi ...."

Tut.

Renzhi menutup panggilan begitu saja, meninggalkan Juan yang terdiam sembari menggenggam ponselnya erat.

"Kenapa enggak diaktifin pengeras? Aku mau tahu kakak bilang apa." Ailin berkata dengan kesal, namun juga penasaran apakah pria itu akan mengunjunginya atau tidak.

"Bagaimana? Kakak mau datang?"

Juan bergeming, membuat semangat sang istri perlahan padam.

"... Nggak papa, kakak pasti sibuk." Wanita itu berkata pelan, kecewa namun tetap berusaha mengerti.

Sementara sang suami menatap wajah sedih itu dalam. Dalam hati berpikir apakah hilang ingatan ini bisa menjadi awal? Jika iya maka setidaknya ia akan mencoba. Mengenyahkan rasa takut ditolak seperti sebelumnya, Juan membuka mulut.

"Sini!" Pria itu memberi kode agar sang istri membungkuk. Meski bingung, Ailin tetap patuh. Menurunkan tubuhnya hingga sedikit condong ke arah sang suami. Dalam sekejap kedua matanya membulat sempurna. Juan yang terlihat dingin itu ternyata tengah mengusap lembut kepalanya berulang kali. Tanpa sadar kedua pipinya terasa panas, ia mengigit bibir bawahnya pelan.

"Anak baik ...." Pria itu mengakhiri elusannya dengan berkata demikian. Namun saat Ailin menatapnya, ia mengerutkan kening dalam.

"Kenapa pipimu memerah?"

"Apa efek samping obat-obatan, kamu jadi demam? Aku akan memanggil dokter." Meski wajahnya tetap datar, Ailin bisa mendengar kecemasan di dalam nadanya.

Juan sudah akan pergi saat Ailin menarik tangannya. "Haish. Aku nggak kenapa-napa, cuma lagi panas saja."

"Panas?" Juan mengerutkan kening, menoleh pada pendingin ruangan yang bergerak naik turun. Lalu kembali menatap wajah Ailin yang masih merah.

Tanpa sadar tangannya terangkat, bergerak menyentuh dahi sang istri yang sedikit kaget.

"Nggak panas ...." Gumaman pria itu terhenti saat tangannya diraih Ailin. Wanita itu menangkup tangan Juan dengan kedua tangan, lalu mengembangkan senyuman tipis yang manis.

"Kak Juan... sekarang kalau pun keluargaku enggak bisa datang, aku enggak terlalu bersedih lagi. Karena aku... punya suami sebaik Kakak."

Wanita itu menggenggam kedua tangan Juan lebih erat. Bibirnya tersenyum semakin lebar menunjukkan ketulusan. Namun Juan membalas dengan tatapan rumit.

Dirinya suami yang baik? Kalau saja Ailin tidak kehilangan ingatan, wanita itu pasti masih benci mati padanya. Semua yang sedang terjadi sekarang terasa indah. Terlalu indah sampai membuatnya takut.

"Aku keluar sebentar." Juan menarik tangannya, menekan tuas dan keluar dari ruangan itu. Pria itu meninggalkan Ailin yang menatap penuh kebingungan.

"Dia kenapa? Seperti enggak senang," gumam Ailin tidak mengerti. Tapi mengingat sikap manis sang suami tadi, ia kembali tersenyum malu sendiri.

.

.

.

1
falea sezi
🤣🤣 ngakak
Manda
🤣🤣🤣
falea sezi
g lanjut kah
Joey: Lanjut dong😁
Bentar lagi update kok ✨
total 1 replies
falea sezi
baru nyimak klo bagus q ksih hadiah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!