menceritakan pemuda tampan minim ekspresi, tapi sialnya wajahnya begitu tampan bak dewa Yunani, ditambah diusianya yang masih begitu muda dia sudah menjadi CEO diperusahaan keluarganya sendiri membuatnya begitu didambakan kaum hawa di sekitarnya, tapi sayangnya pesonanya tak mampu membuat seorang gadis pindahan dari Jerman yang bahkan tak meliriknya sedikitpun.
"minggir",
"kenapa harus gue yang minggir",
"cowok ribet",
"menarik".
akankah gadis bar bar nan galak itu akan membuka hatinya untuk sang CEO muda, ataukah malah pada akhirnya si gadis yang akan dibuat bucin dengan si CEO muda itu?
yuk ikuti kisah cinta mereka berdua,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanswii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
antar jemput Chiara ke sekolah sudah menjadi kegiatan axelio sejak dia meminta izin pada keluarga Chiara tempo hari, seperti pagi ini, keduanya sudah Sampai di parkiran sekolah dan disana juga sudah ada pula Gabby, Beverly, zean, kiano serta virgo yang menunggu kedatangan mereka berdua.
"jarak mansion opa ke sekolah jauh Lho Lio, Lo gak usah antar jemput gue lagi ya, Lo jadi bolak balik, gue gak mau ngerepotin Lo, gue juga ada Popo yang bisa gue pake", ucap Chiara,
"kamu gak boleh bawa Popo sendirian kan?", tanya axelio,
"ya kalau terpaksa juga pasti dibolehin kok",
"gak ada yang direpotkan dan aku juga Udah janji sama kak cello buat jagain kamu kan?",
Chiara menghembuskan nafas kasar, keras kepala juga si axelio ini, padahal kan kalau dia keberatan Chiara bisa ke sekolah Dengan Popo.
"aku gak masuk kelas dulu karena ada urusan diruangan aku, nanti istirahat ketemu dikantin",
"oke".
Chiara dan yang lain masuk kedalam kelas kecuali axelio yang berjalan lurus dan naik kelantai 4 tempat khususnya berada.
pelajaran pertama dimulai dan guru pun sudah masuk kedalam kelas, tak ada yang berisik seperti biasa semua menyimak Dengan serius, hingga pelajaran jam kedua pun terlewati dan kini semua siswa siswi berhamburan keluar kelas.
Chiara, Gabby dan Beverly berjalan bersama, sedangkan Zean, virgo dan kiano mendapat pesan dari axelio agar menemuinya di ruangannya, entah ada hal penting apa.
ketiga gadis itu berjalan bersama dengan sesekali bercanda dan saling tabok, biasalah cewek kalau gemas kan emang suka nabok atau mencubit.
"oh, jadi ini anak baru yang jadi ani Ani nya axelio itu?", ucap salah seorang cewek berpakaian ketat hingga lekuk tubuhnya tercetak jelas, jangan lupakan dandanannya yang menor sekali.
ketiga cewek itu tak menggubris sambil terus melangkahkan kakinya, karena menurut mereka cewek menor itu tak bicara pada mereka.
"heh, cewek songong kita lagi ngomong sama kalian", ucap cewek yang lain dengan nada meninggi,
"mentang mentang sering dibawa axelio keruangan khususnya jadi songong", cibir yang lainnya,
"wah jangan jangan dibawa keruangan khususnya buat melayani plus plus tuh",
Plak...
tamparan keras langsung dilayangkan Chiara pada cewek yang terakhir menggonggong, saking kerasnya tamparan itu hingga membuat si cewek terjungkal ke belakang, Gabby dan Beverly tertawa puas
"dasar pelakor, Berani Lo nampar teman gue", ucap bengis cewek berbaju ketat yang dari name tag di bajunya tertulis sintia itu,
"apa tadi lo bilang, gue pelakor, Coba sebutin gue merebut lakinya siapa", ucap Chiara memandang remeh ketiga gadis didepannya itu,
"pelakor itu kalau chia merebut bokap Lo dari emak Lo, itu baru pelakor", cibir Beverly tersenyum remeh,
"wah jangan sih kalau kata gue, bapaknya si menor ini tuh perutnya buncit, gendut pula, kebanyakan makan duit haram, heheh", sahut Gabby ikut terkekeh,
"syalan kalian bertiga", murka sintia hendak melayangkan pukulan kearah Gabby tapi langsung ditahan Chiara dan didorongnya hingga sintia terjungkal,
"ngatain gue Ani Ani tapi penampilan Lo kayak apaan, mau kesekolah menor banget, mau belajar atau mau ngelenong, lagian kalau gue dekat sama axelio emang kenapa toh bukan gue yang deketin dia tapi dia yang deketin gue, kenapa Lo iri, usaha Lo kurang keras, Lo pikir Dengan berpenampilan kayak Ani Ani gini bisa bikin axelio melirik Lo, yang ada di malah jijik dan risih", ucap menohok Chiara sambil mencengkram kedua pipi sintia, sementara dua temannya Lisa dan Nia hanya bisa menonton, takut membantu Sintia karena tamparan Chiara tadi Memang sangat keras hingga bibir Lisa robek dan berdarah.
"sialan, gue akan balas apa yang Lo lakuin ke gue", ucap sintia dengan pipi masih dicengkraman Chiara,
"oh ya, gue tunggu", Chiara menghempaskan wajah sintia begitu saja.
"chia, kalian ngapain?", tanya Zean yang sudah berdiri dibelakang mereka,
"zeaaan, ini nih mereka gangguin gue", ucap Chiara merengek manja pada zean mengadu, seraya melingkarkan tangannya di lengan zean, melongo, itulah yang terlihat dari ke 5 manusia di depan mereka, bisa bisanya Chiara yang tadinya Badas langsung berubah manja seperti itu,
"chia kampret", umpat pelan Gabby,
"cewek sialan, tunggu balasan dari gue", desis Sintia menatap tajam Chiara,
"biar nanti jadi urusan Axel, ayo kita ke kantin, sudah ditunggu Axel dan yang lain", ucap zean, Chiara masih betah mengandeng tangan zean, sedangkan Gabby dan Beverly mengikuti dibelakang sambil saling sikut mengumpati sikap Chiara,
"zean Lo duluan aja gue mau ketoilet dulu", kata Chiara, zean mengangguk meninggalkan ke 3 cewek itu.
"kita ke kantin lokal aja, gue pengen makan mie ayam yang pedes buat meredakan emosi gue", ucap Chiara tiba tiba,
"boleh banget, gue juga pengen makan pedes", sahut Beverly,
"tapi nanti kalau cowok cowok itu nyariin gimana?", tanah Gabby,
"bodoh amat, kesel juga sama Lio, gara gara dia gue disebut ani ani", sungut Chiara.
mereka pun Melangkah menuju lantai dasar tempat kantin lokal berada, bodoh amat kalau ditungguin Axel cs, pokoknya mereka pengen makan pedas.
Sampai dikantin lokal mereka segera memesan mie ayam untuk Chiara dan Beverly, sedangkan Gabby pesan bakso.
mereka bertiga berlomba menuangkan sambal dalam mangkuk mereka hingga yang terlihat saat ini bukan makan mie ayam atau bakso tapi makan sambal, dengan mata berbinar mereka menikmati makanan itu.
"lha, ditungguin malah disini nih cewek cewek", ucap kiano mengagetkan ketiga cewek itu,
"Chiara Lovisha Jonson", panggil axelio membuat gerakan ketiga gadis itu berhenti dan mendongak menatap 4 cowok tampan yang sudah berdiri menatap mereka ber 3,
"astaga ini kalian makan sambal atau gimana Sampai kayak lava gunung merapi tuh kuah", ucap virgo,
ketiganya menelan makanan Dengan susah payah hingga akhirnya Chiara tersedak dan batuk tak bisa berhenti, air matanya sudah mengalir deras merasakan panas di tenggorokannya, seketika ke 6 manusia itu dibuat panik,
"lov, lov ya ampun", axelio menepuk nepuk pelan punggung Chiara,
"minum dulu chi", zean menyodorkan minuman milik Gabby tapi Chiara masih terus batuk,
"eeehh chi Lo mimisan", heboh virgo,
"merem lov, jangan buka mata", titah axelio sambil mengelap darah yang keluar dari hidung Chiara, batuk Chiara perlahan reda dan Gabby membantu Chiara minum.
"gue bawa lov ke UKS", ucap axelio menggendong tubuh Chiara, meningalkan 5 orang lainnya dan kini gantian Gabby dan Beverly yang disidang ke 3 cowok itu.
"jelasin", ucap Zean tegas, tadi katanya mau ketoilet malah mereka bertiga makan pedas dikantin ini, Gabby dan Beverly menelan ludah kasar,
"chia yang ngajakin kita, sebagai sahabat yang baik ya Udah kita ikut aja", jawab beverly,
"kan udah dibilang zean kalau ditunggu kantin biasa", sahut kiano, gemas sekali dia pada ketiga gadis itu,
"mood chia buruk gara gara tadi dilabrak sama Sintia, katanya pengen makan pedes buat redain emosi", kata Gabby,
"dilabrak sintia?", tanya virgo,
"iya.....", Beverly menceritakan semuanya tentang kejadian tadi, bagaimana Sintia dan kedua temannya menghina Chiara hingga Chiara yang menampar dan membuat sintia terjungkal,
"cari mati itu anak", desis kiano,
"emang ada hubungan apa Axel dan Sintia sebelumnya?", tanya Gabby,
"hubungan apaan, Lo tahu sendiri bagiamana Axel selama ini sama cewek, baru Chiara cewek yang di dekati", jelas virgo,
"Chiara dibawa pulang Axel katanya perutnya sakit", ucap zean setelah melihat pesan yang dikirim axelio,
"wah, pasti asam lambung tuh anak kambuh", sahut Beverly,
"hadoooh bisa di omelin oma ini nanti gue sama Chiara", Gabby menepuk pelan keningnya, membuat ketiga cowok tampan itu geleng geleng kepala.