NovelToon NovelToon
Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Di hari pernikahannya, Vaelora Morwene ditinggalkan Elvino Morrix tanpa penjelasan. Hancur, malu, dan dipermalukan, ia membuat keputusan nekat—menikah dengan Devon Ashakar, mantan kekasihnya… yang ternyata adalah abang angkat Elvino.
Namun Devon bukan lagi pria yang dulu. Sebuah kecelakaan membuatnya hidup dalam tubuh pria dewasa dengan jiwa anak kecil. Tanpa Vaelora sadari, pernikahan ini justru menyeretnya ke dalam keluarga penuh rahasia dan perjanjian gelap.
Apakah Vaelora akan menemukan cinta… atau justru neraka?
Bisakah Devon sembuh?
Dan rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan keluarga Morrix?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.Keberadaan Delia

Begitu sampai di ruangan bagian keuangan, langkah Lora melambat. Tatapannya menyapu seluruh ruangan dengan tenang namun tajam, seolah sedang mengukur satu per satu orang yang berada di sana. Namun sorot matanya segera berhenti pada meja besar di sudut ruangan—meja milik ketua divisi keuangan, tempat Delia biasa duduk.

Kosong.

Lora menyipitkan matanya.

"Kemana perginya ahjumma gatal itu? Apa dia sudah menawarkan selangkangannya kepada Donni sepagi ini? "batin Lora sinis.

Kehadiran Lora di ruangan itu langsung menarik perhatian. Beberapa karyawan yang sedang bekerja menoleh diam-diam, lalu mulai berbisik pelan satu sama lain.

“Bukankah itu wanita yang di lobi tadi? Apa yang sedang dia lakukan di sini?” bisik salah satu karyawan pada rekan kerjanya.

“Sttt… dia adalah istri sah Tuan Devon. Diamlah jika kamu tidak mau dipermalukan olehnya.” ucap rekannya memperingatkan dengan nada tegang.

Lora yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari mereka tentu saja mendengar bisikan itu. Tanpa ragu, ia melangkah ke arah meja dua karyawan tersebut.

Tok.

Tok.

Dua ketukan ringan jarinya di meja langsung membuat kedua karyawan itu menegang. Tubuh mereka kaku seketika, mengingat kejadian di lobi beberapa jam lalu.

“Ke mana perginya ahjumma tua itu? Apa dia tidak ke kantor hari ini?” tanya Lora santai.

Kedua karyawan itu saling pandang, kening mereka berkerut bingung.

“Ahjumma?…” tanya mereka bersamaan dengan wajah keheranan.

Lora menghela napas pendek.

“Akkhh… maksudku kepala divisi keuangan, Ibu Delia.” jelas Lora sambil melipat tangannya di dada.

“Ibu Delia ada di ruangan—”

“Kami tidak tahu.” potong teman di sebelahnya cepat sebelum rekannya sempat menyelesaikan kalimatnya.

Lora menaikkan alisnya perlahan. Tatapannya berubah tajam.

“Ada apa denganmu? Jelas-jelas dia tahu keberadaan Ibu Delia dan akan memberitahuku.” ucap Lora dingin.

Tanpa menunggu jawaban, ia mendorong kursi perempuan yang tadi memotong pembicaraan itu menjauh dari meja. Kursi itu bergeser cukup keras hingga membuat perempuan tersebut terperanjat.

Lora kemudian melangkah mendekat pada karyawan yang tadi hampir memberitahunya. Ia menundukkan tubuhnya sedikit, menatap perempuan itu lekat-lekat dari jarak yang sangat dekat.

“Apa Ibu Delia ada di ruangan Pak Donni?” tanya Lora pelan, namun penuh tekanan.

“Aku… aku… aku tidak tahu.”

“Kamu baru saja akan mengatakannya kepadaku tadi.” ucap Lora mendesak.

Di sisi lain, temannya yang tadi didorong terus memberi kode dengan mata dan gerakan kecil agar ia tidak mengatakan apa pun.

Lora memperhatikan itu semua.

“Cukup katakan ya atau tidak!” ucap Lora tegas, wajahnya semakin mendekat.

Perempuan itu benar-benar panik sekarang. Napasnya tidak teratur, tangannya gemetar di atas meja.

“Iii… iya…” ucapnya pelan sambil mengangguk takut.

Temannya yang berada di sampingnya langsung menghela napas kasar, jelas kesal karena rahasia itu bocor begitu saja.

Sebaliknya, Lora justru tersenyum lebar.

Senyum penuh kepuasan.

Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berbalik dan berjalan menjauh dengan langkah anggun, pinggangnya berlenggok santai menuju arah ruangan Donni.

“Wah… sepertinya antek-antek Delia itu sudah tahu perselingkuhannya dengan Donni namun mereka kompak menyembunyikannya.Kira - kira berapa uang sogokan mereka setiap bulannya oleh Delia.” gumam Lora penuh semangat.

______

Di sisi lain, di kampusnya, Vely baru saja selesai menjalani bimbingan skripsi. Pagi itu bukan hanya waktunya dihabiskan untuk bertemu dosen pembimbing, tetapi juga untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih melelahkan—membungkam beberapa pengurus kampus.

Dengan senyum yang dipaksakan dan amplop yang berpindah tangan, Vely memastikan satu hal penting: data dirinya sebagai mahasiswa yang sudah menikah tidak akan pernah keluar hingga ia lulus.

Peraturan kampus sangat jelas.

Selama masa pendidikan, mahasiswa maupun mahasiswi tidak diperbolehkan berada dalam keadaan hamil ataupun sudah menikah.

Jika hal itu sampai terungkap, bukan hanya skripsinya yang terancam—status mahasiswanya pun bisa langsung dicabut.

Setelah semua orang yang perlu “dibungkam” berhasil ia amankan, Vely menghela napas lega. Ia merapikan tasnya dan berjalan menuju parkiran mobil, berniat segera pergi dari tempat itu.

Namun langkahnya tiba-tiba terhenti.

Seorang pria berdiri menghadang jalannya.

Pria itu tampak seumuran dengannya. Penampilannya khas mahasiswa berandalan—jaket kusut, rambut sedikit berantakan, dan sorot mata yang seolah terbiasa hidup di tengah masalah.

Nama yang langsung terlintas di kepala Vely membuat wajahnya menegang.

“Alex…”

Pria itu tersenyum miring.

“Halo, sayang. Apa kabar?” ucap Alex santai.

“Alex, menyingkirlah. Aku tidak ingin terlibat denganmu lagi.” ucap Vely dingin sambil mendorong tubuh pria itu agar memberi jalan.

Namun Alex hanya tertawa kecil.

“Ups… tidak semudah itu, Vely. Apa kamu tidak ingat satu bulan yang lalu kita sempat menghabiskan malam panjang yang panas?” ucap Alex santai.

Ucapan itu membuat Vely tercekat.

“Alex, tutup mulutmu! Apa yang kamu katakan? Kamu tidak lihat di sini banyak orang?” ucap Vely panik sambil melirik sekeliling.

Tanpa pikir panjang, ia langsung menarik tangan Alex dan menyeretnya masuk ke dalam mobilnya.

Begitu pintu mobil tertutup, suasana di dalam menjadi jauh lebih tegang.

“Kenapa kamu menghindariku setelah malam itu, ha? Kita sangat bersenang-senang, sayang.” ucap Alex sambil menoyor pelan dagu Vely.

Vely langsung menepis tangannya.

“Tidak usah memanggilku sayang, Alex. Aku bukan lagi pacarmu.” tegas Vely.

“Tapi aku tidak pernah memutuskanmu.” ucap Alex santai, tangannya kembali meraih dagu Vely dan menarik wajah perempuan itu mendekat.

“Aku yang memutuskanmu.” jawab Vely tajam.

“Karna apa? Apa layananku kurang memuaskanmu, cintaku?” ucap Alex dengan nada menggoda.

“Apa kamu mau mengulanginya? Aku bisa melakukannya di sini jika kamu mau.”

Belum sempat Vely bereaksi, Alex tiba-tiba menarik dagunya dan mencium bibir wanita itu secara paksa.

“Akh—!”

Vely berusaha keras melepaskan diri. Begitu berhasil menjauh, ia langsung menghapus bibirnya dengan kasar.

“Dasar gila! Apa yang kamu lakukan? Apa kata-kataku kurang jelas? Aku tidak ingin bersamamu lagi!”

Alex menatapnya dengan alis berkerut.

“Karna apa? Kita sudah berpacaran sejak satu tahun yang lalu. Tapi kenapa sekarang kamu tiba-tiba memutuskanku? Apa karna malam itu? Apa ada yang salah?”

“Bukankah sejak awal berpacaran kamu memang suka diraba-raba? Kenapa saat aku hanya melewati batas sedikit saja kamu justru memutuskanku?”

Parr!

Tamparan keras langsung mendarat di wajah Alex.

Vely menatapnya dengan mata penuh kemarahan.

“Sedikit kamu bilang? Karna ulahmu hidupku hampir saja menderita!” bentaknya.

“Harusnya aku sadar pria berandalan, broken home, dan miskin sepertimu tidak pantas mendapatkanku.”

Alex terdiam, rahangnya menegang.

“Lagipula mau kamu kasih makan apa aku? Membayarkan makanan di kantin saja kamu memerlukan kartuku. Bagaimana nanti jika aku harus menikah denganmu?”

Suara Vely semakin dingin.

“Kalangan pria sepertimu sama sekali tidak sederajat denganku.”

Ia menatap Alex dengan penuh penghinaan.

“Lebih baik mulai sekarang jangan pernah menampakkan wajahmu di hadapanku lagi. Karna aku sudah menemukan orang yang jelas-jelas sederajat denganku dan mampu membelikan apa pun yang aku suka dan aku mau.”

“Tidak seperti kamu. Laki-laki kere yang hanya bermodalkan batangan murahan itu.”

Selesai berkata demikian, Vely langsung menekan tombol otomatis di mobilnya.

Klik.

Pintu mobil terbuka.

Tanpa memberi kesempatan Alex bereaksi, Vely langsung mendorong tubuh pria itu keluar dari mobilnya. Alex tersungkur ke luar dengan tidak siap.

Begitu pintu tertutup kembali, Vely langsung menyalakan mobilnya dan melaju cepat meninggalkan tempat itu.

Alex hanya bisa berdiri di tengah parkiran, menatap mobil yang menjauh dengan rahang terkunci.

Sementara itu…

Lora telah sampai di depan ruangan Donni.

Tangannya sudah hampir menyentuh gagang pintu ketika seseorang tiba-tiba menahannya.

Sekretaris Donni, Sella.

“Maaf, nona. Nona tidak boleh masuk karena Pak Donni sedang mengadakan rapat penting di dalam.” ucap Sella sopan namun tegas.

Lora mengangkat alisnya.

“Rapat penting? Kamu pikir aku percaya? Mana ada rapat sepagi ini.” ucap Lora sambil menepis tangan perempuan itu dari lengannya.

“Maaf, nona, tapi Pak Donni memang tidak bisa diganggu.” tahan Sella lagi.

Justru itu semakin membuat kecurigaan Lora memuncak.

“Lepaskan aku sebelum aku memecatmu. Kamu tahu bukan aku jauh lebih berkuasa dibanding CEO sementara ini!” ucap Lora dengan nada penuh tekanan.

Namun Sella tetap berdiri di tempatnya.

“Maaf, nona. Tapi kata-kata nona tidak berlaku di sini karena pimpinan saat ini adalah Pak Donni.”

Kesabaran Lora akhirnya habis.

Ia tidak ingin kehilangan momen penting ini.

Dalam satu gerakan cepat, Lora menggunakan teknik bela diri yang diajarkan Tiffani. Tangannya bergerak cekatan memelintir pergelangan tangan Sella.

“Akh—!”

Sella tidak sempat melawan.

Dengan gerakan tegas, Lora mendorong tubuhnya menjauh hingga sekretaris itu tersungkur ke lantai.

Tanpa menoleh lagi, Lora langsung meraih gagang pintu dan membukanya.

Ceklek.

Pintu ruangan Donni terbuka.

Dua orang di dalam ruangan itu sontak terkejut dan menoleh dengan gerakan tergesa-gesa… melihat siapa yang baru saja masuk.

.

.

.

💐💐💐Bersambung💐💐💐

Waduh baru juga nikah itu si Vely udah ketemu mantan aja eh mantan atau apa nih kan katanya belum putus😂

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semua ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat berarti untukku❤

1
Allea
mo balas dendam tapi kewaspadaan kurang piye toh thor 🤭
Mila Julia: mo bikin kesel duluuu mbak eee
total 2 replies
Allea
👍👍👍👍👍
Allea
heyyyy Epon kamu ga lelah pura2 terus 🤭
Wulan Azka
dealer beras ? baru kali ini dengar istilah dealer beras 🤔..dealer itu cuma buat kendaraan..kalau beras mah distributor
Mila Julia: tapi makasih sarannya KK ntar di oerbaiki🫶🫶😅
total 2 replies
Allea
Devon kamu pura2 kembali ke usia anak2 kan 😁
Mila Julia: aduhhh bener ngk yaaa🤭🤭
total 1 replies
Allea
jgn2 Devon pergi ninggalin Lora krn Devon kecelakaan y
Mila Julia: iyaa ngk yaaa🤭😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!