NovelToon NovelToon
Mawar Memar

Mawar Memar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

Dia tumbuh dengan begitu indah, begitu mempesona siapapun yang melihatnya. Gadis cantik yang energik, pintar dan cerdas. Penghargaan pun tidak hanya satu atau dua yang dia dapatkan. Tapi berjejer menghiasi seluruh isi lemari kacar di kamarnya. Terlahir dari keluarga kaya raya, dengan fasilitas mewah dan semuanya bisa dia dapatkan hanya dengan mengatakan satu hal “aku mau ini.” Makan semuanya akan menjadi miliknya. Namun, siapa sangka. Mawar cantik itu menyimpan luka yang begitu dalam. Luka apakah itu? Lalu akankah dia menemukan obatnya? Mari saksikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Moment

Di atas balkon, Rex berdiri sambil memandangi langit yang mulai berawarna oranye kemerahan. Burung-burung terbang berkelompok untuk kembali ke sarang nya.

Pandangan Alex teralihkan saat ada sebuah mobil memasuki jalan rumahnya. Mobil yang sudah tidak asing lagi baginya.

“Makasih ya, Pak.” Ujar ayunda pada supir Rayden yang telah mengantarnya sampai rumah.

Saat berjalan menuju rumah, Delana tidak menyadari kejadian Rex yang ada di atas balkon sedang memperhatikan dirinya.

Gadis itu menaiki anak tangga, lalu memasuki kamarnya. Dia duduk senang di depan meja rias, menatap wajahnya, lalu menghapus make up yang meriasi wajah manis itu.

Di dalam bathtub, Delana merendam tubuhnya sambil merileks kan pikirannya. Dia berusaha mencari ketenangan hatinya yang sebelumnya terasa hancur berantakan.

Dia berkali-kali menghela nafas, tanda bahwa dia sedang berusaha berdamai dengan apa yang sudah terjadi.

“Kami memang melakukan sebuah pertaruhan. Di mana jika Rex berhasil mendapatkan kamu, maka aku akan memberikan saham atau mobil hitam ku untuknya. Tapi, Delana, bukan berarti Rex tidak memiliki perasaan padamu, justru karena dia jatuh cinta sama kamu makanya taruhan ini pun ada.”

Gadis itu kembali menghela nafas.

“Dia pernah melihatmu di pesta pernikahan anak Pak Ardy. Dia tertarik padamu, dan mungkin bukan hanya sekedar tertarik. Namun, ada hal yang membuat dia ragu dan takut mendekati kamu. Untuk itulah aku mengajukan sebuah taruhan padanya. Niatku pun baik, ingin agar dia tidak ragu dan bisa mendaptkan dirimu.”

“Memangnya apa alasan seorang Rex ragu mendekati gadis dari kalangan rendahan sepertiku? Lagi pula wanita mana yang tidak akan menerima seorang Rex.”

Setelah merasa dirinya tenang, Delana keluar dari bathtub. Dia berdandan cantik, dan membiarkan rambutnya setengah kering.

“Mas.”

Delana mendapati Rex masih berdiri di balkon sambil memegang segela sampanye. Rex menoleh.

Delana mendekat.

“Mundur.” Ujar Rex saat Delana menginjakkan kakinya di balkon. Delana nampak bingung.

“Ada apa? Apa aku tidak boleh mendekat?”

“Di bawah banyak anak buahku, aku tidak ingin mereka melihatmu memakai baju itu.”

Gadis itu sadar jika pakaiannya memang terbuka. Lalu dia kembali masuk dan duduk di ujung kasur.

Pria itu menyimpan gelas sampanye miliknya. Pergi ke kamar mandi untuk berkumur.

Rex menarik kursi, lalu duduk di depan Delana.

“Mas, aku ….”

“Kenapa lama sekali? Ke mana Rayden membawamu?”

“Hanya makan di pinggir sawah.”

Rex mengangguk kecil. Matanya menatap intens pada gadis yang ada di hadapan nya. Dengan kedua kaki terbuka, dengan kedua tangannya bertumpu pada masing-masing lutut.

“Mas ….”

Rex menjawab panggilan Delana dengan sebuah deheman samar.

“Kenapa ….”

Delana nampak kebingungan hendak mengatakan apa. Akhirnya dia memilih untuk diam sambil menundukkan kepala karena tidak tahan dengan mata Rex yang seakan mengintimidasi dari dirinya.

Pria itu bangun, lalu duduk di samping Delana.

“Apa yang ingin kamu katakan?” Tanya Rex seraya menurunkan outer piyama yang sedang Delana pakai. Tangan yang beroto mulai mengusap punggung Delana dengan lembut.

Gadis itu tahu apa yang ingin Rex lakukan. Dia menoleh, lalu mencium bibir Rex dengan sangat brutal.

Tidak ada pembicaraan. Delana yang ingin menanyakan beberapa hal pun memilih untuk melakukan sebuah aksi daripada memilih diksi yang dia sendiri pun tidak mengerti.

Pembahasan itu berubah menjadi sebuah permainan panas menjelang malam.

Hari-hari berikutnya terjadi seperti hari sebelumnya yang penuh dengan kehangatan dan cinta dari keduanya.

“Selamat pagi,” sapa Rex saat Delana masih memejamkan matanya di atas ranjang. Gadis itu menggeliat kecil.

“Bangun, sayang. Sudah siang.”

Delana bangun. Dia duduk dengan mata masih terpejam.

Dengan satu tangan, Rex mengangkat tubuh Delana, dan membawanya ke kamar mandi.

Gadis itu masih memejamkan matanya saat Rex dengan telaten menggosok giginya, lalu mencuci wajah Delana dengan lembut.

“Mau aku mandikan?” Tanya Rex sambil berbisik di telinga Delana.

“Sendiri aja.” Mata Delana yang sebelumnya seolah memakai lem, mendadak terbuka lebar. Dia mendorong kekasihnya keluar dari kamar mandi. Dia tahu jika Rex memandikan dirinya, maka yang terjadi akan berbeda.

Delana sudah merasa sangat lelah karena semalaman Rex tidak mengizinkan nya tidur. Tubuhnya terasa ringsek. Entah berapa kali mereka bermain. Sampai pukul 03 dini hari, Rex kembali ke kamarnya dan membiarkan Delana istrihat.

Saat keluar dari kamar mandi, Rex duduk di tepian ranjang sambil memainkan ponsel.

“Keluarlah. Aku tidak akan bisa berpakaian kalau mas masih di sini.”

“Tidak apa-apa, aku janji tidak akan melakukan apapun selain melihat.”

Bola mata Delan memutar.

Mata Rex menatap tanpa jeda dengan senyuman manis di bibirnya saat menyaksikan gadis itu berpakaian. Sesuai ucapan nya, Rex tidak melakukan apapun selain meliat dan mengabadikan moment itu di ponselnya.

“Mau dijual apa gimana? Aku pake baju saja sampai direkam.”

“Untuk penyemangat nanti jika aku pergi.”

“Pergi?”

Rex mengangguk.

“Aku ada bisnis keluar kota selama lima hari.”

Wajah Delana seketika berubah.

“Sebentar saja, Sayang. Aku ingin membawa juga tapi tidak bisa. Kamu habiskan saja waktumu bersama teman-teman. Pakai ini.”

Rex memberikan kartu kredit unlimited miliknya.

“Pergilah berlibur. Tapi bawa dua ajudanku bersamamu.”

“Gak percaya banget, Mas, Sampai aku diawasi segala.”

Rex mencubit hidung Delana. “Bukan begitu, aku hanya ingin memastikan keamanan kamu. Semua kolega bisnisku tahu apa arti kamu untukku. Hanya saja di anatar mereka pasti ada yang menjadikan kamu sebagai kelemahanku.”

“Iya, iya, aku ngerti kok. Terus, kapan mau berangkatnya?”

“Hari ini.”

Delana cemberut.

Melihat Bibir mungil Delana yang maju beberapa senti, membuat Rex tidak bisa menahan untuk tidak mencicipinya.

Delana pun tidak melepaskan Rex begitu saja meski pria itu beberapa kali ingin mengakhiri permainan mereka. Gadis itu menahan agar Rex tidak berhenti.

Keduanya berbaring dengan nafas yang terangah-engah.

“Gadis nakal,” ujar Rex sambil mencubit pipi Delana. Gadis itu tertawa.

“Kamu sengaja kan ingin menahanku di sini?” Tanya nya sambil menatap Delana yang berbaring di sampingnya.

“Lima hari itu kelamaan, Mas.” Delana merengek. “kalau aku kangen, gimana?”

“Makanya kamu pergi lah berlibur bersama teman-teman. Setidaknya pikiran kamu bisa teralihkan.”

“Biar aku lupa gitu sama kamu?”

Rex menggigit pipi Delana.

“Awwwww, sakit tahu, Mas.”

“Berani kamu melupakan aku, Hmm!?”

Delana tertawa sambil menggelengkan kepala.

“Aku pergi, ya.”

“Jangan.” Rengek Delana sambil kembali menarik tangan Rex.

“Sayang, aku janji jika urusanku selesai dengan cepat, aku akan segera kembali.”

Mata delana mulai basah.

Rex menghela nafasnya dalam, dia kembali berbaring di samping Delana. Memeluk tubuh gadis itu dengan erat.

Setelah Delana terlihat tenang, Rex pun membersihkan diri, lalu pergi.

Delana berdiri di atas balkon dengan hati yang hampa.

1
Ntaaa___
Jangan lupa mampir di cerita 😇
Mujria Ria
padahal ceritanya bagus TPI belum ada yg baca yaa?? di tunggu kelanjutannya thor
Chaw_Mully: Hehehe gak apa-apa kak, mungkin belum rezekinya 😄. Makasih ya udah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!