Rudi, seorang pemuda yang hidup dalam kemiskinan dan harus berjuang keras membesarkan anak perempuannya, tak pernah sekalipun menyerah pada takdirnya. Walau hidup penuh keterbatasan, ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk putrinya. Suatu hari, saat Rudi sedang bekerja , ia menemukan sebuah cincin tua di dalam bangunan yang tua, Cincin itu sederhana, namun memancarkan aura magis yang aneh. Tak pernah menyangka, cincin itu adalah Cincin Amertha, sebuah artefak ajaib yang dapat mewujudkan segala keinginan.
Seketika, hidup Rudi berubah drastis. Kekayaan mengalir deras, rumah mewah menjulang tinggi, dan anak perempuannya dipenuhi dengan segala kebahagiaan. Namun, di balik kemewahan yang tiba-tiba, Rudi mulai merasakan kegelisahan. Keinginan yang terpenuhi ternyata membawa konsekuensi tak terduga. Apakah Cincin Amertha benar-benar menjanjikan kebahagiaan, atau justru membawa kutukan yang lebih dahsyat? Temukan jawabannya dalam Cincin Amertha, karya zhar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(BAB 19) KESEPAKATAN
"jadi kamu jual berapa untuk 1 truck buah durian sama 1 truck buah mangga miyazaki" tanya micel yang langsung mempertanyakan harga dari rudi.
Rudi memikirkan sejenak sambil pura-pura mengeluarkan ponselnya dan hanya menscroll layar ponsel saja.
"Untuk harga awal aku kasih 500 juta bagaimana?" Ucap rudi, ia hanya mengalikan dua harga kemarin saja.
Micel langsung memegang kepalanya, ia kenapa harus bertemu dengan orang yang asal menembak harga saja, sebenarnya ia kasihan dengan orang dideoannya itu karna harga jual buah itu 2 kali lipat dengan harga yang di berikan oleg rudi. Kalau rudi bertemu dengan selain dirinya pasti sudah meng iyakan penawaran tersebut, Melihat micel yang diam saja, rudi pun berkata.
"Mbaa..bagaimana?" Tanya rudi sekali lagi, micel pun langsung berdiri mengambil kertas lalu menuliskan angka lalu kertas itu diberikan ke rudi.
Rudi pun melihat angka di tulisan itu ia kaget dengan harga yang diberikam oleh micel.
"Ini serius mba..1M?" Tanya rudi, micel pun langsung berkata.
"Pelankan suara mu!...ingat itu harga yang aku berikan ke kamu tapi itu juga sekalian sama 1 truck lagi mangga tambahan, jadi besok kamu usahakan mengirim kepada ku 3 truck buah" kata micel, dirinya ingin mengetes apakah pria yang didepannya itu benar-benar bodoh dalam berbisnis.
"Baiklah aku setuju" jawab rudi yang senang, micel memejamkan mata setelah melihat reaksi rudi.
"Yaa ampunn..beneran pria yang bodoh!" Batin micel, micel pun mengambil telpon di meja lalu menghubungi sekretarisnya.
Tak lama kemudian, pintu itu terbuka lalu wanita itu masuk sendirian. Rudi pun mencari-mencari putrinya kenapa tidak bersama wanita tersebut.
"Loh...putri saya mana?" Tanya rudi.
"Setelah makan tadi, putri bapak tertidur di ruang kerja saya" jawab wanita itu.
"Biarkan putrimu tidur disini, nanti setelah bangun aku akan antarkan kerumah kamu" ucap micel.
"Ratih, besok mas rudi ini akan mengirim buah ke kita 3 truck, jadi besok kamu siapkan truck dan orang untuk mengangkut buah dirumahnya" kata micel ke sekretarisnya.
"Loh..bukannya dari saya aja mba truck dan tenaganya" kata rudi, soalnya ia sudah ada janji kepada penyewa truck dan teman-temannya.
"Sudah tidak apa-apa biar aman saja, jam berapa kamu bisa siapkan buah itu?" Tanya micel ke rudi.
"Jam 3 malam bagaimana?" Jawab rudi sambil mengarahkan 3 jarinya ke mereka.
"Baiklah, ratih siapkan truck dan orang jam 3 pagi ya" ucap micel ke ratih.
Ratih pun melongo mendengar bosnya yang menyetujui perkataan orang itu, ia pun menatap ke micel sambil mengatakan.
"Micel..lo..".
Namun micel langsung melotot tajam ke ratih, ia pun kembali melihat ke arah rudi.
"Sudah mas...saya kira kita sudah sepakat yaa, untuk pembayarannya nanti setelah buah semua sampai gudang kantor lalu di timbang dahulu sama sekretaris saya ini" ucap micel.
Rudi pun sudah paham semuanya, ia pun pamit untuk pulang, namun sebelumnya ia memberitahukan alamat rumahnya agar nanti putrinya kalau sudah bangun bisa langsung diantar.
Setelah rudi meninggalkan kantor itu, kini diruangan ceo ratih terus berdebat dengan perjanjian dengan orang tadi.
"Micel lo jangan ngada-ngada deh, mana ada ruangan ajaib itu. Kamu lagi mimpi kali" ucap ratih melihat micel yang masih pusing gara-gara terus memikirkan kejadian tadi.
"Ratih..gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, dan orang itu benar-benar sakit loh, gue ga mau debat lagi sekarang lo persiapkan truck dan orangnya besok, gue mau ikut tidur dulu dengan gadis itu diruangan lo" kata micel langsung menuju keluar.
Brakk!!
Pintu pun dibanting sama micel, dan ratih pun menghentakkan kaki ke lantai dengan muka cemberutnya. Namun ia melihat buah mangga yang dimeja ia pun tergiur dengan buah itu lalu menyomot dengan sendok garpu kemudian memakannya.
"Hmmmm enak banget nih mangga" ucap ratih yang mood nya yang tadinya kesal sama bosnya itu namun sekarang berubah menjadi ceria.
Ia segera duduk dan memakan sisa buah yang dipiring itu hingga habis. Lalu sisa buahnya ia bawa keruang kantornya untuk di simpan di lemari es pribadinya.
*
*
Setelah sholat ashar di masjid, rudi kini melanjutkan pulang kerumah. Namun ia melihat dari kejauhan di depan rumahnya kini ada beberapa wanita yang berumuran 40an seperti menunggu dirinya pulang.
Rudi penasaran lalu segera menghampiri wanita yang berkumpul itu.
"Nah...itu dia orangnya bu" seru salah satu wanita yang menunjuk rudi yang tengah berhenti didepan mereka.
"Maaf bu...ada apa yaa ko pada kumpul dirumah saya" tanya rudi.
"Mas..kemarin bu rt kamu kasih durian yaa, dan katanya duriannya enak..kita mau dong mas" ucap wanita yang memakai daster warna oranye.
"Iyaa dong mas..kita juga mau masa ibu rt doang yang dikasih" celetuk ibu- ibu dibelakangnya.
Rudi menghela napas dalam-dalam, kenapa jadi begini.
"Yaudah ibu-ibu tunggu didepan yaa, aku ambil dulu buahnya" kata rudi yang mau tidak mau ia harus membagikan buah itu, ia niatnya agar rezekinya makin lancar.
Ibu-ibu kemudian bersorak gembira, dan rudi pun menghitung orang tersebut berjumlah 15 orang.
Setelah menghitung, rudi begegas masuk dan mengunci pintunya dari dalam.
Ia pun pergi keruangan itu dan mengambil buah sesuai yang ia butuhkan hanya 1 pohon saja yang ia ambil, lalu rudi menyiram kan air terjun itu ke pohon yang diambil buahnya tadi.
Setelah mengeluarkan buah sebanyak 15 buah itu, rudi pun membuka pintu kontrakannya.
Dan aroma durian itu muncul dari dalam rumah membuat 15 orang didepannya berebutan untuk masuk ke pintu yang kecil itu.
"Tenang ibu-ibu pasti semuanya terbagi ko" teriak rudi didalam.
"Mas..aku yang itu!" Teriak wanita sambil menunjuk durian yang besar.
Rudi pun segera membagikan buah itu kepada ibu-ibu kampungnya, untung tidak ada orang lain yang ikut-ikutan untuk menyerbu dirinya, hanya sekumpulan ibu-ibu di rtnya saja yang berebut duriannya.
Setelah semuanya mendapatkan buah itu, satu persatu membubarkan diri tanpa bilang terima kasih ke rudi.
Rudi hanya tersenyum saja dan menutup kembali pintu rumah kontrakannya.
"Sepertinya aku harus segera mencari rumah ini..benar apa kata yang koment-koment" gumam rudi sambil menatap ke langit-langit rumahnya. Ia pun menuju kekamar mandi untuk membersihkan badannya, setelah itu, rudi kini memasak mie instan terlebih dahulu soalnya tadi ia lupa untuk makan siang, sekarang ia harus mempersiapkan karung-karung untuk panen besok pagi, ia kemudian mengambil kunci motornya dan pergi untuk membeli karung-karung.
jadi intinya KETOLOLAN watak Authornya menurun kelakon cerita MCnya..