NovelToon NovelToon
Sekar

Sekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sekar, kembang desa Wanasari, seharusnya menikah dengan Lindu, pria tampan, mapan, dan kebanggaan banyak orang. Namun, tepat di hari pernikahan, Sekar tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Sejak saat itu, kebahagiaan berubah menjadi misteri yang tak terpecahkan. Ada yang mengira jika Sekar kabur dengan orang lain.

Beberapa bulan kemudian, teror mulai menghantui desa Wanasari. Kejadian-kejadian aneh bermunculan, membuat warga hidup dalam ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan yang batal

Pernikahan itu akhirnya benar-benar batal.

Tidak ada akad, tidak ada pesta, dan tidak ada pengantin perempuan.

Rumah Bu Ratmini yang sebelumnya ramai oleh persiapan pernikahan kini berubah sunyi. Tenda dibongkar, kursi-kursi diangkut kembali, sementara sisa dekorasi masih menyisakan luka bagi keluarga itu.

Dan setelah seminggu berlalu, tetap tidak ada kabar tentang keberadaan Sekar.

Tak seorang pun tahu di mana gadis itu berada.

Sejak kepergian Sekar, nama keluarga Bu Ratmini menjadi bahan gunjingan satu kampung.

Setiap hari, hanya cerita tentang Sekar yang menjadi bahan gibah warga.

"Katanya lari sama laki-laki lain."

"Kasihan Lindu, dipermalukan begitu."

"Pantas saja anak sekarang susah diatur."

Bisik-bisik itu terdengar di mana-mana. Di warung, di sumur, bahkan saat ibu-ibu berkumpul selepas pengajian.

Dan yang paling menyakitkan, Bu Ratmini mulai dijauhi orang kampung.

Beberapa tetangga yang dulu sering datang ke rumah kini memilih menjaga jarak. Ada yang hanya menatap sinis saat berpapasan, ada pula yang sengaja berhenti berbicara ketika Bu Ratmini lewat.

"Ibunya saja nda becus menjaga anak gadisnya."

"Iya, sampai anaknya kabur di hari nikah. Memalukan sekali."

Mereka juga mulai mengatakan hal-hal yang semakin menyakitkan tentang Sekar.

"Mentang-mentang cantik dan jadi kembang desa, jadi seenaknya begitu."

"Iya, Lindu itu sudah tulus sama dia."

"Pemuda sebaik Lindu malah ditinggalkan begitu saja."

Ucapan demi ucapan terus menyebar dari mulut ke mulut. Warga kampung kini memandang Sekar sebagai gadis yang sombong dan tidak tahu diri.

Menurut mereka, Sekar sudah keterlaluan karena melukai hati pria yang benar-benar mencintainya.

Padahal selama ini, semua orang tahu bagaimana Lindu memperlakukan Sekar dengan baik. Pemuda itu sabar, bertanggung jawab, dan selalu menuruti keinginan calon istrinya.

Karena itu, banyak warga justru merasa iba kepada Lindu dibanding memikirkan alasan kepergian Sekar.

"Kasihan Lindu, malu sekali pasti."

"Sudah cinta mati, malah ditinggal."

"Bisa-bisanya Sekar melakukan itu di hari pernikahan."

Sementara itu, setiap ucapan warga terasa seperti duri bagi Bu Ratmini.

Dia hanya bisa diam menahan sakit hati saat mendengar anaknya terus dihina.

Kadang wanita itu ingin membela Sekar, ingin mengatakan bahwa putrinya bukan gadis sejahat itu.

Dan, ucapan-ucapan itu perlahan menghancurkan hati Bu Ratmini.

Wanita itu kini lebih sering mengurung diri di rumah. Dia jarang keluar kecuali benar-benar perlu. Bahkan ke mushola pun dia merasa malu karena takut mendengar bisikan warga.

Tubuhnya semakin kurus, wajahnya pucat, dan matanya selalu sembab karena terlalu sering menangis diam-diam di malam hari.

Sementara kamar Sekar masih tetap dia jaga rapi seperti sebelumnya.

Seolah Bu Ratmini masih berharap, suatu hari nanti anak gadisnya akan pulang dan menjelaskan semuanya.

Sementara itu, di rumahnya, Wulan juga harus mendengar berbagai ucapan buruk tentang sahabatnya.

"Ibu benar-benar nda habis pikir sama Sekar itu." Gerutu ibu Wulan sambil melipat pakaian di ruang tengah.

"Sudah dapat laki-laki tampan, mapan, keluarganya terpandang pula, malah ditinggalkan begitu saja."

Wulan yang sejak tadi diam langsung mengangkat wajahnya.

"Bu..." ucapnya pelan.

Namun ibunya masih terus berbicara dengan nada kesal.

"Kasihan Bu Ratmini juga. Tapi ya salah sendiri, nda bisa jaga anak gadis. Sekarang satu kampung jadi ngomongin mereka."

Wulan langsung berdiri.

"Jangan ngomong begitu tentang Sekar, Bu." Katanya dengan nada serius.

Ibunya menatap Wulan heran.

"Lho memang salah ibu di mana? Semua orang juga ngomong begitu."

"Tapi Sekar bukan orang seperti itu!" balas Wulan cepat.

Suasana rumah mendadak menjadi tegang.

Wulan menatap ibunya dengan mata memerah menahan emosi.

"Sekar itu gadis baik. Dia nda pernah macam-macam. Dan dia juga sangat mencintai Lindu." Ucapnya penuh keyakinan.

"Lalu kenapa dia pergi?" Tanya ibunya balik.

Wulan terdiam sesaat.

Dadanya terasa sesak karena sebenarnya dia pun tidak tahu jawabannya.

Namun entah kenapa, dia tetap percaya pada sahabatnya.

"Kalau Sekar pergi, pasti ada sebabnya." Ujar Wulan pelan namun tegas. Tatapannya lurus menatap ibunya, penuh keyakinan.

Bu Lastri langsung menghela napas kasar. Dia merasa anak gadisnya itu terlalu membela Sekar meski semua kenyataan sudah jelas di depan mata.

"Bela terus si Sekar itu, bela!" kata Bu Lastri geram.

"Sudah tahu salah, masih saja dibela terus!"

Wulan mengepalkan tangannya pelan menahan kesal.

"Wulan bela Sekar karena Wulan tahu betul siapa Sekar, Bu." Ucapnya dengan suara mulai bergetar.

"Wulan mengenal Sekar sejak kecil."

Bu Lastri mendecakkan lidah.

"Kalau memang kau kenal dia, harusnya kau juga tahu kalau dia sudah mempermalukan ibunya sendiri!"

"Nda!" Potong Wulan cepat.

"Sekar nda mungkin sengaja melakukan itu."

"Lalu surat itu apa? Bohong?" Tanya Bu Lastri tajam.

Wulan langsung terdiam beberapa detik.

Surat itu memang nyata. Tulisan tangan Sekar juga jelas.

"Sekar itu terlalu sayang sama Bu Ratmini." Lirih Wulan.

"Dia nda mungkin tega bikin ibunya sehancur ini kalau nda ada alasan besar."

Bu Lastri hanya menggeleng tidak setuju.

"Kau ini terlalu polos, Wulan. Kadang orang yang kita kenal lama pun bisa berubah."

Namun Wulan tetap menggeleng pelan.

Di dalam hatinya, dia masih percaya pada sahabatnya itu.

Karena dia yakin, Sekar bukan gadis yang akan meninggalkan semua orang yang dicintainya tanpa alasan.

"Tapi, Bu... Sekar nda mungkin pergi sama laki-laki lain. Dia itu sangat mencintai Lindu," kata Wulan lagi, masih berusaha membela sahabatnya.

Namun Bu Lastri justru mendengus pelan.

"Ya mungkin saja laki-laki itu lebih kaya, lebih tampan dari Lindu, makanya dia mau." Ujarnya tanpa berpikir panjang.

"Bu!" suara Wulan langsung naik. Gadis itu menatap ibunya dengan wajah tidak percaya.

"Sekar itu bukan perempuan matre!" bantahnya keras.

Bu Lastri ikut tersentak karena jarang sekali Wulan membentaknya seperti itu.

"Kau malah membentak ibu sekarang?" Tanya Bu Lastri tersinggung.

"Wulan cuma nda suka ibu ngomong sembarangan tentang Sekar!" Jawab Wulan dengan napas memburu.

Matanya mulai berkaca-kaca menahan marah dan kecewa.

"Sudah, sudah! Kalian ini malam-malam malah berkelahi. Nda malu didengar tetangga?" Tegur Pak Wahdi yang sejak tadi hanya mendengarkan perdebatan istri dan anaknya.

Suasana rumah yang tadinya panas sedikit mereda.

"Ini loh, Pak. Wulan kalau dikasih tahu orang tua ngeyel terus!" Gerutu Bu Lastri masih kesal.

Pak Wahdi menghela napas pelan lalu menatap istrinya.

"Ibu juga jangan terus-terusan memojokkan Wulan. Hargai juga omongannya." Katanya mencoba menenangkan.

"Bela terus anakmu itu, Pak!" Balas Bu Lastri tidak terima.

Pak Wahdi baru saja ingin menjawab ketika tiba-tiba suara seseorang memberi salam terdengar dari luar rumah.

"Assalamualaikum..."

Ketiganya langsung terdiam.

Pak Wahdi segera berdiri dan berjalan menuju pintu rumah panggung mereka.

"Walaikumsalam..." Sahutnya sambil membuka pintu.

Dan begitu pintu terbuka, wajah Pak Wahdi langsung berubah heran.

1
Siti Yatmi
duh ..Thor .betapa hancur hati seorang ibu .tiap hari berharap anaknya pulang, tapi malah mayat yg ditemukan, ga sanggup deh, bayangin nya ..
M.S Inisial
Suka banget sama karya author satu ini
Yulia Lia
ceritanya bagus
Riska Salahudin
seru kak
Yulia Lia
lanjut KK ,,nah yg kmaren ngatain sekar lari SM laki2 lain taunya dia ada di dlm sumur
Yulia Lia
lanjut ya kk
Yulia Lia
mudah2 itu Sekar biar gosip yg berenar gk bener
Nurr Tika
warga heboh knp sekar mati
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
harusnya tdi di angkat sekalian yah, gara" takut akhirnya lupa
Siti Yatmi
jgn2 Sekar itu..ya Tuhan ...
Wiwit
lanjut thor
Nurr Tika
bnr kah itu mayat sekar
Riska Salahudin
pasti sekar
Nurr Tika
mayat sekar di buang ke sumur
Nurr Tika
bagus
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
oh ternyata baskoro dan wulan ada hubungan
Elgi 07
aduhhh thor keren sekali ceritanya. serasa gantung banget babnya.
sepatal city
thor bagus banger, selalu di buat penasaran sama karya horor author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!