Selamat datang di karya pertama saya 😆
Semoga kalian suka sama ceritanya...😚🫰
Gaby dan Harris diam-diam menjalin hubungan yang tidak direstui. Gaby hanyalah seorang gadis dari keluarga biasa, sedangkan Harris seorang anak sultan. Dimasa depan ia akan menjadi seorang pewaris kejayaan perusahaan milik orangtuanya.
Hubungan rahasia mereka, telah membawa keduanya kepada gairah yang tidak tertahankan. Dua orang dewasa yang sama-sama baru pernah menjalin hubungan asmara semasa hidupnya.
Ibu Harris menentang keras hubungan asmara mereka, sampai-sampai menyewa seorang agen rahasia untuk memisahkan mereka.
Akankah hubungan asmara mereka bisa terus berlanjut hingga ke jenjang pernikahan?? Ataukah harus kawin lari?? Atau hamil diluar nikah??
Yuk...~ ikuti kisah cinta mereka yang penuh gairah 🏙️👩❤️💋👨👩❤️👨
#Office Romance
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lukalama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Acara Outbound Kantor
"Woo hoo...~" Teriak Brenda sambil membuka jendela di mobil Hiace
Angin dingin yang menyegarkan langsung memasuki ruang mobil, terlihat perkebunan teh di sepanjang jalan, kini sudah enam bulan berlalu, sejak apa yang terjadi antar Gaby dan Harris ketika Tiara sedang di rawat di RS. Selama enam bulan itu juga Gaby dan Harris menutupinya seolah-olah kedekatan diantara tidak pernah terjadi, mereka bersikap seperti biasa, namun berkesan menjaga jarak satu sama lain, tidak ngobrol akrab lagi seperti dulu.
Pertengahan tahun 2022, masa pandemi covid mulai mereda, acara-acara besar sudah mulai bisa diselenggarakan secara bebas, karena itu untuk mempererat hubungan baik dan kekompakan antara para karyawan lama dan karyawan baru, Harris selaku direktur perusahaan mengadakan acara outbound khusus untuk para karyawan divisi produksi semua karyawan boleh mengajak keluarganya anak, istri atau suami mereka, namun sayangnya kebanyakan karyawan di divisi produksi masih terbilang muda fresh graduate, juga seorang jomblo dan jomblowati.
"Bu Gaby, mau coba ini" ujar Kartika menawarkan kue kering buatannya
"Thank you Tika" ujar Gaby sambil mencicipinya kue buatan Tika si anak baru
"Tika.. aku juga mau dong..~" ujar Willy si anak baru
"Aku juga, aku juga mau.." terdengar beberapa karyawan laki-laki yang pada mau mencicipi kue buatan Kartika
"Aduuhh cukup gak ya..." ujar Tika melihat kue kering buatannya hampir habis
Kartika sangatlah cantik dan ramah, jadi banyak sekali pria-pria jomblo di kantor mengincarnya.
Willy di karyawan baru juga amat tampan dan punya badan yang tinggi, jadi tidak heran banyak sekali karyawan wanita yang memujanya.
"Gak apa-apa nih gua ikutan acara kalian" ujar Tiara yang duduk di sebelah Gaby
"No Problem, karena memang para karyawan lama boleh bawa keluarganya, Tiara kan udah aku anggap seperti kandung hehe.." ujar Gaby menyeringai
"Sama aku juga anggap Gaby begitu..." ujar Tiara tersenyum senang
Akhirnya setelah perjalanan panjang mereka semua tiba di tempat outbound salah satu tempat daerah pegunungan di bandung, tempatnya sangat cantik dan masih asri, masih ada banyak pohon-pohon, juga ada danau yang besar, ada batu berbentuk hati, ada bangunan yang seperti kapal, tempat menginapnya juga modern dan kekinian.
"Wih... keren banget tempatnya" ujar Sofia yang terpukau sama suasana pegunungan
"Hmm.. Udaranya sejuk banget ya" ujar Brenda, sambil merentangkan kedua tangan
"SEMUANYA KUMPUL DULU..!!" ujar Yoseph berbicara memakai pengeras suara
Semua karyawan pun segera berkumpul, dan berbaris untuk menerima nomor kamar tempat mereka akan menginap selama tiga hari dua malam, penginapan tenda modern ditepian pinggir danau.
"Tiara kita satu kamar sama Brenda dan Sofia ya" ujar Gaby
"Wokee..." ujar Tiara
Gaby, Tiara, Brenda, dan Sofia langsung berjalan menuju kamar mereka.
"Yeay... asik banget nih tempat" ujar Gaby sambil langsung rebahan di tempat tidur
"Kalau soal pilih tempat, Harris memang jagonya kan.." ujar Tiara sambil menaruh tasnya di samping tempat tidur Gaby
"I...iya sih.." ujar Gaby singkat, sekilas jadi teringat kalau hubungan dengan Harris sedang mendingin
"Gua kesel deh sama si Tika" ujar Brenda tiba-tiba, dengan wajah betenya
"Kesel kenapa lagi sih? dia kan anak baru " tanya Sofia
"Gua kan incar si Willy, tapi kayaknya dia naksir nya sama si Tika, beberapa kali gua liat si Willy ngajak ngobrol si Tika Mulu..., uugghh jadi cemburu kan gua..!!, lagian semua jomblo di kantor kenapa sih pada incar dia, gimana nasib gua nih yang masih jomblowati, gimana cara gua dapetin pasangan kalau cowok-cowok pada incar tuh anak baru..." keluh Brenda
"Udah lah..., maklum aja Tika kan masih muda dan cantik, btw bukannya si Willy kemudaan buat lu hahaha" ledek Gaby
"Gak apa-apa dong say.., sapa tau gua bisa dapetin brondong..." seru Brenda sambil bersolek depan cermin, merapikan dandanannya
"Tapi setahu aku Tika itu sukanya sama pak Harris deh.., bukan sama Willy" ujar Sofia tiba-tiba
"Sofia tau dari mana?" tanya Tiara, agak terkejut mendengarnya
"Dari si Yoseph, jadi Tika itu ternyata teman kuliah adiknya pak Harris, sebelum dia masuk kantor mereka memang sudah lama saling kenal, Tika juga bisa masuk kantor ini bukan kebetulan, memang ada bantuan dari keluarga pak Harris, Kemarin Yoseph juga cerita kalau dia sempat naksir sama Tika, tapi langsung di tolak.mentah-mentah, soalnya Tika sendiri yang bilang, kalau dia suka sama pak Harris" ujar Sofia menjelaskan dengan lengkap
"Hah..!! serius, jadi mereka saling suka gitu..., terus orang tua pak Harris mengijinkan, calon istri dong namanya" ujar Brenda menambah bumbu gossip
"Tapi Harris kok gak pernah cerita ke kita ya Gab" ujar Tiara, melirik ke Gaby
"......" Gaby sendiri agak terkejut mendengarnya, hatinya sedikit terenyuh, entah kenapa muncul rasa sesak di dadanya, saat tau kalau Harris punya calon istri
"Apa dia udah gak suka lagi sama aku.." batin Gaby, memegang dadanya karena terasa perih
"Tapi kalau di perhatikan memang sih selama enam bulan ini, aku ngerasa pak Harris jadi agak lebih macho gitu, kayak gaya flamboyan dan feminimnya tuh ilang perlahan-lahan~" ujar Brenda tiba-tiba, mulai bergosip ria soal bosnya
"Ssstt.. Ah gossip mulu lu.., tapi memang betul sih, juga ngerasa gitu, apa mungkin karena ada Tika ya" ujar Sofia, menebak-nebak
"Masa iya sih" ujar Tiara yang gak percaya, sekilas ia menatap kearah Gaby, yang dari tadi diam termenung, wajahnya tampak sedang merasa sedih
_________
Tidak berasa malam keakraban pun di mulai, setelah semua karyawan selesai makan malam, para karyawan kembali berkumpul di lapangan duduk mengelilingi api unggun, mereka semua bernyanyi bersama, dan mengadakan permainan kecil, juga ada sesi curhat untuk lebih saling kenal.
"AYOO SEKARANG SEMUANYA BARIS BUAT UNDIAN" ujar Yoseph memakai pengeras suara
"Guyss.., biar lebih seru, sebelum kita semua balik ke tenda, ada uji nyali, terutama buat para jomblo dan jomblowati nih.." ujar panitia penyelenggaraan acara
Sontak mendengar kabar gembira itu, para karyawan jomblo dan jomblowati langsung berhamburan dan berlari rebutan untuk mengambil nomor undian, supaya bisa berpasang dengan orang yang mereka incar.
"Aduh...kacau deh kayak pasar hahaha..." ujar Gaby terkekeh melihat keramaian ditempat undian
"Tiara mau ikutan gak?" tanya Gaby
"Gak ah, aku mau balik ke kamar aja, udah ngantuk" ujar Tiara, akhirnya berjalan kembali ke kamarnya
"Oke deh.. met Bobonya..." seru Gaby
Kini tiba giliran Gaby mengambil nomor undian dan ia mendapatkan nomor 23, sebenarnya ikutan bukan untuk cari pasangan, cuma mau ikut seru seruan aja.
"Bu Gaby nomor kita sama loh, lihat nih saya juga dapat nomor 23" ujar Willy dengan nada ceria
"Wah harus kompak nih kita" ujar Gaby, memberikan salam tinju ke Willy
"Gaby...!!!" ujar Sofia tiba-tiba menghampiri
"Napa Sof?" tanya Gaby
"Tika beruntung banget, masa dia bisa dapet nomor yang sama dengan pak Harris" bisik Sofia ke telinga Gaby
Gaby langsung tertegun mendengarnya, entah kenapa muncul perasaan tidak senang.
Beberapa para jomblo dan Jomblowati bersedih karena tidak dapat kesempatan bersama Kartika dan Willy, Brenda amat kesal karena berpasangan dengan si Yoseph.
"Aturan mainnya, kalian masuk ke hutan lalu ikuti aja tali berwarna hijau, jangan ada yang keluar dari jalur ya..., Setiap pasangan diberikan lima sticker, nanti kalian cari rumah peri terus tempelkan stickernya di rumah peri, harus habis baru bisa keluar dari hutan" ujar panitia penyelenggaraan acara, menjelaskan aturan permainan
"Rumah peri maksudnya apa sih..., aneh-aneh aja deh" celetuk Gaby, dengan wajah nyeleneh
"Itu dia teka tekinya bu" ujar Willy yang tampak sangat bersemangat
"Kak Harris, aku kurang paham sama aturan permainannya" ujar suara manja Kartika yang berada tidak jauh dari Gaby dan Willy
"No problem, nanti ikuti alurnya aja ya" ujar Harris sambil tersenyum pada Tika
"....." Dahi Gaby langsung mengerenyit melihat Harris bersikap baik pada anak baru
"Bapak dapat urutan nomor berapa?" tanya Willy ke Harris
"Kita dapat nomor 20" jawab Harris
"Willy pasangan sama siapa?" tanya Harris
"Sama gua" ujar Gaby dengan wajah bete
"Okay.." seru Harris berdengus, ia merasa tidak senang, tahu kalau Gaby berpasangan dengan pemuda tampan seperti Willy
Sudah enam bulan ini mereka berdua terus bersikap acuh tidak acuh, tidak sedekat seperti dulu yang senang bercanda dan saling meledek.
"Berikutnya no. 23" ujar Penyelenggaraan acara
Gaby dan Willy mulai memasuki hutan dengan membawa satu lampu pijar, mereka berjalan sambil mengikuti jalur tali hijau yang sudah diikatkan pada pohon-pohon.
"Iihh, suasananya ngeri juga ya bu sereemmm" ujar Willy yang merinding ketakutan, matanya terus melihat kesana kemari
"Gak perlu takut gitu, ini kan cuma permainan iseng-iseng aja" ujar Gaby dengan santainya
"HAAAH.....!!!!" tiba-tiba seorang kru memakai kostum hantu muncul menakuti Willy dan Gaby
"AAAaaa...!!!" teriak Willy ketakutan, segera bersembunyi di belakang Gaby
"Astaga..., jelek banget sih kostumnya" ujar Gaby nyeleneh, sama sekali tidak merasa ketakutan melihat penampakan
"Maklum bu, kostumnya sesuai budget hehe" ujar kru itu, lalu kembali bersembunyi
Gaby dan Willy pun melanjutkan kembali perjalanan merek, tidak lama terlihat ada rumah burung, yang sudah di tempel banyak sticker.
"Kayaknya ini bu, yang dimaksud rumah peri" ujar Willy
"Oalah... kenapa gak dari awal aja sih bilang rumah burung" ujar Gaby keheranan
"Kita udah nemu satu bu, berarti tinggal empat lagi" ujar Willy dengan semangat
"Okay Let's go" seru Gaby bersemangat
Sambil berjalan cepat, mereka mencari-cari rumah burung yang tersembunyi dan menempelkan stiker-stiker, selama uji nyali beberapa kali mereka juga ditakuti oleh kru kru yang bertugas, hingga akhirnya berhasil menyelesaikan permainan.
"Beres sudah" ujar Gaby tersenyum puas sudah menyelesaikan permainan malam ini
"Itu..., pintu keluarnya, ada cahaya lampu-lampu disana" seru Willy sambil menunjuk ke arah pintu keluar
Mereka bergegas kesana, keluar dari hutan, dan bergabung bersama para karyawan lainnya yang juga sudah menyelesaikan permainan uji nyali.
"Aduhh seriuss, gimana ini...!!" celetuk Yoseph yang panik
"Gua juga bingung" seru Brenda ikut panik
"Ada apa sih kok pada panik gitu?" tanya Gaby
"Gab...!! pak Harris sama Kartika belum balik dari tadi" ujar Yoseph dengan panik
"Hah..!!! bukannya tadi mereka udah jalan duluan dari pada gua??" Gaby terkejut
"Iya harusnya 10 menit yang lalu mereka udah disini" ujar Brenda melihat jam tangan
"Apa mungkin mereka lagi asik berduaan" seru Willy menyeringai
"Maksudnya asik berduaan apa?" tanya Gaby ke Willy
"Mereka kan saling suka, jadi gak aneh kalau ilang berdua di cuaca dingin-dingin begini, itu loh bu...saling menghangatkan, masa gak tau sih..." ujar Willy terkekeh
"...." Sejenak Gaby terdiam, bayangan adegan tidak senonoh jadi muncul dibenaknya
"GAK BISA BEGITU...!!!" teriak Gaby tiba-tiba emosinya meledak
Sontak Willy, Brenda, dan Yosep langsung bergidik melihat reaksi marah Gaby yang menyeramkan.
"Kalian semua ikut aku sekarang juga, kita cari mereka..!!!" perintah Gaby dengan nada penuh kemarahan, sampai membuat Yoseph, Willy, dan Brenda bergidik takut
Saat ini hati Gaby sedang sangat gusar, dadanya terasa panas, ia merasa sangat cemburu.
Bersambung~
...****************...
dari awal yang cuma bisa memendam perasaan, jadian... nda dapat restu... perdebatan, sampai akhirnya menikah, punya anak dan hidup bahagia. semuanya melalui proses yang panjang.
tadi aja marah2'in Gabby.
si Harris juga. nda peka sama sekali... 😤
aku jadi rindu padamu
tapi memang lebih baik seperti itu, supaya mereka nda kebablasan juga 🙈
🌹🌹🌹🌹🌹 meluncur.
nanti pas berdua sama Harris. keluarin dah tanduknya
tapi masih mending gitu sih. supaya mereka nda kebablasan juga.
padahal Gabby yang salah paham