Aku adalah gadis minang, tapi tak banyak yang ku ketahui tentang ranah minang dan adat istiadatnya. Aku di lahirkan di perantauan dan menghabiskan waktu berpindah pindah daerah pulau sumatra.
Aku adalah asisten pengacara, tentu sudah banyak kasus yang aku selesaikan bersama sang pengacara yang tak lain adalah teman ku saat kami kuliah di salah universitas swasta di Jakarta.
Saat ini usia ku sudah 27 tahun, keluarga besar semua khawatir aku menjadi perawan tua. Aku sih enjoy aja toh yang penting aku kerja dan jalan jalan ke daerah mana saja yang objek kasus yang harus di tangani oleh tim pengacara tempat aku kerja.
Sampai suatu ketika aku kaget mendengar keputusan paman dari adik sepupu ibu ku di Padang. Beliau menjodohkan ku dengan seorang duda yang memiliki usaha perniagaan yang cukup berkembang pesat dengan pundi pundi yang fantastis.
aku tak menerima perjodohan itu dan menolaknya, paman marah besar dan berkata dengan sangat kasar pada ayah ku, aku yg tak terima dengan keputusan paman berasumsi apa hak nya paman dengan sampai marah besar karena aku menolak keinginannya?????. Pasti ada maksud terselubung, ayah ku hanya diam saja beliau tidak mau komentar apapun. Tapi aku melihat air mata ayah mengalir perlahan.
Tanpa berpikir panjang aku langsung mengajak nikah seorang pria yang baru aku kenal, pemuda itu seorang guru SMU di Serang Banten.
Apakah keputusan ku ini menikahi nya yang terbaik????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rais Caniago, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 19 Menantikan Kata Maaf
Setiap rumah tangga pasti ada masalah. Saat suatu RAHASIA terungkap butuh waktu tuk dapat memahami...menerima...dan memaafkan masa lalu yang sangat menyakitkan. Marah...kecewa...itu pasti. MAAF...satu kata itu akan membuat hati tenang. Memaafkan dan di maafkan. Tak usah membahas masa lalu...karena itu telah berlalu.
Ridho melangkahkan kakinya keluar kamar setelah Nada masuk ke kamar mandi tuk mandi junub. Hatinya sudah tenang...tapi kecewa masih membekas di hatinya. Ia merenungkan setiap kata yang terucap dari istrinya...apalagi ia baru saja bercinta dengan istri...tentu hal itu sangat berpengaruh positif. Setelah bercinta dan mandi junub ia melaksanakan sholat hajat memohon kebaikan tuk keluarganya pada Allah. Hatinya menjadi tenang.
"Ibu...", Ridho menyapa ibu yang kini duduk sendiri di ruang keluarga...anak anak dan menantunya sudah berada di kamar masing masing...begitu juga dengan suaminya Sofyan.
"Ridho....", menyahuti panggilan anaknya...dan berdiri tuk memeluk sang anak...ada rasa rindu...rasa bersalah...rasa malu...dan yang pasti akan tetap ada rasa cinta yang teramat sangat besar tuk semua buah hati belahan jiwa.
"Ridho...maafkan ibu nak...sungguh ibu tak pernah bermaksud tuk menyakiti mu nak...ibu terpaksa...", air matanya mengalir lagi dari ujung mata.
"Ibu...Ridho minta maaf pada ibu karna kata kata Ridho tadi...tak ada maksud tuk menyakiti hati ibu...meski tanpa ada masalah antara ibu dan paman Malik yang secara tak sengaja memeras Ridho...Ridho tetap berjuang memberikan yang terbaik tuk ayah dan ibu juga adik adik Ridho...Ridho sayang sama mbk Niken...mbk Nabila...mbk Nadia...sampai kapanpun...meski hanya kami satu ibu...Ridhi sayang kalian semua",...Ridho terisak dalam pelukan ibunya...semua yang ada dalam hatinya ia ungkapkan...semua yang ia ucapkan tulus.
Tanpa mereka sadari...ada yang memperhatikan dan mengabadikannya melalui video handphonenya. Ia pun menangis haru melihat semua ini...
"Benarkah nak...kau memaafkan ibu?????"....mencium kening anaknya penuh cinta. Matanya berbinar terang...raut wajah terlihat bahagia.
"Ridho...MEMAAFKAN IBU...karena seorang ibu adalah permata yang paling berharga tiada ternilai...doa seorang ibu sangat mustajab...tiada yang tak mungkin...jika ia telah memohon pada Allah...semua doanya pasti terkabul", ia usapkan jari tangannya menghapus air mata pada wajah yang sudah ada beberapa keriput di wajah sang ibu.
"Kau memaafkan ibu karena menginginkan ibu tuk mendoakan mu?????",....
"Apa yang kau minta nak...ibu akan mendoakan mu dengan tulus penuh cinta...ibu akan memohon dan bermunajat pada Allah agar Allah mengabulkan semua permohonan mu!!!!!"...
"Bu...Ridho minta ibu doakan agar pernikahan ku dengan Nada tetap SAMAWA...dan kami segera mendapat baby yang lucu dan imut...ibu pinginkan cucunya bertambah..???",....
"Ibu ingin cucu yang banyak dari semua anak anak ibu...ibu akan selalu mendoakan yang terbaik tuk anak anaknya tanpa di minta...", ...
"Boleh ibu bertanya?"...
"Tentu...", jawab Ridho singkat.
"Apa yang membuat mu cepat memaafkan ibu???"...
Ridho pun menceritakan apa yang Nada ucapkan...itulah yang membuatnya cepat memaafkan ibunya tak butuh lama...karena pada hakikatnya hati harus berdamai dan kata maaf adalah kunci dari semua permasalahan akan berakhir...salah khilaf itu biasa karena merupakan kodrat manusia...
Rukmini memperhatikan wajah anaknya dengan seksama...raut wajahnya begitu bahagia...Rukmini membelai rambut Ridho...masih terasa basah...Rukmini tersenyum...ternyata menantunya memang yang terbaik...mampu meredam amarah anaknya dengan kata sakti yang menyentuh kalbu...
"Istrimu adalah berkah bagi keluarga kita, karena ia bisa memahami isi hati suaminya...tutur bahasa halus...penuh makna...ia memberikan ketenangan dan kedaimaian...juga kemesraan...kau ini...dalam keadaan marah bisa bisanya merayu istri mu di ranjang....",...Ridho memalingkan wajahnya yang tersipu malu dan merona merah dari hadapan ibunya....ia tak menyangka ibunya berkata absurd...
"a...a...a...Nada.....yang menggoda ku....",...
"hahhh...apakah kau mencintainya...karena setau ibu selama ini kau hanya sibuk dengan pekerjaan dan kerja sampingan mu tuk menghasilkan uang...."...menatap mata anaknya...ternyata ada binar cinta yang terpancar dan kebagian....
"Entahlah bu...sejak telpon salah sambung itu...suaranya yang lembut...tapi jutek...bikin Ridho frustasi...pokoknya Ridho penasaran...Ridho selalu telpon hanya tuk mendengar suaranya...akhirnya Ridho ajak ketemuan...jauh dari ekspetasi yang Ridho bayangkan...penampilannya cuek...terkesan tomboy...tapi Ridho semakin Ridho merindu...sampai akhirnya ia meminta Ridho yuk menikahinya...karena ngak mau fi jodohin oleh pamannya...ia berani menantang bahkan perkataannya terdengar kasar dan intonasi yang tinggi pada pamannya...menakjubkannya lagi seketika kembali berkata lembut pada sepupunya...ia seperti bunglon...nada bicaranya menyesuaikan lawan bicara...kasar di balas kasar...lembut di balas lembut...",...Ridho menjelaskan karakter istrinya pada ibunya...tetapi ia tidak menceritakan percakapan Nada dengan mbk Niken.
Ibu mendengarkan dengan seksama.....
"Apakah Nada mencintai mu???",....
"Entahlah bu...sejak menikah ia menjalankan perannya sebagai istri...",...
"Apakah anak ibu ini selalu memaksa keinginannya di kamar???",...
Ridho mengerti maksud pertanyaan ibunya.
"Tidak...Ridho tidak pernah memaksanya...Nada sepertinya sudah faham hak dan kewajibannya sebagai istri..."....
"Kembali lah ke kamarmu...istri mu pasti bingung kamu lagi di mana...",...
Ridho segera bangkit dari duduknya dan berdiri...sesaat kemudian ia membungkukkan badannya...mencium kening ibunya...
"Ridho ke kamar ya...ibu istirahatlah...percayalah semua pasti akan memaafkan ibu...semua butuh waktu...",...
\=\=\=\=\=
Di kamar Sofyan.
Sofyan memutar kembali video hasil rekaman yang secara tak sengaja ia rekam...setelah pembicaraannya dengan Rukmini...ia pergi ke dapur tuk mengambil air...ia merasakan haus...setelah meneguk air dan memghilangkan rasa haus...ia bermaksud kembali ke ruangan keluarga tapi ia menyaksikan drama antara anak dan ibu yang saling memaafkan...dengan cepat ia memvidiokan.
Sofyan membuka WA group yang ia buat tuk menjalin silahturahim dengan anak anaknya karena semenjak anak anak menginjak masa remaja mereka jarang sekali bertemu. Dengan jari nya ia klik video itu dan terkirim ke via group.
Nada pesan masuk ke WA handphone Arya suami Nada...sekilas ia melihat bahwa kiriman video dari nomor WA sang mertua. Ia segera membuka video itu...Arya sangat tersentuh dengan adegan antara anak dan ibu.
"Bun...udah ya jangan nangis terus...kasihan dedeknya dalam kandungan mu...kamu ngak mau kan dedek nanti kenapa-napa???"...Arya membujuk istrinya agar tidak menangis.
Niken bangun dari tidurnya...ia tidak tidur hanya berbaring saja sambil menangis karena ia baru tau bahwa ia hanya anak tiri dari ayah sofyan...dan ia juga merada bersalah pada Nada karena selalu berkata kasar pada adek iparnya.
"Coba kamu lihat video kiriman ayah...Ridho dan ibu saling memaafkan...bukalah pintu hatimu tuk memaafkan ibu...beliau melakukan semua itu bukan karena keegoisannya...tapi untuk melindungi kalian anak anaknya dari kekejaman ayah Malik. Ibu juga menderita karena ibu sering mendapatkan perlakuan kasar dari ayah Malik...untunglah akhirnya Allah memberikan ibu mu jodoh yang baik tuk memberikan kalian kehidupan yang lebih baik...ayah Sofyan adalah sosok suami dan ayah yanh bertanggung jawab...kamu mau kan memaafkan ibu...???"....memijit lembut pundak istrinya...ia tak ingin istri menyimpan rasa benci pada ibunya karena Niken termasuk orang yang susah di bujuk dan keras kepala...ya mungkin ini karakter ayahnya Malik yang ia waris, berbeda halnya dengan Nabila dan Nadia...mereka berdua mewarisi karakter ibu mereka yang lembut.
"Mas...aku malu pada Nada...",...
"Maluuu...emang ada apa antara kalian berdua?",...
"Aku berkata kasar padanya...dan menyakiti hatinya...aku kesel sama Nada karena ia berhenti kerja padahalkan karirnya bagus juga gajinya besar...aku berpikir seharusnya ia membantu Ridho dalam hal keungan...kan Ridho harus bantu ayah dan ibu tuk biaya adek adek sekolah",
"hahhhh...Niken!!!", tanpa ia sadari Arya membentak istrinya. Ia kesel dengan perilaku istrinya yang terkadang suka bicara ceplas ceplos tanpa filter.
"Kamu ngak berhak ikut campur urusan rumah tangga Ridho. Saya tak suka kamu terlalu memprovokasi Ridho...ia sudah dewasa biarkan ia memutuskan kebijakan dalam rumahtangganya...kamu memang kakaknya...Ridho punya privasi...kamu tau itu...kamu sendiripun tak mau privasi mu terganggukan...ingat...kamu harus minta maaf pada Nada...kamu mengertikan Niken!!!", ia mengusap wajahnya demgan kasar...ia benar benar marah pada sikap istri yang semaunya bicara tanpa memikirkan perasaan orang lain akan terluka.
"Mas Arya marah???", mendekati suaminya yang menatap tajam padanya sengan aura yang menandakan dalam emosi.
"Tidak...mas tidak marah cuma kesel...kamu harus merubah sikap mi itu...ingat...kamu adalah kakak tertua seharusnya menjadi contoh tuk adik adik mu...Faham kan???",...suara Arya terdengar lembut.
"Maaf...".
"Aku janji besok aku akan minta maaf pada Nada dan Ridho...mas jangan marah lagi ya", memeluk suaminya.
"Mas ngak marah kok...mas kecewa sama kamu...berjanjilah tuk bicara yang lembut...jangan kasar...dan ingat jangan menyakiti siapa pun...", cup...Arya mencium bibir istri.
"Ayo kita tidur...tak baik ibu hamil tidur larut malam...",Arya memeluk istrinya yang tidur miring membelakanginya...ia membelai sayang istrinya...ia harus sabar menghadapi istrinya dengan semua sikap dan sifat baik dan buruk istri...sudah jadi kewajibannya sebagai suami mengarahkan...menasehati...dan mendidik istrinya menjadi lebih baik...apalagi sekarang lagi hamil uang terkadang sangat sulit difahami moodnya yang suka berubah ubah karena pengaruh hormon kehamilan.