Terkadang kita tidak mengerti arah tujuan kehidupan, kadang kita sudah merasa bahagia namun Maut memisahkan kita dengan orang yang kita cintai, sulit rasanya untuk menjauhkan semua kenangan tentangnya meskipun seorang pengganti sudah memberikan yang terbaik kepada kita.
Ini Novel aku yang kedua mengisahkan tentang Seorang Laki laki yang bernama Betrand yang dengan susah payah mendapatkan hati wanita yang dia cintai bernama Richa Devanya, seorang wanita yang memiliki penyakit Leukemia. Setelah melahirkan seorang putri yang cantik, Richa meninggal dunia dan ibu Betrand memaksa Betrand untuk mencari ibu pengganti buat anaknya.
Namun Betrand masih belum siap, dan muncullah adik Mendiang Richa yang mirip dengan kakaknya yang sudah meninggal. Bagaimana selanjutnya? Apakah Betrand akan jatuh cinta kepada Debby adik Richa? Atau kepada istri pengganti Richa yang bernama Celine yang
dia nikahi secara terpaksa?
Mohon Bantu Author dengan memberikan Like, Vote, koment, dan Favoritkan yah agar semua pemberitahuan Novelku muncul diberanda kalian dan jangan lupa Follow aku 🥰🥰😍
Makasih 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartinA Felicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kontrak Memikat hati Betrand
Celine bersiap siap akan pergi ke Jakarta demi menghidupi anak anak Panti Asuhan lainnya dia rela meninggalkan gengsi dan egonya untuk bekerja kepada Bu Ariana.
“Semua ini aku lakukan demi kehidupan anak anak Panti.” Gumamnya.
Ariana meminta Celine untuk datang ke rumahnya hari ini jam 10 pagi, dan yang paling penting adalah misi mereka jangan diberitahukan kepada siapapun termasuk Astuty (Ibu Angkat Celine).
Celine melangkah dengan ragu ragu, putri menggenggam tangannya dengan erat seperti layaknya seorang anak kepada ibunya ketika sedang berjalan menyebrangi jalan.
Celine berdiri di depan pintu gerbang, security di depan sudah tahu kalau wanita itu adalah tamu yang ditunggu Nyonya Ariana.
“Ini Ibu Celine kan?” Ujar Pak Security hanya sekedar memastikan.
Putri tersenyum, “Iya om, ini tante Putri namanya tante Celine.” Ucap Putri yang tida begitu akrab dengan security baru itu.
“Baiklah silahkan masuk!” Ucap Pak Security.
Semenjak Putri hilang, Leonar sengaja mempekerjakan Security di rumahnya, dia hanya memindahkan salah satu pekerjanya di Galeri Lukis ke rumahnya, setidaknya kejadian kehilangan Putri tidak akan terulang lagi.
Celine memencet bel, Ariana tahu kalau itu adalah gadis yang dia tunggu tunggu. Ariana membukakan pintu untuk gadis istimewa itu.
“Silahkan masuk!” Ucap Ariana.
Celine memandangi seisi rumah Putri, besar dan megah, semua isinya terbuat dari bahan bahan yang mahal dan banyak lukisan yang ditempelken di dinding, mungkin karakter dari seorang pengusaha Lukisan begitu.
“Silahkan duduk nak!” Ucap Ariana.
Putri langsung menghampiri neneknya dan memeluknya, “Nenek..!” Ucapnya.
“Kamu baik baik saja kan sayang?” Tanya Ariana.
Putri tersenyum, “Tapi Putri gak mau pulang, Putri mau sama tante Celine, jangan bolehin tante Celine pulang ya nek.” Ucap Putri.
Ariana tersenyum, dia merasa kalau hati cucunya tidak akan pernah salah, “Pasti Putri suka kalau gadis ini jadi mama sambungnya.” Gumam Ariana dalam hati.
“Kamu mau minum apa?” Tanya Ariana.
“Terserah aja deh, Bu...” Ucap Celine.
Ariana meminta Bi Surtini mengambilkan minuman untuk Celine, dengan sigap Bik Surtini membuatkan syrup dingin untuk Celine.
“Panas panas gini cocok minum yang seger seger, Syrup Markisa dingin, silahkan diminum ya non.” Ucap Bik Surtini.
Bik Surtini adalah asisten rumah tangga di rumah Leonard sudah 7 tahun. Dia mengenal mendiang Richa dan dia sangat mengenal sifat dan sikap Betrand sebelum Richa meninggal dan setelah Richa meninggal.
Celine meneguk minuman es yang sudah diberikan Bik Surtini, dia meneguk seperti seekor rusa yang haus.
*Gluk Gluk Gluk *Suara tegukan itu menunjukkan kalau gadis itu memang sangat haus. Ariana meminta Bik Surtini menambahkan minumannya.
“Bik... tolong tambahkan minuman Celine lagi dong!” Pintanya kepada asisten rumahnya.
Celine menjadi malu, “Duh... malu kan jadinya.” Gumamnya dalam hati.
“Kamu sepertinya haus sekali yah nak?” Tanya Mama Betrand.
“Di di di luar panas sekali bu, Celine juga tadi jalan kaki dari halte ke stasiun, jadi sedikit haus hehehhe.” Ucap gadis itu sedikit malu dan gugup.
“Iya gak apa-apa, sebelumnya ibu mau berterimahkasi karena kamu sudah mau mengantar cucu ibu pulang...” Ucap Arina tenang.
Celine tersenyum, “Iya, Bu... Itu sudah kewajibanku kan....” Ucap Celine lagi.
“Putri sayang... kamu masuk ke kamar dulu yah, kamu bermain di kamar dulu, kan kamu uda lama gak bermain dengan boneka bonekamu.” Ucao Ariana.
Putri menurut, dia pergi dan masuk ke kamarnya, “Tapi tante Celine masih disini kan?” Tanyanya memastikan lagi.
“Iya sayang, tentu saja, kamu masuk aja ke dalam kamar dulu yah!” Pinta Ariana.
Setelah Putri masuk ke dalam kamarnya, Ariana meminta Bik Surtini membuatkan susu untuk cucunya dan menemani cucunya di dalam kamar. Bik Surtini selalu siap melaksakan perintah majikannya.
Ariana menarik nafasnya panjang, sepertinya ada hal penting yang akan dia sampaikan kepada gadis yang ada di hadapannya. Celine semakin gugup, dia merasa canggung duduk di sofa mahal milik orang kaya seperti mereka dan dia gugup krena Ariana akan menyampaikan sesuatu yang penting. “Apa lagi yah yang akan disampaikan Bu Ariana?” Gumamnya dalam hati.
Ariana tersenyum, dia mengatakan “Nak... Betrand itu adalah anak saya satu satunya, dan suami saya namanya Leonard, itu foto kami..... dan wanita yang ada disitu, dia adalah Richa almarhumah ibu Putri, dia wanita yang paling dicintai Betrand dalam hidupnya, semenjak Richa meninggal...... Betrand tidak pernah lagi mencintai wanita manapun, hidupnya hancur dan berantakan, bahkan dia tidak pernah menyayangi Putri anaknya satu satunya, Ibu ingin ada seseorang yang menata hatinya kembali agar dia bisa menerima Putri.” Ucap Ariana.
“Tapi bagaimana mungkin Celine bisa bu? Putri aja diabaikan dan tidak disayangi, apalagi Celine yang hanya gadis Panti Asuhan.” Ucap Celine.
“Itulah sebabnya ibu memberikan kamu tugas ini, ibu akan membayar uang dp sebagai bukti keseriusan ibu.... Kamu tau kan kalau kamu gak segera merenovasi Panti Asuhan, kasihan anak anak disana gak nyaman tidur, belajar, bermain, kalau ada yang terpeleset karna hujan gimana? Kau bisa menggunakan uang dp ini untuk membantu mereka, jasamu tak akan dilupakan mereka jika mereka sukses.” Ucap Ariana.
“Tapi bu.... Celine gak yakin kalau Celine ini bisa, Celine gak pernah menaklukan laki laki sombong seperti Betrand.” Ucap Celine.
“Sombong? Kau sudah mengenalnya?” Tanya Arina.
“Sebenarnya bu, saat di rumah itu Betrand sudah mengatakan kepada saya sesuatu yang menbuat saya sakit hati, itulah sebabnya kenapa saya menolak tawaran ibu bekerja disini.” Ucap Celine.
“Oh begitu, jadi gimana? Kau menerima tawaran ibu hari ini?” Tanya Ariana.
Celine menatap foto yang menempel di dinding dan juga beberapa lukisan wanita cantik, “Richa sangat cantik, dan apalah aku ini.... mana mungkin Betrand tertarik padaku.” Gumam Celine dalam hati.
“Gimana nak? Ini 10 juta buat dp.... dan ini 5 juta gaji kamu didepan untuk bulan ini.” Ucap Ariana.
Celine menelan air liurnya, “Gaji 5 Juta?” Tanyanya.
“Iya... saya tetap menggaji kamu, 5 Juta sebulan untuk mengajari Putri, tapi kamu harus tinggal disini, kau bisa pulang ke Panti Sabtu dan Minggu, itu hari liburmu, dan 10 Juta ini adalah Dp untukmu, kalau kau mau setengah dari kesepakatan kita juga gak masalah, nanti ibu akan transfer sisanya.” Ucap Ariana.
Celine semakin gugup, “Gak Buk... Ini sudah banyak sekali, aku belum pernah dapat gaji sebesar ini, sebelumnya aja gaji aku hanya sebatas gaji upah biasa...” Ucap Celine.
“Karena itu, kau mau kan?” Tanya Ariana lagi.
Melihat uang yang begitu banyak, Celine mengingat keadaan adik adik asuhnya yang memang sudah tidak layak lagi.
“Rumah sudah banyak yang bocor, kalau gak segera ditangani pasti akan semakin merembes dan membuat sisi lainnya busuk dan rapuh, mungkin sebaiknya memang aku menerima tawaran ini, tapi aku kan gak pintar dandan, bagaimana aku bisa menggoda laki laki sombong itu?” Gumam Celine.
“Bagaimana, Nak? Kamu mau kan?” Tanya Ariana lagi.
“Iya, Buk, Celine bersedia.” Ucap Celine.
“Kalau kamu memang bersedia, ini surat perjanjian kita, kamu tanda tangan yah.” Ucap Ariana.
“Buset, perjanjian ginian doang pake surat materai? Aduh, orang kaya emang ribet urusannya.” Gumam Celine.
“Nak... tanda tangani, dan pastikan sebelum menandatangani, kau harus baca dulu isinya.” Ucap Ariana.
Celine membaca isi perjanjian itu, “Aduh ribet banget, tapi uangnya lumayan...” Gumam Celine lagi sambil berpikir. Akhirnya dia menandatangin surat perjanjian itu, dia berharap dia akan bisa menggoda Betrand dan membuat Betrand mencintai dia.
“Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku, meski kau tak suka, berikan sedikit waktu.”
“Kamu nyanyi, Nak?” Tanya Ariana kaget mendengar Celine tiba tiba bernyanyi.
“What? Jadi aku bernyanyi? Aduh maaf bu, itu spontan kayaknya, saya pikir cuma dalam hati doang.” Ucap Celine.
“Makasi sudah tanda tangani, jadi mulai hari ini kamu sudah bisa bekerja merebut perhatian Betrand, dalam tempo 30 hari.” Ucap Ariana.
Celine menunduk panik, dia tahu itu adalah pekerjaan yang sulit namun dia yakin kalau dia akan bisa.
“Demi kehidupan anak-anak di Panti, aku harus bisa merebut hati Betrand si cowo menyebelin itu.” Gumam Celine dalam hati.
Bersambung
up bab seaon 2 dong
demen nich gwe😀
para lelaki memang terlahir posesif n egois kah