Sinta gadis berusia 18 tahun, dia baru saja masuk ke perguruan tinggi tahun ini, dia harus dihadapkan pada cinta yang rumit karena dia menyukai dua pria sekaligus dalam hidupnya, dia bernama Arlan dan juga Jayden, dan sayang nya dia tidak ingin menjadi istri seorang polisi, tapi dia begitu menyayangi Arlan yang seorang polisi, lalu bagaimana akhirnya Sinta akan memilih? Jay atau Arlan? atau dia akan berusaha untuk bisa bersama Arlan, walaupun dia seorang polisi?? yuk ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
my secret lover 19
...
"VVIP room itu apa kak?" Tanya Firman pada Sinta.
"VVIP room itu tempat khusus untuk tamu yang sangat-sangat penting" jelas Sinta yang masih menyisakan tanda tanya pada Firman.
"Berarti kakak cantik orang penting dong?" Tanya Firman dengan polosnya.
"Tentu saja, pemilik restoran ini adalah teman kakak" jawab Sinta.
Lagi-lagi Virnie merasa kesal, karena rencananya untuk membuat calon mertuanya terkesan gagal, dia ingin memamerkan pada Mirna jika dia bisa mengajak keluarga calon mertuanya untuk makan di restoran bintang lima.
'sialan banget sih Sinta, dia sebenarnya sekaya apa? Bisa kenal sama orang-orang penting dan kaya!' gerutu Virnie dalam hati.
"Kalau begitu apa Firman boleh ikut sama kakak?" Tanya Firman lagi.
"Firman, jangan gitu sayang, enggak boleh, kamu nanti hanya akan mengganggu kak Sinta" larang Mirna pada permintaan Firman.
"Enggak apa-apa tante, lagian Sinta sendirian kok, malahan Sinta seneng kalau ada temennya" jawab Sinta.
"Yeeeess... Kakak cantik memang yang terbaik." Firman melompat dan memeluk kaki Sinta karena tinggi Firman hanya sebatas pinggang Sinta.
"Iya, ayo kita masuk kedalam." ajak Sinta sembari menggandeng tangan Firman untuk mendahului mereka.
Mirna menatap pada putranya yang terus menerus menatap Sinta tanpa berkedip sedikitpun, dia khawatir jika Arlan mungkin menyukai Sinta, wajar saja jika dia menyukainya, Sinta memang sangat cantik, jauh dari Virnie, lagi pula usia Virnie dan Sinta terpaut cukup jauh, mungkin hampir 15 tahunan.
Sesampainya di tempat yang sudah Sinta pesan, Firman merasa begitu excited banget.
"Kak, keren banget, kakak memang yang terbaik." ucap Firman lagi namun kali ini dia mengacungkan kedua jempolnya.
"Permisi, silahkan mau pesan apa?" Ucap pelayan restoran yang sedang bertugas seraya memberikan buku menu.
"Hai Sint... Apa kabar? " Sapa laki-laki muda yang tampan pada Sinta, semua orang yang ada disana menatap heran kenapa dia mengenali Sinta.
'siapa dia?' batin Arlan.
"Hai Dito, aku baik-baik saja, kamu sendiri?" Jawab Sinta sembari melakukan cipika cipiki dengan Dito.
Arlan mengepalkan erat tangannya hingga otot-otot nya terlihat tegang.
"Aku juga baik-baik saja kok." jawab Dito, dia menatap semua orang yang ada di hadapannya dan tersenyum manis pada mereka semua.
"Aduh...tadi bilang katanya udah mau nikah sama orang yang beliin mobil baru, lha sekarang kok malah peluk-pelukan sama cowok lain pakai cium-cium juga lagi." sindir Virnie dengan nada mengejeknya.
Sinta tersenyum mendengar cibiran Virnie dia mengabaikannya, dia fokus pada Dito yang justru tertawa terbahak-bahak mendengar sindiran Virnie.
"Kenapa dia tertawa? Apa dia gila?!" Ucap Virnie dengan kasar, sementara Mirna benar-benar menyadari betapa Virnie sangat kasar, berbeda saat berbicara dengannya yang selalu menggunakan bahasa yang sangat halus dan santun.
"Lagian kamu lucu, aku itu temennya Jayden, calon suaminya Sinta, dan lagi, aku tidak tertarik pada perempuan, aku justru tertarik pada pria disebelahmu" jawab Dito pada Virnie yang kini melihat nya dengan tatapan yang aneh.
"Kamu gay?" Tanya Virnie tanpa basa-basi yang lagi-lagi mendapatkan tatapan mata yang tajam dari Arlan dan Mirna.
"Iya, memang, dan itu tidak ada hubungannya dengan mu, Sinta saja tidak pernah mengatakan hal itu pada ku, jadi jaga bicaramu nona...!!" Ucap Dito dengan suara tegasnya yang terdengar menakutkan.
Sinta menggelengkan kepalanya melihat bagaimana Virnie selalu saja mencari masalah untuk dirinya sendiri.
---------
tap jempolnya dulu ya 😜
gak bertele-tele,,,
bener" memabukkan..
wkwkwk
rebutin wanita tidak berantem