NovelToon NovelToon
Aku Dan Rahasiaku

Aku Dan Rahasiaku

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / One Night Stand / Karir / Cintapertama / Tamat
Popularitas:104.2k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Menceritakan tentang seorang wanita berusia 25 tahun yang memiliki 2 pekerjaan yang bertolak belakang. Pekerjaan yang sepertinya hanya bisa dilakukan oleh wanita tersebut. Sebuah pekerjaan yang memiliki resiko tinggi jika terungkap salah satunya. Dibalik itu semua, dia memiliki alasan kuat kenapa memilih untuk melakukannya.

"Layani aku, atau aku sebar rahasiamu."

Hanya suara desahan dan erangan kenikmatan yang terdengar di sebuah kamar yang minim penerangan. Seorang wanita berusaha keras memuaskan sang dominan. Mereka memang menyatu, tetapi mereka melakukannya demi tujuannya masing-masing. Kepuasan dan uang.

Bertahun-tahun wanita itu menjaga rahasianya. Tetapi seiring berjalannya waktu, apa yang dia jaga mulai terungkap satu persatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Adik Sean

Apakah kalian penasaran kenapa Sean bisa terlambat? Pagi tadi dia menyempatkan untuk datang ke kantor sebelum menuju sekolah Sky. Dia mendapatkan kabar bahwa seseorang yang dia percayai untuk mengulik masa lalu Ayana sudah mendapatkan informasi tentang wanita itu.

FLASHBACK ON

"Ini yang Anda minta, Tuan," ujar seorang pria tinggi yang menggunakan pakaian serba hitam sembari menaruh amplop coklat di atas meja Sean.

Sean mengangguk dan melambaikan tangan kanannya. Pria tinggi itu mengerti apa yang dimaksud oleh Tuannya dan membungkuk singkat, lalu melangkah pergi meninggalkan Sean sendiri di dalam ruangannya.

Dengan cepat Sean mengambil amplop itu dan membukanya. Sean langsung melihat ada beberapa foto Ayana dan juga foto wanita itu dengan keluarga dan sepertinya juga teman-temannya.

Sean memandang salah satu foto Ayana yang terlihat seperti sedang berada di sebuah club malam. Wajah serta bentuk tubuhnya berbeda dengan Ayana yang sekarang, sepertinya itu foto lama.

Sean kembali mengambil foto Ayana dengan sepasang pria dan juga wanita dewasa yang merupakan orang tua wanita itu. Sean bisa langsung menyimpulkan karena wajah Ayana yang sekarang hampir mirip dengan wajah wanita di foto itu.

Selesai dengan foto, Sean mengambil dokumen yange berisi rangkuman siapa wanita itu sebenarnya. Satu persatu kertas itu dia baca, wajah pria itu menampilkan banyak ekspresi.

Sekarang Sean mengerti mengapa Ayana terlihat tidak menyukai ketika dia bertanya tentang keluarganya. "Jadi kau diusir?" gumam Sean masih menajamkan netranya ke arah kertas yang berisi rangkaian kata demi kata masa lalu wanita itu.

"Kenapa dia cuti kuliah selama satu tahun?" ucap Sean kepada dirinya sendiri. Dia membolak-balikkan kertas-kertas itu berulang kali, tetapi tidak ada informasi apapun tentang hal itu.

"Apa dia kekurangan uang karena orang tuanya mengusirnya?" Sean terus berbicara sendiri melihat fakta-fakta baru tentang Ayana.

Di dokumen itu juga tertulis tahun berapa Ayana mulai bekerja di club dan juga sebagai guru. Ayana bekerja di club setelah masa cutinya. Sean merasa janggal di sini, jika wanita itu kekurangan uang, bukankah harusnya dia bekerja saat itu juga. Kenapa justru setelah mengambil cuti?

"Tunggu."

Sean menatap satu kalimat dengan lekat. "Dia dulu satu kampus denganku? Kenapa aku tidak pernah melihatnya?" ujar Sean dengan bingung.

Sebuah wajah samar seketika mamasuki pikirannya. Wajah seorang wanita, tetapi wajahnya terlihat buram. Sean menggelengkan kepalanya pelan untuk mengusir pikiran itu dari otaknya.

Semua lembar kertas sudah dia baca. Tapi menurutnya informasi ini masih kurang, dia harus tau apa yang dilakukan oleh wanita itu hingga mengambil cuti kuliah.

Pria itu terlalu larut dengan pemikirannya hingga tidak sadar jika dia sudah terlambat 30 menit untuk datang ke sekolah anaknya. Dengan cepat Sean menyambar jasnya dan melangkah keluar untuk menuju sekolah.

Ada satu poin penting yang dilewatkan oleh pria itu hingga dia gagal memahami kenapa Ayana bisa sampai mengambil cuti kuliah!

FLASHBACK OFF

Setelah menimbang-nimbang berulang kali, Sean memutuskan untuk mengajak Ayana makan malam bersama keluarganya. Sekaligus mengutarakan apa yang ingin dia pendam beberapa hari ini.

"Kau sudah pernah bertemu Mommy, kan? Santai saja, okay?" ujar Sean mencoba menenangkan Ayana.

Memangnya siapa yang tidak merasa takut dan juga gemetar ketika akan diajak makan malam bersama dengan orang tua dari orang yang kalian sukai.

"Apa kau tidak bisa membatalkannya?" tanya Ayana masih mencoba untuk bernegosiasi.

Sean menggelengkan kepalanya. "Sky sangat senang ketika mendengar kau akan datang. Kau tidak mungkin mengecewakan anak itu, kan?"

Hah! Sean langsung menyerangnya dengan kelemahannya. Dengan sedikit berat hati, Ayana memilih pakaian yang akan dia kenakan untuk bertemu kedua orang tua Sean malam ini.

Setelah berganti dan memoles make up tipis di wajahnya, Ayana menyusul Sean yang berada di ruang tamu apartemennya. Ketika menyadari kehadiran Ayana, Sean mendongak dan terperangah. "Beautiful!" ucapnya pelan.

"Ayo berangkat sekarang. Anakku pasti sudah menunggu," ujar Ayana tanpa sadar karena terlalu senang akan bertemu dengan Sky.

"Anak?" gumam Sean bingung dengan menatap Ayana yang sudah berlalu terlebih dulu menuju pintu.

Di dalam mobil suasana terasa hening. Ayana menautkan kedua tangannya karena gugup, sedangkan Sean fokus menatap jalanan.

Tak butuh waktu lama, mobil Sean sudah terparkir rapi di garasi rumah orang tuanya. Selama ini dia juga tinggal di sini, hanya saja setelah mengenal Ayana, dia lebih banyak menghabiskan malamnya di apartemen.

Sean menggandeng tangan Ayana dan masuk ke dalam rumah yang terlihat sangat mewah. "Aunty!!" pekik Sky saat melihat Aunty kesayangannya datang. Anak itu langsung berlari dan menubruk kaki Ayana.

Ayana yang melihatnya tertawa pelan dan mengusap rambut Sky pelan. "Halo, Jagoan," ucap Ayana.

"Hanya Aunty saja yang di sapa?" ujar Sean dengan dengusan kecil. Pria ini sepertinya sedang merajuk karena merasa diabaikan oleh anaknya sendiri.

Sky dan Ayana terkekeh bersama. "Sorry, Dad. Selamat malam Daddy yang tampan seperti Sky," ucap bocah berumur 5 tahun itu dan langsung menampilkan gigi susunya.

Sepasang pria dan wanita yang sudah tua menatap pemandangan yang ada di hadapannya itu dengan senyum lembut. "Apakah dia orangnya?" tanya si pria. Wanita di sampingnya mengangguk menanggapi ucapan suaminya.

Pasangan itu adalah ayah serta ibu Sean. Melihat cucu kesayangannya terlihat begitu bersemangat ketika melihat wanita yang datang bersama anak sulungnya itu membuat hati mereka menghangat.

"Selamat datang," ujar Ibu Sean yang sudah berjalan ke arah tiga orang yang masih berada di depan pintu.

Mendengar sapaan itu, Ayana tersenyum tipis dan sedikit membungkuk, "Selamat malam, Tuan dan Nyonya," balas Ayana dengan sopan.

"Aku sudah mengatakan untuk memanggilku dengan sebutan Mommy, kan?" ucap Ms. Jerens memperingati Ayana. "Kau juga bisa memanggil Ayah Sean dengan sebutan Daddy," lanjut wanita itu.

Ayana masih belum terbiasa dengan panggilan itu. Tetapi untuk menghormati kedua orang yang ada dihadapannya dia mengangguk malu. "Thanks, Mom and Dad."

"Baiklah. Ayo langsung makan saja selagi makanannya masih hangat," ajak Ibu Sean yang sudah merangkul Ayana dengan sayang. Di belakangnya, Mr. Jerens beserta anak dan cucunya berjalan mengikuti kedua wanita yang sedang berbincang ria di hadapan mereka.

"Jika sudah mendapatkan yang seperti ini, mau mencari yang bagaimana lagi," celetuk Ayah Sean. Mendengar ucapan Ayahnya, Sean hanya tersenyum tipis.

Sekarang semua orang sudah berkumpul di meja makan dengan beberapa hidangan yang sudah tersaji di depan mereka. "Makan yang banyak ya, sepertinya tubuhmu lebih kurus dari terakhir kali," ucap Ibu Sean kepada Ayana.

Ayana yang diperhatikan seperti itu mengangguk dan tersenyum manis. Ingin sekali dia berteriak jika beratnya turun karena ulah anak mereka, tetapi masih dia tahan.

Makan malam berlangsung dengan hangat, dengan saling melempar canda tawa dan juga ocehan dari Sky satu-satunya anak dibawah umur yang berada di sana.

Sekarang kelima orang itu sudah berada di ruang tamu untuk melanjutkan obrolan mereka ditemani teh hangat. Sean berdehem dan berdiri dari duduknya. "Ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian. Sepertinya ini adalah waktu yang tepat."

Semua perhatian tertuju kepada pria itu. Apalagi Ayana yang menatap Sean dengan tatapan penasaran. "Ayana. Ini pertama kalinya aku memanggil namamu," ucap Sean diselingi tawa kecil sembari menatap lembut wanita yang dia panggil.

"Aku sudah memikirkan dengan matang selama 2 bulan ini," Sean menjeda perkataannya dan menarik nafas panjang.

"Ayana. Maukah kau..."

Belum sempat Sean melanjutkan perkataannya, terdengar suara pintu yang terbuka dengan kasar. "Good Night, Everybody!"

Semua pasang mata yang tadinya terfokus, menoleh ke arah pintu dengan pandangan yang berbeda-beda menghiasi wajah mereka. Bingung, tajam, amarah, sedih. Semua berkumpul menjadi satu.

"Mom! I miss you so much," ucap pria yang tadi membuka pintu dengan kasar dan langsung berjongkok di depan Ms. Jerens. Ayana akhirnya mengetahui jika pria ini adalah anak kedua keluarga ini. Adik dari Sean.

Tetapi yang membuat Ayana bingung adalah tatapan yang dilayangkan Sean kepada adiknya itu. Sebuah tatapan yang mengisyaratkan akan amarah yang terpendam.

BERSAMBUNG

Terimakasih sudah membaca dan memberikan dukungannya 👍

1
Maria Christanti
sll semangat thor dlm berkarya.sy suka ceritanya.💪
Evi
gemesnya
Martha Amelia Susanti
Selamat Author,karyamu sudah end, semoga makin lancar dalam berkarya 👌🙏🏼
Sindy Puspita: Terimakasih sudah membaca dan memberikan supportnya kak🙏☺️
total 1 replies
Dwi Riska anggraini
aiihh ak maki. penasaran
Chai Kim
ceeitanya menarik.lanjutkan
Dwi Riska anggraini
sepertinya sky bukan ank sean,,
Chai Kim
ceritanya seru lanjutkan dong
Sindy Puspita: terimakasih sudah membaca, cerita ini udah tamat ya kak, kakak bisa baca maraton sekarang ☺️
total 1 replies
Luki Crot
ah aku ikut terharu
Luki Crot
ah terharu
Luki Crot
sukur beri pelajaran buat si sen itu biar tau rasa
Luki Crot
semoga cepat baikan
Chasanah Hidayah Nur
saya suka
Hinata Hafidzah
semangat trs untuk buat karya yg baruuuu...seruuu...bagus bgt ceritanya/Heart/
Kasiyah Kasiyah
hai kusuka ceritanya ,cerita yg lainnya pasti suka,,ayo tetap semangat utk karya2 nerikutnya
halimah abdul hayes
Boleh saman sekolah tu…sepatutnya hubungi ibu Bapa dulu sebelum membenarkan kanak2 pulang
Hinata Hafidzah
lanjut
martina melati
apakah nti sky menyadari penyamaran guruny
Aisyah Yuni Novita
kapan sean akan sadar ya thor??
Sindy Puspita: di tunggu ya kak, gak lama lagi kok☺️
Terima kasih sudah membaca
total 1 replies
Sri Utami
kenapa Adiknya Sean ambisi banget ingin test DNA
Sindy Puspita: Mungkin ada sesuatu yang dia sembunyikan ☺️
total 1 replies
Gracevic Matantu
lanjut ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!