NovelToon NovelToon
Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: green veil

Winda adalah seorang wanita berumur 32 tahun yg sudah menikah dengan Ardi yg berumur 38 tahun.
Pernikahan mereka sudah memasuki umur 7 tahun, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Winda merasa bahwa hidupnya tidak lengkap bila belum menjadi seorang Ibu.
Keinginannya untuk mempunyai anak sampai membuatnya putus asa.
Sampai suatu saat dimana dia diperkenalkan suaminya denga orang yang bernama Mina....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green veil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

                        Ardi pergi ke rumah

kakaknya dengan penuh tanda tanya. Sampai di tempat kakaknya ternyata sudah

ramai karena kakak-kakaknya yang lain juga ada di sana. Sampai di rumah

kakaknya Ardi langsung duduk. Dia melihat semua keluarga yang ada di sana

berwajah murung. Kemudian kakak Ardi buka suara,

            “Ardi, kita di sini mau bahas

tentang anak kamu yang dibicarakan Mitha tadi siang” kata kakaknya.

            Ardi bingung dengan kata-kata

kakaknya, tapi untuk bertanya dia seperti sudah tidak punya kekuatan untuk

membuka suara. Ardi hanya diam, kemudian kakaknya melanjutkan bicaranya.

            “Sekitar 3 bulan yang lalu Mitha

pergi ke rumah Winda, di sana ada bayi yang bernama Arjuna. Ternyata itu adalah

anakmu Di. Ketika Winda pergi dari rumah ini dia sedang hamil 5 bulan” kata

kakaknya Ardi memberikan penjelasan singkat kepada Ardi.

            Ardi kaget mendengar hal itu, tapi

dia merasa tidak punya kekuatan untuk sekedar menanggapi pembicaraan kakaknya.

            “Anak itu anak kamu Ardi” kata kakak

Ardi lagi ketika melihat tak ada tanggapan dari Ardi.

            “Bagaimanapun dia adalah darah

dagingmu” lanjutnya.

Ardi  masih terdiam tak bisa berkata-kata. Semua kakaknya juga bingung mau

berbuat apa.

“Sebenarnya kakak mau ke rumah Winda untuk

menanyakan hal itu, tapi setelah dipikir-pikir kakak sungkan dengan orangtua

Winda. Sekarang ini, kakak berpikir untuk memanggil Winda kemari. Besok kakak

akan telepon Winda dan memintanya kemari. Bagaimana menurut pendapatmu Di? Kakak

butuh pendapatmu”

Ardi hanya terdiam tak bisa berkata-kata.

“Kamu ingin bertemu dengan anakmu tidak?”

kata kakak Ardi lagi.

“Aku sudah punya Bimo kak” kata Ardi akhirnya

bicara.

“Iya, tapi Arjuna juga anakmu!” kata kakaknya

lagi agak marah.

“Ya sudah kalau kamu tidak ingin ketemu

Arjuna, tapi kakak ingin ketemu ponakannya kakak! Terserah kamu kalau kamu

nggak ingin ketemu anakmu!” kata kakak Ardi mulai kesal dengan tanggapan Ardi.

Setelah sudah larut malam, Ardi pulang dengan

pikiran kalut. Bagaimana bisa, dulu saat sungguh-sungguh menginginkan anak,

belum satupun anak yang datang kepadanya. Tapi kenapa sekarang dia langsung

punya 2 anak, pikirnya bingung.

Semalam suntuk Ardi tak bisa tidur. Dia

memikirkan Bimo, juga berpikir apakah dia akan ketemu dengan Arjuna.

Pagi sudah beranjak siang, Ardi tidak punya

keberanian untuk menanyakan kepada kakaknya kapan Winda mau pergi ke rumah

kakaknya. Ardi seperti orang linglung sehingga para karyawannya ikut resah.

Apakah Ardi sudah memutuskan siapa yang mau kena PHK.

............................................

Tririring...

Hp Winda berbunyi, dia mengangkat telepon

yang tak lain dari Bundanya Mitha, kakak Ardi.

“Ya, Halo Kak” kata Winda.

“Ya Halo Win” kata kakak Ardi

“Ada apa Kak?”

“Gini Win, kakak sudah dengar cerita kamu dan

Arjuna dari Mitha...”

Winda yang mendengar hal itu wajahnya

memerah, dia cemas dan kalut. Apa yang akan terjadi nanti...

“Win?” kata kakak Ardi yang tak mendengar

sahutan dari Winda.

“Iya Kak”

“Sebenarnya kakak ingin ke tempatmu, mau

lihat Arjuna. Tapi kakak nggak enak sama orangtuamu”

“Iya Kak” kata Winda bingung mau menjawab

apa.

“Gini, kakak minta kamu ke rumah kakak bawa

Arjuna bisa?” tanya kakak Rdi lagi.

“Maksud kakak?”

“Ya.... walau bagaimanapun Arjuna kan darah

daging Ardi... seenggaknya Arjuna kenal dengan keluarga dari pihak Ardi bukan?”

kata kakak Ardi lagi.

Winda bingung mau meng iyakan atau tidak.

“Gimana Win? Soalnya kalau kakak dan keluarga

yang ke sana nggak enak sama ortumu”

“Iya Kak” kata Winda tak bisa menolak.

“Kalau bisa, besok bagaimana? Besok kan hari

Minggu semua keluarga libur”

“Iya kak” kata Winda akhirnya menyetujui

keinginan Kakak Ardi untuk pergi ke rumahnya.

.....................................

“Ayah... Ibu.... Winda ke rumah kakaknya Ardi

dulu ya” pamit Winda pada kedua orangtuanya.

“Apa harus kamu ke sana Win?” tanya Ibunya

tak setuju kalau Winda pergi ke rumah itu lagi.

“Iya Bu” kata Winda.

“Habis itu langsung pulang lho!” kata Ayah

Winda tidak rela anaknya pergi ke rumah keluarga Ardi.

“Iya Ayah”

“Winda pegi dulu ya”

Setelah itu Winda pergi ke rumah kakak Ardi

dengan menyetir sendirian bersama Arjuna. Dia dan Arjuna sudah sering pergi

berdua karena Arjuna juga ikut ketika Winda belanja untuk tokonya.

Winda sampai di rumah kakak Ardi sekitar

pukul  sembilan pagi. Winda berpikir

kalau dia sampai di sana pagi nanti siang sudah bisa pulang ke rumah lagi.

Winda mengambil Arjuna di kursi bayi

belakang, kemudian dia mengambil barang-barang Arjuna dan berjalan menuju pintu

rumah kakak Ardi.

Ting tong...

Mitha membukakan pintu kemudian berteriak

“Buuun, kak Winda sudah datang!” teriaknya

memanggil Bundanya.

Winda masuk ke dalam bersama Arjuna. Bundanya

Mitha langsung menggendong Arjuna dan menangis sesenggukan.

“Mit, telpon Om Birawa suruh ke sini sekarang

ya. Bilang Arjun asudah datang” kata Bundanya Mitha.

Mitha segere menelpon Birawa. Dan tak lama

kemudian Birawa dan anak-anaknya beserta istrinya sudah sampai ke rumah Mitha.

Mereka bergantian menggendong Arjuna. Mata mereka semua berkaca-kaca hingga

menetes air mata. Tanpa kata-kata yang terdengar hanyalah sesenggukan dari para

perempuan yang ada di sana.

Ardi memang sengaja tak disuruh datang karena

kakaknya merasa marah kepada Ardi karena tanggapan Ardi tadi malam seperti

tidak peduli kepada Arjuna.

Karena hari Minggu, toko Ardi tutup, dia

melihat banyak mobil Birawa di tempat kakaknya. Pada ngumpul ni, pikirnya.

Kemudian Ardi pergi ke rumah kakaknya, dan

ternyata di sana dia melihat Winda dan Arjuna. Melihat hal itu, Ardi diam tak

bergeming. Dia bingung mau bagaimana. Kemudian kakak Ardi menyuruh Winda bicara

dengan Ardi di rumah Ardi.

Winda dan Ardi pergi ke rumah Ardi. Sesampainya

di sana, mereka berdua hanya terdiam tak berkata-kata. Winda bingung mau bicara

apa, begitu pula Ardi.

“Mina ke mana Mas?” Winda akhirnya membuka

suara.

“Pulang ke rumah orangtuanya. Dia kangen sama

orangtuanya” jawab Ardi.

Kemudian mereka terdiam lagi canggung. Ardi

tampak berkaca-kaca, bagaimanapun Winda sudah lama menjadi istrinya dan anak

yang mereka nantikan akhirnya datang juga.

Ardi memeluk Winda kemudian berkata,

“Maafkan aku”

Winda hanya terdiam tak berkata apa-apa. Dia

bingung harus bagaimana. Akhirnya dia melepaskan diri dari pelukan Ardi.

“Apa Mas Ardi nggak pengen gendong Arjuna?”

kata Winda.

“Aku takuuut”

“Apa yang Mas Ardi takutkan? Aku nggak minta

Mas Ardi tanggungjawab kok. Tenang aja Mas, aku bisa ngurusi Arjuna sendirian”

kat Winda lagi.

“Aku merasa bersalah terhadapmu dan Arjuna. Jadi

aku bingung harus bagaimana.

Mereka terdiam lagi sampai semua keluarga

pindah ngumpulnya ke rumah Ardi.

“Win, kayaknya Arjuna butuh minum” kata

Bundanya Mitha.

Winda bingung mau disusui di mana. Kemudian Ardi

membawa Winda ke kamar Bimo untu menyusui di sana.

1
Maria lace W
cih wis cerai mantan dah kawin msh aja didatengin rmh nya....peduli amat, siapa yg mau nengok ya monggo dateng ke rmh cewek..bkn cewek.mantan istri datengin rmh mantan nya
Sri Wahyuni
dasar Winda bodoh, sudah disakiti masih berharap mau kembali
Shinta Dewiana
bodoh bodoh bodoh.
Shinta Dewiana
jgn bodoh winda...biar mereka yg ke rmhmu...
Shinta Dewiana
akhirnya....wk.wk..wk...
Shinta Dewiana
ardi sm keluarganya mau menang sendiri...winda bodoh
Shinta Dewiana
dasar lemah rasain tu gmn sakitnya di selingkuhin.
Shinta Dewiana
pokoknya jg sampekdeh winda balikan sm ardi...
Shinta Dewiana
hedeh..dg winda enggak da pernah ke rmh mertua...dasar ardi
Shinta Dewiana
hedeh enggak banget deh...winda pula yg ke situ....
Shinta Dewiana
yaaaa..masak jodonya tua banget sih thor
Shinta Dewiana
ha...ha..ha....
Shinta Dewiana
nah kan mulai deh
Shinta Dewiana
tunggu lah nyesel begitu tau bimo bkn anaknya..nangis darah deh...
Shinta Dewiana
ah.malas banget klu ujung2nya winda balikan sm ardi
Shinta Dewiana
mantap winda...senangat trus...
Shinta Dewiana
nah gitu dong winda br seru...suami kayak gitu tdk perlu di pertahankan...pezina.
Hotma Gajah
kurang greget...
mending bobo...
Hotma Gajah
kayak cerita ikan klepek2 bukan ikan terbang lagi😃😃😃
Hotma Gajah
thor...
bikin kesel/eneg dehhh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!