NovelToon NovelToon
Sistem Saldo Eksekutor

Sistem Saldo Eksekutor

Status: tamat
Genre:Sistem / Thriller / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:110.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]

Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.

Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.

Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Dermawan

Hendri, ayahnya, menurunkan korannya sebentar. "Jangan lupa sarapan dulu, Luis. Tumben sekali anak Ibu dan Ayah pergi sepagi ini. Biasanya harus diteriaki lima kali baru mau bangun."

​Luis terkekeh sambil menyambar selembar roti tawar. "Hehe, biasalah, Bu, Yah. Aku juga mau sambil olahraga jalan kaki pagi. Biar sehat."

​"Olahraga apa yang jalannya pincang begitu?" celetuk Luna tajam.

​Luis sempat membeku sesaat, namun ia segera membalas, "Ini namanya teknik jalan baru untuk melatih otot betis. Sudahlah, anak kecil tidak akan paham. Aku pergi dulu!"

​Luis tidak benar-benar pergi ke sekolah. Ia menaiki angkutan umum menuju sebuah kawasan pemukiman padat penduduk yang kumuh di pinggiran kota.

Di sinilah Rio tinggal. Sebuah rumah kontrakan kecil dengan dinding triplek dan atap seng yang mulai berkarat.

​Luis berdiri di balik pohon besar di seberang rumah itu, memerhatikan dari jauh. Ia melihat Rio keluar dari rumah membawa tas sekolahnya yang sudah kusam.

Di belakangnya, seorang wanita paruh baya, ibunya tampak batuk-batuk kecil sambil memberikan sebungkus nasi kecil sebagai bekal.

​Rio tampak mencium tangan ibunya dengan penuh hormat. Meski wajahnya masih menunjukkan sisa-sisa trauma akibat bully-an Kenzo, ia mencoba tersenyum agar ibunya tidak khawatir.

​"Anak yang terlalu baik untuk dunia yang kejam," batin Luis.

​Luis tidak mungkin memberikan uang itu secara langsung. Itu akan menimbulkan kecurigaan besar. Ia kemudian berjalan menuju sebuah warung kelontong kecil yang letaknya tepat di samping rumah Rio.

​Di sana, ia melihat seorang kurir pengantar paket yang sedang kebingungan mencari alamat.

Luis mendapatkan ide cerdik. Ia menggunakan sistemnya sebentar untuk memindai area sekitar, memastikan tidak ada mata yang mengawasi.

​Luis mendekati kurir tersebut dan berkata dengan suara yang tenang, "Mas, saya tadi melihat ibu di rumah nomor 12 itu sedang mencari paket ini. Katanya dia salah tulis alamat, tapi uangnya sudah saya bayar lewat aplikasi. Tolong titipkan amplop ini juga ya, katanya dari kerabatnya di luar kota."

​Luis memberikan amplop cokelat tebal berisi uang tunai dua puluh juta rupiah yang sudah ia bungkus rapi dengan kertas kado kusam agar terlihat seperti kiriman biasa.

Ia juga menyelipkan sepucuk surat pendek yang ditulis dengan huruf cetak kaku agar tidak bisa dilacak lewat tulisan tangan:

​"Untuk pengobatan Ibu dan biaya sekolah Rio. Gunakan dengan bijak. Kebenaran tidak pernah tidur."

​Kurir itu, yang tidak curiga karena Luis memakai seragam sekolah yang rapi, mengangguk saja. Luis memberikan uang 'tips' seratus ribu rupiah kepadanya agar ia segera melakukan tugasnya.

​Dari kejauhan, Luis melihat kurir itu mengetuk pintu rumah Rio. Ibu Rio keluar dengan wajah bingung, menerima amplop dan paket titipan itu.

Saat wanita itu membuka amplopnya dan melihat tumpukan uang di dalamnya, ia langsung terduduk lemas di ambang pintu sambil menangis histeris, berkali-kali menyebut nama Tuhan dan bersyukur.

​Rio yang belum jauh dari rumah segera berlari kembali, memeluk ibunya dengan bingung sekaligus haru melihat tumpukan uang yang bisa menyelamatkan hidup mereka itu.

​Luis, yang masih memperhatikan dari balik pohon, hanya menarik napas panjang. Rasa sakit di rusuknya seolah menghilang sesaat.

​"Itu hanya uang muka untuk penderitaan yang kau alami, Rio," gumam Luis. Ia kemudian membalikkan badan, berjalan menuju sekolah dengan langkah yang kini terasa lebih ringan. "Sekarang, mari kita lihat bagaimana sekolah bereaksi tanpa raja kecil mereka."

1
Maul
malah ke doble/Facepalm/
Hary
DEPOSIT DONG BUAT OPERASIONAL RESTORAN
Rickielessta
cerita bagus...end nya juga baguss..lanjutkan berkaryanya
YaN Nie
Kenapa uang Cash nya ngga di ambil?🤣
dhani satria
se manis jembatan ancol
dhani satria
uange aris diambil aja haruse....,kaya robin crooooottttt
dhani satria
aduhhhhhhh bau bau orang takut ma istri ni....,tigor
dhani satria
XXX ni
Roynaldi Ananda
kurang pas rasanya alur cerita ini bagaimana kalau bisa mc nya keras dan dingin dalam menjalankan misi tapi lembut dan perhatian di sisi lain?
Maul: hehe🙏/Smile/
total 1 replies
Fariz Naufal Al Jawas
wah, ini, sebuah mahakarya, sumpa setipe lu sama gua thor, mantap bgt ini ceritanya, jarang" ada yg kyk gini yg biasa ku khayal kan tp skrg trjadi di tulis oleh lu thor
Maul: terima kasih kak🤭kebetulan banget kalau gitu/NosePick/
total 1 replies
Muhamad Rifan
sungguh dermawan system nya 🤣
Maul: (⁠^⁠^⁠)
total 1 replies
Muhamad Rifan
anjay gaya bebas bikin anak nya 🤣🤣
dhani satria: freestyle bang
total 1 replies
Jerry K-el
gassss
ayrhte
BBQ yok/Grin/
ayrhte
saldonya kembali jdi 100 juta. artinya yg 50juta itu semacam reward pengerjaan misi ya, dan 50juta lgi penyelesaian misi? bener gak?🤔
Maul: iya/Smile/
total 1 replies
ラマSkuy
wah harusnya ada nih yang begini didunia nyata untuk membasmi tikus tikus dipemerintahan 🤣🤣
ayrhte
itu sistemnya gak ngerampok bank kan/CoolGuy/
ayrhte
wow, 100 juta. kalau tadi gak baca ulang, bakal ngira 100 rebu
ayrhte
nice quote
ayrhte
huwaa, ku kira bakal isekai, tapi trnyta ngulang waktu di KONOHA/Sob/
Maul: /Grin/🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!