NovelToon NovelToon
BITE ME IF YOU CAN

BITE ME IF YOU CAN

Status: tamat
Genre:Perperangan / Vampir / Cinta Beda Dunia / Balas Dendam / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Mafia / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Tyo Fuller, seorang detektif pembasmi kejahatan, tengah mencari siapa pembunuh orang tuanya. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Raise Lee, vampir wanita yang tengah menghisap darah seorang manusia.


Tak disangka, setelah tak sengaja menyentuh tatto di pundak Tyo, justru membuat Raise Lee kehilangan sebagian kemampuannya untuk menghisap darah manusia.


Mengetahui kelemahan sang Vampir, akhirnya Tyo Fuller mengajukan perjanjian kerja sama memanfaatkan kemampuan indra penciuman dan penglihatan sang vampir untuk membantunya menangkap para penjahat, sedangkan Tyo akan menyiapkan darah sebagai makanan bagi Raise Lee.

"Penciumanmu berguna juga! bantu aku menangkapnya!"

"Itu mudah bagiku! pastikan kudapanku tersedia setelah ini selesai, minimal satu liter darah!" tegas Raise Lee memperjelas syaratnya.

Mampukah kerjasama dua makhluk berbeda itu akan berjalan semestinya?

Bisakah Tyo Fuller menemukan pembunuh orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Sebuah ruangan pendingin, dengan beberapa rak kaca berjejer rapih. Bau besi dan anyir yang khas menyeruak di tempat itu. 

“Hei! Tempat apa ini?” gumam petugas Tyo tanpa sadar melonggarkan tangannya hingga membuat Raise Lee bisa lepas dari pelukannya. 

“Darah!!” Dengan brutal Raise Lee meraih lalu menyesap satu per satu kantong-kantong darah yang tertata rapi di rak-rak itu. 

Noda darah tercecer tak beraturan karena Raise Lee merobeknya dengan asal. Benar-benar persis seperti seekor hewan buas yang kelaparan, seperti itulah cara Raise Lee melahap beberapa kantong darah hingga ia berhenti karena merasa cukup.

Petugas Tyo hanya mengawasi dan memperhatikan tingkah Raise Lee tanpa mengurangi kewaspadaan. 

Raise Lee duduk luruh di lantai ruangan itu, bersandar pada salah satu sisi dinding yang kosong. Napasnya terengah, seakan ia baru saja menyelesaikan perlombaan lari maraton. Senyum smirk terlihat jelas di ujung bibirnya, namun kelelahan lebih mendominasi wajahnya.

“Sial! Tak ada sinyal!” umpat petugas Tyo sibuk mencari tahu dimana titik lokasinya saat ini.

Petugas Tyo berpikir keras mencari cara untuk keluar, menelisik setup sudut tempat itu, selagi menunggu Raise Lee menyelesaikan kebutuhannya. Ia berkeliling, mengetuk-ngetuk bagian dinding mana yang sekiranya bisa menjadi pintu keluar. 

“Sialan dingin sekali!” uap dingin menyembul dari rongga mulut dan hidungnya, menandakan tubuhnya mulai bereaksi dengan suhu dingin di dalam tempat itu. 

“Hya-hya … jangan diam saja, aku mulai tak bisa mengatasi dingin ini,” ucap petugas Tyo terus berjalan bolak-balik sebagai bentuk aktivitas sederhana untuk menjaga suhu tubuhnya.

Masih dalam posisi duduknya, Raise Lee memperhatikan pria telanjang dada yang mulai menggigil namun sibuk mondar-mandir seraya mengetuk setiap bagian dinding.

“Memangnya apa yang harus aku lakukan?” tanya polos Raise Lee.

Mendengar reaksi Raise Lee tak sesuai harapannya, petugas Tyo menghentikan langkah tepat di depan vampir wanita itu, menatapnya tajam-tajam dengan ekspresi heran. “Hya! Memangnya kamu mau terus terkurung di tempat ini?!” tanyanya.

“Hmm … enggaklah!” ucap Raise Lee dengan entengnya, lalu berdiri tanpa ekspresi wajah yang berarti.

“Ya bagus, berarti cari jalan keluarnya! Atau bawa aku kembali teleportasi dengan cara yang sama sewaktu kamu membawaku masuk ke tempat ini!”

Raise Lee menghela napas seraya mengerucutkan bibirnya, “Aku tidak tahu caranya.”

GLODAK!

Tyo menggigit bibir bawahnya yang semakin pucat oleh sebab suhu yang dingin, seraya  menahan kesal. “Jangan bercanda!” ucapnya menahan amarah dengan kedua rahang terkatup rapat.

“Hya, memangnya kamu pernah melihat vampir bercanda?!” tanya balik Raise Lee mengangkat kedua lengannya lalu berkacak pinggang.

“Hya!” teriak petugas Tyo dengan kesal, membuat lubang hidungnya mengeluarkan asap dingin. 

Melihat hal itu, justru membuat Raise Lee terkekeh, “Hahaha … kau … kamu manusia lucu yang kujumpai pertama kali, kamu … lihatlah dirimu ….” Raise Lee tak bisa menghentikan ketawanya.

“Jangan tertawa ... aku peringatkan jangan tertawa!” gertak kesal petugas Tyo.

Namun Raise Lee justru semakin terpingkal-pingkal. “Hahaha …lakukan itu terus, seperti itu membuatmu persis banteng yang siap mengamuk, matamu merah, hidungmu mendengus dengan asap. Hahaha !!”

“Hya! Bukan waktunya untuk bercanda, aku benar-benar kedinginan! Cari cara untuk keluar dari sini!” 

Mendobrak semua sisi dinding itu pun tak membuahkan hasil, Tyo tak bisa menemukan jalan keluar, sementara tubuhnya semakin menggigil.

Raise Lee memegangi bagian bawah gaunnya yang menjuntai, “Kamu mau menghangatkan badanmu dengan ini?” ucapnya polos. 

Seketika Tyo membulatkan bola matanya, beberapa detik ia ternganga tak percaya dengan pola pikir vampir itu. “Wah! Selain merepotkan, kamu ternyata sangat bodoh!”

“Hya! Aku hanya menawarkan bantuan, dasar manusia lemah!” balas Raise Lee tak mau kalah.

Detektif Tyo semakin kedinginan, ia mulai merasakan ngilu di sebagian tulangnya. “Cari jalan keluar ….” ucap lirihnya.

BRUK!

Tubuh pria itu ambruk tak sadarkan diri. 

“Ah, dasar lemah, padahal sebentar lagi akan ada yang datang membuka pintu.”

Tepat seperti perhitungannya, tak lama kemudian seseorang membuka pintu ruangan pendingin itu. 

Raise Lee dengan sigap mengangkat tubuh sang detektif, membawanya bersembunyi tepat diatas pintu masuk. Beruntung seseorang yang masuk itu tak menyadari keberadaan Raise Lee. 

Di waktu yang tepat, saat seorang pria tengah menata beberapa kantong darah, Raise Lee dengan cepat membawa kabur petugas Tyo dengan meletakkan tubuh detektif itu di punggungnya, lalu membawanya melesat pergi dengan cepat.

.

.

.

Raise Lee membaringkan petugas Tyo diatas sebuah sofa panjang, lalu memandangi petugas itu seraya berpikir.

“Kenapa manusia selalu berpura-pura kuat, padahal mereka memiliki semua keterbatasan yang tak bisa disanggah.” 

Raise Lee berbalik berdiri membelakangi petugas yang masih belum siuman itu, dengan sekali jentikan jari, ia berhasil menghidupkan deretan lilin besar yang mengelilingi ruangan itu.

“Aku masih tidak tahu sebatas mana kemampuan sihirku, semoga ini bisa membantu menghangatkan tubuhmu,” ucapnya pelan. 

Raise Lee duduk menunggu, memperhatikan pria yang terbaring dengan mata masih terpejam itu, “Tanda apa sebenarnya yang dia miliki? Hingga mampu menyedot habis energiku?” bisiknya pelan seraya mendekat memperhatikan tatto dipundak Tyo.

Dari bentuknya, tak ada yang istimewa, hanya dua pedang bermata dua yang digambar membentuk huruf X, selebihnya tak ada yang tampak menarik. 

“Siapa manusia ini sebenarnya? Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan itu, bahkan aku tak bisa menembus kulitnya dengan gigi taringku yang tajam ini.”

Melihat Tyo masih tak sadarkan diri, muncullah pemikiran jahil Raise Lee. “Atau hanya kulit lehernya saja yang tak bisa kusentuh? Mungkinkah karena dekat dengan simbol payah itu?” pikirnya.

Raise Lee semakin memperhatikan lengan tangan Tyo yang begitu padat berotot. “Mungkin sebaiknya aku mencari tahu di lengan ini, nyatanya tadi punggungnya juga bisa aku robek dengan cakaran kuku tangan.”

Namun tepat saat Raise Lee baru saja membuka mulutnya lebar-lebar, hendak memasukkan bagian lengan Tyo ke dalam rongga mulutnya, dimana kedua pasang taring pun telah siap bekerja, saat itulah Tyo membuka mata. 

Kepanikan pun terjadi beberapa saat, “Hya! Apa yang kamu lakukan?!” seru kaget petugas Tyo bergegas bangun dan duduk, menatap aneh pada Raise Lee.

“Ini dimana?” ujarnya lagi setelah indra penglihatannya menangkap tempat asing, situasi asing juga perabotan yang sangat terasa tak biasa.

“Ini tempat tinggalku, aku tidak tahu harus membawamu kemana, jadi ….”

“Ah! Kau tidak punya sesuatu kah yang bisa aku pakai? Aku ….” Ucapan menggantung dan sangat canggung, disertai rasa dingin yang masih mendera, meluncur begitu saja dari pikiran sang detektif. 

“Oh? Entahlah, coba aku cari.” 

"Ah dasar sialan! Tubuhku terlalu berharga untuk dinikmati sembarang mata, dasar vampir bodoh!" gerutu Tyo seraya memeriksa tubuh atletis yang selalu dibanggakannya. "Loh? Apa ini? Luka dipunggungku kenapa ...."

...****************...

To be continue ....

1
༄𝚂𝙽⍟𝕬𝖗𝖓𝖊𝖙𝖆 🥑⃟
lupa aluur,yng mak inget cm gadis vampire nya doank ini nm nya lupaaaaa😭😭😭
Soraya
luar biasa thor. terimakasih telah membuat cerita yg menyuguhkan pengalaman fiktif yang luar biasa. ending yang memuaskan.
yosh—: terimakasih kk Soraya, 😁
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
luar biasa
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
yeeeaaahhh....
akhirnya tamat juga.
selamat ya Thor.
maaf baru bisa ngikutin.
beberapa hari pull terus.
tetap semangat, sukses juga di karya-karya berikutnya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aamiin
total 2 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Siap,ditunggu karya barunya 😁
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Nah gitu dong 🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
yah, padahal berharap tyo bisa sm raise lee, 🤗
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
cerita paling teranuuu pokoknya...sukses terus buat authornya...🤗 bingung lah mau kasih emot apaan 🤭
yosh—: terimakasih author Mentari Senja. sukses juga buat anda😁😁👏👏👏
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Petugas Tho apa Atho 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
#Ayo semangaaat lagi 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ketahuan kau Kalkon 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bahkan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tyo kah 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mimpi 😛
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tadi katanya ga butuh pengacara🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yang panik
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semua
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hanya ada
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sejenak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!