Warung sate milik Pak Parmin selalu ramai pengunjung, setiap yang makan di sini selalu saja kembali karena ketagihan akan rasa nya.
namun semakin ramai maka semakin banyak juga yang menyebarkan kabar tidak sedap, konon kata nya mereka pakai pesugihan sehingga dagangan laris manis.
pesugihan apa yang mereka anut?
Apa kah mereka memang memiliki pesugihan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Informasi untuk Jalak
"Bang, ini pria nya!" pocong loncat loncat sambil menyeret tubuh seorang pria tinggi kurus.
"Kekasih ku!" Dela berlari menghampiri kekasih nya yang di seret.
"Kau jangan pegang pegang dulu, aku mau laporkan pada dia!" pocong menepis tangan nya Dela.
"Tapi dia pacarku, kenapa kau menyeret nya seperti anjing liar!" Dela tidak terima melihat kekasih nya begitu.
Jalak menghampiri pria yang barusan di seret oleh pocong ini, memang benar kalau yang dia cari sudah di bawa oleh pocong centil ini. Jalak berjongkok di depan nya untuk melihat bagai mana rupa pria tersebut dan bagai mana bisa terluka, ternyata bagian kepala sebelah kiri sudah koyak seolah terhantam kuat.
Pocong centil sangat bangga karena dia berhasil mendapatkan apa yang Jalak minta, dengan ini ia berharap Jalak akan perhatian pada diri nya dan berubah menjadi lebih lembut. memang wanita susah sekali mau jatuh cinta dengan pria baik baik, apa bila melihat wajah pria yang ada brengsek brengsek nya maka akan susah untuk lupa.
Untung nya mau sebrengsek apa pun Jalak sikap nya, tapi dia adalah pria yang tidak pernah ada niat untuk mendua dari kekasih nya si kafan hitam. cinta nya hanya untuk gadis itu, cinta pada pandangan pertama jadi tidak mungkin bisa mau di lupakan begitu saja.
Biar pun dulu suka nya gonta ganti wanita dan sampai manusia juga pasti dia setubuhi, namun nyata nya setelah insaf dia benar benar membuang kebiasaan buruk itu. hanya wajah nya saja yang tetap brengsek begitu, karena memang sudah pembawaan dan tidak mungkin juga mau operasi plastik.
"Kenapa kau berdiri di dekat warung sate itu kemarin malam?" tanya Jalak menatap pria ini.
"Aku mau mengambil darah ku lagi, dia mengambil darah ku dan aku juga tidak tau mau untuk apa." jawab pria bernama Mansur ini.
"Duduk dulu, aku sudah lama mencari mu." Dela menangis melihat kekasih nya.
Sepasang kekasih ini saling berpelukan satu sama lain untuk melepaskan rasa rindu di hati nya, Jalak berpikir keras kenapa dia mencari darah nya di warung Pak Min. sedangkan pocong centil begitu gatal ingin di peluk juga, membayangkan bila Jalak mau memeluk nya erat dan mereka saling cinta sehingga tidak ada yang bisa memisahkan lagi.
Tidak tau kekasih Jalak sebringas apa saat sudah naik darah, Arini paling anti dengan wanita gatal pada sang kekasih. bukan hanya pada Jalak saja, kalau pun wanita itu gatal pada suami teman nya maka Arini akan marah juga dan mau menghajar nya habis habisan sampai tobat.
"Aku juga merasa darah ku ada yang mengambil, rasa nya sangat sakit sekali." Dela membuka suara.
"Dari mana kau tau kalau darah mu di ambil?" tanya Jalak.
"Saat kejadian brak itu, aku menjerit kencang dan malam nya aku bagai kan tersiksa di dalam neraka karena sekujur tubuh ku terasa perih dan juga sakit." jelas Dela lagi.
"Bukan kah itu kalau darah kecelakaan di beri jeruk nipis ya?" tanya pocong pada Jalak.
"Biasa nya begitu, tapi kenapa kalian merasa darah nya di ambil." gumam Jalak.
"Saat kejadian itu, kan malam nya aku kesakitan lalu esok malam nya aku mencium bau darah di warung Pak Min, Mas!" jelas Mansur lagi.
"Darah para korban kecelakaan di ambil dan di jadikan olesan sate!" tebak pocong centil.
"Ah jahat nya, bagai mana darah kami di buat begitu!" pekik Dela kaget.
"Itu bisa saja terjadi, maka nya Purnama dan Arya tidak bisa melihat karena itu semua sudah larut." gumam Jalak.
"Ngomong ngomong, kamu memang benar dari agensi nya Ratu ular ya?" pocong centil menatap Jalak.
Tidak di jawab karena Jalak lagi serius dengan pikiran nya sendiri, semua masih bercabang dan sekarang satu satu nya jalan melihat sendiri bagai mana keadaan itu saat membuat kuah atau pun ritual darah kental. kalau sekarang masih hanya menebak saja, Jalak juga masih mau membicarakan dengan ratu nya bahwa Pak Min bisa melihat iblis.
"Jadi kau yakin kalau darah mu di ambil dia?" tanya Jalak.
"Yakin sekali, sebab itu memang bau darah ku." angguk Mansur.
"Aku juga begitu, tapi pas aku mau kesana sering kali tersesat dan bertemu ribuan anjing." jawab Dela.
Tebakan Purnama seratus persen tidak salah kalau Asu baung juga ada andil dalam urusan ini, Dela sering tersesat dan bertemu ribuan anjing di jalan. padahal daerah sini tidak banyak yang nama nya anjing, tapi kenapa malah sekarang muncul anjing untuk menghalangi.
...****************...
"Wah jadi kau naksir sudah dengan Udin ya." celetuk Bintari yang mendengar cerita Arka.
"Jangan sibuk soal naksir, mengikuti itu bukan berarti naksir." elak Seruni lembut.
"Tapi apa lah maksud mu kalau tidak naksir?" tanya Bintari pula.
"Aku hanya mau memastikan kalau Lula sudah tidak mau membunuh dia lagi, kan aku kasihan soal itu." jelas Seruni tanpa emosi.
Memang dia biasa nya selalu lembut dan walau di ejek bagai mana pun selalu kalem, Arka yang habis di tendang masih menggosok bokong nya. tidak ada yang tau kalau tangan Arka bergerak lincah mengirim pesan pada Udin agar segera datang, supaya bisa bertemu dengan Seruni.
"Soal pria yang kau temui itu apa benar kalau dia anjing atau serigala?" Kendal bertanya serius.
"Benar, kau kan kucing ya jadi pasti akan bisa melawan nya!" Seruni baru sadar.
"Di lihat kucing nya juga, Ser! ada yang berani dan ada yang pengecut, ini agak pengecut alias suka main." sergah Arka.
"Ku cakar kau ya!" ancam Kendal yang tidak suka di hina.
"Mbak Nana kan pasti bisa, apa ini Mama Purnama belum tau soal pria tadi yang mau mencari masalah?" tanya Seruni.
"Jangan libatkan dia dulu lah, Mama lagi pusing karena ada urusan juga." larang Arka.
Seruni pun mengangguk paham karena dia berpikir mungkin saja pria tadi karena usil dan mau mengganggu diri nya, malah mau di adukan dengan Purnama yang sedang mengurus masalah berat.
"Kau harus banyak latihan biar kuat seperti Mbak Nana." suruh Seruni pada Kendal.
"Kalau Oren pasti bagus, ini dia putih loh ya pasti bloon." seru Arka.
"Jangan sembarangan, aku tidak suka tidur!" teriak Kendal tidak terima.
Semua ini gara gara kesan buruk yang di berikan serigala putih milik Davin, sehingga apa apa yang warna putih pasti akan di cap begitu oleh mereka semua, apa lagi Kendal memang putih polos yang pasti agak bloon juga.
Selamat siang besty ku.
moga ja ya Sagara dan dewa iblis bisa melawan asu baung ini,