Siapa sangka selepas hujan malam itu memberi berkah pada lelaki yang sering mehabiskan waktu dengan kedua sahabatnya.Semua berubah,setelah ciuman dan pelukan dadakan dari seorang wanita bak bidadari turun dari kayangan.....
apakah Aris mendapatkan hati wanita yang sudah mencuri hatinya itu??
Area 21+
Diharapkan bijak untuk memilih bacaan sesuaikan umur kalian 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akan menikah
Hari ini mereka mulai melakukan aktifitas seperti biasa,apalagi ditambah Aris yang dapat kerjaan dari upin ipin untuk mendesain Apartemennya.
Pagi ini Aris tengah duduk ditempat biasa ia menikmati harinya.
Kling
Pintu utama Cafe pun terbuka dan lengkingan seseorang membuat Aris menoleh.
"Abang....."teriak Rania lalu berlari menghampiri Aris.
"Eh,gue nggak budek.. jangan teriak-teriak,lo nggak liat dari tadi pelanggan banyak liatin lo kayak orang gila"sahut Aris tanpa menatap Rania.
"Cih.. biar aja sih,Oh iya bang.. Tadi kak Niken pagi-pagi udah dateng kerumah,katanya kita mau diundang makan malem dirumahnya.Abang udah dapet kabar itu apa belum dari ibuk?"tanya Rania sambil menyesap minuman milik Aris.
"Wlek....apaan nih pait banget kayak idup lo bang"lanjutnya sambil memuntahkan sedikit kopi milik Aris.
"Makanya tangan jangan clametan..Udah tau ni espresso tu pait,masih aja main comot"
"Lagian lo sih bang,ngapain juga minum ginian.. Iduo lo aja udah pait abang,nggak usah ditambah-tambahin gitu deh"
"Dasar adek llucknut lo.. pegi sono,gangguin orang aja"ucap Aris mengusir Rania untuk pergi.
Tanpa menghiraukan Rania malah menuju Bar Cafe untuk memesan Moccacino kesukaannya.
★
★
Hampir satu jam Aris masih berkutat dengan pekerjaanya,Rania tau jika abangnya sedang mengerjakan sesuatu akan sangat susah diajak biacara dan ujung-ujungnya mereka malah bertengkar.
"Asli gue bosen nungguin patung pancoran"gerutu Rania lalu menghampiri Aris kembali.
"Bang... dengerin gue dulu kek ngomong"ucap Rania kembali duduk disebelah Aris.
Aris menoleh "Gue kira lo tadi malah udah balik"sahut Aris tanpa rasa bersalah lalu menyentil kening adiknya.
"Astagfirlloh abang"ucap Rania sambil menepuk dadanya "Bang gue serius ini,kayaknya keluarga kak Niken bakal ngomongin masalah pernikahan deh sama ibuk bang.. Soalnya gue sempet denger pas mama kak Niken ada dirumah waktu itu"
Aris diam,ia bahkan tak memikirkan pertunangannya akan terus berlanjut.Sudah satu tahun lebih tapi Aris memang sama sekali tak ada perasaan untuk Niken,malah ia dengan sekejap bisa mencintai wanita asing yang baru beberapa hari ini menemani hidupnya.
"Gue terserah ibuk aja dek,asal ibuk bahagia.. kan udah sering kita bahas,udah lah lo kuliah aja yang bener.. Kalo lulus ntar lo cari jodoh sendiri jangan sampe kayak gue.. "sahut Aris. Ia sangat malas untuk membahas pertunangannya ini.
"Bang,tapi gue pengen lo bahagia bang.. Lo satu-satunya laki-laki dikeluarga,lo pengganti bapak..Gue nggak mau sampe lo hidup nggak bahagia.. Nggak gue nggak mau"ucap Rania masih menatap sang abang.
"Dih omongan lu kayak orang tua aja.. udahlah biarin aja apa kata ibuk kita ikutin,toh nggak ada salahnya kan.. Inget dek surga dibawah telapak kaki ibu"sahut Aris mengingatkan.Tapi ia masih berharap sang ibu bisa berubah pikiran dan pertunangannya dibatalkan,jika memang itu terjadi ia akan mati-matian mengejar cinta Jovanka.
"Yaudahlah kalo bang siap-siap aja,tapi inget ye bang.. kalo ada apa-apa atau lo berubah pikiran bilang sama gue..Gue bakal bantuin lo,gue tau kok lo suka kan sama kak Jo?"
Rania memang selalu kepo dengan kehidupannya,karna memang gadis satu ini dekat sekali dengan Aris.Dibandingkan dengan Alika,Rania ini tipe cewek yang aktif sangat aktif berbanding terbalik dengan Alika yang sangat kalem dan jarang berteman karna ia sibuk berteman dengan buku-buku nya.
"Kaga usah mimpi punya kaka ipar kayak Jojo,dia udah ada yang punya"Ucap Aris pada Rania agar gadis itu sadar siapa Aris dan siapa Jojo.Aris memang belum mengenal tentang keluarga Jojo,tapi itu tak penting baginya.Yang terpenting ia slalu bisa dekat dengan Jojo itu sudah membuat Aris bahagia.
"Bodo bang Bodo,mau dibantuin bukan trimakasih malah bikin down duluan.. Males ah ngomong sama abang,gue berangkat ke kampus dulu"pamit Rania sambil mencium tangan Aris.
"Belajar yang bener,jangan mikirin si upin terus..Gue nggak bakal restuin"sahut Aris sambil mengacak rambut panjang adiknya.
★
★
"eehhhmmm"lenguh Jojo saat Alex mulai mengecup leher indahnya.Alex terus mengecupi setiap inci dari kulit Jojo,mencoba membuat Jojo bergairah.
Tangan kanan Alex sudah begerilya merem*s gundukan kenyal yang masih tertutup oleh mini dress milik Jojo dan tangan kirinya mengelus paha mulus yang terpampang karna ia menarik dress itu keatas .Oke sadar jika kekasihnya sudah mulai diselimuti kabut gairah ia melepaskan pagutannya.
"Sayang,aku udah bilang... kita akan lakuin itu tapi nanti kalo kita nikah okee...."ucap Jojo sambil menangkap tangan kiri milik Alex.
Alex tersenyum,ia tak pernah mempermasalahkan jika Jojo tak mau memuaskannya.
"Maafin aku hampir kepelasan"ucapnya sambil mencium kening Jojo "Kamu mau makan apa sayang?"lanjutnya tanya pada Jojo.
Jojo menyandarkan kepalanya pada bahu Alex lalu mendongak melihat lelaki dengan rahang kokoh itu tersenyum padanya "Terserah kamu,aku ikut aja"sahut Jojo.
Mereka sekarang berada di apartemen milik Alex.Tadi pagi Alex mengirimkan pesan pada Jojo jika dia sedang sakit dan ingin Jojo merawatnya.Tapi zonk yang dikatakan Alex hanya bohong,Alex sangat sehat bahkan saat Jojo datang Alex baru selesai fitnes di apartemennya.
Beralasan 'Rindu' Jojo bisa memaafkan kelakuan Alex.Iya,karna Jojo pun juga merindukan lelakinya.Alex sudah memesan beberapa makanan lewat aplikasi dan sekarang ia ingin menikmati paginya bersama wanitanya.
Alex merabahkan kepalanyabdi paha Jojo sebagai bantalan,dengan tlaten Jojo menyurai rambut Alex menggunakan jari-jari lentiknya.
"Sayang,kau ingat Niken? Teman ku yang dulu kau salah paham meanggap dia selingkuhanku?"tanya Alex
"Ya memang dia selingkuhanmu sampai sekarang"batin Jojo menjawab
"Iya,aku tau.. kenapa?"sahut Jojo santai.
"Em..kamu ingat laki-laki yang peluk kamu waktu itu. . yang bikin aku marah,dia calon suami Niken sayang.."ucap Alex masih bersikap manja pada Jojo.
"Iya,kamu udah bilang kayak gitu berkali-kali sayang..Emang ada apa sih?"tanya balik Jojo mulai jengah.
Alex malah tersenyum geli melihat wajah cemberut Jojo.
"Jangan cemberut dong.. ntar kalo tambah cantik gimana..Kan susah akunya"goda Alex mengelus pipi mulus Jojo.
Jojo mengrenyit "Kenapa kamu susah kalo aku tambah cantik.. aneh deh"
"Ya kan susah,ntar tambah banyak fans kamu.."ucap Alex sambil memeluk posesiv pinggang Jojo. "Mereka mau menikah sayang dan kita diundang"lanjutnya lirih tapi masih bisa didengar samar oleh Jojo.
Deg
Dada Jojo berdenyut nyeri,tapi ia ingin memastikan kalau pendengarannya salah.
"Si..siapa yang akan menikah?"tanyanya terbata.
Alex mendongak melihat wajah wanitanya "Niken dan tunangannya akan menikah bulan depan"sahut Alex dengan senyumnya.
Dada Jojo terasa sesak,dada itu berdenyut nyeri tapi kenapa?? mendengar Aris yang akan menikah kenapa semenyakitkan ini pikir Jojo.
Alex melihat perubahan raut wajah kekasihnya pun bingung.
"Sayang kamu kenapa?"tanya Alex menatap intens Jojo dari bawah.
"Em.. gapapa kok,cuma aku kurang enak badan.. Mana sih kamu pesen makanan kok belum sampai,aku laper tau.. "Jojo mencoba mengalihkan pembicaraan.
Ting
Tong
Bell diapartemen Alex pun berbunyi,Alex tersenyum dan beranjak dari tidurnya lalu berjalan menuju pintu.
Alex kembali dan membawa sekotak pizza dengan sebotol cola,ia berjalan untuk menghampiri Jojo yang sedang duduk menyandarkan kepalanya ke sofa sambil memejamkan matanya.
Alex mengelus pipi mulus Jojo "Sayang yuk makan"
Deg
Saat Jojo membuka matanya,ia sadar tak ada bayangan cinta dimata Alex untuknya.Tak ada bayangan cinta darinya untuk Alex,debaran itu tak ia dapat lagi dari lelaki jangkung yang masih menatapnya ini dengan senyum mengembang.
Jojo menyadarkan lamunannya,ia menata hatinya kembali lalu tersenyum melihat Alex.
Cup
Ia mencium pipi Alex "Aku sayang kamu"ucap Jojo membuat Alex semakin mengembangkan senyumnya.
♡
♡
♡
♡ Hai sahabat Selepas Hujan.. aku selalu suka komen-komen dari kalian,selalu tinggalkan jejak kalian ya buat Bang Aris sama Neng Jovanka..
Salam sayang dari Ar-Jo ♡♡♡♡♡♡
lanjutannya kak thor....
Ya Allah dah....UHUY
Ya Allah dah....UHUY
Dan...ah, sabar Jojo, jangan bersedih soal kehamilan. Nanti malas stress.
Hhhhh ngapa lagi belatung nangke satu nih
eh, pengharum ruangan ya. Tapi kox busuk hati. Belagak gangguin suami orang