NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Contest / System / Sistem
Popularitas:318.4k
Nilai: 4.5
Nama Author: M.A.R

Munculnya sebuah portal dari dimensi lain, portal ini mengeluarkan makhluk-makhluk aneh. Di saat yang sama muncul manusia-manusia super dengan berbagi macam kemampuan orang-orang menyebut kekuatan ini "Beneficia".

Namaku Arkha Peteng, Venandi Rank-F.

Aku diajak seseorang ikut dalam Raid mereka, katanya aku hanya perlu memandu mereka sebab cuma aku yang berulang kali menjelajahi dungeon Rank-F ini.

Sesaat memasukinya dan menjelajahi sebentar, seketika portal masuk kami hilang dan muncul makhluk aneh yang sangat kuat.

Semuanya terbunuh, termasuk aku...

Sesaat mata mulai tertutup, muncul sebuah tulisan aneh di depan mataku.

[Syarat telah terpenuhi, apakah kamu mau menerima warisan ini?]
[Yes/No]

"Ya..."

[Selamat, kamu telah menjadi "Heredis."]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.A.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Haarrhh...!!!

Srupt!!

"Santia...!!!"

Tiba-tiba monster besar itu mengeluarkan sesuatu dari mulutnya dan menembaknya ke arah Santia.

Dengan cepat aku berlari ke Santia dan menangkap dirinya lalu menghindari tembakan monster besar itu.

"Kamu tidak apa-apa?"

"Hm," balasnya sembari menganggukkan kepalanya. "Terima kasih, Tuan Arkha...."

Aku menurunkan dia, saat memerhatikan sesuatu dilempar oleh monster, ternyata itu adalah racun.

"Apa! Itu... racun!"

"Tu-Tuan Arkha... kamu carilah jalan keluar, biar... aku mengulur waktu untukmu...."

Aku melihat Santia kakinya gemetaran hebat sembari mengambil posisi siap menembakkan crosbow miliknya, memintaku pergi hanya karena rank-ku lebih rendah darinya, atau memang sudah kepribadiannya yang sangat peduli dengan seseorang.

Aku menghela napas berat dan maju sembari menepuk kepalanya:

"Kamu mundurlah, biar aku yang hadapi dia."

"Apa!! Kamu jangan gegabah, kita butuh orang-orang Rank-C ke atas untuk mengalahkan monster besar itu! Dan kamu tidak akan sanggup menghadapinya sendirian, biar aku saja melawannya dan kamu keluarlah cari bantuan!"

Kamu terlalu baik untuk masuk dungeon yang kejam ini, menaruh simpati yang berlebihan pada seseorang akan membawamu pada kehancuran, dan aku sudah merasakannya sendiri.

Apa lagi mengingat kisah menyedihkanmu itu, membuatku sulit meninggalkanmu begitu saja, sekalian juga aku ingin mengetes seberapa jauh perkembanganku ini.

"Kalau aku berhasil keluar dari sini, maka sama saja aku bunuh diri."

"Apa maksudmu?"

"Di balik reruntuhan batu itu, sudah ada para bajingan itu menunggu."

"Kenapa... mereka sejahat itu...," ucap Santia dengan air matanya yang keluar.

Tampak dia sulit menerima keadaannya sekarang, sebab ada keluarga yang menunggu kepulangannya.

"Kamu ingat ini baik-baik, jangan pernah percaya dengan siapa pun kecuali dirimu sendiri ketika sudah memasuki dungeon ini. Norum!"

Seketika muncul sesuatu yang hitam keluar dari tubuhku dan membentuk serigala. Santia terkejut melihat sesuatu keluar dari tubuhku ini:

"Makhluk apa itu?"

Aku mengeluarkan belati milikku dari inventori.

[Belati taring putih

Tingkat : ☆☆☆

Belati yang diberkahi oleh sang penjaga kerajaan dengan menggabungkan dua taring miliknya.

STR : +10  DEX : +7  LUK : +5

Pasif :

- Mengarahkan serangan ke musuh sampai sepuluh kali dan serangan selanjutnya akan mengabaikan DEF 20% kepada musuh.

- CRIT 200% akan muncul setiap serangan yang diberikan pada musuh. Kemunculan efek ini hanya 3% saja.]

Set!

Set!

"Wah... mereka sangat cepat."

Dengan cepat aku dan Norum maju ke monster kelabang itu.

Haarrhh...!!!

"Norum!!"

"Grrrhh...!"

Kami berpencar, Norum berada di sebelah kiri dan aku di kanan. Tampak monsternya kebingungan.

Syat!

Heerrh...!!

Cakar dari Norum berhasil melukainya.

"Sekarang giliranku..."

Slash! Slash! Slash!

"Tiga serangan beruntung...!"

Aku melihat belati milikku dipenuhi darah dari monster itu, tampak serangan kami berhasil melukainya.

Heerrh...!! Haarrhh...!!!

Tiba-tiba monster ini menggerakkan tubuh panjangnya dan melayangkan kaki panjangnya ke arah kami.

Aku dan Norum berhasil menghindari semua kaki panjangnya itu, tiba-tiba monster ini mengangkat tubuhnya dan menampakkan tubuh bawahnya.

Seketika bagian bawah tubuhnya muncul sesuatu lubang yang terbuka lebar, dan dia memiliki banyak lubang sejajar hingga bagian tubuh belakangnya.

Tiba-tiba setiap lubangnya itu, tampak keluar sesuatu yang warna putih.

Lalu....

Push!

"Norum!!"

"Grrhh...!"

Dengan cepat kami menghindari semua tembakannya itu, aku terus menghindarinya selagi melirik Santia yang terlihat sangat ketakutan.

"Baguslah, jangkauan serangannya tidak sampai ke dia."

Selagi menghindarinya aku mencari celah yang tepat untuk mendekatinya, sebab sangat sulit mendekat karena ada jaring laba-laba yang dilapisi racun dan terus dilempari olehnya.

Selang beberapa waktu akhirnya aku mendapatkannya.

Set!

Slash!

Treek!

"Kulitnya... tiba-tiba menjadi keras?"

Apa monster itu mulai memfokuskan pertahanan pada dirinya? Setiap serangannya sangatlah berbahaya. Aku perlu waktu untuk menembus pertahanannya ini dengan pasif belati ini.

Set! Slash!

Set! Slash! Syat!

Aku terus mengerahkan kecepatanku dan Norum juga melakukan hal yang sama, belati ini sudah semakin menggoresnya.

Heerrh...!! Haarrhh...!!!

Terlihat monster itu semakin mengeram kesakitan.

"Itu... apa dia... benar-benar Venandi Rank-F?"

Terlihat wajah Santia semakin pucat dan sulit mempercayai apa yang dilihatnya ini.

"Apa dia... selama ini... menyembunyikan kekuatannya? Dan kekuatan dan kecepatannya seperti Asassain rank tinggi, apa dia... memalsukan rank-nya. Kalau dia bisa memalsukan rank-nya berarti dia...."

Seketika wajahnya semakin pucat dan mengingat kejadian-kejadian yang terjadi akhir-akhir ini. Di mana banyak segelintir orang bisa mengendalikan jumlah Mana dalam dirinya, sehingga banyak orang yang tidak sadar bahwa ada diantara mereka ada yang memalsukan dirinya.

Orang-orang palsu inilah yang diwaspadai kebanyakan tim, sebab orang palsu ini dikenal rata-rata seorang psikopat yang hobinya membunuh dan menghancurkan para orang yang Terbangkitkan.

Slah! Slash! Set!

Semakin dilihat pertarungan ini, membuat Santia tidak kuat berdiri dan menangis meratapi nasibnya sekarang.

"Ibu... maafkan aku..., aku tidak akan bisa pulang lagi."

Syat!

Slash!

Harp!

Berbagai tebasan belati dan gigitan serta cakar dari Norum hanya menggoresnya sedikit demi sedikit.

"Tubuhku... tampaknya mulai mencapai batasnya."

Merasakan tubuhku yang mulai kelelahan, aku tidak tahu sudah berapa lama aku bertarung dengannya.

Haarrhh...!!!

Srupt!!

"Sial! Racunnya...!"

Aku terus menghindari racunnya dan tampak Norum kesulitan menyerangnya juga.

"Hah... hah... hah...."

"Tuan Arkha...."

Set!

Dengan cepat aku maju lagi dan melancarkan tebasan terus ke kulit tebalnya dan aku menggunakan skill "Bertukar jiwa," untuk melancarkan serangan terus menerus selagi Norum sibuk mengalihkannya.

Set! Slash!

"Egh... tubuhku...."

"Tuan Arkha, dia... terlihat sangat kelelahan...."

Dalam pandangan Santia yang melihatku terlihat lelah, sebab kecepatanku mulai menurun dan itu membuatku kesulitan menggerakkan tubuhku seutuhnya.

"Kalau begini terus dia akan semakin kelelahan... aku harus membantunya."

Gadis polos yang yang melihatku seperti monster, tiba-tiba dia maju.

"Tuan!!"

Fokusku tiba-tiba terganggu akibat teriakan itu.

"Bodoh!! Jangan mendekat!!"

Karena teralihkan sebentar, tiba-tiba kaki panjang monster ini menyerang ke arahku.

"Grrrh..! Hoarrghh...!"

"Bertukar jiwa!"

Chin!

Bum!

Seketika Norum berada di posisiku dan terhempas sangat jauh akibat serangan kaki panjang monster itu hingga membentur dinding dungeon.

"Hah... hah... terima kasih, Kawan."

Tubuhku mulai sangat kelelahan dan kakiku gemetaran hebat, apa ini sudah batasku?

Terlihat dia tidak memiliki titik kelemahan walau aku menggunakan "Penglihatan batin."

[Peringatan!

Skill "Penglihatan batin" tidak bisa mendeteksi Mana dari makhluk yang memiliki jumlah Mana yang banyak, karena level skill masih rendah.]

Monster dengan ukuran yang sangat besar dan campuran antara kelabang dan laba-laba. Dia dapat dengan mudah menghancurkan dan melelehkan batu, setiap serangannya sangatlah berbahaya.

"Sudah berapa lama aku bertarung dengannya? Kalau begini terus aku bisa mati. Sial! Apa yang harus kulakukan?"

[Kamu mendapatkan buff.]

[AGI kamu dan Partner meningkat 30%.]

"Eh?"

Aku langsung melihat Santia. Tampak tangan dia diangkat dan keluar cahaya dari tangannya.

"Jangan bilang ini... skill buff miliknya."

Seketika kaki terasa ringan dan aku bisa berdiri dengan lurus.

[Durasi buff hanya 10 menit.]

"Ini sudah lebih dari cukup. Baiklah, Kalau dia terlihat tidak memiliki kelemahan, maka... satu-satunya titik lemahnya ada pada kepalanya."

Aku teringat saat melawan katak itu, walaupun wujud serangga ini sangatlah buruk tapi, dia tetaplah seekor serangga. Umumnya kepala adalah titik lemah tiap makhluk hidup, apa lagi bagi seekor serangga yang selalu menjaga kepala mereka, karena bagian sensitif mereka ada pada antenanya dan matanya.

Dur....

"Kyaa!! Kenapa ini bergetar?!"

Seketika dungeon bergetar hebat.

Shut!

Syat!

Heerrh...!!

"Bagus, kawan!"

Norum bangkit dan dengan bantuan buff dari Santia membuat kecepatannya meningkat drastis, sebenarnya hanya aku yang dapat buff karena aku dan Norum adalah satu maka dia akan mendapatkan keuntungan jika aku juga mendapatkan keuntungan.

Dengan kecepatan drastis itu, Norum berhasil mencakar salah satu matanya.

"Baiklah, saatnya ronde kedua."

Set! Set!

Dengan cepat kami berdua langsung maju.

Slash! Syat

Slash! Syat!

Slash! Harp!

Berbagai serangan bertubi-tubi dari kami dan pasif penghancur DEF dari belati sudah aktif, tinggal serangan terakhir harus dilancarkan tepat pada mata terakhirnya.

"Norum!!"

"Grrrh... Hoarrghh...!"

Dengan cepat Norum maju dan melompat di atasnya.

"Bertukar jiwa!!"

Chin!

Dalam sekejap aku sudah di atas.

Dan....

Jleb!

Tusukan tepat pada mata terakhirnya.

Heerrh...!!!

Monster itu meraung-raung kesakitan dan menggoyangkan kepalanya sekencang mungkin.

"Egh... sial! Matilah cepat brengsek!!"

Aku menusuknya semakin dalam, tapi... karena guncangan hebat ini, membuatku terlempar ke udara.

Haarrhh...!!!

Srupt!!

Seketika monster itu melempar racunnya ke udara.

"Sial! Aku tidak bisa ke mana-mana!"

"Tidak... Tuan Arkha...!!"

...•••...

Saat di balik reruntuhan batu....

"Bos, tampaknya sudah tenang di dalam sana."

"Baguslah, pasti bosnya sudah membunuh mereka berdua. Siapkan dinamit-nya."

Beberapa anak buahnya memasang bom di dekat reruntuhan batu.

Bom!!

Sekumpulan asap bertebaran di mana-mana, lalu mereka masuk. Terlihat seseorang bersimbah darah lagi bersandar dan di belakangnya ada monster besar, serta seorang gadis terdiam membeku di sana.

"Huh, bosnya dikalahkan?"

Semuanya tampak kebingungan dengan apa yang terjadi di sini, mereka tidak percaya bahwa bos monsternya dikalahkan oleh orang yang rank-nya lebih rendah dari mereka.

"Bos, lihat belati bocah ini, sangat bagus."

"Ambil benda itu, itu pasti harganya mahal kalau dijual dan aku punya urusan dengan gadis cantik ini, haha."

Terlihat bos mereka yaitu Gilang mendekati Santia.

"Tidak... tidak! Jangan mendekat!!"

"Hehe, seperti biasa, Bos sangat suka dengan hal-hal kecil. Woi! Kenapa kamu lama sekali mengambil belati itu?"

"Aku tidak bisa, ada yang salah dengan bocah ini, mati pun dia masih memegang erat senjatanya ini."

"Yaelah, dasar lemah, sini biar aku ambil."

Salah satu dari mereka maju, saat menunduk ingin mengambil belati itu.

Tiba-tiba....

Klotak! Klotak! Klotak!

Seketika kepala orang itu jatuh dan berguling ke arah teman-temannya.

"Sial! Bocah itu masih hidup!"

Laki-laki terlihat sekarat itu tiba-tiba bangkit.

Bos mereka melihat ini langsung memerintahkan seluruh anak buahnya untuk membunuh segera pemuda itu.

Tapi....

Dur....

Dungeon bergetar dan sesuatu yang besar bangkit dari belakang pemuda ini.

"Apa... monsternya... masih hidup!"

"Saatnya sarapan, Kawan," gumamnya.

Haarrhh...!!!

1
Ujibmaki Milito
kagak ngarti
asril making
yg sdh baca komik levelling pasti akan ngerasa ada sdkt kemiripan dlm alur ceritanx/Facepalm//Facepalm/
asril making
🤭🤭🤣🤣,, ceritanx ada kemiripan dgn solo levellinh
asril making
ini ceritanx kok ada kemiripan dgn komik solo levelling yah/Joyful//Joyful/
Lord gojou satoru
Luar biasa
Nino Ndut
kok ngebayanginnya aneh yak..pake topi koboy, sepatu boot dll..persis kayak koboy tp bawa sabit..wkwkwkwkkw..ketahuan make hoodie n topeng sekaligus sabit..lebih misterius n kuat..wkwkwkwk
Nino Ndut
gw kayaknya bingung n g suka ma mc..menurut gw setiap tindakan mc kayak g pas n bukan keputusan terbaik saat itu..
Nino Ndut
gampang bener nyerahnya y..hmm
Nino Ndut
cupu amat dah
Stephen (Phoenix dalam celana)
doktor plague
zikril haqim
update nya di percepat dong author
penasaran nih sama kelanjutanya ditunggu kelanjutanya yang author
Reza: sabar ya, lagi berusaha juga mau update. Tapi keadaanku tidak memungkinkan untuk selalu berpikir dan menulis, karena fisik mudah lelah.
total 1 replies
Shidou
cuma buat proses pembangkitan mc butuh 10 chapter kali
Rahmawan Btrdys
gelap thor gelap😅🙏


semangat😁
Ibrahim Rusli
Thor kapan lagi update nya
Reza
gas
Ibrahim Rusli
wahai author update kapan lagi dan untuk bagian masa lalu dan ujian dungeon agak di ringkas ya itu aja untuk cerita keren sehat trus ya tor 🤘😄
Vincent Da Vinci
1 capter hanya utk status shj. kalau tidak punya idea... mendingan diam aja
Ibrahim Rusli
gass updetan terbaru Thor tapi di mode masa lalu nya agak di ringkas ya 🤘😁
Ryan Ambari
lanjut thor
Giyan Ardiansyah
mc payah klo soal memberi nm bawahannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!