NovelToon NovelToon
The Sweetest Couple

The Sweetest Couple

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Romansa / Pernikahan Kilat
Popularitas:31.8k
Nilai: 5
Nama Author: CACING ALASKA

"Will you marry me?"

Kalimat tersebut ditanyakan seorang anak konglomerat pada Reli di depan mantan kekasih dan sahabat yang sudah mengkhianatinya.

Siapa sangka kalau pertemuan tidak menyenangkan Aurelia Aurita Soejono dengan seorang anak konglomerat anti mainstream, berakhir dengan pernikahan kontrak.

Jarvis Zeza Jayantaka, seorang anak konglomerat yang baru saja kembali dari New Zealand harus menerima rasa sakit hati karena cercaan wanita yang dicintainya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk membuktikan siapa dirinya.

Sayangnya, tidak semudah itu. Posisi CEO yang seharusnya menjadi miliknya tengah diisi oleh mantan sahabat yang dulu juga pernah menghinanya.

Untuk mendapatkan posisi CEO itu, Jarvis meminta bantuan Reli, menikah kontrak dengannya selama 6 bulan. Pasalnya sang ayah mengajukan syarat tersebut jika dirinya ingin mendapatkan suara di Rapat Umum Pemegang Saham nanti.

Kira² gitulah kurlebnya.
Yok baca kalo minat, kalo ga minat yodah melipir aja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACING ALASKA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. BERPURA-PURA MENIKAH

Apa yang dilakukan dan yang dilontarkan Jarvis pada Reli mengejutkan gadis itu. Entah apa yang membuat pria itu tanpa sebab melamarnya di hadapan teman-temannya dan bahkan di acara pernikahan salah satu temannya juga.

Banyak mata memperhatikan kejadian tersebut, bahkan beberapa orang merekam saat Jarvis berlutut satu kaki dan mengatakan pertanyaan yang membuat gadis manapun akan sontak kaget.

Dan sekarang Reli jadi merasa bingung. Dia tidak tahu apakah semua itu hanya drama improvisasi yang diciptakan oleh Jarvis untuk melengkapi bantuannya atau memang suatu hal yang serius karena rasa suka pria itu padanya.

Sorakan orang-orang disekitar memecahkan kebingungan Reli. Mereka semua seperti mendesak dirinya untuk menerima lamaran tersebut. Karena itu dia harus segera mengakhiri semua itu dengan menjawabnya.

"Yes, of course," jawab Reli dengan bingung harus menjawab apa.

Riuh sorak sorai dan tepuk tangan dari semua orang mengiringi pemasangan cincin ke jari Reli, setelahnya Jarvis mengecup dahi gadis yang semakin terkejut dengan semua yang terjadi padanya itu.

Akhirnya Reli dan Jarvis undur diri dari acara tersebut. Saat ini mereka berada di dalam mobil Jarvis dan hendak pergi ke suatu tempat.

Sepanjang perjalanan, Reli yang baru saja menerima sebuah lamaran dari Jarvis menjadi semakin yakin kalau pria itu jatuh cinta padanya.

Gadis itu terus saja menahan senyumnya karena rasa bahagia sambil melirik Jarvis yang menyetir. Tanpa dia ketahui kalau apa yang dipikirkannya adalah salah.

"Ki—kita mau ke mana?" Tanya Reli karena tidak tahu tujuan mereka.

Jarvis tidak langsung menjawab, bahkan pria itu sama sekali tidak menoleh pada Reli dan hanya fokus menjalankan mobilnya di tengah hujan.

"Apa kamu dengar aku?"

"Diamlah dulu! Akan aku jelaskan saat kita sampai!!" Seru Jarvis.

Jawaban Jarvis membuat Reli berpikir jika pria itu ingin mengajaknya ke sebuah restoran untuk makan malam romantis berdua. Bahkan gadis itu sampai berkhayal kalau Jarvis akan memberinya sebuah kejutan.

Tanpa sadar Reli menjadi senyum-senyum sambil mengusap kedua pipinya, larut dalam khayalan. Itu membuat Jarvis menoleh dan menatap gadis itu dengan tatapan aneh.

Tidak lama kemudian mereka sampai di kamar hotel yang ditinggali oleh Jarvis. Reli terkejut karena ternyata khayalannya tidak terjadi, namun gadis itu menjadi memikirkan hal-hal yang lebih kacau dari sebelumnya.

"Duduklah!" Seru Jarvis sambil melepaskan satu kancing kemeja yang dipakainya.

"Ke—kenapa tuan bawa aku ke sini?" Tanya Reli sedikit takut saat baru saja masuk ke dalam kamar hotel tersebut. "Aku memang sudah nerima lamaran Tuan, tapi lebih baik kita melakukannya setelah nikah, Tuan."

"Apa maksudnya?" Tatap Jarvis heran tetapi segera menyadari maksud dari perkataan Reli tersebut dan membuatnya mendengus. "Aku nggak akan macam-macam, duduk saja!"

Setelah memantapkan diri, Reli melangkah menuju sebuah sofa yang ada di sana dan setelahnya duduk dengan hati-hati. Gadis itu menjadi tampak takut karena berada di dalam kamar hotel berdua saja dengan seorang pria.

Sedangkan Jarvis mengambil dua lembar kertas di dalam laci meja yang berada di samping tempat tidur.

Jarvis menoleh pada Reli dan langsung duduk di sisi ranjang tempat tidur menghadap gadis tersebut, itu membuatnya menjadi salah tingkah.

"A—apa yang Tuan ingin bicarakan padaku?" Tanya Reli tanpa menatap Jarvis karena mendadak gadis itu merasa malu di depan pria yang dirinya yakini jatuh cinta padanya.

"Aku akan menikahi kamu."

Mendengarnya, Reli menjadi senyum-senyum lagi meski dia mencoba menahannya.

"Besok kita akan menikah," lanjut Jarvis.

Sontak Reli terkejut karena perkataan Jarvis tersebut.

"Jangan main-main Tuan! Apa maksudnya dengan menikah besok? Tu—tuan bercanda, kan?"

"Aku serius mengatakannya kalau aku akan menikah denganmu besok," tegas Jarvis.

Reli mencoba mencerna perkataan Jarvis. Tampaknya pria yang sudah jatuh cinta padanya itu tidak mampu menunggu lama untuk menikahinya karena itu memutuskan untuk menikah besok dengannya. Saat ini hanya hal itu yang terumbar di pikiran Reli.

"Ma—maaf Tuan, sepertinya Tuan salah paham. Meski aku sudah nerima lamaran Tuan, tapi aku nggak mungkin nikah dengan Tuan besok," Tolak Reli. "Maksudku, ini sangat terburu-buru. Sebaiknya sebelum ke jenjang yang lebih serius, kita bisa saling mengenal satu dengan yang lainnya dulu."

Sontak Jarvis tertawa mendengar perkataan Reli padanya. Dia semakin yakin menyimpulkan kalau gadis yang ada dihadapannya salah mengira kalau dirinya suka pada gadis tersebut.

Tawa Jarvis membuat Reli bingung, namun dia tidak berani mengatakan sepatah katapun.

"Enam bulan," ucap Jarvis setelah menahan tawanya. "Kita akan menikah selama enam bulan, aku akan membayarmu untuk itu."

"A—apa maksudnya?" Tatap Reli tidak mengerti perkataan Jarvis.

"Aku ingin kamu membantuku dan caranya adalah menikah denganku. Aku hanya butuh waktu enam bulan dan setelahnya aku akan membayarmu, tentu saja itu setelah kita berpisah," terang Jarvis sambil menunjukkan lembaran kertas yang merupakan surat perjanjian yang sudah dirinya persiapkan.

"Ma—maksudnya, kita berdua berpura-pura menikah selama enam bulan?" Tanya Reli dengan terkejut.

"No! Bukan berpura-pura tapi kita akan menikah secara sah," jawab Jarvis.

Karena terlalu terkejut mendengar jawaban Jarvis, Reli sampai ternganga dengan penjelasan yang diberikan pria yang berada di depannya sekarang ini.

"My parents pasti akan curiga jika kita nggak benar-benar merried. Mereka pasti akan bertanya dan minta aku ngasih bukti,"

"Tu—tunggu! Jadi lamaran itu bukan karena Tuan jatuh cinta padaku?" Tanya Reli semakin terkejut.

"Jatuh cinta padamu?" Jarvis balik bertanya dengan terkekeh.

Reli menjadi malu dan merasa kesal pada dirinya sendiri yang sudah terbuai dengan semua hal yang dilakukan Jarvis padanya tadi.

"Kenapa aku harus membantumu?" Kesal Reli tidak ingin melihat pada Jarvis yang untuknya pria itu menjadi menyebalkan.

"Karena aku sudah membantumu, jadi kamu juga harus bantu aku. Aku rasa semua yang aku lakukan tadi, adalah hutang budi. Itu sebabnya kamu harus mau membantuku!"

"Bukan itu! Maksudku, kenapa Tuan meminta aku untuk nikah dengan Tuan?" Tanya Reli mengubah pertanyaannya sambil melirik Jarvis di sudut matanya.

Jarvis sempat terdiam sebelum menjawab pertanyaan tersebut. Pria itu masih menimbang apakah akan memberitahu alasannya pada Reli atau tidak.

"Aku nolak kalau Tuan nggak ngasih tahu alasannya!"

"Semua itu demi uang," jawab Jarvis. "Intinya my dad ingin aku nikah dan dengan begitu dia akan memberiku modal usaha."

"Terus kenapa harus selama enam bulan?"

"Itu karena dia ingin menilai aku dalam mengelola bisnis yang aku buat. Jika dia rasa aku mampu maka dia akan memberiku posisi CEO di Jayantaka Enterprise," lanjut Jarvis. "Kamu harus bantu aku, aku akan memberikan apa saja yang kamu inginkan saat aku menjadi CEO."

Perkataan Jarvis mengingatkan Reli pada mimpinya tempo hari. Meski tidak sama namun ucapan Jarvis seperti yang diucapkan pria yang ada di dalam mimpinya.

Reli menjadi berpikir apa yang akan dia lakukan, apakah akan membantu Jarvis atau tidak. Akan tetapi jika dirinya menolak namun lamaran Jarvis tadi sudah dia terima di depan banyak orang dan lagi Reli merasa memiliki hutang budi pada pria itu karena sudah membantunya.

Dan jika dipikirkan pun, dirinya yang membutuhkan uang merasa kalau ini adalah kesempatannya untuk mendapatkan banyak uang dengan membantu Jarvis.

Tetapi ada rasa enggan untuk melakukan sebuah kebohongan. Apalagi pernikahan itu bukanlah hal yang bisa dijadikan sebuah gurauan.

"Ini ku kembalikan!" Seru Reli menyodorkan tangannya yang memegang cincin yang diberikan Jarvis saat melamarnya tadi.

Jarvis tidak langsung menerimanya dan hanya melihat pada cincin yang ada di telapak tangan Reli. Cincin tersebut tadinya untuk melamar Gina namun karena bagi Jarvis semuanya sudah berakhir, dia tidak ingin melihat cincin itu lagi.

"Aku sudah memberikannya padamu, kamu bisa jual atau apapun yang kamu mau. Anggap saja itu bayaranmu di awal," jawab Jarvis dengan sedikit keraguan.

Reli tidak mengira kalau Jarvis akan memberikan cincin yang terlihat sangat mahal itu padanya. Dia yakin jika harga cincin itu puluhan juta.

"Baik Tuan, aku akan bantu Tuan," jawab Reli yang langsung mengubah keputusannya hanya karena sebuah cincin.

...@cacing_al.aska...

1
🪱ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓᑕᗴՏᵖˡᵉⁿᵍ𖤝🇧🪭
Knpa namanya harus reli sih😭😭 pd hal nama panjangnya bagus aurelia aurita 🙃
Viranha Kawaii Na Fahla
kmn ini ka gak update lagi
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤϝίɾҽϝℓყ⚚🐼: bangcing sibuk kak
total 1 replies
❤ Nastar 🐊⃝⃟ ⃟🍒Kᵝ⃟ᴸ
awas nanti malu sendri loh rel 🤣
❤ Nastar 🐊⃝⃟ ⃟🍒Kᵝ⃟ᴸ
ketahuan 🤣🤣🤣
❤ Nastar 🐊⃝⃟ ⃟🍒Kᵝ⃟ᴸ
nah mantap Rel, pokoknya mah nikah ala gedongan kayak artis aja 🤣 meskipun gak lama lagi cerai

iya kalo jadi cerai sih 🤣
❤ Nastar 🐊⃝⃟ ⃟🍒Kᵝ⃟ᴸ
asikkkk siap kondangan ini
❤ Nastar 🐊⃝⃟ ⃟🍒Kᵝ⃟ᴸ
untung Reli bukan pinokio 🤣
𝒐𝒇𝒇
udah mulai ada romantis romantis ya jarvis../Chuckle/ teruskan boss/Determined/
ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ 👒𝓖𝓲𝓷𝓪
ada aku lagi di sana 🚶‍♀️🚶‍♀️
ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ 👒𝓖𝓲𝓷𝓪
setelah kemarin pod eeq, ada eeq lagi di sini 😭😭😭
ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ 👒𝓖𝓲𝓷𝓪
lanjut kak Thor
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
Jatuh cinta, berjuta rasanya 🤭🤭🤣🤣
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
Waduh waduh ketauan dah😁
ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ 👒𝓖𝓲𝓷𝓪
sdh masak air, msh gosong segala 😂😂
Reli keterlaluan bgt wkwkwk
𝒐𝒇𝒇
hemmmmmm🤔🤔
𝒐𝒇𝒇
hemmmmmm🤔🤔
Viranha Kawaii Na Fahla
ahh akhirnya up.makasih ka.rasain tuh Indri karma yaa
▀▄▀▄🪱CACING ALASKA🪱▄▀▄▀: Mohon maaf telat up-nya 🙏🙏🙏
total 1 replies
deandra syahfitri
Luar biasa
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
Naah tanggungjawab kau Jarviz sdh buat anak orang jatuh hati😑😑
💜⃞⃟𝓛 🌸 ναℓ_ναℓ ᴵᵐᵒᵉᵗ🌸
Jarvis kaget apa syok nih liat Angga brutal gitu, makanya jangan sakiti Reli ya ato muka kau babak belur tuh Jarvis😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!