Di usia yang sudah cukup matang, nyatanya ArXy Rahardian Wijaya belum juga mau menikah. Ia masih begitu nyaman dengan kesendiriannya meski julukan Si bujang lapuk melekat padanya.
Hingga kedua orangtuanya pun terpaksa menjodohkan Putra sulung mereka itu dengan gadis manis bernama Starla.
Starla adalah anak Piatu yang dibesarkan hanya oleh ayahnya saja yang seorang pemabuk juga penjudi. Demi menebus pria itu di dalam penjara ia menerima tawaran menikah dengan Pewaris Rahardian Group.
Pernikahan yang hanya diatas kertas itupun akhirnya berujung dengan perceraian.
Mereka berpisah dan sibuk dengan kehidupan masing-masing hingga takdir justru membawa keduanya kembali bertemu.
Rasa yang berbeda pun ArXy rasakan pada Mantan Istrinya tersebut.
Akankah cintanya diterima kembali?
Usaha apa yang akan di lakukan ArXy demi kembalinya Si masalalu?
Yuk, kepoin kisah cucu anak bawang yang tak seindah keturunan Buaya 🤣🤣
Like komen dan Subscribe ya, Sayang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi dengan bapak,
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Tok.. tok... tok...
Starla mengetuk pintu kamar bapak yang tertutup rapat, dari kedua temannya yang berjaga di depan bengkel, katanya bapak sedang tidur siang. Hal tersebut tentu aneh bagi Starla mengingat Bapaknya jarang melakukan itu, ketukan pintu terus berlangsung hingga lebih dari 5 menit Starla berdiri di depan benda bercat coklat tersebut.
Ceklek
"Bapak sakit?" tanya Starla khawatir.
"Enggak, Nak. Mana suamimu?" Bapak balik bertanya sambil celingukan mencari sosok Sang menantu.
Starla hanya bisa tersenyum, hatinya mencelos karna selalu banyak alasan dan banyak berbohong. sekali dua kali mungkin Bapak percaya, tapi entah untuk kali ini, Starla pun menarik tangan pria bertato itu menuju ruang tamu.
"Apa suami mu malu, ber mertua kan seperti bapak, La?"
"Pak, Kok Bapak ngomongnya kaya gitu, Kak ArXy sibuk. Kan Bapak tahu kalau dia itu orang kaya, orang keren juga," jawab Starla, pedih rasanya karna ia pun tak pernah tahu kenapa suaminya itu tak pernah mau ikut padahal ia selalu meminta izin sebelum pergi tak pernah ada basa basi meski pria itu rajin bertanya Kabar.
"Iya, Bapak paham. Tak apa, dia tak ada waktu untuk berkunjung kesini, asal dia baik padamu, dia selalu ada untukmu ya, Nak."
Starla menganggguk, ingin rasanya ia tumpahkan rasa sedihnya selama ini dalam pelukan bapak yang sudah jauh lebih baik dari yang dulu, tapi Starla takut Bapak curiga dan banyak bertanya tentang isi rumah tangganya yang penuh luka karna terasa hidup seorang sendiri padahal jelas bersuami.
"Kak ArXy baik, dia suami siaga, apalagi aku hamil kaya gini. Jangankan minta, aku diem pun dia yang bawel tanya aku mau apa, makan apa, kemana dan banyak lagi," seru Starla yang ia Aamiinkan sendri dalam hatinya karna ia ingin saperti itu, ia ingin sekedar di tanya meski memang ujung-ujungnya selalu Arlan yang jauh lebih siaga.
"Syukurlah, Nak. Semoga kalian terus bahagia."
"Pak, aku mau Bakmi yang di ujung gang kontrakan kita, bapak mau temani aku?"
"Wah, cucu bapak sepertinya sedang manja ya, Ayo."
Bapak dan Starla tertawa bersama, ia tak bisa membenci ArXy karna menikah dengan pria itu membuat hubungan ia dan bapak semakin baik, jika mereka tak bertemu mungkin Bapak masih seperti yang dulu dan Starla tak bisa membayangkan seperti apa hidupnya nanti yang masih di cap sebagai anak tukang mabok, judi, copet dan jambret.
.
.
Dengan menggunakan sepeda motor, Starla di bonceng oleh bapak dengan sangat hati-hati, karna pria paruh baya itu ingat jika sekarang ia tak hanya membawa anaknya tapi juga cucunya meski masih di dalam perut. Hingga tiba di lampu merah semua kendaraan pun berhenti termasuk sepeda motor bapak.
Saat menunggu itulah, Starla melihat mobil suaminya yang di kendarai sendiri oleh ArXy, meski kacanya begitu gelap ia tetap bisa melihat jika ada seorang perempuan yang duduk disebelah sang suami yang katanya hari ini begitu sibuk.
Siapa? dan... mau kemana dia??
Starla terus saja bertanya-tanya dalam hatinya, tapi bukan Starla namanya jika tak bisa berpikir positif demi buah cinta satu malamnya dengan ArXy.
"Nak, ayo turun, kenapa melamun?" tanya Bapak saat sampai di tempat yang di tuju mereka.
"Enggak, Pak. Kena angin kok aku ngantuk ya," jawab Starla sambil terkekeh.
Keduanya pun masuk kedalam kedai setelah memesan dua porsi bakmi dengan pangsit dan bakso.
Sambil menunggu, Bapak banyak bertanya tentang kehidupan putri tunggalnya itu di rumah mertuanya, jika menyangkut Amih dan Apih, Starla selalu bercerita jujur karna mereka mereka memang benar benar baik dan perhatian. Tapi jika sudah menyinggung tentang ArXy Starla justru seolah sedang berkhayal.
.
.
.
Dia baik.. bahkan saking baiknya kadang ia lebih memilih tidur di sofa karna tak mau aku kesempitan saat kami berdua, Pak...
orang cari 1 orang saja kelabakan