NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Abah ( Antara Nyaman & Cinta )

Jodoh Pilihan Abah ( Antara Nyaman & Cinta )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: R-kha

Sekuel dari kisah Ivanka ( Izinkan Aku Bahagia )

Saat manusia di hadapkan antara nyaman dan cinta mungkin tak akan sulit untuk memutuskan tapi saat harus memilih antara orang tua atau cinta siapa kah yang akan kalian pilih ?

Itu juga yang harus Widya hadapi dimana iya harus terjebak antara cinta dan baktinya pada seorang ayah terlebih cintanya ternyata terlarang untuk bisa iya gapai.

Cinta seperti apa yang sedang di hadapi Widya dan akankah seseorang yang Abah hadirkan mampu menghilangkan cinta yang salah itu menjadi sebuah cinta murni yang utuh ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kondisi Sebenarnya

Wisnu memutuskan untuk datang ke rumah sakit dimana Bram di rawat selama lebih dari lima tahun ini meski Wisnu masih belum benar benar bisa melupakan apa yang sudah Bram lakukan padanya tapi demi kemanusiaan Wisnu memilih datang sebelum ada sesal di akhir.

" bah, Wisnu titip Widya " ucap Wisnu yang tak enak jika harus membawa Widya saat mereka baru saja pulang berbulan madu tapi harus kembali pergi meninggalkan Abah sendiri di rumah.

" kenapa kamu tidak mengajak Widya ?" tanya Abah penasaran.

" Widya pasti lelah, jadi biar Wisnu pergi sendiri saat ini "

" tapi Wisnu janji jika ada hal yang mendesak Wisnu pasti mengabari Widya atau Abah " ucap Wisnu apa adanya.

" baiklah, tapi kabari kami apapun yang terjadi pada adikmu " ucap Abah mengingatkan.

" baik bah " ucap Wisnu lagi.

" sayang, mas pergi dulu ya " ucap Wisnu yang kini sudah berhadapan dengan Widya yang sebenarnya ingin mendampingi Wisnu di saat saat seperti ini tapi Widya menghormati keinginan Wisnu yang ingin menyelesaikan masalahnya sendiri setidaknya untuk saat ini.

" hati hati ya " ucap Widya yang memang sudah terbiasa dengan perhatian yang Wisnu berikan selama ini.

" mungkin saja nanti mas akan kembali mengingat luka yang pernah adik mas berikan tanpa di sengaja tapi Widya harap mas bisa mengatasi semua itu dan bisa kembali dengan pribadi yang sudah bisa berdamai dengan masa lalu " ucap Widya lagi.

" doakan mas ya " ucap Wisnu yang sejujurnya butuh keberanian dan keluasan hati saat memutuskan untuk datang dan bertemu dengan adik dan ibunya lagi.

" mas berangkat ya " ucap wisnu sambil mengecup kening Widya di hadapan Abah.

" hati hati " ucap Widya sambil mencium punggung tangan Wisnu suaminya.

" Wisnu berangkat bah "

Setelah berpamitan Wisnu langsung menuju rumah sakit yang ibunya kirim lewat pesan dimana rumah sakit yang akan iya tuju adalah rumah sakit jiwa yang ada di kotanya dulu yang butuh waktu empat jam tanpa berhenti.

" ya Tuhan, aku sudah memaafkan Bram " ucap Wisnu yang entah kenapa ada firasat yang tak bisa Wisnu jelaskan.

" mudahkan Bram dan angkat lah penyakit yang di alami Bram selama ini " ucap Wisnu yang berharap Bram akan bisa pulih seperti sedia kala.

Sama halnya dengan yang di harapkan Bu Vira untuk Bram dimana sepanjang perjalanan Bu Vira sangat berharap Bram bisa sehat seperti dulu dan keluarganya bisa kembali seperti saat sebelum dirinya menikahkan Wisnu dengan Latisya.

" tunggu ibu, Bram " ucap Bu Vira yang langsung berjalan cepat saat masuk ke halaman rumah sakit jiwa tapi entah kenapa hati dan jantungnya semakin tak tenang seolah akan ada hal buruk tapi coba Bu Vira tepis jika Bram akan baik baik saja.

" sus, bagaimana kondisi anak saya Bram ?" tanya Bu Vira saat sampai di nurse stasion yang ada di koridor ruang inap Bram.

" mari Bu " ucap suster tadi yang langsung mengarahkan Bu Vira ke ruangan dimana Bram berada tapi yang membuat Bu Vira bingung kenapa suster itu mengarahkannya ke ruangan yang berlawanan dengan kamar yang Bram tempati selama ini.

"kita mau kemana sus ?" tanya Bu Vira semakin tak tenang.

" nanti dokter akan menjelaskan bagaimana kondisi pak Bram saat ini " ucap suster sambil membuka ruang isolasi dimana Bram berada.

" apa yang terjadi pada Bram ?" tanya Bu Vira yang cukup terkejut dengan apa yang iya lihat.

" akhir akhir ini pasien mencoba mengakhiri hidupnya maka dari itu kami harus mengikatnya seperti ini " ucap suster.

" tapi terkadang pasien menyebut nama Wisnu seolah ada yang ingin di sampaikan pasien itu pada pemilik nama itu " ucap suster itu lagi.

" apa yang Bram katakan saat mengingat nama Wisnu ?" tanya Bu Vira penasaran.

" kami tidak tau Bu karena yang sering kami dengar jika pasien sering menyebut nama itu" ucap suster.

" mari saya antar ke ruang dokter karena ada yang harus dokter sampaikan pada ibu mengenai kondisi pasien " ucap suster itu sambil berbalik menuju ruang dokter yang berada tak jauh dari ruang isolasi yang Bram tempati saat ini.

Tapi siapa sangka saat berbalik bu Vira melihat anak laki lakinya yang lain yang ternyata masih berbaik hati untuk datang dan melihat kondisi adik laki laki yang sudah memberikannya luka yang masih membekas sampai saat ini.

" kamu datang nak " ucap Bu Vira yang tak bisa membendung rasa harunya saat Wisnu masih mau melihat kondisi Bram saat ini.

" bagaimana kondisi Bram, Bu ? " tanya Wisnu yang bagaimana pun hubungan dengan Bram, Bram tetaplah adiknya.

" ibu sendiri tidak tau " ucap Bu Vira yang kini sudah mulai menitikkan air matanya.

" mari, dokter pasti sudah menunggu " ucap suster tadi menyadarkan keduanya jika dokter yang menangani Bram sudah menunggu mereka.

" oh iya sus maaf, mari " ucap Wisnu sambil memberi jalan pada suster untuk jalan lebih dulu dan mengarahkan mereka menuju ruang dokter yang suster itu maksud.

" Bram akan baik baik saja kan ?" tanya Bu Vira.

" kita doakan saja Bu" ucap Wisnu yang tak tau harus menjawab apa pada ibunya.

Tok tok tok

" permisi dok, keluarga pasien Bram sudah datang " ucap suster tadi sambil membuka lebar pintu ruang dokter dan mempersilahkan Bu Vira dan Wisnu untuk masuk.

" mari, silahkan masuk " ucap dokter yang memang memegang riwayat penyakit Bram sejak Bram masuk ke rumah sakit ini.

Bu Vira dan Wisnu pun duduk di hadapan dokter yang usianya tak jauh beda dengan Bu Vira dimana di papan nama itu tertera dokter Hendra Sp.Kj.

" bagaimana kondisi Bram anak saya dok ?" tanya Bu Vira penasaran.

" kondisi pasien akhir akhir ini sedang tidak stabil bahkan sudah dua kali pasien mencoba mengakhiri hidupnya meski kami sudah meningkatkan dosis obat tapi ternyata itu tak berhasil " jelas dokter panjang lebar.

" ditambah kami baru mengetahui jika pasien memiliki penyakit medis yang cukup serius dimana pasien menderita kanker usus yang sudah masuk stadium akhir " ucap dokter Herman lagi.

" kanker usus ?"

" bagaimana bisa ?" tanya Wisnu yang cukup terkejut dengan apa yang iya dengar.

" kami juga baru mengetahuinya akhir akhir ini dan karena penyakit itu kami tak bisa memberikan obat jika depresi yang pasien alami kambuh " jelas dokter Herman panjang lebar.

' lalu bagaimana kondisi Bram saat ini ?" tanya Wisnu.

" kita hanya bisa berharap pasien tak sampai kambuh lagi karena jika sampai pasien kambuh obat yang kami berikan akan bereaksi pada kanker usus yang pasien derita saat ini " jelas dokter Herman panjang lebar.

" boleh saya menemuinya ?" tanya Wisnu yang ingin melihat secara langsung kondisi Bram saat ini.

" tentu saja boleh tapi jangan sampai pasien merasa terganggu dengan kedatangan anda" pesan dokter Herman.

✍🏻✍🏻✍🏻 bagaimana reaksi Bram saat kembali bertemu dengan Wisnu setelah hampir enam tahun tidak bertemu ? Apakah ini akan menjadi pertemuan terakhir mereka berdua ?

Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Love you moreee 😘 😘 😘

1
Dew666
👄👄
Dew666
💜💜💜💜💜
Dew666
🔮🔮🔮
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
Dew666
💎💎💎
Dew666
☀️🍡💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!