NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Kesempatan untuk Orang yang Tepat

Arvin menoleh bingung. "Naik ke bak mobil."

Vira mengernyit. "Ngapain?"

"Kita, 'kan, mau berangkat," jawab Arvin.

"Iya. Terus kenapa kamu naik di belakang?" Vira menunjuk kursi di samping kemudi. "Kursi penumpang kosong, kok."

Arvin menggaruk tengkuknya dengan canggung. "Aku... takut kamu gak nyaman kalau aku duduk di depan."

Vira menyipitkan matanya. "Memangnya kenapa?"

"Soalnya..." Arvin menundukkan kepala. "Aku cuma kuli buat bantu angkat barang."

Vira menatapnya beberapa saat. "Lalu?"

Arvin terdiam.

"Memangnya kalau kamu kuli, kamu berhenti jadi manusia?" tanya Vira tenang. "Kamu kerja cari nafkah dengan cara yang halal. Bukan ngemis, bukan nipu orang, apalagi nyuri."

Arvin mengangkat kepalanya perlahan.

"Jadi gak ada alasan buat kamu duduk di belakang."

Vira membuka pintu mobil. "Ayo. Duduk di depan."

Setelah berkata demikian, ia lebih dulu masuk ke balik kemudi.

Arvin masih berdiri mematung. Tatapannya tertuju pada Vira dengan sorot mata yang sulit dijelaskan. Takjub, haru, sekaligus tak percaya.

Seumur hidupnya, belum pernah ada orang yang mengatakan hal seperti itu kepadanya.

Perlahan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia membuka pintu penumpang dan duduk di samping Vira.

Sepanjang perjalanan, Arvin hanya diam. Tatapannya lurus ke depan, tak tahu harus memulai percakapan dari mana.

Vira yang sedang menyetir sempat meliriknya.

"Vin."

"Hm?"

"Kenapa diam aja? Sariawan?"

Arvin terkekeh kecil. "Bukan. Aku cuma gak mau ganggu kamu nyetir."

Vira tersenyum tipis. "Malah aku jadi ngantuk kalau kamu diam terus."

Arvin menggaruk tengkuknya. "Aku memang jarang ngobrol, Ra. Jadi gak kebiasa."

Vira mengangguk pelan. "Kamu bisa naik motor?"

"Bisa. Dulu pernah belajar sama teman."

"Hmm."

Beberapa saat kemudian, Vira kembali membuka percakapan.

"Selama ini kamu kerja serabutan, kebanyakan angkat barang berat. Kamu gak kepikiran cari kerja lain?"

Arvin mengembuskan napas pelan. "Aku cuma lulusan SMP, Ra. Memangnya bisa kerja apa selain jadi kuli?"

Vira meliriknya sekilas sebelum kembali memusatkan perhatian ke jalan. "Kalau kamu mau, ada kerjaan yang gak butuh ijazah."

Arvin menoleh. "Kerjaan apa?"

"Jadi tukang kredit pakaian."

Arvin mengernyit. "Kredit pakaian?"

"Iya. Yang penting bisa naik motor, bisa berhitung, bisa nulis, dan bisa ngomong sama orang. Gak perlu angkat barang berat, gak perlu kerja di bawah terik matahari seharian."

Arvin tertawa hambar. "Aku memang pernah dengar usaha itu lumayan. Tapi aku gak punya modal. Motor juga gak punya. Lagian aku sama sekali gak ngerti cara kerja usaha kredit."

"Itu bukan masalah," ujar Vira ringan.

Arvin kembali menoleh.

"Kalau kamu mau," lanjut Vira. "semuanya bakal aku ajarin."

"Maksudnya?"

"Aku yang belanja stok pakaiannya. Aku juga yang keluarin modal," kata Vira.

Di kehidupan sebelumnya, Daril sukses karena di belakangnya yang mengelola usaha adalah dirinya. Tentu saja ia sangat tahu seluk beluk tentang perkreditan.

Arvin semakin bingung.

"Nanti aku beliin motor inventaris buat operasional," jelas Vira. "Kamu tinggal ambil barang dari aku, terus keliling nawarin ke pelanggan."

Arvin membelalak. "Kamu serius?"

"Iya."

"Tapi... aku benar-benar gak punya pengalaman."

"Pengalaman bisa dipelajari."

"Aku takut malah bikin kamu rugi."

Vira tersenyum kecil. "Gak bakal." Ia melirik Arvin sesaat. "Kalau kamu bersedia... mau gak kerja sama aku?"

Arvin masih mematung.

"Aku jadi bosnya," lanjut Vira sambil tersenyum tipis, "dan kamu jadi orang kepercayaanku."

"Kenapa kamu ngelakuin semua ini?" tanya Arvin akhirnya. "Masih banyak orang lain yang lebih cocok daripada aku."

Vira tersenyum tipis tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.

"Karena aku lebih percaya sama kamu."

Arvin menoleh.

Vira menatapnya sekilas. "Selama ini aku lihat kamu jujur, pekerja keras, dan berbakti sama ibumu. Gak semua orang punya sifat kayak gitu."

Arvin terdiam.

"Lagian..." lanjut Vira, "apa kamu gak pengen tinggal di rumah yang lebih layak? Ngerawat ibumu di tempat yang lebih nyaman?"

Pertanyaan itu membuat Arvin menelan ludah.

"Kalau kamu tetap bertahan di pekerjaanmu sekarang, penghasilanmu bakal segitu-segitu aja. Kamu akan terus jadi kuli seumur hidup."

Arvin hanya bisa menunduk.

Vira masih melihat keraguan di wajah Arvin. "Kalau kamu takut aku rugi, kita mulai dari kecil dulu."

"Mulai dari kecil?"

Vira mengangguk. "Kita coba modal lima juta dulu buat lihat prospeknya. Kalau hasilnya bagus, baru kita kembangkan pelan-pelan."

Arvin membelalak. "Hah? Lima juta aja bisa?"

"Tentu." Vira tersenyum yakin. "Aku tahu tempat belanja yang harganya murah dan kualitasnya bagus."

Arvin masih memandang Vira dengan tatapan tak percaya. Ia tak pernah menyangka, di tengah hidupnya yang terasa buntu, akan ada seseorang yang bersedia memberinya kesempatan untuk mengubah nasibnya.

***

Sementara itu, di rumah, Yanti baru saja bangun. Ia mengernyit saat melihat sinar matahari sudah menyelinap masuk melalui ventilasi.

"Sudah siang?" gumamnya heran. "Tumben Vira gak bangunin aku."

Biasanya, pagi-pagi sekali Vira sudah mengetuk pintunya, menyuruhnya mulai membereskan rumah. Namun pagi ini suasana justru terasa begitu sepi.

Yanti turun dari ranjang, lalu keluar dari kamar. "Ra?"

Tak ada jawaban.

Ia melangkah ke dapur. Kosong. Ia lalu membuka pintu depan dan melirik ke arah toko di samping rumah. Rolling door masih tertutup.

"Ke mana perempuan yang sok-sokan jadi bos itu?" gerutunya.

Entah terdorong rasa penasaran atau apa, Yanti berbalik menuju kamar Vira.

Tok! Tok!

"Ra! Vira!"

Tetap tak ada jawaban.

Yanti ragu sejenak sebelum menekan gagang pintu.

Ceklek.

Pintu itu ternyata tidak dikunci. Ia mendorongnya perlahan.

Kamar Vira tampak rapi. Selimut terlipat, meja belajar bersih, dan tak ada tanda-tanda pemiliknya masih berada di sana.

"Ra?" panggilnya sekali lagi sambil melirik ke arah pintu kamar mandi.

Masih tak ada sahutan.

Tatapan Yanti mulai berkeliling ke seluruh isi kamar. Ranjangnya jauh lebih besar daripada ranjang di kamarnya.

Lemarinya tampak baru dan kokoh. Lebih tepatnya baru dipernis ulang. Karena dari model dan ukirannya terlihat jelas kalau itu lemari tua.

Namun pandangannya akhirnya berhenti pada meja rias. Perlahan ia mendekat.

"Make up-nya memang gak banyak...."

Jemarinya menyentuh satu per satu botol perawatan wajah yang tersusun rapi.

"...tapi skincare-nya lengkap."

Krim siang, krim malam, serum, pelembap, tabir surya, body lotion, hingga beberapa kotak yang bahkan segelnya masih utuh.

"Pantes aja kulitnya mulus." Sorot mata Yanti berubah. "Kalau aku ikut pakai..."

Ia mengambil salah satu kotak, lalu membolak-baliknya.

"Masih baru." Sudut bibirnya terangkat tipis. "Kalau aku ambil satu atau dua... kayaknya gak bakal ketahuan, deh."

 

...✨"Kesempatan tidak selalu diberikan kepada orang yang paling pintar, tetapi kepada mereka yang mau bekerja keras dan menjaga kepercayaan." ⭐...

..."Kemiskinan tidak membuat seseorang kehilangan harga diri. Yang menghilangkannya adalah ketika ia berhenti jujur."...

..."Orang baik melihat potensi yang bisa dikembangkan, sedangkan orang tamak hanya melihat sesuatu yang bisa diambil."...

..."Kepercayaan adalah modal yang nilainya lebih mahal daripada uang. Sekali hilang, tak mudah mendapatkannya kembali."✨...

.

To be continued

1
Anitha
Vira harus tuntut lagi si Daril dan ibinua karena telah berbohong bertahun² ngaku² nyelametin Vira.

Duh jangan sampai berhasil misinya si Yanti dan si Daril yang mau mencelakai Vira...semoga ada warga yang kebetulan lewat depan rumah Vira..ato Pak RT yang lagi keliling,biar kejahatan si Datil dan si Yanti terciduk.

Vira orang baik pasti Alloh melindungimu Ra...
LibraGirls
Please naaaa jagan sampai kenapa² si vira nya kasian dia ank yatim piatu 😂🙈 dlm sejarah baru ini komen ke dua tadi sempat ke satu ngetik kepajangan eh da ada yg komen jadi nya 😂😂😂
asih
mereka berencana membunuh vira kah atau melecehkan dia
LibraGirls
Takut aja si mokodo ngupah org buat perkosa vira atau ngbun² vira 🙈🙈
Anitha
Huh dasar kutu kupret ngaku² jadi penyelamat Vira, ternya yang jadi Pahlawan sebenarnya adalah Arvin Ra...yang benar² tulus.

Si Kutu Kupret bener² manfaatin Vira jadi Pahlawan,padahal kenyataannya Bohong,baru terungkap kebenarannya.

Jangan bilang apa yaa..?

sepertinya Vira benar-benar akan jatuh Cinta sama Arvin
Oma Gavin
kampret tenan ternyata daril penipu yg nolong arvin dilakuin dia buat morotin uang nya vira
asih
aku penasaran jodoh vira Arvin pa hartato anak pak kades
Oma Gavin: arvin
total 1 replies
Wirad Nyani
nah bener kan yang nolong Vira adalah arvin
Wardi's
waduh pd gk kapok ya.. gk ckp sidang desa.. kyk nya pengen sidang d kantor polisi..
Anitha
Ga kapok rupanya kalian masih ingin menghancurkan Vira...

silahkan saja kalo bisa,nanti kalianlah yang akan menyesal...
buat mereka jera Vira
Uthie
Emang dasar manusia yg culas, jahat!! susah di ubahnya dan di sadarkan!! walau kesalahannya telah ditelanjangi publik begitu!!😡😡
Uthie
Pak Kades nya Bijaksana 👍👍👍
Uthie
cecar terus pak Kades 😡👍
Uthie
makin tegang dehh tuhh kalian 😏
abimasta
daril Mirna Yanti sudah salah tidak mau mengakui,bahkan masih punya rencana jahat
Wirad Nyani
Vira hati² ya, soalnya ketiga orang itu akan beraksi
Ari Peny
setan aja gk saling menyakiti tp manusia bisa🤣🤣🤣🤣
kymlove...
gak tau mau komen aja..... sebelum 3 manusia dajjal ini binasa, konflik bakalan terus berkembang, tinggal lihat aja gimana vira menyingkapi dan melawan ke gilaan mereka.
^ã^😉
jauhilahhh orang² yang tak pernah menghargai kebaikan Kita ,
orang yg di beri kesempatan bukan ya berbuat Baik tapi malah semakin jahat ..

keluarga bisa Jadi musuh terbesar dalam ujian hidupmu vira , kamu usir Salah g kamu usir kamu sendiri yg di buat menderita oleh mereka

keep strong vira
semangat buat kak Nana juga
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
^ã^😉
bukan ya kapok malah membuat rencana yang lain lagi huhh Sadar iblis kalian itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!