NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:231.2k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

"Maaf Gus, nama saya, Keira. Bukan Zaujati. " ucap Keira membuat Gus Zayn menoleh ke arahnya, ia menatap gadis itu.

"Dari dulu nama saya Keira, dan tidak berniat mengganti nama." Tamabah Keira lagi.

Gus Zayn tersenyum geli. Tidak tahukah perempuan itu arti zaujati itu?

Gus Zayn menatap Keira beberapa detik lebih lama dari biasanya. Tatapannya tenang, namun ada kilat geli yang bersembunyi di sana. Sedangkan Keira masih berdiri dengan wajah serius, seolah sedang mempertahankan sesuatu yang sangat penting bagi dirinya.

“Kenapa Gus malah senyum?” Keira mengerutkan kening kecil.

Gus Zayn menghela napas pelan, lalu menundukkan wajahnya sedikit agar sejajar dengan gadis itu. “Karena kamu lucu.”

“Lucu apanya?”

“Kamu marah karena sebuah panggilan, padahal kamu bahkan belum tahu artinya.”

Keira langsung terdiam sesaat. “Memangnya artinya apa?”

Suasana mendadak hening. Angin sore menyelinap masuk melalui jendela ndalem, menggoyangkan tirai putih tipis di sana.

Gus Zayn masih menatap Keira dengan sorot mata lembut yang sulit dijelaskan.

“Zaujati,” ucap pria itu perlahan, suaranya rendah dan hangat. “Artinya istriku.”

Deg.

Jantung Keira seakan berhenti berdetak sesaat. Pipinya perlahan memanas, sementara Gus Zayn justru tersenyum makin tipis melihat perubahan ekspresi gadis itu.

“S-saya kan punya nama...” gumam Keira pelan, kali ini tidak seberani tadi.

“Dan saya suka nama itu, zaujati..” balas Gus Zayn cepat. “Keira tetap Keira.”

“Lalu kenapa memanggil saya begitu?”

Pria itu tersenyum kecil, teduh sekali. Senyum yang mampu membuat hati seseorang kehilangan arah tanpa aba-aba.

“Karena setelah akad itu,” lirihnya pelan, “kamu bukan hanya Keira.”

Keira menelan ludah gugup.

“Kamu adalah perempuan yang Allah titipkan untuk saya jaga.”

Kalimat itu jatuh begitu saja, namun entah kenapa mampu membuat dada Keira terasa sesak oleh sesuatu yang hangat.

Gus Zayn lalu melangkah mendekat satu langkah.

“Kalau kamu belum terbiasa, saya akan memanggilmu pelan-pelan.” Ujung bibir pria itu terangkat tipis. “Sampai suatu hari nanti, kamu sendiri yang menoleh saat saya memanggil, ‘Zaujati.’”

Keira langsung salah tingkah. Ia buru-buru memalingkan wajahnya, berusaha menyembunyikan pipinya yang semakin merah.

Sedangkan Gus Zayn diam-diam tersenyum kecil.

Keira langsung bangkit dari duduknya, dan Keira memilih berjalan lebih dulu meninggalkan Gus Zayn. Langkahnya cepat, terlalu cepat untuk ukuran seseorang yang sedang berusaha terlihat biasa saja. Jemarinya bahkan sibuk meremas ujung lengan gamisnya sendiri.

Sedangkan di belakang sana, Gus Zayn berjalan menyusul dengan tenang. Tidak terburu-buru. Tidak pula memanggilnya.

Namun justru itu yang membuat jantung Keira makin tidak karuan.

“Kenapa diam saja sih...” gumamnya pelan.

“Hm?” Gus Zayn yang ternyata sudah berada cukup dekat membuat Keira tersentak kecil.

“Eh—nggak!”

Pria itu menahan senyum. “Kamu bicara sendiri?”

Keira langsung memalingkan wajah. “Enggak juga.”

Mereka kembali berjalan berdampingan melewati beberapa kamar di ndalem yang sepi.

Langit sore perlahan berubah jingga, memantulkan cahaya hangat di lantai keramik yang masih basah sehabis disiram.

Keira diam-diam melirik pria di sampingnya.

Gus Zayn terlihat tenang seperti biasa. Wajahnya teduh, langkahnya pelan, dan aroma samar minyak kasturi dari tubuhnya entah kenapa justru membuat Keira makin sulit bernapas normal.

“Gus...” panggilnya ragu.

“Ya?”

Keira menggigit bibir bawahnya sebentar.

“Jangan sering-sering panggil saya begitu.”

“Begitu bagaimana?”

“Itu...” Keira salah tingkah sendiri. “Zaujati.”

Gus Zayn menoleh. “Kenapa?”

Keira menunduk. “Malu.”

Jawaban itu keluar sangat pelan. Hampir seperti bisikan.

Namun tetap saja membuat senyum Gus Zayn melebar tipis.

“Baik.” Angguknya pelan.

Keira menghela napas lega.

“Tapi saya tidak janji.”

Keira langsung menoleh cepat. “Gus!”

Tawa kecil Gus Zayn akhirnya lolos. Pelan, rendah, namun cukup untuk membuat suasana di antara mereka berubah hangat.

Keira mematung beberapa detik.

Sebab baru kali itu ia mendengar Gus Zayn tertawa sedekat ini.

Dan anehnya... Suara itu terdengar begitu indah di telinganya.

“Kenapa melihat saya seperti itu?” tanya Gus Zayn.

Keira buru-buru membuang muka. “Nggak lihat apa-apa.”

“Berbohong.”

“Saya nggak bohong.”

“Kamu tersenyum.”

Keira spontan menyentuh bibirnya sendiri, membuat Gus Zayn kembali tersenyum geli.

“Jadi benar tadi tersenyum.”

Keira langsung salah tingkah setengah mati. “Gus Zayn jangan ngeledekin saya terus.”

“Saya hanya senang melihat istri saya tersenyum.”

Kalimat itu kembali membuat langkah Keira terhenti.

Sementara Gus Zayn tetap berjalan satu langkah di depan, lalu menoleh ke belakang menatapnya lembut.

“Ayo, Zaujati, kita harus bersiap, malam ini ada acara bersama dengan santri..”

Keira masih berdiri mematung beberapa detik setelah mendengar panggilan itu. Hatinya berdegup aneh, terlalu ribut hanya karena satu kata sederhana yang keluar dari mulut Gus Zayn.

Sedangkan pria itu sudah menunggunya beberapa langkah di depan sana.

Tatapannya teduh dan sangat sabar.

Seolah benar-benar akan menunggu sampai

Keira berjalan menyusulnya.

“Malah bengong.” Gus Zayn tersenyum tipis.

Keira buru-buru berjalan mendekat. “Saya nggak bengong.”

“Lalu?”

Keira salah tingkah sendiri. “Lagi mikir.”

“Mikir apa?”

“Mikir kenapa Gus suka banget ngegodain saya.”

Gus Zayn terkekeh pelan. “Kalau kamu mudah malu seperti itu, wajar kalau saya senang menggodamu.”

Keira langsung memalingkan wajah lagi. “Gus Zayn ini memang nyebelin.”

“Baru tahu?”

“Iya.”

“Padahal baru tadi bilang saya baik.”

Keira membulatkan matanya. “Saya nggak bilang begitu.”

“Kamu bilang dalam hati mungkin.”

“Gus!”

Tawa kecil Gus Zayn kembali terdengar. Hangat sekali sampai membuat suasana sore itu terasa jauh lebih lembut.

Mereka akhirnya masuk ke kamar tamu yang ada di ndalem.

“Kenapa menunduk terus?”

“Malu dilihatin sama Gus.”

“Tidak usah malu.”

“Saya belum terbiasa.”

Gus Zayn menatap wajah gadis itu beberapa detik. Lalu dengan suara rendah dan menenangkan, ia berkata,

“Selama bersama saya, tidak ada yang perlu kamu malukan, Zaujati.”

Kalimat sederhana itu membuat langkah Keira melambat.

Entah kenapa...

Ucapan Gus Zayn selalu terdengar seperti tempat pulang.

Gus Zayn tersenyum . “Nanti malam santri putra dan putri akan mengadakan pembacaan shalawat sekaligus makan bersama.”

Keira mengangguk pelan.

“Saya harus hadir menemani ummi” lanjut pria itu. “Dan kamu ikut bersama saya.”

Keira spontan menatapnya cepat. “Saya?”

“Iya.”

“Tapi... saya takut salah.”

“Kamu hanya perlu duduk di samping saya, ummi dan Azizah..”

Jawaban itu terdengar begitu tenang, namun justru membuat wajah Keira memanas lagi.

Gus Zayn lalu sedikit membungkukkan tubuhnya, menatap netra gadis itu lekat-lekat.

“Lagipula,” lirihnya pelan, “tidak mungkin saya membiarkan istri saya sendirian di ndalem.”

Deg.

Lagi-lagi jantung Keira dibuat kacau oleh pria itu.

Sedangkan Gus Zayn tampak biasa saja setelah mengatakan kalimat yang nyaris membuat Keira kehilangan napasnya sendiri.

#Lanjut nggak ini???🤏🏻

1
Cah Dangsambuh
astaghfirllah al kenapa aktifnya sudah terbentuk dari balita ya 🤣🤣🤣 nah lho mas ojol kena hukuman dari al lagian kenapa ikutan main mobilan juga
Cah Dangsambuh
obrolan hangat penghantar tidur
Cah Dangsambuh
allahu akbar ya allah ya karim kenapa adik mo di kasih nama ayam atau ojol sih al kamu tuh lucu atau memang lagi ngelawak🤣 tar manggilnya ning ayam /gus ojol bapakmu aja kalo manghil ibumu bikin lumer seantero jagat mosok kamu mo manggil adiknya ayam/ojol 🤣🤣🤣
Julia and'Marian: hahaha
total 1 replies
Dokkan Battle
GUS GUS AGUS
Cah Dangsambuh
iiiih seneng banget masih ada panggilan zaujati kirain dah bener bener pergi kata kata yang bikin candu🤭,,,semangat kak
Cah Dangsambuh
ga papa kak toh endingnya dah pas bertata ga ngegantung,semoga kisah alfian lebik seru dari abinya ,tapi gus zayn jangan di bikin tua kak🤭 aku suka banget debgan karakternya baiknya pol polan sabarnya kelewatan romantisnya bikin ikutan edan🤭🤭🤭💪💪💪💪💪
Cah Dangsambuh
yasalaam al kamu nyaman ya tidul sama mas ojol sampe kebawa ngimpi,,,keyra anakmu kwi lho ga mau kasih kesempatan mas ojolnya zizah buat icip icip dikit🤭
Marini Suhendar
Awas Ya Al..pagi" d omelin abi sama umi😄
Cah Dangsambuh
kak mo nanya,,kemarin notif up dari jam 1 siang tapi bolak balik di bukablum ada nah ada bisa ku baca tadi malam trus ini ada notif up lagi lagi lum nongol apa hpku yang lemot atau gimana kak aku ga sabar buka tapi nihil terus,,maaf soalnya aku gaptek banget🙏🙏🙏🙏
Cah Dangsambuh: oke makasih berarti hpku yg tua🤣🤣🙏
total 3 replies
Cah Dangsambuh
al kamu ganggu bibi ya tar malah umi sama abi kamu yang punya malam panjang,atau jangan jangan ini ide abi kamu supaya kamu gangguin bibi🤣🤣🤣
Marini Suhendar
aihh...aku yg senyum "😄😄😄
Cah Dangsambuh
ahirnya oenantian panjang walaupun banyak rintangan takdir allah tetap memilih dan mereka tetap bersatu dalam takdirnya,di jum'at hari yang begitu agung mereka mengikrarkan janji di hadapan allah SWT yuk yang nunggu nunggu beberapa hari kita langsung meluncur kondangan👍👍👍💪💪💪
Cah Dangsambuh
ya allah saking groginya sampe berulang ulang. awas raka besok harus lancar ya🤭🤭👍
Cah Dangsambuh
yuk kita siapin baju yang bagus uang yang banyak buat kondangan ke umi
Cah Dangsambuh
kurang kak,ujug ujug berganti bulan padahal pingin juga tau proses sadar dan pemulihan sampe ke persiapan lamaran tapi yowislah ga papa masih terima kasih mas ojolnya selamat dan menepati janjinya untuk mbanya💪💪💪🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah rasanya ikutan dag-dig-dug....
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga ada keajaiban...
dewi
mewek AQ thor bacanya.....
Rio Mario
Alhamdulillah
pdm
baca smp bab ini kok ikut mewek... pdhl blm tau permasalahannya apa. berasa lg motong bawang merah /Cry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!