NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

"Maaf Gus, nama saya, Keira. Bukan Zaujati. " ucap Keira membuat Gus Zayn menoleh ke arahnya, ia menatap gadis itu.

"Dari dulu nama saya Keira, dan tidak berniat mengganti nama." Tamabah Keira lagi.

Gus Zayn tersenyum geli. Tidak tahukah perempuan itu arti zaujati itu?

Gus Zayn menatap Keira beberapa detik lebih lama dari biasanya. Tatapannya tenang, namun ada kilat geli yang bersembunyi di sana. Sedangkan Keira masih berdiri dengan wajah serius, seolah sedang mempertahankan sesuatu yang sangat penting bagi dirinya.

“Kenapa Gus malah senyum?” Keira mengerutkan kening kecil.

Gus Zayn menghela napas pelan, lalu menundukkan wajahnya sedikit agar sejajar dengan gadis itu. “Karena kamu lucu.”

“Lucu apanya?”

“Kamu marah karena sebuah panggilan, padahal kamu bahkan belum tahu artinya.”

Keira langsung terdiam sesaat. “Memangnya artinya apa?”

Suasana mendadak hening. Angin sore menyelinap masuk melalui jendela ndalem, menggoyangkan tirai putih tipis di sana.

Gus Zayn masih menatap Keira dengan sorot mata lembut yang sulit dijelaskan.

“Zaujati,” ucap pria itu perlahan, suaranya rendah dan hangat. “Artinya istriku.”

Deg.

Jantung Keira seakan berhenti berdetak sesaat. Pipinya perlahan memanas, sementara Gus Zayn justru tersenyum makin tipis melihat perubahan ekspresi gadis itu.

“S-saya kan punya nama...” gumam Keira pelan, kali ini tidak seberani tadi.

“Dan saya suka nama itu, zaujati..” balas Gus Zayn cepat. “Keira tetap Keira.”

“Lalu kenapa memanggil saya begitu?”

Pria itu tersenyum kecil, teduh sekali. Senyum yang mampu membuat hati seseorang kehilangan arah tanpa aba-aba.

“Karena setelah akad itu,” lirihnya pelan, “kamu bukan hanya Keira.”

Keira menelan ludah gugup.

“Kamu adalah perempuan yang Allah titipkan untuk saya jaga.”

Kalimat itu jatuh begitu saja, namun entah kenapa mampu membuat dada Keira terasa sesak oleh sesuatu yang hangat.

Gus Zayn lalu melangkah mendekat satu langkah.

“Kalau kamu belum terbiasa, saya akan memanggilmu pelan-pelan.” Ujung bibir pria itu terangkat tipis. “Sampai suatu hari nanti, kamu sendiri yang menoleh saat saya memanggil, ‘Zaujati.’”

Keira langsung salah tingkah. Ia buru-buru memalingkan wajahnya, berusaha menyembunyikan pipinya yang semakin merah.

Sedangkan Gus Zayn diam-diam tersenyum kecil.

Keira langsung bangkit dari duduknya, dan Keira memilih berjalan lebih dulu meninggalkan Gus Zayn. Langkahnya cepat, terlalu cepat untuk ukuran seseorang yang sedang berusaha terlihat biasa saja. Jemarinya bahkan sibuk meremas ujung lengan gamisnya sendiri.

Sedangkan di belakang sana, Gus Zayn berjalan menyusul dengan tenang. Tidak terburu-buru. Tidak pula memanggilnya.

Namun justru itu yang membuat jantung Keira makin tidak karuan.

“Kenapa diam saja sih...” gumamnya pelan.

“Hm?” Gus Zayn yang ternyata sudah berada cukup dekat membuat Keira tersentak kecil.

“Eh—nggak!”

Pria itu menahan senyum. “Kamu bicara sendiri?”

Keira langsung memalingkan wajah. “Enggak juga.”

Mereka kembali berjalan berdampingan melewati beberapa kamar di ndalem yang sepi.

Langit sore perlahan berubah jingga, memantulkan cahaya hangat di lantai keramik yang masih basah sehabis disiram.

Keira diam-diam melirik pria di sampingnya.

Gus Zayn terlihat tenang seperti biasa. Wajahnya teduh, langkahnya pelan, dan aroma samar minyak kasturi dari tubuhnya entah kenapa justru membuat Keira makin sulit bernapas normal.

“Gus...” panggilnya ragu.

“Ya?”

Keira menggigit bibir bawahnya sebentar.

“Jangan sering-sering panggil saya begitu.”

“Begitu bagaimana?”

“Itu...” Keira salah tingkah sendiri. “Zaujati.”

Gus Zayn menoleh. “Kenapa?”

Keira menunduk. “Malu.”

Jawaban itu keluar sangat pelan. Hampir seperti bisikan.

Namun tetap saja membuat senyum Gus Zayn melebar tipis.

“Baik.” Angguknya pelan.

Keira menghela napas lega.

“Tapi saya tidak janji.”

Keira langsung menoleh cepat. “Gus!”

Tawa kecil Gus Zayn akhirnya lolos. Pelan, rendah, namun cukup untuk membuat suasana di antara mereka berubah hangat.

Keira mematung beberapa detik.

Sebab baru kali itu ia mendengar Gus Zayn tertawa sedekat ini.

Dan anehnya... Suara itu terdengar begitu indah di telinganya.

“Kenapa melihat saya seperti itu?” tanya Gus Zayn.

Keira buru-buru membuang muka. “Nggak lihat apa-apa.”

“Berbohong.”

“Saya nggak bohong.”

“Kamu tersenyum.”

Keira spontan menyentuh bibirnya sendiri, membuat Gus Zayn kembali tersenyum geli.

“Jadi benar tadi tersenyum.”

Keira langsung salah tingkah setengah mati. “Gus Zayn jangan ngeledekin saya terus.”

“Saya hanya senang melihat istri saya tersenyum.”

Kalimat itu kembali membuat langkah Keira terhenti.

Sementara Gus Zayn tetap berjalan satu langkah di depan, lalu menoleh ke belakang menatapnya lembut.

“Ayo, Zaujati, kita harus bersiap, malam ini ada acara bersama dengan santri..”

Keira masih berdiri mematung beberapa detik setelah mendengar panggilan itu. Hatinya berdegup aneh, terlalu ribut hanya karena satu kata sederhana yang keluar dari mulut Gus Zayn.

Sedangkan pria itu sudah menunggunya beberapa langkah di depan sana.

Tatapannya teduh dan sangat sabar.

Seolah benar-benar akan menunggu sampai

Keira berjalan menyusulnya.

“Malah bengong.” Gus Zayn tersenyum tipis.

Keira buru-buru berjalan mendekat. “Saya nggak bengong.”

“Lalu?”

Keira salah tingkah sendiri. “Lagi mikir.”

“Mikir apa?”

“Mikir kenapa Gus suka banget ngegodain saya.”

Gus Zayn terkekeh pelan. “Kalau kamu mudah malu seperti itu, wajar kalau saya senang menggodamu.”

Keira langsung memalingkan wajah lagi. “Gus Zayn ini memang nyebelin.”

“Baru tahu?”

“Iya.”

“Padahal baru tadi bilang saya baik.”

Keira membulatkan matanya. “Saya nggak bilang begitu.”

“Kamu bilang dalam hati mungkin.”

“Gus!”

Tawa kecil Gus Zayn kembali terdengar. Hangat sekali sampai membuat suasana sore itu terasa jauh lebih lembut.

Mereka akhirnya masuk ke kamar tamu yang ada di ndalem.

“Kenapa menunduk terus?”

“Malu dilihatin sama Gus.”

“Tidak usah malu.”

“Saya belum terbiasa.”

Gus Zayn menatap wajah gadis itu beberapa detik. Lalu dengan suara rendah dan menenangkan, ia berkata,

“Selama bersama saya, tidak ada yang perlu kamu malukan, Zaujati.”

Kalimat sederhana itu membuat langkah Keira melambat.

Entah kenapa...

Ucapan Gus Zayn selalu terdengar seperti tempat pulang.

Gus Zayn tersenyum . “Nanti malam santri putra dan putri akan mengadakan pembacaan shalawat sekaligus makan bersama.”

Keira mengangguk pelan.

“Saya harus hadir menemani ummi” lanjut pria itu. “Dan kamu ikut bersama saya.”

Keira spontan menatapnya cepat. “Saya?”

“Iya.”

“Tapi... saya takut salah.”

“Kamu hanya perlu duduk di samping saya, ummi dan Azizah..”

Jawaban itu terdengar begitu tenang, namun justru membuat wajah Keira memanas lagi.

Gus Zayn lalu sedikit membungkukkan tubuhnya, menatap netra gadis itu lekat-lekat.

“Lagipula,” lirihnya pelan, “tidak mungkin saya membiarkan istri saya sendirian di ndalem.”

Deg.

Lagi-lagi jantung Keira dibuat kacau oleh pria itu.

Sedangkan Gus Zayn tampak biasa saja setelah mengatakan kalimat yang nyaris membuat Keira kehilangan napasnya sendiri.

#Lanjut nggak ini???🤏🏻

1
Cah Dangsambuh
yasalaaaamm bacanya sambil tahan napas😆maniiiiiiiiis pol polan gus zayn ga ada lawan👍
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
Lia se
😍😍😍😍🤭
Lia se
😍😍😍😍
Lia se
.🤭 Keira lucu
Anonim
😍😍😍🤭
Anonim
😍😍😍😍
Cah Dangsambuh
oh kamu cantik sekali yaujinya dah klepek klepek
Anonim
Luar biasa, sering update ya author
Cah Dangsambuh
ampuuuun mba bro bawang ooohh bawang trima kasih ya bawang karna kamu bikin umi sama adik iparnya senyam senyum apa lagi yang baca beeeeeehhhhh baper parah🙏🙏🙏
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
Cah Dangsambuh
jariku kepotong gus 🤣🤣🤣
Julia and'Marian: hahahaha
total 1 replies
Cah Dangsambuh
ya allah ada ga sih di dunia nyata orang yang sabar dan semanis ini ,,ya robb kirimkan orang seperti karakter gus zayn untuk ku jadikan menantu amiiiin🙏🙏🙏 maaf kak othor aku terlalu baper 🤣
Julia and'Marian: nyari dimana ya kak, author juga pengen 🤏🏻
total 1 replies
Anonim
Bagus banget....
Lia se
bagus sekali
Mariah
Bagus sekali
Cah Dangsambuh
masya allah perhatiannya luar biasa
Julia and'Marian: Masya Allah
total 1 replies
keynara
lanjut update yg banyak dong thor🙏😄
Julia and'Marian: hahahah♥️
total 1 replies
Titik Sofiah
bagus crita a Thor moga konfliknya nggak trllau berat 😍😍😍
Lia se: semangat kak 💪
total 2 replies
Cah Dangsambuh
adik iparnya somplak pikiranya kakak iparnya dah ini ono inikucrut🤣🤣🤣
Julia and'Marian: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Cah Dangsambuh
uuuuh manisnya gus ngajarinya
Cah Dangsambuh
berarti kamu udah di kasih hidayah key orang yang selama ini ga tau agama malah di kasih jodoh gus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!