Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.
Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Dipermalukan
Wajah Billy pucat seketika mendengar apa yang dialami oleh Kiara. Untuk sesaat ia tidak mampu berkata- kata.
"Tidak. Aku tidak akan membiarkan Kiara mandul," batin Billy. Pukulan dan tendangan bertubi-tubi yang diterima Kiara dibagian perutnya itu yang membuat gadis malang itu harus menerima kenyataan pahit.
"Untunglah dia tidak dalam keadaan hamil," gumam Billy yang mengira hubungan pernikahan Kiara dan Evert berjalan normal seperti pasangan pada umumnya.
Billy segera meminta Marco untuk menjemputnya dengan helikopter. Ia bahkan lupa dengan kesembuhan keponakannya Anabell. Saat ini yang ada di otaknya hanyalah Kiara. Dalam waktu lima menit, helikopter itu sudah terlihat diatas halaman luas resort pribadi milik Billy.
Billy segera masuk ke dalam helikopter lalu menghubungi Kiara agar menunggunya datang.
"Tuan, apa yang terjadi pada nona Kiara?" tanya Marco. Billy menjelaskan sesuai yang dikatakan dokter bagian visum padanya. Marco juga sangat geram mendengar kabar itu.
"Apakah aku harus membunuh wanita itu tuan?" tanya Marco.
"Kematiannya tidak semudah itu. Dia harus membayar mahal apa yang telah dia perlakukan pada Kiara. Dapatkan semua rekaman dirinya saat menyiksa Kiara. Dengan bukti itu kita bisa mempermalukan oknum FBI dan juga kepala suster di asrama Anabel. Apa yang dikatakan Kiara ada benarnya.
Membalas seseorang itu cukup dengan mempermalukan dirinya dari kejahatannya sendiri karena manusia licik dan jahat akan sangat tersiksa hidupnya jika dicaci dan dihina oleh banyak orang. itulah hukuman setimpal untuk mereka daripada kematian itu sendiri," ucap Billy dan Marco paham dengan pikiran bosnya ini.
Dibawah sana, Kiara sedang melakukan jumpa pers di gedung KBRI yang ada di negara adi daya itu. Ia harus membersihkan namanya sebelum kembali ke tanah air. Helikopter Billy sudah mendarat di atas landasan pacu lalu segera ke tempat Kiara berada saat ini.
Sial bagi Kiara karena apa yang dia lakukan saat ini sedang ditonton oleh ibunya dan juga keluarga suaminya yaitu kakek Hilman dan nenek Sarah. Keluarga itu terdengar syok. Kakek Hilman memegang dadanya yang terasa sangat sakit.
"Jadi, Kiara tidak hamil? dan si jala** g itu menjebak cucu menantuku? kenapa Kiara tega membohongiku?" ucapnya terbata-bata dengan keringat dingin membanjiri tubuhnya.
"Sepertinya itu ulahnya Evert. Kita harus meminta penjelasan anak itu dengan tragedi yang menimpa Kiara," ucap nenek Sarah menenangkan suaminya. Nenek Sarah meminta pelayan untuk menghubungi dokter pribadinya karena jantung kakek Hilman kembali kumat.
"Ya Allah ya Robb. Lindungilah putriku...!" tangis nyonya Rubby yang tidak kuat melihat wajah putrinya di televisi di mana berita itu disiarkan secara global. Walaupun ia juga sangat kecewa dengan kebohongan putrinya itu.
Usai menyelesaikan jumpa pers, Billy segera menghampiri Kiara. Kiara terlihat sangat antusias melihat kedatangan Billy.
"Tuan, kenapa anda ke sini?" tanya Kiara.
"Kiara, apakah kita bisa bicara berdua saja tanpa ada orang lain?" ijin Billy.
"Emangnya ada apa tuan?" tanya Kiara tidak langsung setuju.
"Aku akan jelaskan jika kita menjauh dari pers," ucap Billy yang sedang membelakangi kamera wartawan yang ingin mengambil gambarnya. Kiara menurut namun pikirannya tertuju pada Anabell.
"Tuan, apakah Anabell sakit?" tanya Kiara kuatir.
"Ini bukan Anabell. Ini tentang kamu. Hasil visum kamu sudah keluar dan ada dampak yang tidak menyenangkan bagi seorang wanita akibat siksaan fisik yang dilakukan wanita sialan itu padamu," ucap Billy hati-hati.
"Maksud tuan apa?" tanya Kiara mulai serius.
"Ada beberapa jaringan yang rusak yang menyebabkan darah membeku karena pendarahan dalam yang tidak terlihat. Efeknya kamu bisa mandul jika kamu tidak segera melakukan operasi," ucap Billy.
"Operasi? maksudku perutku akan dibedah begitu?" tanya Kiara cukup ngeri.
"Tidak harus operasi. Bisa juga dilakukan melalui jalur lahir," lanjut Billy.
"Tidak. Aku tidak mau mereka melihat bagian intim ku karena aku masih perawan," ucap Kiara tanpa segan dan terlalu polos.
Billy terkejut sekaligus sangat gembira mendengar kabar itu. " Kau...! bagaimana mungkin masih perawan sedangkan kamu sudah menikah?" tanya Billy dengan suara berbisik.
"Aku menjalani pernikahan kontrak dan tidak ada sentuhan fisik selama kami menikah. Sudahlah aku tidak mau membahas ranah pribadiku pada tuan," ucap Kiara.
"Baiklah. Setidaknya kita bisa mencari jalan alternatif agar kamu bisa sembuh dan aku ingin punya anak darimu, Kiara," Billy keceplosan sendiri membuat mata Kiara membulat penuh.
Billy sudah terlanjur mengatakan tujuannya pada Kiara. Sudah kepalang tanggung jadi mending sekalian bicara saja tentang perasaannya pada Kiara.
"Maafkan aku Kiara, seharusnya aku ingin mengatakan sejak awal namun momen nya belum tepat untuk mengatakan perasaanku padamu. Tapi, kali ini aku...-"
"Kiara, ada telepon dari ibumu," ucap tuan Rafli menghampiri Kiara yang masih syok mendengar ucapan Billy.
"Iya pak. Berikan ponselnya padaku," ucap Kiara segera mengambil ponsel dari tuan Rafli yang sudah mengenal ibunya Kiara.
"Assalamualaikum bunda," sapa Kiara bersiap untuk drama namun ucapan ibunya diiringi tangisan membuat ia heran.
"Bunda kenapa bunda menangis?" tanya Kiara.
"Nak, kakek Hilman sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati di ruang operasi. Beliau mengalami serangan jantung setelah menyaksikan beritamu di televisi.
"Apa....?!" pekik Kiara yang baru menyadari posisinya saat ini. Kebohongan yang ingin ia tutupi ternyata sudah ketahuan oleh kakek Hilman.
"Kenapa kamu membohongi kami semua nak? kenapa kamu mau saja melakukan kebodohanmu demi Evert?" tanya nyonya Rubby membuat Kiara tidak sanggup lagi berkata-kata.
"Maafkan aku bunda. Aku akan jelaskan semuanya pada bunda nanti," ucap Kiara lalu memberikan lagi ponselnya tuan Rafli.
Billy menatap wajah murung Kiara.
"Ada apa Kiara..?" tanya Billy.
"Ada banyak hal yang tidak bisa aku jelaskan kepadamu. Aku sudah melakukan banyak dosa demi melindungi ibuku. Mungkin Tuhan menghukum ku dengan dosa itu," Kiara lalu menutup wajahnya dan menangis sejadi-jadinya.
"Apakah ada hubungannya dengan pernikahan kontrakmu itu?" tanya Billy penasaran. Kiara mengangguk lalu Billy tidak ingin lagi bicara. Ingin rasanya Billy memeluk Kiara agar menangis di dadanya namun Kiara sangat menjaga tubuhnya agar tidak disentuh oleh sembarangan pria kecuali dalam keadaan darurat.
"Apakah kamu ingin kembali ke tanah airmu Kiara?" tanya Billy tidak rela Kiara pulang dalam keadaan tubuhnya masih perlu dirawat.
"Sebaiknya aku kembali ke tanah air agar permasalahan pelik keluargaku ini segera selesai. Aku hanya ingin hidup tenang bersama dengan ibuku. Lagipula aku ingin melakukan pembatalan pernikahan karena diantara aku dan Evert tidak ada sentuhan fisik," ucap Kiara.
Billy sebenarnya mendukung tindakan Kiara atas pernikahan gadis cantik itu. Namun berpisah lagi dengan Kiara membuatnya sangat berat.
"Baiklah, kamu boleh pulang dan aku yang akan mengantarkanmu sendiri dengan jet pribadiku. Dengan begitu aku bisa langsung menikahimu setelah pembatalan pernikahanmu," ucap Billy terdengar tegas dan tulus layaknya seorang pria jantan.
"Tapi, kita tidak seiman tuan Billy," jawab Kiara sangat menohok.
"Hah...? jadi tidak bisa menikah kalau tidak seiman?" tanya Billy.
"Ya, karena perkara pernikahan itu adalah ibadah panjang yang akan menghasilkan nilai pahala yang akan mengantarkan kita ke surga. Itulah pentingnya pernikahan seiman menurut agamaku," jelas Kiara dan hati Billy langsung mencelos.
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭