NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Gus Zayn terdiam beberapa saat mendengar perkataan Keira. Ia menatap dalam gadis di depannya ini. Ia sama sekali belum mengenal gadis itu, namun entah mengapa ada hal yang lain dari dalam dirinya.

"Kenapa saya harus menceraikan kamu?" Ucap Gus Zayn dengan suara datarnya.

Keira menatap pria itu lekat. "Sa-saya nggak pantas untuk anda, Gus. Saya bahkan bukan seseorang yang paham agama. Saya bahkan nggak tau shalat." Ucap Keira jujur. Persetan Gus Zayn akan menganggapnya apa, yang penting ia sudah jujur dulu.

Gus Zayn tidak segera menjawab.

Hening menggantung di antara mereka, seperti udara yang lupa bergerak. Matanya masih terpaku pada wajah Keira—wajah yang menyimpan kejujuran, terlalu rapuh untuk dunia yang sering menuntut kesempurnaan.

Detik-detik berlalu pelan, seolah waktu pun enggan ikut campur.

Keira menunduk sedikit, jemarinya saling menggenggam, menahan sesuatu yang nyaris runtuh. Ia sudah mengatakan semuanya. Tidak ada lagi yang bisa disembunyikan. Tidak ada lagi yang bisa ia lindungi.

“Kalau begitu…” suara Gus Zayn akhirnya terdengar, rendah, nyaris seperti bisikan yang terseret angin, “…kenapa kamu tetap di sini?”

Pertanyaan itu tidak keras, tapi cukup untuk membuat dada Keira terasa sesak.

Keira mengangkat wajahnya perlahan. Matanya berkilat, bukan karena marah, tapi karena sesuatu yang lebih sunyi—takut yang dipendam terlalu lama.

“Saya… nggak punya tempat lain Gus. Tapi jika Gus menceraikan saya, saya bisa langsung pergi dari sini,” jawabnya lirih.

Dan lagi-lagi, sunyi mengambil alih.

Gus Zayn menghela napas panjang. Ia memalingkan wajah sejenak, seolah sedang berdamai dengan sesuatu dalam dirinya sendiri—sesuatu yang bahkan belum ia pahami.

“Keira,” panggilnya pelan.

Tidak ada tekanan dalam suaranya. Tidak juga penghakiman. Hanya tenang… yang anehnya terasa berat. “Orang yang tidak tahu… masih bisa belajar.”

Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa nada menggurui, tanpa kesan menyelamatkan.

Keira terdiam. Ia tidak langsung menjawab. Kata-kata itu seperti mengetuk sesuatu di dalam dirinya—perlahan, hati-hati, seakan takut merusak.

“Dan orang yang merasa tidak pantas…” lanjut Gus Zayn, matanya kembali menatap Keira, lebih dalam dari sebelumnya, “…belum tentu benar-benar tidak pantas.”

"Ta-tapi, saya–"

"Saya bahkan sudah membuat komitmen jika saya akan menikah sekali seumur hidup saya. Dan saya sudah menikah dengan kamu, jadi saya tidak akan melakukan hal yang kamu minta itu."

Deg!!

Jantung Keira memacu dengan kencang, lidahnya bahkan terasa amat kelu. Ia tidak bisa berkata-kata.

"Soal tidak bisa shalat, saya bisa mengajari kamu. Mulai besok, kita satu kamar, dan saya akan mulai mengajari kamu shalat dan mengaji." Ucap Gus Zayn.

Hati Keira bergetar mendengarnya, ia bahkan sungguh terharu. Bolehkah ia yang begajulan ini mendapatkan pasangan seperti Gus Zayn yang amat sempurna ini?

Dalam hidup Keira, ia sama sekali tidak pernah berharap bisa mendapatkan pasangan sesempurna Gus Zayn. Namun siapa sangka, takdir begitu baik kali ini padanya.

"Tapi..."

Keira mendongak, ia menatap Gus Zayn lekat, seolah memastikan sesuatu saat Gus Zayn mengatakan kata yang menggantung itu. "Tapi apa Gus?" Sungguh ia harap-harap cemas, bisa saja suami dadakannya itu berubah pikiran dan ingin mengakhiri semuanya.

Ah, Keira sudah berpikiran terlalu jauh, ia harusnya sadar diri jika ia yang jauh dari kata baik ini tidak mungkin bersama dengan Gus Zayn.

Keira menggenggam tangannya erat. Sesak luar biasa melingkupi dadanya.

Gus Zayn tersenyum tipis. "Kamu harus jadi anak baik. Kamu juga harus rajin dan semangat, supaya kamu bisa ngaji dan shalat."

Perkataan Gus Zayn membuat Keira tersenyum lebar. "Baik Gus..."

Gus Zayn mengangkat tangannya, ia tanpa sadar menepuk pelan puncak kepala gadis itu. "Saya suka kamu penurut seperti ini."

Keira mesem-mesem, bolehkah ia peluk suami gantengnya ini, Eh...

*

Malam itu, Keira dan Gus Zayn tidak langsung tidur, keduanya kini berada di dalam kamar Gus Zayn.

Keira berdiri di belakang Gus Zayn.

Kakinya rapat, namun hatinya masih berjarak—ragu, canggung, seperti seseorang yang memasuki tempat yang bukan miliknya. Di hadapannya, selembar sajadah terbentang, sederhana… tapi terasa begitu sakral hingga ia takut menginjaknya dengan ketidaktahuannya.

Gus Zayn tidak menoleh.

Ia hanya berdiri tegak, tenang, seolah memberi contoh tanpa perlu banyak kata.

“Allahu Akbar.”

Suara itu jatuh perlahan, mengisi ruang yang sebelumnya kosong.

Keira tersentak kecil. Ia mengangkat tangannya, sedikit terlambat, sedikit kaku. Gerakannya tidak sempurna—terlalu ragu, terlalu hati-hati—namun ia tetap mengikuti.

Seperti anak kecil yang baru belajar berjalan.

Rakaat pertama terasa panjang bagi Keira.

Bukan karena waktu… tapi karena setiap gerakan adalah hal baru yang harus ia pahami. Ia mencuri pandang, memastikan tidak salah. Kadang terlambat rukuk, kadang terlalu cepat berdiri.

Dan di setiap ketidaksempurnaan itu… tidak ada teguran.

Gus Zayn tetap melanjutkan. Tetap tenang. Seakan memberi ruang bagi Keira untuk jatuh… tanpa harus merasa bersalah.

Saat rukuk, Keira membungkuk perlahan. Punggungnya belum lurus, bacaannya terhenti di tenggorokan.

“Saya lupa…” bisiknya, nyaris tanpa suara.

Namun Gus Zayn hanya berkata lirih, hampir tak terdengar, “Tidak apa.”

Dua kata yang sederhana… tapi cukup untuk menahan runtuhnya rasa percaya diri yang baru saja ia bangun.

Keira menelan ludah. Lalu melanjutkan. Gerakan demi gerakan. Takbir demi takbir. Sampai akhirnya ia sujud. Dan di situlah… sesuatu berubah. Dahinya menyentuh sajadah dengan ragu, tapi lama-lama diamnya menjadi lebih dalam. Lebih sunyi dari sebelumnya. Seakan ada ruang yang terbuka—ruang yang selama ini tidak pernah ia sadari.

Hanya napas… dan detak yang mulai tenang.

Di belakangnya, Gus Zayn tetap menjadi bayangan yang menuntun—tanpa mendesak, tanpa menuntut sempurna.

Ketika salam terucap, Keira tidak langsung bangkit.

Ia tetap diam.

Seperti seseorang yang baru saja menemukan sesuatu… namun belum siap menyebutkan namanya.

“Gus…” panggilnya pelan.

Suara itu tidak lagi setakut tadi.

“Apa… saya boleh salah seperti ini?”

Gus Zayn menatapnya sekilas, lalu menjawab dengan tenang,

“Selama kamu mau belajar… salahmu itu bagian dari jalan.” Gus Zayn tersenyum tipis. "Saya bangga karena kamu mau belajar. Sekarang sudah larut, kita istirahat ya." Ucap Gus Zayn lembut.

Keira menganggukkan kepalanya. Namun matanya bergerak gelisah dan hanya melihat suaminya itu melipat sajadah.

Gus Zayn menyadarinya. "Kenapa?"

"Emm anu Gus, saya kembali ke kamar saya saja deh. Saya nggak enak tidur di kamar Gus." Cicit Keira, sungguh ia merasa canggung sekali saat ini.

Gus Zayn tersentak, ia sadar sesuatu. Ia menggaruk bagian kepalanya yang tidak gatal. "Emm, malam ini kamu tidur di tempat tidur saya saja. Biar saya yang tidur di sofa."

1
Cah Dangsambuh
yasalaaaamm bacanya sambil tahan napas😆maniiiiiiiiis pol polan gus zayn ga ada lawan👍
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
Lia se
😍😍😍😍🤭
Lia se
😍😍😍😍
Lia se
.🤭 Keira lucu
Anonim
😍😍😍🤭
Anonim
😍😍😍😍
Cah Dangsambuh
oh kamu cantik sekali yaujinya dah klepek klepek
Anonim
Luar biasa, sering update ya author
Cah Dangsambuh
ampuuuun mba bro bawang ooohh bawang trima kasih ya bawang karna kamu bikin umi sama adik iparnya senyam senyum apa lagi yang baca beeeeeehhhhh baper parah🙏🙏🙏
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
Cah Dangsambuh
jariku kepotong gus 🤣🤣🤣
Julia and'Marian: hahahaha
total 1 replies
Cah Dangsambuh
ya allah ada ga sih di dunia nyata orang yang sabar dan semanis ini ,,ya robb kirimkan orang seperti karakter gus zayn untuk ku jadikan menantu amiiiin🙏🙏🙏 maaf kak othor aku terlalu baper 🤣
Julia and'Marian: nyari dimana ya kak, author juga pengen 🤏🏻
total 1 replies
Anonim
Bagus banget....
Lia se
bagus sekali
Mariah
Bagus sekali
Cah Dangsambuh
masya allah perhatiannya luar biasa
Julia and'Marian: Masya Allah
total 1 replies
keynara
lanjut update yg banyak dong thor🙏😄
Julia and'Marian: hahahah♥️
total 1 replies
Titik Sofiah
bagus crita a Thor moga konfliknya nggak trllau berat 😍😍😍
Lia se: semangat kak 💪
total 2 replies
Cah Dangsambuh
adik iparnya somplak pikiranya kakak iparnya dah ini ono inikucrut🤣🤣🤣
Julia and'Marian: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Cah Dangsambuh
uuuuh manisnya gus ngajarinya
Cah Dangsambuh
berarti kamu udah di kasih hidayah key orang yang selama ini ga tau agama malah di kasih jodoh gus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!