NovelToon NovelToon
A Shining Smile

A Shining Smile

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:90.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Cellina Army

Bulan yang baru pulang dari Australia harus mendapatkan sebuah tugas yang sangat berat yaitu untuk mengubah dan memperhatikan anak dari teman Ibu-nya yang tak lain adalah Revan Armanio.

Sedangkan, Revan Armanio lelaki yang sangat dingin dan kaku apalagi cuek membuat Bulan harus mau tidak mau berusaha untuk mengubahnya kembali ke sikap yang dulu Revan punya. Bulan berjanji akan mengubah sikap Revan dan Revan menyetujuinya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya, ikuti terus ya❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellina Army, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Pagi hari ini cuaca sangat tak mendukung membuat Jakarta menjadi mendung, seperti hati para laki-laki yang dekat dengan Bulan membuatnya patah hati semua saat mendengar kabar jika Bulan telah tiada.

Ratih yang hari ini bangun siang ia masih tak tahu jika sahabatnya meninggal bahkan kejadian saat di sekolah juga tak tahu karena waktu itu ia langsung pulang.

"Ayah, ada apa? Kok mukanya gitu banget," tanya Ratih dengan pakaian kusutnya.

"Apa kamu tak tahu tentang kejadian waktu di sekolah? Apa kamu sudah buka hp?" tanya Wishnu dengan ekspresi serius.

"Ayah kan tahu Ratih setelah menunggu Bulan di UKS langsung pulang karena harus ada urusan!"

"Ada apasih?" tanya Ratih dengan bingung.

Wishnu menghela nafas panjang, "Bulan meninggal!"

Ratih tertawa keras dan akhirnya menghentikan, "Janganlah bercanda ayah! Ini itu masih pagi, Ratih saja baru bangun!"

Wishnu tampak kesal dengan ulah putri satu-satunya ini, "Apa kau melihat wajah ayah bercanda, putriku?"

"Ayah, kenapa kau mendoakan yang nggak-nggak sih?" ujar Ratih dengan duduk depan ayahnya.

"Ini kenyataan, kamu harus menerima jika Bulan tak ada lagi!"

"Bersiaplah, kita akan pergi ke rumah sakit!" kata Wishnu dengan meninggalkan Ratih yang masih memutar otaknya.

"Nggak, masa iya?" gerutu Ratih dalam hati.

Ratih lari menuju kamar ayahnya dan teriak sekerasnya, ia tak percaya dengan ucapan ayahnya itu.

"Ratih!" bentak Wishnu tapi masih ada kehangatan dalam mata.

"Ayah, maaf!" Ratih menuju kamarnya dan menguncinya agar ayahnya tak masuk.

"Ratih, maafkan ayah!"

...Kediaman Alga...

Via yang sudah bangun sejak pagi tadi melihat ke ruang kamar Alga yang masih terkunci, ia berpikir akan menanyakan sesuatu tapi ia juga takut. Via yang dilanda penasaran akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu kamar Alga.

"Alga, ini sudah pagi...Apa kamu gak mau keluar?" tanya Via dengan nada takut.

Alga mendengar suara Via tapi masih enggan untuk membukakan pintunya, ia sangat terpukul dengan kabar saat malam itu.

"Beginikah,... caramu untuk mengambil nyawa orang? Bahkan dia masih remaja, dia butuh kebebasan, kenapa kau begitu cepat?" ucap lirih Alga dengan meneteskan air mata.

Via semakin khawatir dengan Alga yang tak kunjung membuka pintunya, "Alga, jangan bikin khawatir dan cemas dong!"

Ceklek...Alga keluar dan langsung memeluk tubuh Via, Via yang kaget dengan ulah Alga hingga hampir terjatuh tapi secepat mungkin Alga menahannya.

"Alga!" bentak Via yang kaget dengan ulah pria didepannya itu.

"Maaf, tapi biarin gue seperti ini dulu!" ucap lirih Alga.

Via merasa kasihan dengan Alga, dirinya juga tak tahu dengan keadaan Alga. Dari semalam Alga pulang dia langsung pergi ke kamar dan menguncinya.

...🍂🍂🍂...

Jefri yang kalang kabut secepat mungkin mengurus berkas untuk pemeriksaan Afka di luar negeri, Jefri tak ingin anaknya terluka apalagi harus sekarat, ia hanya memiliki Afka satu-satunya jadi apapun tak boleh terjadi pada anaknya.

"Apapun demi kamu Afka, Papa rela melakukan demi apapun itu. Jadi, tolong jangan pernah meninggalkan Papa!" batin Jefri.

Setelah semua selesai Jefri menaiki mobil menuju bandara dan akan pergi ke London untuk pengobatan Afka.

Dan hari ini juga seperti biasa Derrick dan Hidan mengunjungi Rumah Sakit, mereka mendapatkan kabar jika Bulan telah meninggal, sampai rumah sakit Hidan tak sengaja bertemu Revan yang akan pergi.

"Van!" teriak Hidan dengan kencang, semua pengunjung rumah sakit pada menoleh ke arah Hidan dengan tatapan tajam.

"What's wrong?" pikir Hidan dengan tampang tak bersalah.

Revan mendekati Hidan dan langsung menjitak dahi Hidan dengan keras sampai Hidan meringis kesakitan.

"Sial, sakit banget!" gerutu Hidan dengan mengusap dahinya.

"Lo tahu ini dimana?" tanya Revan dengan kesal.

"Ini rumah sakit bukan sekolahan!" jawab Hidan tak kalah kesalnya.

"Ngapain kesini? Derrick mana?"

"Derrick masih di toilet dan bukannya lo berduka pada Bulan?"

"Bulan belum sekarat! Gue pergi dulu!"

Hidan masih bingung, sekali lagi sangat bingung. Derrick melihat Hidan yang masih berdiri dan diam langsung menepuk punggung Hidan dengan keras.

"Shitt, dapat sial apalagi sih gue!?" ujar Hidan dengan sebal.

"Gue kan udah bilang duluan, ngapain masih bengong disini wae?"

"Pulang aja!" kata Hidan dan pergi begitu saja.

Derrick lari dan menarik tangan Hidan, banyak yang melihat mereka berdua bahkan semuanya berbisik kalau Derrick dan Hidan seorang sepasang kekasih.

"Ngapain lo pegang tangan gue!?" kata Hidan dengan melepaskan tangan Derrick.

Derrick yang masih belum mengerti membuat Hidan gemas untuk meninju wajah polos Derrick.

"Apa kau tak mengerti, huh? Mereka berbisik jika kita berdua adalah pasangan, Rick!"

"Siapa peduli!?"

...***...

Vera tersenyum tipis melihat mata Bulan yang masih enggan membuka matanya, "Sayang, apa kau tak merindukan, Ibu?"

Vera berbicara sendiri sampai Revan datang pun ia tak mengetahui, "Tante Vera, biar saya aja yang jaga Bulan mendingan Tante pulang dan istirahat!" ujar Revan dengan masih berdiri.

"Makasih, tapi jika kamu di posisi Tante apa kamu bisa istirahat?" tanya Vera dengan mengelus punggung tangan Bulan.

"Saya tahu, bahkan akan melakukan berbagai cara, tapi saya juga akan mementingkan kesehatan jika anak Tante tahu kalau Tante sakit, bagaimana perasaannya?"

"Baiklah, jaga Bulan dulu!" ucap Vera dan langsung pergi keluar.

Vera menutup pintu dan memejamkan mata sekilas dan langsung pergi ke kantin rumah sakit, "Saya pesan minum teh!" ucapnya pada pelayan dan ia langsung menutup wajahnya.

Derrick dan Hidan masuk menemani Revan, mereka tampak sedih dengan keadaan Bulan dan sahabatnya itu, "Van, nyokap lo bawain makanan buat lo, makan dulu nih!"

"Gue gak laper, Rick!" jawabnya Revan dingin.

Bahkan ruangan tersebut sangat terlihat dingin tak ada pembicaraan yang keluar, "Kalian lihat Arjuna?"

"Enggak, gue kesana cuma liat nyokap lo doang tuh." ucap Derrick tanpa mengalihkan pandangannya pada hp.

"Ada apa? Masalah lagi?" tanya Hidan pada Revan.

Kalau gue boleh jujur kenapa hati ini rasanya tak bisa diajak kompromi? Gue masih belum bisa berpaling pada Nia, walaupun gue tahu Nia sudah tiada! Tapi,...apa ini semua?

"Bulan, masih pake peralatan medis dan kenapa kabar meninggalnya Bulan sudah tersebar?" tanya Derrick penasaran.

"Gue udah minta tolong sama rekan kerja Papa untuk menghapus semua berita itu, untung masih belum ada yang membacanya."

"Van, tapi Ratih tahu dan tadi dia menelepon gue dan gue jawab iya!" ujar Hidan dengan nyengir.

"Biar dah, gue yakin kalo Bulan masih ada harapan untuk hidup lagi! Dan gue akan tanggung jawab untuk semua ini!"

"Maksud lo gimana?" tanya Derrick.

"Lihat saja nanti saat Bulan sudah sadar kembali!"

1
Li Permana
Bagus ceritanya! Semangat ya!
Li Permana
Semangat kak!
Lidia Tikla
ayo author, semangat, lanjuy
ZasNov
Like mendarat lagi ya Kakak.. 😍
Semoga sehat, bahagia dan sukses selalu ya..
Semangaaaaattt... ❤❤❤❤❤
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
like lagi kak😘

asisten dadakan hadir

mampir yuk..

semangat selalu💪
mei_resta
Izin promote thor...

Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Machan
always like
LINA
like 💛 semangat up thor 💪 saling mendukung 🙂
Lenkzher Thea
Lanjut up, 👍like hadi
Ara🌙🌻
lanjut kk
ILS
Lanjut thor, semangat. Ditunggu up nya 🔥
Pow
Halo kak 👋
Dukunganku untuk jari-jari yang lelah menulis & apresiasi untuk ide yang telah tertuang 🙌💐
Nia jeje
next semangat
Eda Sally
Lanjut say😍
Dewi
semangat kakak❤️
Neng Yuni (Ig @nona_ale04)
4 like mendarat kak, salam dari Jacob and Alesha: Mafia Acted, semangat 😊
Mutie Cutie
memang harus sabar Revan.. jangan gegabah.
Thrye
semangat kak,,,
like untukmu 😉😉
ditunggu feedbacknya kak 😉
ଓεHiatus 🦅💰⋆⃟𝖋ᶻD³⋆ғ⃝ẓѧ☂
semangat up
Alisya Putri
makin seruh ceritanya, semangat up nya Thor 👍😄💪

a world full of zombies hadir lagi 💚🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!